Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
tersinggung


__ADS_3

" Mau beli apa " tanya fikri.


" Apa minyak wangi saja bi " tanya delia.


" terserah umi ajalah " jawabnya


" hijab ? "


" Mukena "


" sarung "


" ihh abi jangan seterah umi, " kata delia yang sudah kesal berulang kali ia meminta pendapat namun ustad fikri tak menjawab.


" Cari yang dipakai dan bisa bermanfaat"


" ya apaa bii"


" carilah "


" mba aku engga jadi ya maaf" jawab delia sedikit kesal ia pun berjalan dahulu dan fikri mengikutinya


" kamu kenapaaa"


delia pun diam tak menjawab , ia sangat kesal dengan sang suami yang menurutnya tidak memberi saran.


" umii "


" kalau suami bicara itu dijawab, kamu tau hukumnya ? " tanya fikri disaat mereka sudah berjalan dengan sejajar.


" dosa "


" lalu kenapa " tanya nya


" pulang lah "


" kita mau belanja sovenir umi "


" pulanglah sudah mau maghrib" jawabnya dingin.delia pun dengan cepat masuk kedalam mobil dengan ia yang beralih mengemudikkan mobil.


" umi aja yang menyetir " kata delia lagi dengan dingin ia meminta kunci mobil entah kenapa ia menjadi seprti ini, ia juga tak mau menoleh kearah suami dan tak melepas cadarnya.


" biar abi aja umi" kata fikri masih dengan ramah.


" Umii" pinta delia menanikkan nada bicara


" hati hati " ucapnya memberikan kunci mobil pada delia. ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.


"Bismillahirahmanirahim " ucap mereka dalam hati tak lupa keduanya membaca doa naik kendaraan

__ADS_1


Mobil pun berjalan keluar dari parkiran mall, delia dengan diam nya terus berusaha fokus pada jalanan. sedangkan fikri ia berpegangan pada sisi mobil.. ia mengamati dengan lihay mengenai istrinya yang menjalalankan mobil..


" Umii" panggil fikri sesekali disaat keheningan yang melanda keduanya.


" umi maaf jika abi menyakiti umi, abi rasa cukup untuk kita berdiam seperti ini sejak tadi masuk mobil sampai saat ini, abi diam bukan ingin mendiamkan umi tapi diam nya abi, abi tidak ingin ada kata kata yang menyinggung umi" kata fikri dengan lembut.


" terus "


" terus umi jangan seperti ini sama abi , kita bisa membicarakannya , umi tau hukumnya tak taat pada suami ? umi juga saat ini berhadapan dengan abi dan cuma ada abi disini mengapa tak membuka cadar " jawab fikri dengan penuh ketegasan,


Dengan cepat delia menarik cadarnya dan itu membuat fikri tersenyum. dan sekarang ia bisa melihat wajah cantik istrinya, delia pun memberhentikan mobil saat dirinya melihat masjid ia pun masuk kehalaman masjid dan sesaat mereka turun untuk sholat maghrib..


" abi hantar mi" jawab fikri mengikuti delia sampai di toliet wanita. delia pun tak menjawab ia masuk kedalam toilet dan fikri masuk kedalam toilet laki laki . setelah selesai fikri menunggu istrinya didepan pintu masjid yang tidak jauh dari toilet , delia pun keluar ia langsung berpisah dari suaminya , delia jaamaah perempuan sedangkan fikri jamaah laki laki tak lupa delia masih menggunakan cadarnya belum ia lepas.


setelah memakai mukena yang ia selalu bawa, mukena tanpa kepala menjadi kesukaan delia kemudian delia melepas cadarnya, Tak butuh waktu lama mereka pun sholat maghrib dengan di imami pengurus masjid disana.


Setelah tasyahud akhir sebelum salam tak lupa delia maupun fikri selalu membaca doa setelah tasyahud akhir sebelum salam yaitu :


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ


"Allahumma inni audzubika min adzabi jahannama, wa min adzabil-qabri, wa min fitnati al-mahya wal-mamati, wa min syarri fitnati al-masiihi ad-Dajali."


Artinya:


"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari siksa neraka jahanam dan siksa kubur. Dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Dajjal."


Setelah sholat delia tak beranjak dari duduknya ia berdoa untuk suaminya , kesembuhan papahnya, keluarganya , untuk anaknya dan untuk dirinya terlebih untuk acara yang akan dia selenggarakan. "Aamiin " ucapnya diakhir doa.


Setelah berdoa ia memakai kembali cadarnya, terkadang delia tak melepas cadarny saat sholat jika ada alasan tertentu. tanpa delia sadari fikri sudah lebih dulu selesai ia menunggu istrinya di pintu keluar.


" Sudah umi " tanyanya.


"Alhamdullilah Sudah abi " sahutnya


" Alhamdulillah umi sebentar ya" ucap fikri berjalan menuju marbot masjid


Delia pun memandangi fikri dari kejauhan..tak lama kemudian ia kagum dengan perlakuan sang suami yang memberikan uang kepada marbot masjid " Masyaallah sungguh mulia ciptaanmu yaallah hingga ia menjadi laki laki terbaikku "ucap delia dalam hatii..


Setelah memberikan uang fikri kembali menemui istrinya dan ia langsung menuntut istrinya masuk kedalam mobil yang sekarang fikri mengambil alih lebih dulu mengendarai mobil.


" Abi boleh aku bertanya " tanya delia.


" Silahkan sayang" ucapnya sambil melihat sisi kaca untuk dirinya keluar dari halaman mobil.


" apakah abi memafkan umi karna sikap umi kepada abi yang mungkin saja malaikat tak ridhoi umi " lirih delia sadar saat dirinya mendiamkan dan tak mendengar sang suami.


" Abi sudah memafkan umi, lagi pula ini sudah kesalahan abi, yang tak memberikan pendapat, abi sudah memafkan , maafin abi juga ya umi, karna abi bingung , semuanya sangat bermanfaat"


" dosa besar bagi istri jika tak taat pada suaminyaa ,jadi nurutlah kata abi selagi itu baik dan tegurlah abi selagi itu buruk, karna baik buruknya suami istri itulah pakaian mereka, suami pakaian istri dan istri pakaian suami , sampai sini paham sayang " ucapnya mengelus kepala delia.

__ADS_1


" iya abi maafin ummi " ucapnya mencium punggung tangan fikri dan mencium telapak tangan fikri.


" masyaallah bidadari solehah" ucapnya mencium kening delia.


Delia melepas cadarnya dan ia lipat tak lupa ia letakkan di mobil ia kini bermanja pada lengan sang suami. fikri juga tak menanyakan mengapa delia bisa semarah itu karna sudah cukup jelas jawabannya adalah ulah dirinya.


***


Rumah adam syarief kini sepi tak ada suara anak anak berlari larian, teriak teriak bahkan tak ada suara berisik ,tentu karna raka dan alya tidak berada di kediaman kakeknya . hanya ada salsa , syifa , abah bunda dan tentu alisyah.


Mereka tengah menikmati makan malam pukul 20:00 WIB, fikri dan delia juga belum pulang entah mereka pergi kemana hingga kini belum pulang.


" Nek , habis ini telpon abi yuu" pinta alisyah yang ingin bersama abinya.


" sebentar lagi abi pasti pulang nak, kan biasa abi pulang pas kita lagi makan malam cantik " jelas bunda memegang pipi cucunya itu.


" baik nek".


" lisyah teh syifa punya mainan nanti kita main yaaa sambil menunggu abi dan umi"


" okee tehh" ucap lisyah yang langsung semangat makan malamnya.


Saat asik makan tak ada pembicaraan yang keluar hingga kedatangan fikri membuat riuhhh ruang makan.


" Assalammualaikum " ucap delia fikri.


" Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuhh" jawab mereka .


" Abiiiiiiiiiiiiiu" teriak alisyah yang dengan cepat lariiii.


" Loh ini kenapa anak abii eummm" ucapnya membawa alisyah dalam gendongannya.


" lisyah mau sama abi "


" habiskan dulu ya nakk sini umi suapi ," kata delia mengambil piring alisyah ia pun menyuapi putrinya dari dalam gendongan fikri.sebelumnya delia dan fikri salim pada abah dan bundanya


" aaa a dulu sayang " kata fikri saat alisyah tak merespon suapan delia.


" duduk yuu makannya " ucap fikri membawa alisyah dalam pangkuannya.lagi dan lagi alisyah tak ingin makan..


" Ko alisyah engga makan kenapa " tanya delia yang merasa aneh.


" alisyah sudah makan banyak nak, teh syifa mengajaknya main jadi ia sudah tak ingin makan " jelas bunda tak ingin menantunya tersinggung..sebenarnya alisyah hanya makan sedikit dan itu masih tersisa dalam piringnya.


" owalah yasudah umi bersih bersih dulu ya cantikkk, bunda abah abi delia duluan ya " katanya yang langsung berlalu meninggalkan mereka semua...


" jangan sampai menantuku tersinggung " gumam abah dan itu didengar fikri dan bunda.


" Yaallah jangan sampai kejadian tadi terulang" ucap fikri yang bimbang , disatu sisi putrinya ingin bermain dan disatu sisi istrinya takut tersinggung..

__ADS_1


__ADS_2