
" jorokkkk ziaaaaaa" protes kakia melihat potongan kue di gamis panjangnya., kia walau memakai gamis ia tidak menggunkan khimar panjang namun hanya penggunakan kerudung segi empat namun menutupi dada. begitupun dengan ka zia walau terkadang keduanya masih menggunakan pakaian panjang dan celana panjang namun mereka tidak meninggalkan hijabnya.
Berbeda dengan delia ia menutup tubuhnya dengan sempurna, khimar panjang, dan gamis dan dilengkapi cadar, butuh perjuangan seperti itu dan pastinya juga ia banyak yang cemooh.
" atuh jangan sok elegan gitu sih kak ga panhtas " kata zia mengambil alih duduk dekat kakia dengan menekan kata pantas ditambah huruf h ditengahnya menjadi pahntas.
" yaudah ihs nyanyi mau lagu apaa " kata delia yang sudah tak sabar.
" gapapa ya bi aku nyanyii" kata delia diangguki fikri sebagai tanda setuju karna ia tau istrinya pasti nyanyi sholawatan bukan lagu pop.
" siapa dulu" protes ka zia.
" kia deh "
" yaudah sok atuh"
" Papih aku disini " sahut kia pada suaminya yang kini ikut gabung.
Durhaka memang emak emaknya nyanyi eh anaknya disuapi sama neneknya, namun semua itu atas dasar permintaan mamah sendiri.
"kelamaan lia dulu deh " sahut ka zia mengambil mic pada tangan kakanya itu.
kia pun tak marah ia sibuk berbicara dengan suaminya sedangkan delia ia mulai mencari sholawatan untuk nya . ya thoybah adalah pilhan delia.
" ekhm" delia mulai mengarahkan mic ke bibirnya.
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik
Wal Hawa Nadaana
Wal Hawa Nadaana
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Ya 'Ali Yabn Abi Tholib
Minkumul Masdarul Mawahib
__ADS_1
Ya Turo Hal 'Uro Li Haajib
'Indakum (Afdholul Ghilmana 2x)
Semua yang berada di ruangan keluarga menjadi diam , mereka sangat terkejud atas suara delia yang begitu merdu dan bagus bikin yang mendengarnya dibuat merinding, walau mereka mengetahui delia paling bagus diantara kaka kakanya namun setiap delia bernyanyi di nada tinggi membuat siapa saja yang mendengarkan dibuat merinding dan ikut terbawa suasana , hingga mamah dan alisyah viola ikut bergabung bersama mereka.
" Ma syaa Allah " ucap mereka saat mendengar suara delia.
" Ma syaa Allah tabarakaallah bidadari hamba" kata fikri dalam hati ia benar benar dibuat jatuh cinta oleh anak remaja satu ini. fikri pun beralih duduk dengan istrinya ia memegang tangan delia dengan lembut dan delia melantunkan sholawat sambil menatap suaminya.
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Astadil Hasan Wal Husaini
'Ilanna Biqurrot 'Aini
Ya Syabbal balul Jannataini
Jaddukum Shohibul Qur'ana 2x)
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana
Isytaqnalik Wal Hawa Nadaana Wal Hawa Nadaana
" yeyyyyy" sorak viola dan alisyah disaat delia selesai melantunkan sholawat.
"muachhhh gemes aku tuh Ma Syaa Allah ," ucap fikri mengecup kening delia sambil mengusapnya membawa ke dada fikri.
" terimakasih " ucap delia
" pacaran mulu ihhhh alisyah tuh" ucap zia yang kesal
" siriik aja lo deee" celetuk kia sambil menoyor kepala zia. " ihhsss emnag bener kan "
" lisyah sini nak " panggil delia. Alisyah yang namanya dipanggil ia menghampiri uminya namun ia duduk dipangkuan abi karna ia tau perut uminya masih terluka.
__ADS_1
" ada apa umi"
" alisyah sudah makan ?" tanya delia membelai rambut alisyah yang tanpa hijab. sedangkan karokean dilanjut oleh kakia dan ka zia
" sudah umi " jawab alisyah , delia pun memberikan kode pada sang sumi untuk memberitahukan pada alisyah agar tetap menjadi dirinya.
" nakk " panggil fikri.. alisyah yang duduk dipangkuan fikri hanya menoleh.
" lisyah walau alisyah sudah menjadi teteh untuk Aa zul tapi abi minta alisyah tetaplah menjadi alisyah , bukan abi dan umi tak menyukai lisyah seperti sekarang ini , namun kamu masih kecil nak, umi dan abi tidak ingin lisyah kehilangan masa kecil lisyah " jelas fikri sambil mengusap kepala putrinya yang bersandar pada tubuh fikri.
" maksudnya abi"
" jadi lisyah lisyah sekarang sudah menjadi teteh untuk Aa zul tapi abi minta alisyah tetaplah bermain sama seperti viola dan raka , seperti alisyah sebelum ada Aa zul"
" kan lisyah teteh bi , berati lisyah kaya teteh alya"
" bukan abi tak suka, abi suka lisyah sayang sama aa zul , tapi abi ingin alisyah tidak kehilangan masa kanak kanak lisyah "
" iya bii"
" umi kangen lisyah , jadilah alisyah sendiri tanpa menjadi orang lain" kata delia mengusap pipi anaknya itu , ia tidak ingin kehadiran putra nya membuat alisyah merasa dibedakan, bahkan akhir akhir ini tingkah laku alisyah tidak sesuai dengan anak seusianya , hal itu yang membuat dirinya khawatir, dan membuat fikri pusing setengah mati karna istrinya yang terus merajuk mengenai perubahan alisyah.
" iya umiii"
" maafin umi ya nak, umi sayang lisyah " lirih delia ia mencium pipi anaknya itu.
" lisyah sayang umi abi"
Pemandangan itu disaksikan oleh seluruh keluarga delia, kisah dan kasih sayang yang dimiliki delia mampu membuat siapa saja dapat merasakannya. " jangan nangis " kata mamah memberikan tissu. delia mengambil tissu itu dan diarahkan pada matanya.
" mamah masak dulu yaaa" kata mamah meninggalkan mereka. " lia ikut mahh" kata deliaa namun di cegah oleh kaka kakanya.
" jangan de, mah gausah masak pesen diluar saja " teriak wulan namun mampu memberhentikan mamah.
" makan apa " ucapnya kembali duduk ditengah keluarga.
" sate tapi bumbunya dipisah ya nak " kata mamah lagi, mengingat mereka pesan makan untuk makan malam. " oke mah"
" nak aqiqah dan gunting rambut zul disini aj nak " kata mamah mengingatkan. " kenapa mah" tanya delia
" ya gapapa maksud mamah gini loh disini kamu punya majlis taalim juga, tidak ada salahnya untuk memberikan rezeki pada mereka diacara tasyakuran aqiqah zul dan gunting rambut zul, biar adil aja gitu , tapi ya terserah kamu sama suamimu mamah hanya memberikan saran lagipula pas 40 hari papah itungannya." kata mamah memberikan saran.
bagaimanapun zul adalah cucu mamah , ia ingin merasakan moment bahagia dirumah nya karna mamah tak.ingin merasakan kesedihan di hari itu.
__ADS_1
cerita author masih monoton ga sih ? atau udah ga seru ??/