
Sholat Maghrib telah selesai dilaksanakan oleh keluarga ini, mereka tidak langsung pergi dari duduknya sehabis zikir akan tetapi mereka berdoa bersama untuk apa yang sudah terjadi hari ini dan mereka mengirimkan surah yasin untuk alm pak reno zainal.
Jika hari ini papah masih ada mungkin ia akan sangat bahagia melihat anak anaknya memiliki pasangan, telah selesai perjuangan mereka sebagai orang tua membesarkan anak anaknya hingga sampai di pernikahan. " papah merestui " itulah yang di katakan oleh zia saat ia merindukan papah.
" mau makan nasi atau pizza dulu ? " tanya mamah setelah mereka melipat mukena.
" pizza mah " kompak semua menjawab pizza.
" kenapa gak nasi dulu ? " usul kia
" kak kalau nasi nanti keburu kenyang gak nampung lagi " celetuk ziaa.
" gimana dee ? " tanya kiaa kepada delia yang mana mereka lah yang membeli.
" apa aja aku mah , oh ya mah besok kita bakar bakar yaa sebelum masuk bulan ramadhan " usul delia ia pun mengikuti keluarganya untuk kumpul di depan tv menikmati pizza.
" bolehh "
" ide bagus tuh de "
" yaudah ayoo "
Semuanya menikmati hidangan yang telah di pesan oleh fikri delia, ribet ? itulah yang di rasakan mereka karna 2 kurcaci yang meminta lebih dulu dan tidak sabaran.
" iya iya ini punya vio " ucap kia memberikan 1 potong pizza serta minumannya.
" yeyy atuh uluan wleee" kata vio ia mengeluarkan lidahnya ke arah alisyah.
" husttt vio ga boleh seperti itu, dosa tau , ya tan abiii umi" sahut alisyah ia pun meminta penjelasan kepada abi uminya soal viola yang melet ke arahnya.
" iya sayang gak boleh yaaa, lisyah juga engga boleh seperti itu yaa, tidak bagus " ucap deliaa ia memberikan 1 potong pizza.
Siapa sangka ternyata alisyah masih merasakan kecemburuan terhadap zayyan apalagi kalau adik kecilnya selalu mendapatkan perhatian yang lebih, akan tetapi karna haikal berada di rumah mamah ia pun menjadi sedikit teralihkan ia bermain dengan abang haikal.
" tuhhh dengerin vioo" protes alisyah.
" udah udah saling sayang yaaa " ucap kia.
kedua kurcaci itupun akur karna mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan rasa yang sama layaknya anak kembar. Semua keluarga menikmati hidangan yang telah di sediakan hingga mereka mengehentikan kegiatannya saat adzan isya berkumandang.
Allahuakbar Allahuakbar.
Adzan isya telah berkumandang, semua menghentikan makannya untuk mengambil air wudhu, berbeda dengan fikri haikal mereka sudah siap sholat, dengan fikri adzan dan haikal iqomah.
" tunda dulu makannya lanjut sholat" ucap kiaa menarik tangan zia yang hendak memakan satu gigitan pizza.
" bentar kak tanggung ini" ucap zia yang merasa tanggung menghabiskan 1 gigitan lagi.
" cepet buru loh ihhh"
" yayayyaa. "
Setelah semuanya berbaris rapih dengan saff yang telah di tentukan, kini mereka dapat melaksanakan sholat isya berjamaah dengan haikal yang menjadi imam. " rapatkan saff nyaa , haikal imam" pinta fikri dan tanpa menolak ia pun maju di barisan imam.
Singkatnya, setelah melaksanakan sholat isya kemudian diakhiri witir, mereka membubarkan diri karna jam makan malam dilanjut dengan makan bebek.
" baru kali ini diimamin sholat sama haikal" gumam ka ziaa dalam hati.
" gak salah mamah pilih menantu" ucap mamah setelah diakhir salam ia mengusap wajahnya.
" mah ayo makan" ucap erik ia menarik kursi makan untuk mamahnya duduk.
" terimakasih bang " kata mamah dan mamah pun duduk dekat kia, kia dekat dengan erik ,erik dekat haikal,haikal dekat zia dan zia dekat delia diakhir fikri dekat dengan delia dan mamah. para kurcaci mereka di kursi makan satunya dengan suster menyuapi vio.
" bang pimpin doa" ucap fikri kepads bang erik , erik pun mulai berdoa diikuti yang lainnya, setelah berdoa mereka menikmati hidangan bebek goreng.
" abii lisyah tidak mau di suapi suster" rengek alisyah ia melihat kebelakang dimana abinya tengah memasukkan nasi kemulutnya.
__ADS_1
" sayang ada apa ? " tanya delia.
" ini umi lisyah tidak ingin di suapi suster, tangannya bau lisyah tidak suka " ucap lisyah ia membawa piring kearah delia.
" sayang tidak boleh seperti itu yahh, sus maafkan alisyah yaa " kata delia ia meminta maaf kepada suster yang pasti ia sangat tersinggung. walau ia sangat mengetahui karakter alisyah akan tetapi ia tidak enak perkataan alisyah membuat suster tersinggung.
" iya gapapa bu"
" yasudah udah malam waktunya istirahat, besok supaya fress " ucap mamah ia pun bangkit dari kursi makan beralih ke dapur membawa piring kotor dibantu oleh delia.
" biar lia yang bawa mah" pinta lia ia membawa piring kotor bekas suami dan dirinya.
" gausah sayang, kamu suapi alisyah dulu sambil menunggu mamah cuci piring setelah makan alisyah bobo sama ommah ya " kata mamah dan diacungi jempol oleh alisyah, delia hanya pasrah ia membawakan ke westafle dan menyupai alisyah.
" sayang gapapa pegang zayyan dulu ? " tanya delia saat melihat suaminya menidurkan zayyan dengan berada di gendongannya melantunkan sholawatan.
" gapapa"
" abii besok lisyah mau berenang" lirih alisyah ia meminta izin kepada abinya.
" sama siapa nak ? "
" sama abi boleh ya bii "
" ia boleh , lisyah habiskan makanannya ya setelah itu cuci kaki sikat gigi dan baca doa "
" yeyyy terimakasih abii" ucap alisyah ia pun menikmati suapan uminya dengan penuh semangat.
" bang besok vio mau ikut berenang ? " tanya fikri saat erik ingin keluar rumah untuk merokok.
" kemana a ? "
" belum tau dimana , ini lisyah ngajak berenang , kalau mau bareng ayo "
" pantai aja lah " sahut kia tiba tibaa.
" kak mamah cuci piring sendiri ? " tanya delia saat ka kia muncul dibelakang mereka.
" atuh kasihan mamah kak "
" ya gimana maunya mamah"
"sayang gimana mau di pantai ? " tanya fikri kepada sang istri ia tidak mau pergi jika istrinya tidak setuju..
" eumm boleh deh , nanti ajak mamah, jangan masuk dulu ke kamar tunggu mamah nanti biar mamah mau ikut" usul delia dan diangguki yang lainnya. pengantin baru pun sama ia tidak masuk kedalam kamar karna menunggu mamah dan alisyah yang tengah makan.
Zayyan pun sudah tertidur dalam gendongan abinya yang terus meniduri zayyan. " bawa makanan dari rumah atau gimana ? " tanya ziaa menimpali.
" gausah yaa nanti cari makanan di resort ajaa atau apa gitu" jawab erik.
" apaa yang cari makanan? resort apa ? " sahut mamah tiba tiba setelah ia mencuci piring dari dapur.
" mah mamah duduk dulu ada yang mau kami bicarakan , sebentar lia taro piring dulu" ucap delia ia pun membawa piring bekas putrinya dan mencucinya tanpa tersisa piring kotor.
" ada apa ? nak jangan di cuci biar mamah aja." sahut mamah sedikit berteriak.
" gapapa mah cuma 1 koo, biar delia banyak gerak" ucap fikri.
" ada apa sih nak heum ko gak masuk kamar ? ini pengantin baru kenapa ikut ikutan bukannya istirahat " sahut mamah ia menatap ka zia dan haikal yang juga duduk di kursi makan.
" ommah lisyah duluan ke kamar ommah ya " izin alisyah
" ia sayang sebentar lagi ommah menyusul ya "
" oke ommah "
" ini ada apa sih ? liaa sini atuh kasihan putrimu menunggu"
__ADS_1
" ia nihh lia mana yaa "
" iya iya ia hadiroh " sahut delia ia sedikit berlari menghampiri mereka dan langsung mengambil baby zayyan.
" nah jadi ada apaa ? " tanya mmaah yang begitu penasaran sampai tidak boleh tidur lebih dulu.
" jadi seperti ini mah, alisyah ngajakin berenang, aa sama anak anak mamah mau ngajakin mamah ke pantai, mamah mau ikut gak ? gausah bawa makanan mah kita beli aja disana ? " jelas fikri memberikan suaranya untuk menyampaikan ke mamah.
" kapan a ? "
" pagi aja kayanya ya bang kal ? " tanya fikri diskusi kepada anak laki laki mamah.
" kalau kata erik lebih baik berangkat malam sampai disana pasti kan sebelum subuh terus nanti pas pagi pagi banget udah nyemplung anak anak " usul erik
" terus kita tidur dimana yangg ? alisyah vio ditambah zayyan lagi " sahut kia yang tidak terima usulan suaminya, bukan tak setuju tapi lebih memikirkan kondisi anak anak.
" di saung pinggir pantai kan ada , cuma beberapa jam, anak anak bisa di mobil mih, kan sekarang jam set 10 malam, berangkat misal jam 12 nyampe jam 3 ,4 lahh ke pantai " jelas erik.
" belum preparenya " sahut zia dan diangguki mamah.
" berangkat jam 2 aja bang , kita sampai jam 6 pagi " usul haikal dan disetujui oleh mamah.
" nahh bener tuh, mamah juga akan masak dulu gak mungkin restoran buka pagi pagi, biar anak anak nyampe makan terus berenang" sahut mamah sambil memetikkan jarinya. sedangkan yang lain saling pandang dan menyetujui saran dari haikal.
" oke fikri setuju kasihan juga kalau kita sampai menginap disana , udara pantai yang dingin kasihan anak anak " sahut fikri.
" nah udah deal kan yaudah kita istirahat dulu lumayan beberapa jam untuk tidur " ucap mamah bangkit lebih dulu
" okee dehh" semuanya pun berhamburan pergi ke kamarnya masing masing.
" oh yaa zia kalau berhubungan jangan kemalaman nanti kecapean ditinggal baru rasa ? " celetuk kia dan mendapatkan pukulan dari mamah. mamah yang tadinya berjalan lebih dulu ia menghentikan langkahnya menyamakan langkah dengan putrinya
Brukk( lukayan kenceng mamah pukul kia )
" awsss... mamahhh" lirih kia.
" makannya jangan jahil sama adikmu" ucap mamah kemudian menaiki anak tangga.
" aduh mamah sakit juga lohhh mah, berasa " lirih kiaa memegang pundaknya.
" hahahahaha "
" mamah ngeri banget yaaa " sahut deliaa.
" ya lagian ngeledek terus, biar aja ka enak iya mamah punya cucu , kamu kan pulang terus lia pulang nanti disini gak ada anak anak mamah kesepian kakk" ucap mamah ia berpura pura sedih hanya untuk menyatukkan zia haikal.
" iya mamah...cupss ayanggg"
" makannya kaka jangan jahill" sahut zia sang pengantin
" wkwkwk abs gemesss kiaa "
" udah udah ayo ah jalan jangan berdiri di tangga " ucap erik
" deh iya yaa wkwkkw"
" mamah liaa ini tuhh"
" mamah ziaa"
" kiaa sihh awas ahhh"
keributan terjadi saat menaiki tangga dimana mereka ingin berada disamping mamah. rebutan mamah selalu terjadi layaknya anak berebut mainan.
" yahh udah deh males liatnya" celetuk erik ia berjalan lebih dulu melewati anak perempuan yang tengah heboh.
" sudah biasaa " jawab fikri ia ikut ikutan dengan erik.
__ADS_1
" loh ko gini ? " sahut haikal yang baru pertama liat.
" kamu akan terbiasa dengan keanehan mereka bertiga " ucap fikri kemudian berlalu