
lantunan sholawat terdengar diseluruh pelosok bahkan acara tasyakuran seperti keadaan acara milad atau tabligh akbar umumnya, masyaallah begitu banyak yang hadir di acara ini membuat delia khawatir, ia sangat khawatir jamuaan mereka kurang atau bahkan banyak yang tak mendapatkan.ia pun mengirimkan anak santri untuk menayakan prihal makanan maupun sovenir yang didapat kepada santri yang mengatur konsumsi.
" baik ning "
Kedatangan para habaib membuat semuanya berdiri dengan diiringi sholawatan menyambut habib habib (author tidak menyebutkan namanya ya takut kesalahan) yang telah tiba.
" Ahlan wa sahlan habib" ucap fikri ia pun mencium tangan habib.
" Ahlan bika "
Setelah memberikan salam fikri menuntun para habib duduk dikursi yang telah disediakan. bersamaan dengan itu sholawat terus di lantunkan. sepasang mata tidak henti hentinya merasakan kekaguman, ia terus memandanginya hingga sentuhan menyadarkan mereka.
" masih haram jaga pandangan " celetuk kakia sejak tadi melihat zia memandangi haikal yang tengah bersholawat.
" ah..engga apa sih kak " kilah ka zia yang sangat malu dibuatnya.
" cihhh mau berkilahhh, disampein baru rasa " goda kia ia sudah paham mengenai adik adiknya yang sedang menutupi sesuatu. ia pun memperhatikan zia terus menerus, zia menyadari kakia terus menerus melihat kearahnya membuat ia benar benar tak nyaman.
" apa sihh kak jangan liatin zia terus deh, zia tau zia cantik " bisik kazia tepat ditelinga kakia, karna habib sedang ceramah ia pun memilih berbisik.
" elehhhhh cantik dari mana" jawab kakia tak terima ia pun menoleh menyaksikan habib dan ulama lainnya ceramah.
Fikri berjalan menghampiri delia yang sejak tadi diam mendengarkan rangkaian acara serta sambutan dari perwakilan ulama. sebentar lagi moment zayyan digunting rambutnya akan dilaksanakan.
" umi " panggil fikri ia memberikan kode untuk masuk kedalam rumah singgah dengan menggerakan bola matanya. delia yang paham ia pun mengikuti sang suami.
" Ada apa " jawab delia saat mereka sudah berada didalam.
" zayyan mau digunting rambutnya tapi hanya sama habib dan ulama tidak diperkenankan seluruh jamaah menggunting mengingat kondisi zayyan, aku sudah mendisuksikan ini kepada abah mereka sangat paham, jadi nanti kita hanya melewatinya saja " jawab fikri ia pun menerima zayyan yang diberikan oleh delia.
" terus ini siapa yang membawa bi ?" kata delia membawa wadah yang berisi bedak, air , bunga serta satu buah kelapa yang mana diberikan uang diatas kelapa.
__ADS_1
" nanti minta siapa yang bawakan " jawab fikri ia pun bersiap keluar karna seluruh jaamah sudah berdiri.
Sholawat nabi pun dilantunkan oleh haikal dan kawan kawan mengiringi proses mencukur rambut zayyan hingga tibalah mereka didepan habib yang tengah mendoakan zayyan lalu mulai menggunting rambutnya sebelum itu habib pun mendoakan untuk zayyan terlebih dahulu.
Setelah mengantarkan zayyan ke habib untuk digunting rambutnya serta didoakan, kini tibalah zayyan dihadapan abah yang bersiap untuk mencukur zayyan.
" bismillah, anak sholeh, mujahid, cucu kakek sehat ya " ucapnya kemudian mencukur sedikit rambut zayyan berlalu mencium pipi baby mungil itu.
Kalian bertanya delia kemana ? delia mengikuti dibelakang sang suami yang mana ia ikut mengiringi putra mahkota.
" marhaban yaa nurul aini marhaban marhaban " lantunan bait sholat masih terus mewarnai moment ini, para ustadzah diperbolehkan mencukur rambut zayyan setelah itu ia kebunda dan mamah yang sudah menanti cucu penerusnya.
" Aduh gantengnya cucu nenek, sehat ya ganteng" kata bunda kemudian mencium zayyan, pusat perhatian seluruh jamaah yang menyaksikan dimana bunda meletakkan uang 10 juta di wadah yang berisi bunga.
" gila 10 juta mah ada itu, marhaban marhaban" gerutu jamaah melihat uang setelah mengatakan itu ia pun kembali bersholawat.
mamah pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh bunda, diikuti wulan dan juga kia serta zia.
" Allahumma Sholli Wasallim Wabarik ‘Alaih"ucap vokal hadroh diakhir sholawatan mengiri zayyan telah selesai, para jamaah pun kembali duduk. dan zayyan telah dimasukkan kembali kedalam rumah singgah, note ceritanya zayyan sudah dikelilingi oleh jamaah untuk melihatnya.
" Allahumma sholli alaih " sahut jamaah dan santri.
Fikri pun menerima mic yang diberikan panitia, ia mulai mengarahkan mic ke bibirnya, dan sebelumnya ia membungkukan badannya kepada ulama memberikan rasa hormat dan meminta izin.
" Bismillahirahmanirahim, Assalammualaikum warahmatullah wabaratuh " ucap fikri memberikan salam
" waalaikumussalam warahmatullah wabaratuh " jawab mereka kompak.
" Bismillahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillaahirobbil aalamin, Ashadu allaa ilaaha illolloh, Wa’ashadu anna Muhammadarrosuululloh, Allohumma solli alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa aali sayyidinaa Muhammad, Amma ba’du :
Yang saya hormati
__ADS_1
Orang tua kami Kyai Adam syarief, bunda tercinta bu nyai ratna hafizah , serta adik adikku tercinta yang saya hormati dan tak lupa keluarga Alm bapa Reno zainal beserta mamah farida, dan kaka ipar saya yang saya hormati, dan...dan tak lupa istri tercinta Delia anastasya azzahra yang aa cintai hormati sayangi
"kiwwww, cieeeeee" sahut kompak jamaah saat fikri memuji istrinya, keriuhan semakin menjadi saat anak santri memberikan siul untuk menambah keramaian.
" aduhh..aduhhh apa nihh , ada yang salah " sahut fikri dengan senyum andalan membuat sang istri disana bersemu merah.
" enggaaa" sahut jamaah.
" jarang gus memberikan senyuman " celetuk ustad ismail dan membuat fikri tertawa.
" senyum saya buat istri sayaa, lihat bagaimana diri ini tak jatuh cinta pada salah satu ciptaan Allah kalau yang satu ini membuat saya tak mau pindah kelain hati" sahut fikri menunjukkan semua jarinya kearah sang istri, delia yang diberikan itupun ia menjadi tertunduk malu, sebab seluruh pasang mata melihat kearahnya.
Yang saya hormati guru saya yang mana beliau ini adalah guru semasa saya menempuh pendidikan dengannya, terimakasih habib atas kehadirannya diacara putra kami " ucap fikri membungkukan badannya.
Yang saya hormati Bapak Ust ismail beserta sang istri dan ust ilham beserta sang istri dan seluruh pengurus pondok pesantren ini, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.namun tidak mengurangi rasa hormat saya kepada beliau
Bapak-bapak, Ibu-ibu serta Saudara-saudara undangan yang mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin….
Puji syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga pada siang ini kita semua dapat hadir untuk memenuhi undangan dan hadir di kediaman kami. Sholawat serta salam tidak lupa pula kita sanjungkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada pengikutnya hingga yaumil akhir.
Adapun maksud kami mengundang hadirin sekalian adalah dalam rangka melaksanakan Aqiqah dan Tasyakuran atas kelahiran Putra kami yang ke 2, Yang telah kami beri nama Muhammad zayyan zulfikri Al habsyi, yang lahir pada tanggal 10 september, mudah2an dengan kehadiran putra kami yang ke 2 ini menambah keberkahan bagi keluarga kami, dan kami mohon keikhlasan dari Bapak dan ibu sekalian untuk memanjatkan doa untuk keluarga kami dan kita yang hadir pada siang ini, khususnya untuk putra kami agar dijadikan anak-anak selalu dalam keadaan sehat wal afiat, dipanjangkan umurnya, dimudahkan rizkinya melalui tangan kedua orang tuanya, dijadikan anak yang sholeh, anak yang cerdas dengan kebeningan hatinya, anak yang berbakti kepada kedua orang tua, anak yang kelak dapat membahagiakan kedua orang tua dan selalu dalam lindungan Allah SWT, serta menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Aamiin Ya Rabbal Allamin…..
Bapak-bapak, para undangan yang saya hormati, kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kesediaan hadirin sekalian yang telah menyempatkan waktu untuk memenuhi undangan kami dan kami juga minta maaf apabila ada kesalahan maupun kekurangan dalam menerima dan menjamu hadirin sekalian semua.
Selanjutnya dalam kesempatan ini tidak lupa juga kami meminta keikhlasan Bapak, Ibu, dan saudara semuanya untuk mengirimkan doa kepada Almarhum Reno zainal keluarga kami, dengan harapan agar Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni kesalahannya, dan menempatkan mereka di sisi terindah Allah SWT, Aamiin… selanjutnya untuk pembacaan tahlil dan doa kami serahkan kepada Yth Bapak Ust.ismail dan untuk pembacaan rawi kami serahkan kepada Bapak Ust ilham
Demikian yang dapat kami sampaikan, akhirul kalam.
Wabillahit taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
__ADS_1
" waalaikumussalam warahmatullah wabaratuh" jawab jamaah serentak.
namun fikri tidak turun dari panggung kecil yang dibuatnya melainkan ia menghampiri panita untuk meminta delia naik keatas panggung , hayoo ada apa??