Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
# 208


__ADS_3

Acara sudah selesai para habib dan ulama mereka tengah berada di rumah singgah untuk menikmati hidangan setelahnya mereka datang kerumah fikri untuk menepati undangannya.


namun fikri menempati janjinya memberikan sesuatu kepada sang istri tanpa sepengetahuan delia karna delia ingin menyampaikan sesuatu.


para jamaah pun menikmati cemilan box yang telah diberikan oleh panitia. sambil menikmati makanan yang disajikan mereka pun mendengrkan apa yang ingin dikatakan ustad fikri.


Delia ia memberikan kode kepada sang suami ia tidak ingin naik keatas panggung karna merasa tidak nyaman saja dihadapan banyak orang. " wahh bu istri saya gamau naik nihh, gapapa ya saya aja " jawab fikri ia menoleh ke jamah yang mana sebelumnya ia menoleh kearah sang istri yang memberikan kode lewat tangannya.


" naik dong ning "


" naik ustadzah "


" umi naikk "


begitulah ucapaan para jamaah yang meminta delia naik keatas panggung, bukan tak menghargai suami tapi delia memilih berbicara dari bawah.


" istri saya siap siap dulu katanya" begitulah ucapan fikri yang melihat delia , delia yang paham pun ia menganggung mau tak mau ia menemani sang suami.


" umi.naik jangan dibawah" kata fikri saat ia sudah berada dihadapan sang istri dengan mic ia arahkan kebelakang punggungnya.


Delia pun naik keatas panggung dengan dijemput oleh fikri kebawah dan ia berjalan bergandengan tangan.


sesampainya diatas fikri berdiri disamping sang istri yang tengah memegang mic bersiap untuk berbicara. ia memberikan kode kepada fikri dan fikri menganggung setuju , ia sendiri justru penasaran apa yang membuat delia meminta berbicara


" Bismillahirahmanirahim, Assalammualaikum warahmatullahi wabaratuh " ucap delia memberikan salam


" waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh " jawab jamaah

__ADS_1


" Apa kabar semuanya ? sudah makan ? " tanya delia karna hari sudah hampir ashar.


" belummmm "


" kompak ya kalau ditanya makan tapi ditanya kabarnya gak ada yang jawab " katanya lagi dengan lucu.


" baikkkk "


" baik belum makan atau baik apa nihh " goda delia disela berbicara.


" belum makan " kompak jaamaah


" Akang gimana ini jamaah nya gak dikasi makan" kata delia kepada suaminya dengan bermaksud bertanya.


" ohh ada katanya lagi di siapin, selama nunggu makanan datang dengerin saya berbicara dahulu ya buuuuu... ibuuuuuu..denger saya gak bu " kata delia lagi.


" dengerrrr "


" perkenalkan nama saya delia atau istri dari ust fikri, Alhamdulilah atas karunia Allah swt saya diberikan kepercayaan mengandung melahirkan dan mudah mudahan kami diberikan kepercayaan untuk membesarkan buah hati kami , Atas rasa syukur kita kepada Allah swt yaitu mengundang ibu bapa sekalian jamaah dalam acara walimatul aqiqah serta tasyakuran kelahiran putra kami, saya mohon maaf yang sebesarnya mana kala ada kehilafan atau kesalahan dalam menjamu bapa ibu sekalian, bukan kami tak ingin putra kami disentuh oleh orang lain, bukan kami sombong atau apa tapi kami mohon pengertiannya mengingat kondisi putra kami yang tidak memungkinkan untuk di bawa keramaian orang, ibu bapa jamaah mau berkata sombong amat anaknya ga boleh disentuh, sombong banget lewat aja ga boleh pegang, orang alim aja yang boleh sentuh kita mah engga, hiksss " kata delia dengan berakhir airmata , sakitnya hati seorang ibu mendengar penuturan dari jamaah yang membicarakan tepat dihadapannya. fikri yang mengerti pun mencoba untuk menenangkan delia dengan memberikan sentuhan pada punggungnya.


" maaf buu, bukan bermaksud kami pelit sombong atau lain hal, mengingat kondisi putra kami hiksssss yang qodarullah prematur dan harus dijaga dengan baik, tidak salah ada yang berbicara seperti itu tapi jangan dalam acara berlangsung, hikssss kenpaa di adain acara kalau anaknya ga boleh di sentuh dll ? maaf bu kami hanya ingin berbagi kebahgiaan dan bersyukur atas kelahirannya dengan mengundang ibu bapa sekalian dalam acara tasyukran dan aqiqah, dalam agama pun jika ada rezeki maka Aqiqah kan lah putra putri kalian, tak harus anak kita pun bisa aqiqah.


Sudah..sudah ga apa apa saya hanya mencoba meluruskan agar tak timbul hal lainnya, supaya mendengar langsung dari saya agar tak membuat berita yang tak mengenakkan, tertib yaa jangan rebutan nanti yang ada ricuhh, ayo panitia bagikan makanannya" kata delia menghapus ujung pelopak matanya dengan tissue.


" abi maafkan aku" lirih delia berbisik kearahnya


" gapapa sayang aku ngerti" jawab fikri dengan sangat tenang , ia tak malu acara seperti ini istrinya berkata ssperti itu namun ini semua betul adanya.

__ADS_1


"oh iya umi lupa heheh, anak santri jangan lupa habis ini jangan bubar setelah makan ada yang mau umi beritahu " ucap delia.


" ibu ibu mohon diterima dan dipakai sholat ya mukenanya, semoga bisa menambahkan ketaatan dalam beribadah, itu hadiah dari kami semga bermanfaat " kata delia ia memberikan mukena disetiap kantong box nasi.


***


Setelah sholat ashar dan makan sore menu hidangan aqiqah zayyan mereka tengah bersiap berkumpul dilapangan sambil menanti abi fikri dan umi tiba ditengah tengah mereka. setelah bubar acara fikri mengajak habib untuk berkunjung kerumahnya bersama sang istri.


namun kunjungan itupun tidak memakan waktu lama pasalnya mereka ada jadwal mengisi acara habis maghrib, baik fikri dan delia tentunya mengundang mereka datang berkunjung kembali kekediamannya dilain waktu.


mobil yang membawa habib serta ulama lainnya sudah pergi meninggalkan kediaman rumah fikri , fikri dan sang istri ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap ke pondok..


" ka zia sudah siap ?" tanya delia ia menghampiri kakanya yang sudah siap untuk tinggal di pondok.


" siap de "


" ka apa kaka yakin mau tinggal disana selama kaka disini ?" tanya delia ragu, ia tidak enak hati kepada kakanya jika dalam hukuman pondok kakanya mendapati hal yang tak pernah ia lihat.


" yakin de kamu gausah khawatir ya, walau aku ini kakamu tapi jangan perlakukan aku spesial ya " jawab kazia ia memeluk adiknya dengan erat.


" ia kaka, yaudah hayu atuhh berangkat keburu maghrib, mamah delia titip zayyan ya mah" kata delia ia pun mencium punggung mamahnya diikuti ka zia.


" ya hati hati sayang"


" ya mah asslammualaikum"


" waalaikumussalam "

__ADS_1


Delia ka zia serta fikri ia keluar dari rumah menuju pondok pesantren. Arahan demi arahan mulai diberikan oleh fikri dan delia, mengingat ka zia adalah adik iparnya fikri dan ia mempunyai sebagaian saham di pondok fikri tak ingin ia merasa diasingkan.


maaf author up nya lama soalnya anak author sakit dan authornya juga..mohon doanya ya semuaa😍


__ADS_2