
Terlihat seorang wanita tengah gelisah ia sudah menyadari beberapa hari ini tentang perasaannya yang entah datang dari mana membuat ia tidak bisa tidur dengan tenang padahal jam menunjukan pukul 00:00 artinya dini hari ia belum tidur. Suami yang menyadari istrinya belum tidur hingga kini memutuskan untuk menemani sang istri yang beberapa kali mencari posisi yang enak.
" Kamu kenapa sayang " tanya fikri sambil memeluk tubuh istrinya mungkin dengan pelukan membuat ia lebih tenang.
" Perasaanku engga enak, aku mau hubungi ka zia tapi takut sudah tidur " lirih Delia melihat jam yang terpajang didinding.
" Coba kamu hubungi jika tidak diangkat berarti sudah tidur dan jangan kamu hubungi lagi "
" Baiklah " ucap Delia yang langsung mengambil ponsel yang berada di nakas di sampingnya.
Tut... tutt
@@@
Dua kaka beradik ini masih belum tertidur mengingat kondisi sang Papah yang alhamdulillah sudah stabil namun masih harus dipantau. mereka memutuskan untuk mengobrol di meja makan yang berada di dapur.
" Kak bagaimana kalau nanti Delia marah sama kita karna engga dikasih tau soal papah " jelas ka zia yang sepertinya tidak tega dengan adiknya.
" Yaa mau gimana dee ini demi dia juga " santai ka kia yang memilih membuatkan minuman panas untuknya.
" Apa kaka punya rencana "
" Hmmm Aaaa " sahut kakia terpotong mendengar panggilan masuk pada ponsel zia.
" Delia kak " lirih zia sambil mengarahkan ponselnya.
"Hufttt"
#Panggilan terhubungVC#
" Hallo kak assalamu'alaikum " sahut Delia disebrang sana
" waalaikumsalam de "
" Kaka belum tidur? " tanya Delia
" Belum de, loh kamu sendiri ko belum tidur "
" Kak aku engga bisa tidur perasaanku engga enak apa ada sesuatu disana " Lirih Delia.
DEGGG jantung zia seketika melemah saat tau apa yang dirasakan adiknya itu, batin orang tua dan anak memang tidak bisa dibohongi namun sebisa mungkin ia dan kakia harus menyembunyikan nya.
" Kak ko diem " ucap Delia
" emmmm ehh anu dee kaka lagi liatin kakia tuh bikin minuman sambil jalan jalan masa kaya foto model " kilah zia sambil mengarahkan ponselnya ke kia, kia yang sadar akan ucapan adiknya itu pun berjalan layaknya bak model papan atas.
" Ada ada aja nih kakia " tawa delia disebrang sana.
" Heyy pengantin baru adikku belum tidur ya emang suami kamu kemana? " tanya kakia sambil ikut mengarahkan kepalanya ke ponsel zia bergabung dengan adiknya dan mereka mengobrol bertiga.
" Ada nih disamping " sahut Delia yang ikut mengarahkan ponselnya menggeser dirinya agar terlihat berdua.
" Acieee cieee, gimana nihhh enak de " celoteh kakia tanpa filterr.
" Kaka ngomong apa sih Delia ga paham "
" Ceuhhhhh awas yaaa, harus jadi momongan "pinta kakia pada pasangan pengantin itu sambil mengaduk coklat panas ..sengaja kia menyeleneh agar Delia tidak menanyakan hal lain.
" Siap ditunggu ya, " ucap fikri dan itu membuat Delia menoleh ke arah suami dan dibalas tatapan fikri, Delia pun dibuat salah tingkah hingga ia memegang pipi kiri suaminya dan membuat heboh mereka.
" weh weh wehh pegang pegang "
" Cap halal " sombong Delia.
" Sombong nihhh" tegur ka zia.
" Kak beneran engga ada apa apa " tanya Delia yang masih penasaran
__ADS_1
" Engga dee "
" Kenapa mata kaka seperti habis nangis "
kia dan zia pun saling menoleh meminta pengakuan pada mata mereka. " Kamu kaya gatau zia aja dee kami nonton film eh kebawa suasana "
" Ohhh kirain ada apa kak "
" Mamah papah sudah tidur ya ka "
" Sudah dee "
" Yasudah kak aku tutup ya telponnya besok aku berangkat subuh kesana " lanjut Delia.
" Okee siapp ditunggu yaaa "
" Dadahhh assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam "
#panggilan terputus#
" Hufttt Delia bikin jantungan ajaa " protes zia yang kini bernafas legaaa sambil meletakan ponselnya sedikit kasar keatas meja.
" SssssssShombong HP dibanting buat kaka aja sini " sahut enteng kakia sambil menyeruput coklat panas.
" Jangan lah kak berharga ini tuh nanti doi susah menghubunginya "
" Dateng lah kerumah " celotehh kakia.
" Besok katanya mau jenguk papah tapi gatau jadi apa engga "
" Wehhh gilaa jangan lah "
" Nah makannya " ucap zia sambil memainkan ponselnya.
@@@
Setelah menghubungi kakanya dan melakukan panggilan video call dengan kakanya kini perasaan delia sudah lebih tenang dan sekarang ia sudah bisa beristirahat.
Senin, 04:30 WIB mereka tengah siap siap mandi dan menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah. setelah sholat subuh delia kembali masuk ke kamarnya untuk bersiap siap makeup hari ini ia tidak memandikan alisyah karna bunda yang akan membantu mengurusi alisyah.
" Bunda engga apa apa delia tinggal " ucap delia sambil memoles matanya dengan eyeliner serta memakai pensil alis.
" Gapapa neng " ucap bunda yang kini tengah memakaikan alisyah baju.
" Alisyah nanti disana jangan nakal ya nak, alisyah harus mengerti apa kata ummi sama abi, disana alisyah ada nenek juga jadi yang sopan ya nak " jelas bunda memberikan nasihan pada alisyah yang saat ini bunda khawatirkan alisyah nakal.
" Siap nekk alisyah akan nurut sama umi abi " kini gadis cantik itu sudah rapih dengan pakaian atas bawah lengkap dengan sepatunya.
" Selesai " ucap delia yang menutup kembali tas makeupnya. Isi tas delia seperti wanita pada umumnya terdiri ponsel,dompet, tas makeup, hand sanitizer, tissu basah, tissu kering, al-quran kecil. saat delia meresletingkan tasnya fikri datang untuk memastikan semuanya telah siap. Namun saat ia melihat wajah sang istri ia pun memilih untuk diam.
" Sayang hayuu kita sudah siap ayo berangkat ko kamu duduk " ucap delia yang sudah siap sambil meraih tasnya dan diletakan di bahu.
" Kamu makeup yang?"
" Aku makeup untuk kamu bii, dan nanti ada pemotretan baju brand milikku yang mengeluarkan produk baru sarimbit untukmu untuk alisyah juga " jelas delia yang kini duduk disamping suaminya.
Sadar anak dengan menantunya sedang membahas sesuatu dalam rumah tangganya. bunda pun memutuskan untuk kebawah dengan alisyah bermaksud untuk meluangkan waktu untuk mereka berdua menyelesaikannya.
" A neng bunda duluan ya sama alisyah nanti kalau sudah selesai temui kami di ruang makan ya " ucap bunda sambil mengajak alisyah untuk turun kebawah.
" Iyah bunda terimakasih ya bun " ucap delia
" Smaa sama " bunda pun berlalu pergi. Memastikan bahwa bunda sudah benar benar pergi delia pun membahasnya dengan laki laki yang saat ini suaminya.
sambil menggengam tangan fikri dan menciumnya.
__ADS_1
" Tapi kamu berlebihan sayang tabaruj itu ga boleh " jelas fikri sambil menatap serius istrinya.
Delia yang ditatap seperti itupun hanya menunduk seperti mati rasa lidahnya tidak bisa menjawab apa yang dikatakan fikri.
" Kamu tau kan sayang kalau taabruj itu engga boleh dan dilarang dalam islam kecuali untuk suaminya."
" Aku minta maaf abii"
" Aku pakai cadar bii dan memang ini untukmu juga aku makeup aku ingin menyenangkan suamiku " jawab delia lirih.
"Jangan dilepas cadarnya sekarang pakai mii" ucap firki yang tidak. ingin dibantah. tanpa berdebat delia pun memakainya setelah memakai fikri dan delia turun menemui bunda dan alisyah.
" Ummi abi ko lama " tanya alisyah.
" Maafin umi ya sayang, " ucap delia berjongkok didepan alisyah.
" Iyah umi ayo jalan ini nenek sudah kasih kita makanan buat dimobil " ucap alisyah sambil memeluk kotak makan yang diberikan bunda.
" Wahhh terimakasih banyak bundaa " ucap delia dan fikri.
" Sama sama dimakan yaa"
" Yasudah kami berangkat ya bunda abah " ucap fikri yang langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya dan disusul alisyah serta delia.
" Kamu hati hati ya nak titip salam untuk papah mamah " ucap abah pada menantunya itu.
" Iyah abah nanti delia sampaikan, kami permisi dulu ya abah bunda " ucap delia melepas pelukan bunda.
" Iyah nak hati hati ya"
" Assalamu'alaikum "
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh"
Merka pun memasuki mobil dengan 2 koper yang sudah lebih dulu berada didalam mobil , " Dada alisyah "
" Dahhhhh" TINN TINN.
mobil pun keluar dari halaman keluarga adam syarief menuju depok, butuh waktu 4 jam untuk tiba di rumah delia jika jalanan ramai maka diperkirakan lebih dari 4 jam.
~~
Saat ini mereka sudah berada di dalam tol dengan keadaan terpantau ramai namun tidak menimbulkan kemacetan, Fikri yang mengemudikan kendaraan sedangkan delia di samping fikri dan alisyah yang berada dibelakang, Didalam mobil terdapat bantal serta cemilan untuk alisyah ngemil disaat ia bosan.
" Kita makan dulu yuuu " ucap delia sambil membuka kotak makanan dari bunda untuk alisyah serta fikri.
" Umii alisyah suap sendiri ya mii"
" Alisyah gamau disuapin umi "tanya delia ragu.
" Engga umi alisyah suap sendiri saja kan lisyah anak pinter " ucap alisyah sambil mengambil bekal yang berada ditangan delia ia pun langsung memakannnya pelan pelan tak lupa ia berdoa.
Fikri dan delia yang melihatnya membuat garis senyuman diwajahnya, " Abi mau juga " tanya delia sambil membuka kotak makanan yang diberikan bunda.
" Umi. makan duluan saja mi nanti abi makan " ucap fikri sambil matanya terus fokus pada jalanan tol.
Delia yang mengerti dan paham akan apa yang dikatakan suami memutuskan untuk menyuapi fikri, "Aaaaaa Abii " ucap delia sambil mengarahkan sendok kebibir fikri
Fikri yang mendapat perlakuan manis dari delia menoleh kearahnya dan tersenyum,ia pun langsung memakan suapan demi suapan yang delia berikan, perasan fikri saat ini berbunga bunga mendapat perlakuan manis dari sang istri.
" Terimaksih sayang,kamu juga makan dong masa aku terus dari tadi "
" Apa kamu tidak jiji berbagi denganku " tanya delia ragu.
" Aku engga jijik dan tidak ilfil malah aku sukaa jadi sekarang kita makan bersama yaa "
Delia langsung makan berdua dengan fikri, sebenarnya delia sudah lapar sejak tadi namun ia tahan karna ia malu untuk meminta pada suaminya.
__ADS_1
" Hahahaa ummi abii lucu " tawa alisyah..