
Delia ia sudah tenang dengan ditemani mamah dan bundaa , jenazah pak reno sedang di angkat untuk dimandikan. fikri dan erik pun mengangkat tubuhnya pak reno.
" Bismillah , untuk anak anaknya silahkan yang mau memandikan jenazah" kata amil .
Delia dengan di tuntun kia dan mamah menghampiri jenazah ia pun memandikan jenazah pak reno sesuai intruksi pak amil.
Setelah memandikan, zia delia kia dan mamah kembali keruangan menunggu papahnya selesai dan akan diletakkan di atas kain kafan yang nantinya membungkus diri pak reno. bunda dan warga lainnya membantu memasukkan bunga kedalam jarum yang akan diletakkan diatas keranda jenazah.
" zia kenapa diam saja " tanya deliaa namun lagi lagi zia tidak merespon justru ia malah diam menatap sisi ruangan.
" tolong permisi yaa bu tolong beri jalan " kata bang erik saat jenazah ingin diletakkan diatas kain kafan yang sudah di taburi bedak dan minyak wangi.
Proses demi proses memakaikan kain kafan dilakukan oleh amil ,fikri dan bang erik selaku menantu pun ikut membantu. wulan syifa mas tyo pun hadir
kia zia dan delia mamah tak henti hentinya menitikan air mata melihat papahnya tengah ditutupi kain putih , lapisan demi lapisan menutupi tubuhnya. hingga tibalah amil ingin menutup kain pada wajah papah nya dan hal ini membuat semuanya menangisss karna hanya saat ini lah saat terakhir melihat orang yang dicintainya. " ada yang mau liat sebelum saya tutup" kata amil.. dengan cepat kia mencari viola untuk melihat terakhir kalinya. " tolong jangan biarkan airmata menetes menyentuh pak reno"
" pahh zia minta maaf , maafin zia ya pahh, papah yang tenang yaaa " kata ziaa dengan berbisik pada papahnyaa. kini mamah bergantian mendekat kearah pak reno.
" papah ,mamah mencintaimu, mamah berjanji akan menjaga ziaa, tenanglah disisi Allah, tunggu mamah ya pah, maafkan keslaahan mamah dalam menjadi istri papah" lirih mamah zia pun mengusap punggung mamah dan berganti dengan deliaa.
delia mendekat perlahan demi perlahan ia pun duduk dekat kepala dan dada papahnya seraya berkata " delia minta maaf pah , terimakasih telah membesarkan deliaa, papahhh delia sayang papah, delia disini pahh sama papah "
" pah fikri sudah ikhlaskan kepergian papah, fikri minta maaf dan berjanji akan menjaga deliaa dan keluarga papah"
" viola ini opah sayang , oppa udah tenang disisi Allah , viola jangan mencarikan oppa ya nak," kata kiaa
" sudah yaa , semuanya sudah ikhlas? " tanya amil
fikri pun berdiri disamping istrinya membawa ia dalam pelukkannya.
" semuanya ikhlas ? saya mau tutup nih" kata amil sudah disiap menutup wajah papah sebelum nanti disholatkan dan di hantar ke peristirahatan terakhirnya.
" sudah pak" kata mereka dengan bergetar dan lirihhh..
" bismillah " ucap pak amil menutup wajah pak reno menggunakan kain.
" papahhhhhh" lirih merekaaa dengan airmata membasahi wajahnya .
" ikhlaskam umi" ucap fikri mengelus punggung istrinya.
Setelah selesai dengan kain kafan mereka pun bersiap ke masjid untuk mensholatkan jenazah pak reno ,jenazah pak renoo diletakkan dalam keranda dan diangkat oleh erik, abah, fikri dan lainnya. la ilaaha illallahu.
" nak mau ikut engga" kata bunda.
" ikut bun" jawab delia melemas ini terakhir papahnya keluar dari rumah dan tak akan pernh kembali lagi.
Delia pun tidak duduk dikurrsi roda, jujur ia merasakan sakit pada perutnya namun ia paksa jalan untuk mengantar papah ke peristirahatan terakhirnya. ia berjalan menuju masjid dengan dituntun bunda mba wulan .
" teh delia kuat kan "tanya mba wulan dan diangguki olehnya , ia menangis sepanjang jalan airmatanya sepeeti tak habis
__ADS_1
" pah delia akan mengantarkan papah kerumah baru papahhh hikss, delia sayang papahh" gumam delia dalam hati.
mamah berjalan didepannya dengan diapit kakia ka zia.
la ilaaha illallahu. ucap mereka mengiringi jenazah
At masjid.
Setelah tiba dimasjid yang tak jauh dari rumahnya para laki laki pun bersiap mensholatkan jenazah pak reno zainal , banyak para pelayat yang mengantarkan jenzah dan mengikuti sholat, sedangkan para wanitanya ia menunggu diluar.
Sholat jenazah pun dimulai dengan fikri sebagai imam sholat. singkat cerita sholat pun selesai , kini ada sambutan kecil untuk para jamaah yang hadir yang di wakilkan oleh fikri ditemani bang erik.
" Assalammualaikum warahamatullahi wabaraktuh "
" waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
" innalillahi wa innaillaihi rojiun 3x , telah berpulang kerahmatullah ayahanda kami tercinta bapak Almarhum reno zainal , yang mana Almarhum beliau meninggal dalam usia 58 tahun, pada pukul 08:30 pagi tadi,saya mewakili pihak keluarga mohon dimaafkan jika almarhum mempunyai kesalahan selama hidupnya, mohon maafkan , dan jika beliau mempunyai hutang tolong menemui saya, sekali lagi kami atas nama keluarga mohon maaf yang sebesar besarnya .terimakasih juga untuk bapa ibu yang nantinya akan mengantarkan jenazah pak reno keperistirahatan beliau ., saya akhiri waalaikumsalam warahmatullah wabaraktuh "
dengan cepat fikri pun memikul keranda pak reno, banyak rekan kerja serta sahabat beliau yang hadir. suara tahlil terdengar mengiringi jenazah la ilaaha illallahu disetiap langkah mereka. tak ada yang berbicara semua pun mengucapkank kalimat tahlil mengiringi jenazah
tak terasa mereka tiba di TPU yang tak jauh dari kediaman rumah mereka. liang kubur sudah selesai digali dengan cepat fikri turun lebih dulu dan dilanjut erik serta kaka nya papah.
perlahan demi perlahan kain penutup keranda dibukaa dan tellihat lah tikar pandan serta kain membungkus jenazah pak reno diangkatnya tubuh kaku pak reno yang sudah tak bernyawa itu dan di arahkan ke fikri erik dan saudara papah untuk menerimanya.
Tangan fikri menerima jenazah dengan baik diikuti yang lainnya ia pun perlahan demi peerlahan meletakkan jenazah pak reno didalam tanah lalu ia arahkan ke arah kiblat dan tubuhnya diganjal oleh tanah yang dibuat menjadi bulatan untuk menopang tubuhnya
Fikri pun membuka tali kain kafan dan membuka kain pada wajahnya , ia pun bersiap mengadzankan didalam kubur,
suara adzan didalam kubur yang dilantunkan oleh fikri , ia menahan airmatanya agar tidak menangis namun nihil ia masih saja meneteskan airmata.
setelah mengadzankan ia pun mengganjal tubuh pak reno tak lupa disisinya di pakaikan tanah yang sudah dibulatkan
" jangannnnn jangan ditutuppppp" lirih deliaa yang tak kuasa saat tukang gali kubur memberikan papan untuk jenazahnya ditutup agar tanah tak menimpanya.,
setelah itu ia pun menerima papan kayu untuk menutup jenazah, setelah itu mulailah tukang gali kubur menurunkan tanah yang tadi ia pinggirkan, ia pun menginjak injakan tanah supaya padat.
" maafkan fikri abahhh " ucap fikri ia membantu menginjak tanah yang diturunkan oleh tukang gali kubur ( sebenernya bukan injak seperti apa tapi yang pernah lihat pasti paham)
" Abiiiiiii hikssss jangannnnnnn jangan dikubur papah...hiksss papahhhh" teriak deliaaa yang tak terimaa papahnya di tutup tanah, ia berontak ingin sekali turun namun dicegah oleh bunda dan mba wulan..mereka tak kuasa menahan tangis melihat sikap delia seperti ini, anak perempuan yang disayangi , anak perempuan yang sellau manja pada papahnya kinii menangiss histeris ia pun terpukull dengan apa yang ia saksikan.
" sayanggggg jangannnnn jangan injak tanah ituuu kumohonnnn, , hikssss sa..sayangg hikss " lirih deliaaa ia berusaha untuk turunn.
sedangkan mamah ia sudah diapit oleh kakia dan ka zia tubuh mamah mulai lemas melihat suami nya dikubur.
" ka kia hikss..kak ..kaka pasti gamau kan papah ninggalin kita...kak..kumohon bilang suamimu..kakk..kakak bilanggggg jangan injak tanah ituu..jangan injak injak papahh..kalian lupaaa papah sudah banyak membantuu...jangan semena mena kak...kumohonnn." lirih delia hiteris ia menatap kakanya dengan mata yang memerah..
" dee ikhlaskan papah, kaka juga gamauu papah ninggalin kita tapi Allah lebih sayang papah "lirih kakia melihat adiknyaa seperti itu.
Memang benar delia adalah anak kesayangan papah , bukan berati papah tak menyayangi mereka tapi hanya delia lah yang tak pernah membantah orang tuanya.
__ADS_1
" auhh..abiiii...abi jangannnnnnnnn hiksss..jangann aku mohonnnn papah hanya tidurr hikss..papah pasti bangunnn..papahhhhhhh" lirih delia dengan histeris ia pun lemas bahkan kakinya tak sanggup untuk.berdirii ia pun menyaksikan tanah yang semula berantakan kini sudah rapihhh menggunung membentuk kuburan..
" umii bangun sayanggg" pinta fikri dengan airmata mengalir., fikri pun tak kuasa melihat istrinya histeris ia pun meninggalkan tugasnya dan dilanjut oleh tukang gali kubur.
" abii jahattttt hikss..abi jahatttttt...jaahatt kamuuu...kamu jahattttttttt" teriak delia dihadapan wajah suamii..
" papahhhh hiksss papahhhhhh" lirih delia menatap gundukan tanah.
" nak istigfarr kamu ingin disini apa pulang kalau mau disini kamu kuattt , " kata bunda sambil mengusap deliaaa.
Delia pun mengerti iaa diam menyaksikan tukang gali kubur selesai menguburkan pak reno.. ustad pun memimpin doaa bersama .
ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU, WA'AAFIHI WA'FU 'ANHU, WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI'MADKHALAHU, WAGHSILHU BIL-MA'I WATSTSALJI WAL-BARADI, WANAQQOHI MINAL KHOTOYA KAMAAYUNAQQOTTSAUBU ABYADHU MINADANASI, WAABDILHU DAARON KHOIRON IN DAARIHI, WAAHLANKHOIRON MIN AHLIHI, WAZAUJAN KHOIRON MINZAUJIHI, WAQIHI FITNATAL QOBRI WA'ADAABINNAR
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang sulit; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka."
Doa dan alfatiha sudah dikirimkan untuk almarhum pak reno , para pelayat dan yang lainnya telah pergi meninggalkan kuburan pak reno , ustad pun meninggalkannya dan yang tersisa hanyalah kedua belah pihak keluarga.
" Papahhh...hiksss..papahhh..." kazia menangis sambil menaburkan bungaa sedangkan kakia ia menuangkan airmawar.
" pahhh mamah janji akan selalu mengunjungimu " kata mamah dan ia pun bangun sekarang giliran delia ia memeluk papan nisan yang bertuliskan RENO ZAINAL BIN ZAINUDIN.
" pahhhh..maafin delia hiksss...papahhhhh.." lirih deliaaa ia mengusap usap papan nisan itu karna ia sudah tak sanggup berjongkok apalagi berdiri kakinya sakitttt dan perutnya pun sakit
" pahhhhh jawab deliaaaa hikssss papahhh aaaaaaah papahhhhhhhh" ucap deliaa ia pun membongkar kembali kuburan papah menggunakan tangannya tangan putihnyaa,
" jangann nak jangannnn" ucap mamah menarikk tangan deliaa..
" gakk papah ga bolehh dikubur mahh...kalian jahatt..hiks..papahhhhh..." kata delia dengan histeris ia berushaa membrontak untuk dilepaskan, ia berusaha sekuat tenaga untuk terlepas dari genggaman mamah.
" nakk kamu jangan seperti ini mamah mohon hikss " kata mamah dalam airmata yang berlinang ia sangat terpukul tapi ia lebih terpukul lagi menyaksikan delia histeris , ketakutan mereka akan kondisi delia terlebih iaa takut delia depresi.
" papahh...lepasinn..lepasinnn..deliaaaa.lia mohonnnn..papahhhhhh hikssss" lirih deliaa
" nakk istigfar sayanggg"
" pah...pa..papahhhhh"ucap delia yang berakhir pingsan ia tak kuasa menahan sakit perut dan kaki yang lemas ia pun menjadi pingsann
" Astagfirulllah deliaaa" ucap mereka terkejuttt
" sayangg sayang bangunnnnn" ucap fikri ia menepuk pipi delia dengan khawatir bercampur airmata.
" sayangggg jangan tinggalin aku plissss " lirih fikri.
" fikri bawa delia kemobil " kata abah melihat menantunya seperti itu.
" fikri ga bawa mobil abah " sahut bunda.
" gue pulang ambil mobilll" kata bang erik ia pun berlari mengambil mobilnya untuk membawa delia.
__ADS_1
" cepet pihh" kata kakia yang panikk.
" sayangggg bangunnnnnnnnn hikssss" ucap fikri yang sudah menangiss.