Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
167


__ADS_3

" iya mah nanti kami bicarakan dahulu ya mah " kata delia dengan ramah . jam berganti hingga sunyi nya malam hadir menyap, berbeda dengan daerah sebelumnya , daerah yang sekarang delia tempati terasa gerah dan panas, bukan dingin lagi seperti dibandung.setelah makan malam mereka memutuskan untuk beristirahat masih dengan posisi yang sama alisyah tidur dengan viola dan tentunya mamah. Awalnya delia tak mengizinkan karna ia merindukan alisyah namun bukan mamah namanya jika tak tertular drama zia akhirnya delia mengalah.


" ayolahh nak biarkan lisyah tidur dengan mamah, mamah kesepian nak " kata mamah bersikeukeuh meminta lisyah tidur dengannya.


" mah lia mau sama lisyah "


" nak kamu ada suamimu yang menjaga sedangkan mamah, mamah tidak ada yang menemani " lirih mamah dan hal itu berhasil membuat delia mengalah.


" yaudah mah kali ini lisyah sama mamah , lisyah jangan nakal sama nenek ya"


" ommah mii kata nenek kaya viola" sahut lisyah yang mengikuti viola.


" oke lah ommah , yaudah selamat beristirahat anak sholeha , jangan lupa sikat gigi lalu wudhu ya " kata delia mengelus kepala alisyah diikuti fikri , " dah umi abi selamat malam assalammualaikum"


" malam sayang, waalaikumussalam "


**


" mi mau kedokter apa sama aku aja " kata fikri mengelihat jahitan delia


" sama abi aja , tadi kata salah satu ibu taaklim anaknya ada yang pernah sesar terus setiap hari dikasih makan telur rebus minimal 5 , aku kan ga doyan bi" kata deliaa dengan senyum melasnya , karna sore tadi setelah mamah meminta delia untuk membuat acara disana tidak lama kemudian ibu ibu taklim delia datang dengan ustadzah yang meneruskan taklim delia itu. mereka datang menjenguk delia.( author persingkat aja ya supaya cepet tamatnya hehehe )

__ADS_1


" yaudah terus mau apa ? ikan gabus ? dimana belinya kan abi gatau mi pasar disini " kata fikri meletakkan ponselnya di nakas dekat tempat tidur delia.


" di pasar biasa mamah beli untuk Alm kakek bi"


" yaudah gimana besok ya mi" kata fikri yang benar benar pusing. " abi kenapa " kata delia yang melihat perubahan pada suaminya


" sedikit pusing tapi gapapa mi besok juga sembuh" sahut fikri memaksakan senyuman.


" Abi sakit karna ucapan mamah minta acara disini ya " lirih delia ia merasa sangat bersalah..


" engga umi, yang dibilang mamah ada benernya , umi gausah khawatir ya , abi hanya kebanyakan makan kambing " ucap fikri yang mencoba menjelaskan permasalahan yang mengganggu pikiran istrinya.


" kapan zul bersama kita ya bi " kata delia lagii ia tidak bisa menutupi kesedihan yang ia rasakan pada suaminya.


" berdoa ya mi,agar Allah permudah zul bersama kita" kata fikri sejujurnya ia juga merasakan yang sama.


sambil delia mempompa asinya , fikri melantunkan ayat ayat al quran untuk mengobati rasa pusingnya.sebaik baik obat ialah Al quran.


" aku letakkan Asi dulu ya bi " kata delia ingin bangkit namun dicegah oleh fikri , ia mengambil alih botol botol yang berisi asi untuk putranya, asi delia masih sedikit jadi ia harus makan makanan yang memancing asi melimpah selain itu ia juga tidak boleh stres agar tidak mempengaruhi asi.


Fikri sangat amat mencintai istrinya ke posesifan ia terhadap delia, tak jarang membuat delia kesal, disatu sisi ia bersyukur mempunyai suami yang sayang dengannya namun disisi lain ia juga ingin melakukan apa saja tanpa ocehan suaminya.

__ADS_1


Contoh kecil ia ingin belajar berjalan sehabis melahirkan, delia juga pasti akan sangat berhati hati mengingat ia sendiri yang merasakan nyeri dan saat saat berjalan atau bangun dari duduknya, namun lagi lagi fikri memantaunya untuk delia bisa jalan sendiri namun fikri harus mengawasinya entah ia berada disampingnya atau di belakangnya tak jarang ocehan sering keluar dari mulut suaminya dan perdebatan itu suka terjadi.


" sayang pegangan jangan ceroboh itu awas ada tangga , pelan jangan cepat cepat" begitulah kira kira ocehan yang fikri selalu katakan pada istrinya , ia terlalu posesif karna fikri tidak ingin terjadi hal hal yang tidak ia inginkan terlebih ia takut kehilangan sang istri, sudah cukup tidur panjangnya dan kejadian itu jangan sampai terulang dan membuat fikri trauma.


***


Sinar mentari pagi menampakkan kehadirannya melalui celah celah jendela yang langsung masuk kedalam kamar delia. semua penghuni rumah mamah sudah selesai mandi dan sudah sarapan pagi, erik pergi bekerja, zia kuliah dan fikri ia zoom kajian bersama anak anak santri miliknya. sedangkan delia ia bersama kakia dan mamah yang duduk di sofa ruang keluarga.


" masih sakit nak" tanya mamah pada delia yang ia bersantai diatas sofa.


" masih mah rasanya uhh mantap" kata delia sambil mengacungkan kedua jempolnya.


" de ini makan telor rebusnya " kata kakia setelah ia mengupas telur rebus, lagi dan lagi delia makan telur rebus hampir 10 butir perhari


" Telur lagiii" lirih deliaa ia sangat sangat tak menyukai telur rebus , bukan mengeluh namun jika benar tak menyukai telur rebus


" sabar nak makan lah, nanti kakia akan carikan ikan gabus untukmu " kata mamah yang mengerti keadaan putrinya. delia hanya bisa mengangguk dan memakan telur rebus yang sudah di siapkan kakanya.


" yaudah kaka pergi dulu yaa " ucap kakia yang berlalu mencuci tangan dan ia keluar untuk belanja mencari ikan gabus dan beberapa bahan masakan untuk mereka makan sehari hari.


kenapa author selalu menyelesaikan permasalahan dengan cepat ? karna ini cerita tentang kehidupan sehari hari, dimana biasanya konflik dalam kehidupan sehari hari itu biasanya selalu cepat selesai tidak di permasalahkan berkepanjangan, author pengen deh dapet grup chat huhuhu

__ADS_1


__ADS_2