Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
...


__ADS_3

Mobil yang dikendarai abah tengah berjalan melintasi di tol, yang dimana satu mobil berisi abah, syifa dan bunda , sedangkan mobil mas tyo atau suami mba wulan berisi wulan , raka alya dan haikal serta tyo yang membawa kendaraan.


mengapa haikal tidak berada satu mobil dengan abah karna mba wulan yang memintanya untuk semobil dengan mereka terebih bukan wulan namanya jika tak suka introgasi. Mobil keduanya saat ini sudah berada di dalam tol menuju daerah asal mereka.


" haikal apa benar kamu menginginkan ka zia ?" tanya mba wulan ditengah perjalanan mereka.


" tidak ada salahnya untuk mencoba taaruf teh" sahut haikal dengan mengarahkan kepala ke jendela melihat pemandangan.


" baiklah, perlu diingat pernikahan bukan main main "


" jika haikal mencintai satu wanita maka haikal akan memberikan seutuhnya pada wanita itu, haikal tidak ingin membuat istri haikal menangis jika nantinya haikal mempunyai istri, haikal ingin memuliakan istri haikal sesuai apa yang sudah abi jelasakan dalam kajiannya " jelas haikal.


" baiklah teteh percaya "


" apakah ka zia mempunyai kekasih teh ? " tanya haikal pada mba wulan yang berada di depannya.


" setau teteh punya tapi nanti teteh tanyakan pada umimu"


" baiklah, teh teteh nanti lewat pondok kah ?" tanya haikal lagi


" iya lewat, teteh mampir sebentar "


" iya teh"


*****


suasana dirumah Alm pak reno mendadak sunyi dan hening, tidak ada aktifitas dirumah itu, semua orang yang berada disana sedang terlelap dalam tidurnya. Kecuali fikri ia baru saja bangun tidur dan mendapati istrinya masih tertidur , ia pun mengamati wajah cantik istrinya." cantik tapi khawatir belebihan" gumam fikri melihat wajah istrinya.


Diliriknya jam dinding yang menempel pada dinding kamar delia menandakan pukul 15:00 artinya sudah memasukki waktu sholat ashar , ia bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. setelah mandi dan berwudhu fikri keluar menuju ruang sholat yang berada di rumah mamah, walau tak sebesar rumah bunda namun fikri merasa nyaman berada disana, sesampainya dimushola ia pun mulai menjalankan sholat ashar.


**


" lisyah udah mandi udah wangii, ayo kita turun kebawah sholat ashar yu nak" kata mamah setelah memandikan Alisyah dan ia sudah rapih.


" oke nek" jawab alisyah semangat ia berlari kekamar mandi mamah untuk berwudhu,


" jangan lari nakkk" teriak mamah ia menyusul alisyah ke dalam kamar mandi.


Alisyah telah lebih dulu berwudhu karna sejak kecil fikri selalu mengajarkan tata cara berwudhu jadi ia sudah terbiasa jika disuruh berwudhu maka ia langsung mengerjakan.


" sudah nek , lisyah kebawah duluan ya" sahut lisyah sedikit berteriak ia pun turun kebawah dengan ceria.. " la..la..la.la.."


Tak..tak..takk..( suara hentakkan tangga).


" lisyahhh " panggil fikri yang sudah lebih dulu sholat, " sini sholat nak"

__ADS_1


" iya bi " ucap alisyah yang dipakaikan mukenna oleh abinya. Alisyah sudah siap untuk sholat dengan mukena yang sudah ia gunakan namun saat ia ingin sholat , ada suara yang menghentikannya membuat fikri mundur dan menoleh mendapati mamah yang sudah siap untuk sholat ashar.


" Alisyah tunggu nenek " begitulah ucapan mamah sambil ia berjalan menuruni tangga karna mushola mereka tepat dibawah tangga.


" fikri sudah sholat ?" tanya mamah lagi saat ia sudah sampai di mushola.


" sudah mah" jawab fikri ia pun mempersilahkan mamah untuk sholat dengn alisyah.


" kenapa tidak menunggu mamah nak? kita sholat berjamaah " sahut mamah dengan menggelar sajadahnya.


Fikri yang merasa bersalah ia pun mulai menjelaskannya pada mamah mertuanya " fikri meminta maaf mah, sebelum sholat fikri sudah kekamar mamah namun sepertinya mamah belum bangun, ingin fikri ketuk pintunya tapi fikri tidak enak "


" gapapa kamu bukan baru nak sudah hampir setahun masih saja tidak enakkan dengan mamah, anggap aja mamah ini bundamu kan memang sudah menjadi mamah harusnya kamu bisa terbiasa, jangan sungkan ya " kata mamah lagi ia pun mulai mengambil posisi sholat.


" iya mah " jawab fikri ia kembali menuju kamarnya melihat apakah delia sudah bangun atau belum


~


" hoammmm" sahut delia yang baru saja bangun ia menguap karna keasikkan tidur hingga tak menyadari sudah waktunya sholat ashar, ia pun bangun dengan perlahan dan ia sudah sampai dikamar mandi, tak butuh lama delia sudah kembali.


" sholat ashar yaallah aku telatt " ucap delia yang langsung ingin memakai mukena tapi terhenti karna fikri lebih dulu masuk kedalam kamar delia


" Aaaaaaaaaa" teriak delia yang terkejut pintu kamarnya terbuka karna ia belum memakai hijab hanya memakai dalaman kerudung.


" aa..abiii " lirihnya dengan nada manjaa.


" terkejut umi tuh , abi buka pintu aja tidak ketuk dulu"protes delia dengan wajah cemberut.


" kan abi bukan siapa siapa , lagi mana ada yang berani masuk kedalam kamarmu" ucap fikri yang kinu duduk di sofa.


Delia yang tidak mau kalah tetap bersikukuh suaminya lah yang salah " ya tapi tidak ada salahnya lohh ketuk dulu "


" abi minta maaf, abi engga tau kalau umi sudah bangun " sahut fikri


" iyaa" cuek delia ia pun memakai mukena , namun lagi lagi fikri mengganggunya "kamu mau ngapain " celetuk fikri.


" mau sholat abi , yakali umi mau joget" sahut delia tanpa sadar karna ia amat terkejut atas insiden pintu dibuka tanpa permisi.


" ya tau mau sholatt"ucap fikri terpotong karna delia lebih dulu nyerocos.


" kalau tau kenapa nanya "


" aihh istriku ngambek nih ceritanya eummmm" kata fikri ia melangkahkan kakinya dengan cepat memeluk delia dan mencuit pipinya sungguh ia sangat gemas jika istrinya ngambek dan itu membuat fikri jatuh cintaa.


" abiiiiiiii ahhhhhhhh batal kan wudhunya" protes delia pada suaminya yang kini sudah memegang tangan dan wajahnya yang tak tertutup mukena.

__ADS_1


" mau ngapain kan umi masih nifas , umi lupaa eummm" ucap fikri membawa istrinya kepelukannya.


" Astagfirullah " ucap delia terkejut ia pun mengambil tangan fikri dan langsung meminta maaf padanya sebelum malaikat mencatat keburukkannya pada suami.


" Abi maafin umi umi lupa, maafin umi sudah marah marah sama abi" lirih delia ia mencium tangan suaminya meminta keridhoan padanya atas kehilafan yang dilakukan delia. " ia abi maafinn" ucapnya mengusap kepala delia


" kalau orang sudah kecanduan sholat, bahkan disaat ia sedang dalam keadaan haram pun ia akan tetap ingin sholat , ma Syaa Allah, nanti bisa di kerjakan sholat yang tertinggal ya mii " ucap fikri ia pun membantu istrinya membuka mukena dan memakaikan hijabnya kembali.


**


" zia nyanyi yu" ajak kakia yang baru saja duduk di ruang keluarga ia menyalakan televisi untuk mengajak kazia karokekan.


" nanti malam aja kak " tolaknya.


" cihh mending sekarang, kalau malam mah gak seru cuma bedua doang, lia kan belom tentu ikut " sahut kakia sambil mengarahkan remot tv untuk memulai mencari lagu. maksud dari omongan kakia ialah tengah malem menjadi tikus untuk kedekatan keluarga, jadi setiap kumpul tengah malam adalah moment mereka bercerita.


" yaudah kaka cari dulu , aku ambil minuman dingin, btw viola kemana ka ?" tanya kazia sebelum ia melangkahkan kakinya ke dapur.


" sama mamah , lagi makan sama alisyah di taman " sahut kia tanpa menoleh.


" delia fikri " tanya zia lagi.


" udah gausah diurusin , lagi honeymoon " celetuk kakia tanpa filter dan ucapan itu tepat didepan delia ," naon sih honeymoon masih haram " celetuk delia dibelakang kakanya , karna ruang keluarga membelakangi tangga jadi tidak tau kalau ada yang turun.


" eh ketauan " ledek zia ia pun berlari kedapur untuk mengambil snack dan minuman kaleng


" ngapain mba " tanya delia pada kakia.


" mba mba mba emang kaka ini mba mu " celetuk kia yang tak menyukai diirinya dipanggil mba.


" maaf maaf maksud lia tuh kak "


" mana ada mba kek kak jauh kelesss" sahut julid kakia


" ihhh sudah si kak lia kan ga sengaja, biasa manggil mbaa " ucap delia ia bergelayut pada lengan kakanya itu.


" biasa aama mba wulan sihhh bukan samas kaka "


" masih aja tuh manusia nyinyir " celetuk ka zia membawa makanan yang bamyak.


" ini lagiiiiiii"


" huss malu ada a fikri " ucap delia tiba tiba, karna fikri duduknya di sofa single diruang keluarga.


" eh iaa yaa, yaudah kalem kalem" kata kia ia mengambil posisi elegan.

__ADS_1


zia yang melihat tingkah kakanya itu ia mengambil kue gigitan miliknya yang langsung ia tempong ke arah kakkia. " najisssss"


" hahahahahhaha "


__ADS_2