Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#214


__ADS_3

" hoammmm " sahut kakia yang baru saja bangun dari tidurnya. ia melihat suaminya pun masih tertidur dalam mimpinya termasuk anak gadis yang berada dalam dekapan sang ayah.


dilihatnya jam menunjukkan pukul 06:30 WIB itu artinya sudah pagi, ka kia pun langsung bangun dari tidurnya berjalan ke luar kamar menuju kamar mandi. Setelah mencuci muka dan menggosok gigi ia pun menghampiri mamah yang sedang bersama zayyan di ruang keluarga. " mahhh " panggil ka kia langsung duduk di kursi keluarga.


" baru bangun jam segini , atuh inget ka ini dirumah adikmu, walau ia adikmu tapi kan sudah menikah beda ceritanya, malu atuh masa bangun jam setengah 7 . " protes mamah yang tak suka dengan tingkah ka kia yang bangun siang, padahal ia sendiri baru kali ini bangun siang.


tett...totet...tett....tett...


Mamah yang tadinya menemani zayyan pun bangkit mengejar tukang roti yang lewat melintas didepan kediaman fikri.


" ka jagain zayyan mamah mau kedepan beli roti dan kalau ada tukang sayur mamah mau belanja buat kita sarapan sebelum adik sama iparmu belanja " kata mamah ia pun meninggalkan zayyan diruang keluarga bersama dengan ka kia , tanpa menunggu jawaban ka kia mamah sudah berlari meninggalkan cucu dan anaknya.


" ihhh mamah kebiasaan "protes ka kia namun ia tetap menjaga zayyan.


~~


" berapa mang ?" tanya mamah saat ia tengah membayar roti tawar yang ia beli kepada tukang roti yang tak jauh dari rumah fikri.


karna mamah tak memberhentikannya alhasil mamah menghampirinya dan memanggil kang roti untuk ia membeli rotinya.


" 16 bu" jawab kang roti karna ia melihat mamah mengambil 2 roti tawar. mamah pun membayarnya dengan uang pas..saat ia ingin kembali ia melihat ada tukang sayur di ujung sana yang diserbu ibu ibu. mamah pun menghampirinya tak lupa mengatakan terimakasih kepada akang roti.


Sesampainya di tukang sayur,


Ibu ibu tengah asik menggosip sambil memilih sayuran, " assalammualaikum " ucap mamah


" waalaikumussalam belanja bu "


" ia nih "ucap mamah ia pun memilih bahan masakan yang akan ia masak hari ini.


mamah yang tak mengerti lingkungan rumah delia fikri ia hanya diam menyimak siapa sih yang di ghibahkan ibu ibu ini.


" eh ia tau kemarin teh acaranya meni meriah" ucap ibu ibu yang memilih sayuran.


" hooh lah , dapet sovenir juga,"


" ia ih dia kan kalau mengadakan acara ga tanggung tanggung ingat waktu acara 7 bulan meriah banget kan " sahut ibu ibu kemudian di sikut oleh ibu ibu yang berada di sebrang mamah.


" kenapa sih " bisik ibu ibu


" itu..tuhh..dia kan mertua ustad fikri, gus firki " jawab ibu ibu sontak saja , ibu yang mengghibah pun menoleh melihat mamah yang tengah memilih bawang bombay


" ini berapa kang ? " ucap mamah mengangkat daging 1 kilo.


" itu 110 bu " jawab tukang sayur itu.


" mau deh, sama bombaynya 4 ya kang, saus tiramnya yang dibotol 1.


" ohh baik bu " jawab akang ia pun mulai mempersiapkan pesanan mamah.


" buu maaf, ibu mamahnya ning delia ? istri gus fikri ?"tanya ibu ibu yang tadi, mamah yang tau dia telah menggibahkan anak menantunya hanya bisa tersenyum hangat.


" ihh yaallah ga sengaja ketemu disini ya bu, hehehe bu kemarin acaranya meriah lohhh ih seneng dehhh liatnyaa adem " ucap ibu ibu 1 tadi sambil memegang lengan mamah.


" alhamdulillah heheh "


" masak apa bu ?" tanya ibu ibu 2


" belum tau yaaa ini mau masak apa " jawab mamah yang emang belum tau mau diapakan itu daging.


" pastinya mau masak daging ya bu, , wahh enak banget " ucap ibu ibu 2.


" ehhehheheh"


" enak ya kalau orang kaya masaknya daging terus , anaknya kemana bu kok gak ikut belanja ? malah ibu?" jawab ibu ibu ratu ghibah.


" Alhamdulillah , Anak saya ada kok, ini kemauan saya yang belanja, terlebih saya bisa tau dan kenal dengan ibu ibu disini heheheh " jawab mamah dengan senyum hangat namun begitu santai. ingin sekali ia melabraknya namun ini adalah kampung halaman menantunya dan nama menantunya lah yang akan di pertaruhkan disini.


" oh ya kang mau capcay 1 bungkus ya kasih jamur kancing sebungkus , eumm ayamnya 1 jadi berapa " jawab mamah ia sudah selesai berbelanja tinggal menunggu dihitung total belanjaannya, ibu ibu yang tadi pun menjadi buyar mau belanja apa melihat mamah belanja sebanyak itu.


" daging 110, 000 , bombay 10000 , saus tiram 12000 , capcay 8000, ayam 40000, jamur kancing 8000 , jadi semua 188.000 bu " ucap kang sayur dan mamah pun memberikan uang 2 lembar berwarna pink kepada kang sayur.


" mang saya mau ikan gurame 3 yaa " ucap ibu kang ghibah


" baiklah , bu ini kembaliannya terimakasih banyak ya " ucap kang sayur memberikan kembalian dan mamah pun mengambilnya.


" saya duluan ya bu , assalammualaikum" pamit mamah ia pun berjalan pulang.


" waalaikumussalam iya bu"


"bu ini mau potong berapa ?" tanya kang sayur.


" gausah ga jadiii " jawab ibu kang ghibah saat kepergian mamah.

__ADS_1


" aihhh gimana ? ini ga jadi ? "


" gak saya beli ini aja berapa ?" sambil mengambil sop


" 5000 "


" yaudah makasih " ucapnya memberikan uang 5000 an dan langsung pergi.


" huhh hobby ghibah, mau nyaingin orang engga mampu, aihh bergaya sesuai isi dompettt" Gumam kang sayur yang kesal melihat ibu ibu ratu ghibah.


***


15 meter dari tukang sayur, mamah pun beristirahat tak sengaja pula haikal bertemu dengan mamah yang sepertinya lelah berjalan lumayan jauh dari rumah a fikri.


" itu kan mamah ? dari mana ko sendirian " gumam haikal ia pun melihat mamah dari spion motornya. tanpa berpikir panjang haikal pun memutar balikkan motornya agar bisa menghampiri mamah.


" Assalammualaikum.mah " ucap haikal ia pun mematikan motornya dan mencium punggung tangan mamah.


" Waalaikumussalam nak haikal dari mana ? "


" habis beli bensin di depan mah, mamah sendiri habis dari mana ? ko sendiri ? " tanya haikal ia melihat kanan kiri tak ada yang menemani.


" mamah habis belanja, ia mamah sendiri sekalian olahraga"


" yaudah mah biar haikal hantar pulang yaa, mamah gak cape bawa barang banyak, biar haikal bantu ya mah " ucap haikal ia pun mengambil kantong belanjaan mamah dan diletakkan di depan motornya.


" gausah nak , mamah sekaligus olahraga " tolak mamah.


" gapapa mah, mamah mau mampir ke pondok ?" tanya haikal ia menawarkan barangkali mamah rindu dengan ka zia


" gausah nak mamah langsung pulang aja, ga enak belum masak, nanti mamah kepondok setelah rapih yaaa " jawab mamah ia pun mulai bersiap naik ke atas motor.


" pelan pelan mah , pegangan ya " kata fikri ia membantu mamah naik dengan berpegangan pada tangannya. saat mamah sudah siap ia mulai menghidupkan motornya dan menuju rumah abinya.


Singkat cerita mereka sudah sampai dan mamah pun menurunkan belanjaannya namun ditolak oleh haikal, haikal membantu mamah membawa belanjaannya kedalam rumah abi fikri dan ia letakkan di meja dapur.


" Assalammualaikum " ucap haikal saat menginjakkan kaki kerumah abi fikri.


" Waalaikumussalam " ucap ka kia ia menoleh melihat haikal membawa belanjaan diikuti mamah.


" kak " panggil haikal ia menutup kedua tangannya memberikan salam tanpa menyentuh.


" ia de, makasih ya udah bantu mamah " kata ka kia yang merasa tersentuh dengan zayyan apalagi saat ia mengajak zayyan berbicara, ia tak duduk diatas melainkan duduk dilantai( bersideku, kalau di author kalau di kalian apa ? kaya duduk sinden gtu) dengan begitu sopan


" udah sarapan ? ko bisa ketemu mamah ? " tanya ka kia.


" nanti dipondok ka , haikal habis isi bensin gak sengaja ketemu mamah , haikal ajak bareng aja kak " jawab haikal begitu sopan.


" umi abi dimana ka ?" tanya haikal ia tak melihat orang tuanya, bagi haikal bertemu mereka membuat ia bahagia jadi jika kerumahnya tanpa bertemu seperti kurang afdhol.


" ada diatas "


" haikal titip zayyan ya , kaka mau bikin minum buat bang erik, " kata ka kia menitipkan zayyan kepada haikal dan mamah ia mengupas sayuran.


Ruangan keluarga dan dapur itu berhadapan jadi kelihatan jika mereka beraktifitas dan haikal pun memutuskan membantu mamah didapur sambil menjaga zayyan yang tertidur.


" mah mamah masak apa?, haikal bantu ya ?" ucap haikal ia menghampiri mamah.


" gausah nak, kamu jagain zayyan aja ya "


" Gapapa mah, boleh ya haikal bantu mamah,haikal udah menganggap mamah sebagai mamah haikal , walau haikal tak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua tapi haikal dapat merasakan itu semua dari abah yai bunyai, umi abi dan mamah papah, izinkan haikal berbakti kepada kalian semua yahh" kata haikal ia pun tak kuasa menahan kesedihan, mamah yang mendengarpun menjadi iba ia mengizinkan haikal membantunya didapur, haikal ia memotong daging untuk dibuat teriyaki.


***


Pelukkan yang begitu lama diberikan oleh delia kepada suaminya, masih dalam diam fikri lakukan mengingat ia begitu marah dengan tingkah delia yang sangat ceroboh. bagaimana tak marah sebelum delia datang membawa kopi fikri lebih dulu menonton cctv di kamarnya ternyata delia keringetan karna membereskan rumah dengn cepatt hal itu dilakukan olehnya sendiri.


" Abiiii " panggil deliaa dengan manja, walau dalam pelukkan sang istri fikri tetap diam, ia tidak ingin sikap dan bicaranya membuat hati sang istri terluka. begitu cintanya terhadap sang istri..


" yaudah abi nanti kalau marahnya sudah selesai abi bicaralah kepada umi, umi minta maaf ya bii " lirih delia ia memeluk erat fikri karna hanya pelukkannya lahh yang membuat hatinya nyaman.


Sudah beberapa jam fikri mendiamkan delia bukan karna tak sayang namun ia memilih diam sebab takut bicaranya menyakiti atau mengatakan yang fatal. hal ini membuat deloa kapok , ia begitu sangat kapok atas marahnya suami, ia bersungguh sungguh tidak akan mengulanginya lagii.


" Abiiii..ihhh, aaaaa...ayanghhh"kata delia dengan begitu manja, ia sangat manja sampai tingkahya yang gemas membuat fikri memalingkan wajahnya..


" kamu gemesin banget sihh sayangg, tapi maaf aku seperti ini karna tidak ingin kamu mengulangnya lagi, " gumam fikri dalam hati


tidak akan pernah nyaman jika dirumah saling diam satu sama lain, delia tidak kehabisan akal walau sejujurnya ia cape berjam jam memeluk suami kini ia bertingkah layaknya anak kecil yang tak dibelikkan permen.


Ia bersandar pada tempat tidur dan membuat tubuhnya seakan akan tidur padahal kakinya menginjak lantai , separuh di kasur dan separuh lagi tak dikasur. " ayanggggg ihhhh maafkan aku" lirih deliaaa.


Fikri bukan menjadi tertawa justru ia menatap istrinya yang kian hari menjadi jadi alaynya, ia menatap layar cctv ia melihat haikal disana dengan membawakan belanjaan mamah sontak hal itu membuat fikri terkejut ia benar benar lupa kalau hari ini mau berbelanja bulanan dengan sang istri.


Kemarahan ia urungkan bahkan ia lupakan begitu saja dengan cepat ia menghampiri delia yang duduk diatas ranjang. " sayang mandilah " kata fikri meminta delia mandi.

__ADS_1


" aku gamau mandi sebelum abi maafkan aku dan ridhoi aku, sebab aku gamau abi dikutuk malaikat karna kesalahanku tak dimaafkan abi" lirih delia dengan airmata mengalir deras.


Tanpa berkata fikri memeluk delia dengan erat, dan mengusap punggungnya seraya berkata " yausudah mandi dahulu sana ,aku ajak jalan " ucap fikri.


" bener ? " ucap delia dengan suara kencang serta wajah bahagia.


" hustttt suaranya, ia benar sayang, "


" yaudah maafin aku yaa bii, ridhoi aku " lirih delia mencium punggung tangan fikri 3 kali balik.


" ia sayang aku maafin , yaudah mandi yaa aku tunggu disini "


" abi ga mandi ? "


" mau bareng ? ayoo "


" ihhh bukan gituu, maksud aku abi gak mandi atau sudah ? "


" udah sayangg, ayo mandi ihh " kata fikri.


" cupssss " delia pun mencium pipi suaminya dan kini beralih ke bibir , kemudian ia pun berjalan ke dalam kamar mandi.


" Ada ada aja tingkah mu mii, hal unik yang tidak semua orang punya " gumam fikri menatap delia dalam hati.


Delia mandi fikri melanjutkan menonton cctv yang mengarahkan ke dapur ia melihat haikal tengah membantu mamah memasak dan ka kia yang tengah membuat kopi untuk bang erik.


" Mau mengambil hati mamah dia , teruskan usahamu nak abi tau kamu sangat mencintai " gumam fikri dalam hati.


Tingg..


Laptop fikri berbunyi sambil menonton cctv ia juga melihat file berkas yang dikirim anton untuk ia setujui dan ia cek, ia juga melihat data perbulan dari perushaan yang ia miliki.


" eummmm.bagus Alhamdulillah " gumam fikri ia mengetik berkas yang harus ia isi dan bubuhkan tanda tangan di laptop yang sudah ia buat


Delia selesai berganti pakaian ia pun sudah rapihh membawa tas yang isinya uang cass serta Atm dan tentunya ponsel fikri maupun delia. mereka pun turun kebawah menghampiri anak anaknya yang sudah mandi pagi.


" Wahhhh sudah mandi yaa, aduh zayyan alisyah viola sudah pada mandi wangi bangettttt" gumam delia saat sudah berada diruang keluarga.


" sudah dong umii, kan mamih kia yang mandiin akuu" jawab alisyah dengan bahagia..


" bilang apa sama mamih "


" teimakasih mih"


" sama sama sayang "


" kak maakasih ya maaf aku gak sempet mandiin anak anak " kata deliaa kepada ka kia, ia melihat jam pukul 07:45 dan delia pun mengambil zayyan yang mau ia berikan asi terlebih dahulu.


" mamah ngapainnn " tanya delia terkejut saat ia melihat mamah masak dibantu haikal.


" mamah buat sarapan nak, sarapan dulu ya baru jalan " kata mamah ia mengaduk capcay.


" Aihh kumaha mamah mah, lia kan mau belanja " ucap delia yang tak enak kepada mamah , masa ia nginap disini harus mamah yang masak.


" gapapa udah selesai udah beres ko, dibantu haikal ternyata dia jago masak ya "


" haikal kenapa tidak bangunkan abi umi " tanya fikri


" Haikal engga berani bi "


" sudah sudah gausah ribut ini sudah jadi anak anak sudah mandi , mumpung ada haikal yu kita makan sama sama , nanti mamah titip makanan untuk zia kamu anterin ya kal, udahh..udahhh ayo kita makan " ucap mamah mengajak seluruh keluarga sarapan pagi.


" eummm..boleh bii ? " tanya haikal kepada abi yang sejak tadi terus memandangnya, banyak yang ingin dikatakan oleh fikri hal itu membuat haikal tak nyaman.


Aduh abii liatnya biasa aja " kata haikal dalam hati.


Tanpa menjawab fikri mengambil bangku yang sudah disediakan , Semua orang pun menikmati hidangan mamah dan haikal , semua orang menyukainya dan mengakui masakkan haikal enak.


" owekk...okweeee..okweek "


" Aku nanti aja ya bi mah makannya kasihan zayyan haus " kata delia ia bangkit dari duduknya dan menuju kamar bermain, " mah semuanya abi izin berikan delia makan , kalian makan dahulu aja " kata fikri .fikri yang paham istrinya belum makan apa apa ia meninggalkan meja dan menyuapi delia makanan sambil ia menyusii zayyan dan kejadian sepiring berdua pun terulang kembli.


" setelah anak anak tidur kita belanja ya mi kasihan mamah , nanti kamu ganti ya uangnya mamah " kata fikri yang merasa tak enak kepada mamahnya.


" ia sayang, haikal boleh nganter makanan ke ka zia ?" tanya delia.


" gapapa sebentar ajaa kan disana ada zahra sama nabila, nanti abi suruh ustadzah temani "


" yaudahh ia bi "


Setelah ini ikuti delia fikri belanja bulanan yuu, Halunya kalian semoga kenyataan Aamiin , dan rezeki mereka nular ke kita semuaa Aamiin...


crazy up author berikan untuk kalian 😍😘😘semangat komen dan terusss menonton yaa 😍😍

__ADS_1


__ADS_2