
Setelah kepergian haikal dan zia, mereka melanjutkan obrolan ka zia tentang ia di pondok dan berbagai pengalaman apa saja yang ia dapat, mamah dan bunda ia memasak hidangan ikan bakar dan juga liwet. jadi yang berada di sana hanya ka kia ka zia dan mba wulan serta para kurcaci kurcaci.
ka zia sambil bercerita ia menggendong baby zayyan yang kini berada di pangkuannya. " cilukk baa, zayn sholeh baaa" kata ka zia
" teruss.. teruss dee " kata kedua kaka kaka
" yaa ga ada terus nya cumaa aku baru tau ohh dunia pesantren tuh gituu" jawab ka zia.
" ouhh "
" eh iya ka kenapa ning nyuruh aku pulang kesini? " tanya ka zia yang merasa heran.
" ya pulang dulu lah, betah amat di pondok, sini kita makan makan duluu " jawab mba wulan
" aku betah disana malah, ada tantangan sendiri gitu kak hehehehe "
" serah dehh deee " jawab ka kia ia pusing dengan para kurcaci yang lari larian.
" jalannya pelan pelan yah" kata ka zia kepada ponakan nya.
" lebih ber attitude yaa sekarang mah " kata ka kia spontan.
" hahahah "
Kembali ke ruang kerja fikri..
" silahkan duduk haikal abi mau bicara " kata fikri saat haikal memberikan salam dan ia menjawabnya ia pun meminta haikal untuk duduk.
" abi umi keluar yahh " izin delia.
" engga usah umi disini temani abi" kata fikri dan delia pun menurut ia duduk dikursi kerja fikri sedangkan fikri ia duduk bersama putranya di sofa yang berada di ruang kerja.
" ada apa bi? " tanya haikal dengan perasaan dagdigdug..
" titipan ustad ismail ada disana, abi tau kamu datang untuk mengambil pesanan ustad ismail, abi sudah menelpon beliau dan meminta kamu untuk tidak buru buru karna ada hal yang ingin abi tanyakan " kata fikri.. ia bisa memposisikan dimana dan kapan haikal memanggili ia abi.
" na'am bii, kalau boleh tau abi mau menanyakan soal apa ya bi? "
" Abi mengetahui kamu dan ka zia datang bersama, abi tau kamu memberikan surat untuk ka zia, abi tau heru menyukai ka zia, abi tau apa yang barusan kamu lakukan."tegas fikri dengan perasaan serius
" Na'am bii "
" sekarang abi kasih pilihan kamu harus memberikan keputusan secepatnya Halalkan atau tinggalkan! " kata fikri dengan tegas .
" haikal... "
" Abi tidak ingin kalian berdosa, zina mata dosa, jalan berduaan dosa, haikal sudah paham betul semua kitab dan pelajaran seluruhnya pasti haikal paham bagaimana wanita itu.. sekarang keputusan ada pada haikal, abi kasih haikal waktu entah itu 10 hari atau kapan abi minta haikal istiqoroh dahulu. " kata fikri ia pun langsung diam,ia memberikan haikal ruang untuk bicara.
" Abi umii, sejujurnya haikal datang kesini selain untuk ustad ismail, haikal ada tujuan lain umi abiii, izinkan haikal bercerita dahulu bii, semenjak beberapa bulan lalu haikal lulus pondok haikal menetap di pondok menjadi pengurus pondok, dari hasil menjadi pengurus ya memang uang dari abi, hasil vokalis hadroh panggilan, MC hingga ceramah sedikit demi sedikit haikal bisa mengumpulkan uang Alhamdulillah jika untuk melamar ka zia insyaaAllah cukup tapi haikal ingin menceritakan sama abi umi orang yang pertama kali mengetahui ini. " kata haikal yang tak kuasa menahan haru ia bisa mengumpulkan uang untuk gadis pujaan hatinya.
" MasyaAllah tabarakallah nak " lirih deliaa ingin sekali ia memeluk tapi apalah daya ia bukan makhram haikal.
" abi bangga denganmu sayangg " ucap fikri menepuk bahu haikal. Memang semenjak beberapa waktu haikal banyak yang mengundang karna suaranya bagus terlebih ia tampan pandai bertilawah tanpa melihat Alquran. btw hasil dari dakwah dan bekerja haikal sudah berikan kepada gus dan ning gaji pertama.
Flashback on
" Ada apa haikal? " tanya fikri
" abi Alhamdulillah ini haikal ada rezeki, mungkin ini tidak seberapa dari harta yang abi miliki tapi jujur dari dalam hati haikal, haikal ingin memberikan ini untuk abi dan umii mohon diterima . yahh.. " kata haikal memberikan amplop kepada fikri.
__ADS_1
" nakk ini buat kamu ajaa, kumpulin uangnya untuk menikah dan membuka usaha... "
" suatu kebanggaan bagi haikal bi bisa membagi rezeki pertama kepada abi dan umi,, orang tua haikal dan haikal merasakan mempunyai orang tua.. selama ini abi banyak berkorban untuk haikal , tidak ada salahnya bagi haikal membalas kebaikan abi umi walau ini tidak akan bisa menggantikan apa yang sudah abi umi berikan" lirih haikal dan langsung dipeluk sama fikri..
" umi bangga dengan kamu haikal, teruslah berdakwah karna impian mu bisa meneruskan abi, terimakasih sayang walau umi tidak mengurusmu seperti abi, tapi umi sudah menganggap haikal anak bujang umi.. " ucap delia yang terharu dengan anak angkat nyaa.
" haikal lebih bangga mempunyai kedua orang tua seperti abi umi " kata haikal.
ia meletakkan uang dalam amplop ketangan abi nyaa, jumlah yang ia berikan tak sebanding dengan apapun yang diberikan abi tapi haikal memberikan nya tulus sebagai anak yang memberikan gaji pertama kepada orang tuanya.. haikal memberi 5 juta untuk kedua orang tuanya.
flashback off
" abii rencana haikal mau melamar ka zia malam inii biii,,, haikal ada tabungan uang 30 juta insyaallah untuk melamar ka zia, akhir akhir ini ceramah lagi padetnya abii terimakasih sudah mau mengizinkan haikal keluar untuk berdakwah... umii apa tidak apa apa haikal melamar kaka umi? haikal hanya mempunyai uang 30 juta untuk melamar ka zia apa itu pantas umii? "kata haikal yang berlanjut meminta izin pada delia... air mata delia mengalir deras ia tak bisa membendung nya lagi..
" haikal anak umi,, umi tidak bisa berkata kata lagi selain bangga padamu nak " kata deliaa ia menghapus air mata dengan tissue
" haikal malam ini abah tidak ada, bukankah beliau berpesan ingin menyaksikan langsung lamaran kamu dan ka zia?
" abi haikal akan tunggu abah.. "
" nak ka zia umi pulangkan ke depok yaa soalnya mau ke kampus full dua minggu ini " kata delia membuat haikal terkejut.
" umi... "
" ia nak untuk itu umi meminta ka zia pulang kerumah umi karna umi mau menyampaikan sama ka zia.. kamu gak apa apa kan? "
" engga apa apa umi..." lesu haikal.
Apa umi gak setuju yaa dengan nominal uang segitu? ehhh tapi umi ga pernah memandang harta " gumam haikal dalam hati.
" ka zia harus kuliah memenuhi keinginan alm nak, umi mau bertanya jika haikal menikah dengan ka zia apakah kamu mengizinkannya kuliah? " tanya delia
" insyaaallah haikal izinkan umi, menikah bukan menjadi penghalang menggapai cita-cita seseorang namun menikah adalah menyatukan dua insan menuju keridhoan Allah.. dan haikal akan membiayai kuliah ka zia umi abii.." kata haikal dengan mantap.
" haikal ingin melamar setelah acara 40 hari Alm pak reno dan akan diadakan di depok haikal ingin berziarah juga umii"
" haikal mau minta izin dengan abi dan umi doakan haikal menuju halal bersama ka zia yaa umi abii... haikal akan bertanggung jawab apa yang akan terjadi kedepannya.. " kata haikal ia mencium punggung tangan abi dan menangkup kan kedua tangannya pada umi.
" abi doakan semoga lancar "
" umi doakan "
" haikal berdoa semoga ada rezeki lebih untuk meminang gadis pujaan haikal umi abii.. haikal merasa tak pantas memberi ka zia 30 juta" lirih haikal..
" Aamiin "
" ini titipan ust ismail ingat haikal sehebat apapun diluar sana, jangan pernah memberi tahu kan kabar lamaran kecuali akad.. " kata fikri ia memberikan titipan ust ismail dan memberikan wejangan haikal.
" Na'am abi umi kalau begitu haikal pamit permisi Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumussalam hati hati nak "
Haikal pun keluar dari ruangan kerja ia tak sengaja melihat bunda dan mamah di dapur ia pun menghampiri untuk berpamitan.
" Mamah bunyai " panggil haikal
" yaa sayang "
" Ada apa nak "
__ADS_1
" haikal pamit mau pulang ke pondok yah " kata haikal ia mencium punggung tangan mamah dan bunyai.
" lohhh kenapa buru buru, makan disini yaa " kata mamah mengajak haikal untuk makan malam bersama.
" ia nak makan disini yah bersama kami, " kata bunda mengajak anaknya makan
" terimakasih tapi haikal mau pamit ke pondok mamah bunyai " kata haikal
" yaudah hati hati yaa "
" Na'am bunyai mamah, kalau begitu haikal pamit Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumussalam "
haikal pun pergi meninggalkan bunda dan mamah yang berada di dapur, langkah kaki pun semakin perlahan teriring mata yang memandang kagum ke sini ruang keluarga, disana ada ka kia mba wulan dan ka zia yang tengah menggendong zayyan.
" MasyaAllah wanita idaman, suatu saat nanti kamu gendong anak kita yah Kak, " gumam haikal dalam hati.
" haikal kenapa disana? sini atuh " tegur ka kia dan haikal pun langsung tersadar.
" emm.. engga kak haikal mau pamit pulang ke pondok " kata haikal
" lohh ko buru buru? " heran mba wulan.
" ia haikal kesini disuruh ambil titipan ust ismail teh, yasudah haikal pamit yaa Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumussalam hati hati "
Haikal ia melewati kakia dan mba wulan, tibalah ia melewati ka zia yang berdiri dekat pintu serasa menghantarkan suami kerja hahaa..
" aku pulang Assalamu'alaikum " kata haikal tanpa menoleh ke ka zia.
" Wa'alaikumussalam " jawab ka zia
" kaya laki sama bini yaa nganter kerja lakinya " celetuk ka kita dan langsung memfoto ka zia dan haikal.
" hahahah bisa aja si kia, tapi bener hahah " gelak tawa mba wulan sontak membuat keduanya menoleh dengan cepat ka zia berjalan maju kedepan yang harusnya kebelakang.. sedangkan haikal ia berjalan lurus kearah pagar rumah abinya.
~
" perempuan tawanya! " tegur fikri ia bergabung dengan ka kia dan mba wulan bersama delia.
" Astagfirullah iya maaf Aa "
" ketawain apa sih"
" ini loh liat " kata ka kia memberikan ponselnya yang mana ia memfoto ka zia yang tengah menggendong zayyan dan disisinya ada haikal layaknya suami istri.
" terus ka zia kemana? "
" nah itu diaa dia kedepan abis mba wulan ketawa " ucap ka kia
" dasarrr " kat fikri
" dih manusia kulkas dasar " celetuk mba wulan terhadap adiknya itu.
" adikmu yang kulkas ini udah mencair ketemu kehangatan " kata fikri bermanja pada pangkuan delia, ia berbaring di pangkuannya.
" yeuhhh jan mau ning" protes mba wulan melihat tingkah adiknya.
__ADS_1
" dih sirik " celetuk fikri.
" enak ajaa " protes mba wulan.