
Author minta maaf ya baru bisa up episode nya, sudah sangat lama author tidak up dikarnakan keadaan yang tidak mungkin author ceritakan, jujur setiap hari tidak up, perasaan author itu ingin up tapi tidak bisa... okelah untuk mengobati kerinduan akan delia fikri, zia haikal marii kitaa lanjut....
note : untuk tamat author belum kepikiran kesana jadi menikmati lebih lama..
***
" Hayo dilanjut makannya " ucap delia ia meletakkan steak untuk dimakan sang suami setelah semuanya melaksankan sholat maghrib bergantian.
" terimaksih sayang"
" sama sama " jawab delia ia tersenyum hangat dengan menyusui baby zayyan yang tengah ia tutupi dengan gendongan.
karna baby zayyan menangis delia pun memberikan asinya dengan gendongan menutupi sempurna ditambah selimut zayyan ia pun tidak khawatir terlihat sebab sang suami lah berada di sisinya tentu fikri memastikan aurat sang istri terjaga.
" nak kita kapan lagi buka puasa ksya gini ? " tanya mamah mendramatisir karna cucu kesayangannya akan pulang.
" nanti kalian semua main ke bandung yah kita buka puasa di sana " jawab fikri menenangkan hati sang mertua... kalau bukan karna kerjaan tentu fikri akan memperpanjang masa liburannya di depok.
" bener yah a "
" iya kakak "
" sayang kamu makan dulu nih aaaa " ucap fikri menyuapi delia, salah satu hal yang membuat mereka iri akan sikap sang suami ialah ia lebih dulu memberikan sang istri makan setelah itu barulah ia yang menghabiskan makananya..
" kamu aja aku udah kenyang" jawab delia namun gerakkan mata sang suami membuatnya tunduk..
pengantin baru pun mereka melakukan hal yang sama, kebahagiaan jelas trrlihat dari raut wajah mamah dan kedua saudaranya bagaimana tidak kembalinya ka zia membuat mereka bahagia, suatu kebahagiaan bagi mereka.
" ceilahhhh pengantin baru gamau kalah nih" celetuk ka kia yang tak lain kaka pertama.
" elehhhh elehhhh sirik ya buuuk" sahut ka zia yang tidak mau kalah.
" ceilahh kemaren aja ogah ogahan sekarang malah lengkettt" celetuk ka kia.
" mah bener deh nih kaka sirik bangetttt" sahut ka ziaa menggelengkan kepalanya..
melihat tingkah sang anak membuat mamah geleng geleng, bagaimana tidak sudah ssngat lama ia tidak menyaksikan moment seperti ini ia pun membiarkan saja.
" ya bagus dong ka zia berati ka kia perduli sama kaka " ucap delia senyum
" peeduli apaa ko sirik "
" shuttt sayang udah dong ahh jangan seperti itu gak baikk loh " ucap haikal iaa merapihkan hijab ka zia yang sedikit terlihat rambutnya.
" sensi bukkkk" celetuk kiaaa hingga tertawa..
HAHAHAHAHAHAH
" Ihssss, rese ah kaka mah "
__ADS_1
" ceiullah ngambekkk, syukur alhamdulillah ade gue kembali "
" emang zia kemana ka ? " polos nya
" hongkong... ya lo tanya sama diri lo lo kemana ? " sewot ka kia
" ceilah ngambekk " ucap zia membalikkan perkataan ka kia.
" kaka ku sayangg iaa zia paham ko kaka itu baik sama zia perduli jugaaa jadi tidak perlu ngambekk yaaaa " ucap zia memeluk ka kia yang kebetulan berada di sisinya.
" heleehhhhhh ada mau kan ? "
" hahahaha tf zia kak mau bayar online" ucap ziaa
" youhhhhhh ogahhh" protes kia.
" ehh sayang berapaa ? tuh udah aku tf 2 juta cukup ? " tanya haikal yang langsung grecep mentransfer uang senilai 2 juta kerekening sang istri ia merasa tak enak kepada kia jika sang istri memintanya.
" sayangggggg ihhhh "
" acieeeeee sayang sayangannnnn " godaaa semuanyaa membuat ka zia malu dan merah teepesona ia pun berhamburan memeluk haikal..
" aayang malu " cicit zia ditelinga haikal.
" gausah maluu semua akan terbiasa ko" bisiknyaa... kemudian zia pun bersandar pada bahu haikal.
Setelah menghambiskan makanan mereka pun memutuskan untuk berbelanja ke mall sekaligus memenuhi kebutuhan bulanan mamah dirumah jadi ia tidak perlu keluar rumah kecuali membeli sayuran di tukang lewat depan rumah.
" Kia buat dirumah mah"
" zia buat dirumah mamah disuruh sama delia " ucap zia.
" nakk ihss satu troli ajaa " kata mamah menolak secara halus.
" gapapa mah buat sebulan sekalian aja beli sirup biskuit buat bagi bagi ke tetangga dan saudara, lia yang bayar " ucap deliaa
" kalau urusan biskuit sirup buat hampers udah mamah urus nak"
" yaudah sekarang mamah belanja bulanan yuk lia abis ini mau packing dan pulang kebandung " jelas deliaa ia pun membantu mamah memilih barang sedangkan alisyah ia letakkan diatas troli dan baby zayyan digendong oleh abinya.
kini mereka berpencar untuk berbelanja kebutuhan masing masing kecuali zia ia mengikuti mamah dan delia.
" mah tissue toilet habis yah ? " tanya delia ia pun memasukkan 2 ball roll tissue yang masing masing berisi kurang lebih 10 pcs.
Tak lupa setiap mamah memasukkan belanjan kedalam troli maka delia lebihkan produknya menjadi 3 kecuali mie instan ia membelikannya 2 duss..
" sayang sepertinya baby zayyan haus " ucap fikri yang mendiamkan baby zayyan.
" ini susunya " ucap delia memberikan susunya yang ia letakkan di tas.
__ADS_1
" kamu gak sekalian beliin zayyan susu yang ? " tanya fikri saat mereka memasukki lorong susu
" di rumah mamah masih ada 1 kaleng" jawab delia menoleh ke suaminya memberi penjelasan.
" beli saja untuk menambah stok disiang hari agar baby zayyan tetap menambah nutrisi pada saat kamu nanti berpuasa " jawab suaminya dan delia pun membeli 2 kaleng susu
" hanya 2 ? "
" sisanya nanti dibeli di bandung yah bi kita pun belum belanja bulanan dengan bunda "
" baiklah "
Setelah berkeliling membeli kebutuhan kini mereka pun berkumpul di kasir untuk mengitung belanjaan. setelah menjumlahkan punya ka kia kini punya mamah lah yang di hitung.
" de kita patungan yah bayar nyaa, kita juga anak mamah masa kamu terus " ucap kiaa ia mengeluarkan kartu Atm miliknya diikuti zia.
" tidak kak biar lia saja, lia kan jarang ke depok jadi gapapa kak lia saja " ucapnya memberikan kartu miliknya ke kasir
" aku aja "
" zia aja "
" lia saja , mba tolong ambil punya saya " ucap delia memberikan ketulusan
" sudah biar mamah yang bayar " ucap mamah ia pun memberikan kartu sama seperti ketiga anaknya.
"jadi siapa ? "
" saya saja mba dari pada mereka ribut dan antrian sangat panjang " jelas mamah hal itu pun di setujui mba kasir ia mengambil kartu mamah dan memberikannya untuk diisi pin.
" mahh kenapa ammah"
" kalian mau sampai kapan ribut liat antrian panjang " jelas mamah ke tiganya menoleh melihat antrrian panjang dibelakang mereka.
" masyaallah orang tua bahagia , anaknya pada berbakti" gumam mereka melihat ketiga anak mamah rebutan untuk membayar.
" tuh liat tuh kaya gitu ,ini mah malah nebeng sama mamahnya " ucap ibu ibu menegur anaknya yang sudah dewasa namun masih menjadi beban orang tua.
" aku belum sukses mah nanti kalau sukses juga aku seperti mereka" protes anak itu karna malu dilihat banyak orang.
" kapan suksesnya cuma jadi beban orang tua " ucap ibu itu dengan sedikit meninggikan suaranya
si anak yang mendapat perlakuan dari ibunya ia pun hanya bisa diam tertunduk lesu , ia sangat malu hal tersebut di saksikan oleh delia beserta keluarganya termasuk sang suami mereka.
" Yaallah kasihann, di kerjaan ada lowongn gak ka ? " tanya deliaa kepada kakanya yg bertanyaaa mengenai lowongan pekerjaan untuk anak itu.
" ada bagian buang benang kenapaa de ? " tanya kia yang merasa aneh.
" boleh pekerjaan anak itu kashan diaa " iba deliaa ia pun merangkul suaminyaa.
__ADS_1
" yasudah tunggu mereka didepan "
Takk lama kemudian ibu dan anak itu pun keluar dari supermarket ia hanya membawa 1 kantong plastik.