
Delia fikri mereka masih setia membaca Alquran walau banyak dari mereka sudah terlelap dalam tidurnya, termasuk mamah dan para kurcaci dan yang tersisa hanyalah fikri delia.
" Abi, umi izin keatas dahulu untuk melihat zayyan takut bangun dan tak menangis " ucap delia saat selesai tadarus dengan suaminya.
" iya sayang hati hati , abi ke garasi dulu " jawab fikri kemudian ia berjalan menuju pintu.
TAP TAP TAP (SUARA KETUKAN TANGGA )
" Astagfirullahaladzim haikal " ucap delia yang terkejut saat melihat haikal terburu buru dalam menuruni anak tangga sambil memundurkan tubuhnya.
Haikal yang tidak menyadari ada umi dihadapannya ia pun terkejut " astagfirullahaladzim " fikri yang mendengar sang istri teriak ia pun memutar tubuhnya dengan cepat menopang tubuh sang istri yang hampir terhempas, dikarnakan delia terkejut reflex ia terhempas dan tak sempat memegang pegangan tangga terlebih tangga yang berada di rumah mamah tidak seluas tangga dirumah bunda.
" umi " panik fikri ia pun berlari kearah sang istri yang hampir saja menyentuh tangga. haikal pun meraih handuk kecil yang entah dari mana berasal ia menahan tangan uminya agar tidak bersentuhan secara langsung.
" huftt sayang kamu engga apa apa ? " tanya fikri yang khawatir ia pun menatap haikal dengan tatapan sulit diartikan.
" eughh gapapa bi, kamu kenapa nak ? "tanya deliaa pada haikal yang telah membuatnya hampir terluka.
" haikal" ucap fikri dengan nada dinginnya , yaps seorang fikri berubah drastis jika hal mengancam nyawa yang berhubungan dengan sang istri maupun keluarganyaa.
" Ya Allah apa yang harus aku jelaskan " gumam haikal dalam hati.
" haikal " panggil delia fikri secara bersamaan saat tak ada respon dari haikal.
" eummh , Ha... ha... haikal minta maaf umi abi haikal tak sengaja " lirih haikal menundukkan kepalanya.
" kenapa sih ? ada apaa ? bisakah tidak terburu buru ? kalau ada apa apa sama umi bagaimana ? kalau tidak ada umi pun kamu pun bisa mencelakai dirimu sendiri " jelas fikri dengan nada yang berubah menjadi ketus dan dingin.
" maafin haikal abi umi haikal janji" lirih haikal.
" untung abi belum jauh masih bisa menolong kalau aja terlewat sedetik apa jadinya ?" ucap fikri yang sudah kepalang ketus.
" maafin haikal abi umi " lirih haikal.
" sudah sudah, umi tidak apa apa masih dilindungi Allah SWT. kamu lain kali hati hati nak" ucap delia kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Tinggalah fikri dan haikal yang tengah menundukkan kepalanya, bagaimanapun statusnya abi fikri adalah orang tuanya begitupun dengan delia uminya. " duduk" pinta fikri dengan tatapan sulit diartikan ia mendahulukan haikal untuk duduk di sofa ruang keluarga, haikal pun pasrah ia mengikuti abinya.
" ada apa ? "
" tidak ada bi"
" zia akan sembuh apakah tetap ingin dibawa ke dokter ? " tanya fikri dengan tidak menatap haikal, fikri mengetahui keadaan pasangan pengantin baru ini dan ia sudah paham kenapaa sampai haikal terburu buru.
" haikal minta maaf abi , haikal hampir saja menyelakai umi dan untuk zia kedokter haikal tunda karna haikal lihat zia sudah mulai tenang dari sebelumnya dan itu berkat umi " jelas haikal ia mencium tangan abinya meminta ketulusan hati memafkan kesalahannya.
" dimaafkan lain kali jangan mengulanginya, umi tuh habis lahiran walau sudah lewat 40 hari lebih akan tetapi umi SC kamu paham kan kondisinya, abi pun meminta umi selalu menemani ka zia dan akan pulang jika kondisi ka zia sudah membaik "
" lalu bi apakah zia sudah sembuh ? "
" menurutmu" sahut fikri dan ia berjalan menuju tangga meninggalkan haikal yang berpikir keras akan perkataannya.
__ADS_1
" dasar anak abi, pekalah nak " gumam fikri saat menaiki anak tangga.
" bii maksud abi zia sudah sembuh ? " tanya haikal ia berlari bahagia kearah abinya berusaha menanyakan maksud dari perkataannya.
" bii jawab haikal "
" abiii.. ishh abii "
" lihat dan rasakan sendiri " jawab fikri saat sudah diambang pintu kamar.
" ta.. tapiii bii... " ucap haikal terpotong karna fikri telah menutup pintu kamarnya, haikal pun dibuat bingung iaa kembali ke dapur untuk mengambil minum yang sempat tertunda.
" abi kebiasan kalau bicara inti dan jawab semaunya" gerutu haikal.
**
#kamarFikridelia
Delia yang baru saja masuk kamar dan mengganti pakaian ia merintih menahan sakit pada jahitan SC nya yang sempat tertarik oleh tubuhnya, ia takut jahitan dalam terbuka dan bersamaan dengan itu zayyan pun menangis dengan cepat delia menghampiri buah hatinya dan mengganti diapers zayyan. singkatnya dalam keadaan sakit yang teramat ia menggendong zayyan membawanya kedalam pangkuan untuk memberinya ASI dan meletakkan zayyan pada bantal yang berada dipangkuannya.
" maafin umi ya sayang " ucap delia ia mencium kening zayyan dengan air mata mengalir. lama delia mencium zayyan dengan airmata mengalir ia pun tersentak saat pintu terbuka dengan langkah cepat ia menghapus airmatanya agar tidak terlihat menangis dihadapan suaminya.
"sayang, aku ganti baju dulu yaa"
" sayang" panggil fikri saat berada dikamarnya melihat delia tengah memberikan ASI pada zayyan ia pun menghampiri. " ada apaa" tanya fikri melihat istrinya habis menangis.
" ada apa hey ko sedih ? apa ada yang sakit? " tanya fikri khawatir ia melempar handuk ke sembarang arah.
" umi cuma kasihan sama zayyan bi besok umi puasa umi takut zayyan rewel" lirih delia yang menyembunyikan rasa sakit.
" atuh sayang jangan dipikirkan yang belum. terjadi, sudah abi katakan umi tidak apa apa tidak puasa mengingat kondisi zayyan, tapi umi yang memintanya puasa dan sekarang umi menangis" jelas fikri mengusap kepala sang istri dan menghapus airmatanya.
" umi mau puasa bi boleh ? "
" boleh kalau kamu niat dari hati dan percaya semuanya sama Allah dan tidak memaksakan diri. " jelas fikri diliriknya jam 1 pagi.
" sudah jangan menangis boleh sehari engga puasa dan sehari puasa karna ada maksud tertentu kalau disengaja ya tidak boleh meninggalkan kwajiban" kata fikri lagi.
" sudah tidur zayyan sini abi letakkan" ucap fikri ia mengambil zayyan dari pangkuan sang istri dan menidurkannya di tangan sambil membacakan sholawat tak lama kemudian ia meletakkan zayyan kembali kedalam box.
Ting(bunyi pesan )
" sayang ponselmu bunyi" ucap fikri sambil membetulkan posisi zayyann.
Delia meraih ponsel pada nakas dan membuka pesan dari ka zia, dengan menahan rasa sakit ia pun menggigit kain zayyan yang ia gunakan untuk menahan air asi agar tidak menyentuh kulit zayyan dan kini ia gunakan untuk menahan sakit..
" Ade bagaimana saran mu ? mengapa suamiku malah menjauh setelah apa yang kamu sarankan "
begitulah isi pesan dari ka zia yang dikirimkan untuk delia , delia yang membaca pesan ia pun mengingat kejadian tadi haikal berlari menuruni anak tangga dan hampir menyelakai dirinya. delia pun senyum senyum membaca isi pesan dari ka zia ingin sekali delia tertawa namun rasa sakit membuatnya tidak bisa tertawa.
" kak, bersikap lembutlah jangan terlalu agresif, coba kaka melakukan hal yang ringan dulu seperti melayani makan atau minimal pendekatan dulu seperti memanggil sayang atau bersikap manja, lia tau haikal coba kaka manja sama dia dan buatlah yakin kalau kaka menerimanya " kata delia mengirimkan pesan pada ka zia.
__ADS_1
Fikri yang melihar delia menggigit kain ia pun paham dengan cepat mengambil obat dan membawakannya pada delia " ini minumlah, jangan mencoba membohongi atau menutupi apapun dariku, besok tak usah puasa dulu yaa" ucap fikri mengusap kepala delia yang meminum obat. " udah ? " tanyanya saat delia memberikan gelas.
" tidurlah sudah pagi. " ucap fikri lagi ia membantu sang istri untuk berbaring dan menutupinya dengan bedcover.
" sayang aku ingin puasa hari pertama kumohon izinkan lah , tidak enak rasanya tidak ikut puasa" lirih deliaa.
" tidak sayang lihatlah kondisimu dan kondisi zayyan jika kondisimu membaik aku izinkan puasa, jangan khawatir besok tetap ikut sahur namun tidak berpuasa" jelas fikri ia berbaring di sisi delia memeluknya dengan hangat.
" hiksss... hiksss"
" udah jangan menangiss sayang ada aku disini " ucap fikri dan mereka pun terlelap bersamaan.
~~
Sahur sahur... sahur... sahurr.. (ucap anak anak yang membangunkan sahur)
ning cantik ayo bangunnn... ning cantik ayo bangun... sahur.. sahur... ( ucap anak anak yang membangunkan sahur delia)
Jam terus berputar tak terasa pukul 03:00 WIB dimana sahur pertama dimulai. Mamah lebih dulu berada di dapur dengan bibi yang menemani mamah memasak mereka bangun pukul 2 dini hari..
srengg serengg(bunyi memasak)
" nak fikri haikal sudah bangun ? " tanya mamah melihat menantunya di dapur.
" sudah mah, mamah sudah tahajud ? kalau belum biar haikal lanjutkan memasaknya mah." ucap haikal
" sudah nak tadi pukul 2 , kalian tunggu aja sebentar lagi beres kok"
Delia pun turun dengan mengampiri mamahnya kemudian mengarah ke pintu utama untuk menghampiri anak anak yang membangunkan sahur. " aduh dee dari sebelum nikah sampe sekarang masih aja di bangunin sahur sama anak anak " celetuk ka kiaa menuruni anak tangga.
" ia yaa bedanyaa dulu delia cantik ayo bangun, tapi kalau sekarang ning cantik ayo bangun, tau dia kalau udah punya pawang" goda ka ziaa
" apa sih kaka usil aja deh " ucap delia ia membuka pintu dan menghampiri anak anak ditemani sang suami.
" ngekor diaa takutt istrinya dilirik orang" godaa kia.
" iyaa hahahaha "
" hust kalian yaa " tegur mamah.
" ning cantik ayoo bangunn... ning cantik ayo sahur... sahursahurr... sahur... ayo cantik sahurr" ucap anak anak
" masyaallah terimakasih ning sudah bangun, tunggu yaahh " ucap deliaa ia meminta suaminya mengambil minuman makanan dalam kulkas untuk 10 orang.
Fikri pun masuk kedalam meminta bantuan haikal dan tyo mengambil makanan minuman dalam kulkas sedangkan fikri ia naik kelantai 2 untuk mengambil uang.
" ayo baris ya jangan berebut nanti pasti kebagian" ucap tyo mengatur barisan.
Haikal membantu menyusun makanan minuman sedangkan delia memberika uang dan fikri menyerahkan makanan
" terimakasih besok bangunkan lagi ya dan semangat puasanya jangan bolong yahh" ucap fikri.
__ADS_1