
Selesai mandi delia dan fikri tidak beranjak dari kamarnya melainkan mereka beristirahat, bukan karna lelah tapi ini semua karna fikri yang memaksa delia untuk beristirahat, mau tidak mau, delia mengikutinya.
" Sayang sudah yu kebawah" pinta delia dengan berhati hati, karna sejak mandi delia meminta cepat cepat untuk turun kebawah berkumpul bersama keluarganya. Bukannya menjawab fikri hanya diam menahan kaki delia yang berkali kali menurunkan kakinya kelantai dan itu membuat fikri kesal , berulangkali ia membetulkan kaki istrinya dan berulang kali pula delia meminta izin pada suaminya.
" biiii" rengek delia.
" Kamu balas wa temanmu dulu, sudah sejak tadi ponselmu berbunyi" ucap fikri memberikan ponsel delia. wa delia selalu fikri sadap di ponselnya jadi bagi siapa saja yang wa ketauan olehnya, fikri bersikap seperti ini supaya istrinya tak mengghibah, diajak menggibah atau meresponnya. namun setiap pesan masuk ia tak membacanya hanya melihat pemberitahuan siapa dan dari siapa
" iyaa" sahut delia membuka ponselnya, rupanya dari teman novelnya teteh dan windy.
" teteh sama windy bi” ucapku kemudian aku membalas pesan. 10 menit berlalu fikri pun beranjak dari duduknya kemudian bersiap untuk sholat maghrib. " ayo kebawah, letakkan ponselmu" kata fikri mengalungkan sorban dipundaknya. delia dan fikri berjalan bergandengan tangan namun saat mereka sampai ditangga , fikri mengubah nya dengan memegang tangan delia dan memeluk pinggangnya membantuny untuk turun
***
" lama ko fikri sama delia " ucap ka zia yang tak melihat deli fikri turun ,
" Atuh gapapa sih kamu kaya gatau pengantin ajaa " goda mamah saat mendengar ucapan anaknya. "yakali mah jahitan masih basah udah gass nanti jadi gimana " ..
" ya ga gimana gimana loh ada suaminya ini, kecuali ga ada suaminya baru tuhh gimana gimana" sahut mamah
" tau ini ka zia kenapa yaa sewotan amat romannya " kata ka kia sambil menatap mamahnya memberikan kode.
" gak sewot kak , tapi lama amat mandi doang"kilah ka zia yang menyadari ucapannya ini.
" ga sewot ko nyinyir , kebelet kawin dirasa nih anak " kata ka kia tanpa sepengetahuan mereka ditangga fikri dan delia tengah menurini anak tangga menemui mereka.
__ADS_1
TAK..TAK..TAKK..
.
" siap yang kebelet kawin ka " sahut delia yang sudah berada disana dengan fikri.
" nah ini ada orangnya , gihh kazia tanya langsung" ucap ka kia menggoda adiknya itu.
" ada apa sih kak " tanya delia duduk didekat mamahnya. "tanya nih kunyuk de " jawab kakia dengan menahan tawanya melihat wajah ka zia memerah. " Hahahahhaa" tawa ka kia
" Nak fikri mamah mau bertanya " kata mamah disela sela mereka tertawa.
" ada apa mah " jawab fikri yang duduk di sebelah mamah. saat fikri sudah menjawab
pertanyaan mamah mereka mendadak hening dan zia ia sudah tidak bisa mengkontrol jantungnya yang berdetak kencang.
" Sebelum fikri menjawab ,setiap orang pasti mempunyai sisi baik buruknya, tidak ada manusia yang sempurna selain baginda nabi Muhammad SAW , begitupun dengan haikal yang kita semua tau anaknya Ma syaa Allah sholeh, sholatnya dijaga apalagi istrinya kelak, fikri ingin haikal dan ka zia sama sama bertaaruf Alhamdulillah kali ini dipermudah dengan fikri yang menjadi perantara taaruf haikal dan delia ka zia . haikal sisi buruknya ia kalau makan porsi double kak apa kaka mau mempunyai suami yang porsi makannya lebih banyak ? " jelas fikri yang kemudian bertanya pada kaka iparnya.
" Atuh pas banget sama ka ziaa" sahut mamah menepuk jidat.
" nahh lohh sama banget sama lu dee ini mah" sahut ka kia menoyor kepala ka zia.
" baik ka zia sama haikal mereka harus mengetahui biodata keduanya, sampai penyakit yang dialami , seperti saya dan delia dahulu, supaya tak seperti pemikiran orang diluar sana kalau taaruf tidak seperti membeli kucing dalam karung" jelas fikri lagi.
" A fikri apa haikal orangnya penyayang ? apa dia pemarah , kalau marah bagaiamana" sshut ka zia tiba tibaa. dan itu membuat kia mamah dan delia senyum senyum.
__ADS_1
" haikal orangnya penyayang kak, sebelas dua belas dengan abinya, karna haikal mengidolakan abinya, jadi apa yang ada pada suamiku itulah sebagian ada pada haikal " sahut delia kali ini.
" Berapa taun?"
" haikal 22 tahun"
" tuaan haikal dari pada kamu de "
" dari sini kaka bisa tau bagaimana sosok haikal , ia lebih tua dari aku tapi bagaimana caranya ia menghormatiku sebagai istri dari abinya" jelas delia dan mendapat anggukan dari mamah dan kakia.
" pacar kamu gimana ka " tanya mamah.
" entahlah sudah jarang komunikasi " lirih ka zia ia meletakkan kepalanya padaa mamah.
" sholat istiqoroh ya kak " sahut fikri kemudian bangkit untuk kemasjid karna sebentar lagi sudah mau masuk waktu sholat maghrib.
" mah, sayang, kak, fikri pamit mau ke masjid dulu yaa " ucap fikri mencium tangan mamah serta istrinya, saat berhadapan dengan kakia ka zia ia menyatukkan telapak tangannya agar tak bersentuhan.
" hati hati nak "
" Assalammualaikum "
" waalaikumussalam "
" Umi abi ke masjid dulu, jangan macem macem yaa " ucap fikri menarik hidung delia.
__ADS_1
" iya sayang"