Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
tak ada kabar


__ADS_3

4 jam perjalanan menuju bandung itupun kalau tidak macet sampai jam berapaa nanti ia dibandung begitupun sebaliknya sampai jam berapa di depok..


" sudah delia, ibu , mamah sama semuanya temani ka zia dan mamah sarapan ya , biar papah ditemani abah" ucap papah saat semuanya ikut kedalam ruangan.


" Apa engga apa pah" tanya mamah


" gak apa apa mah, kasihan delia juga sama kaka belum makan"


" delia sudah sarapan pah, delia mau menemani papah disini ya pah " ucapku yang ingin menemani.


" nakkkk."


" abah apa tidak apa apa delia titip papah" ucapku pada ayah mertua.


" gak apa apa sayang, makanlah yang banyak, buat cucu abah sehat walafiat"


" yaudah terimakasih abah"


Setelah memastikan dan melihat papah sedang di transfusi darah , Abah adam syarief mendampingi pak reno didalam ruangan, sambil melatunkan ayat ayat Alquran sedangkan ka zia , mamah , delia, bunda dan alisyah mereka memilih untuk sarapan pagi. sebenarnya yang belum sarapaan hanya mamah dan kazia namun atas permintaan pak reno untuk mengikuti mamah dan ka zia.


At resto.


" Mamah bunda kak dan kesayangan umi mau pesen apaa " tanya delia saat mereka sudah sampai di resto karna jam sudah menunjukkan 10 pagi ,itu artinya sudah 3 jam fikri pergi namun belum ada kabar , delia tak ingin menanyakan dahulu sebab ia tidak mau menganggu konsentrasi suaminya.


" alisyah mau eskrim ummi " jawabnya

__ADS_1


" Nanti ya sayang sekarang makan dulu yaah "


" mamah sama bunda pilih ayam bakar sama nasi liwet " ucap bunda.


" hmmmm kaka mau apa yaa " jawabnya menggantung sambil mengarahkan jarinya karna jujur ka zia belum selera makan.


" kak cepat lah "


" samain aja deh " jawabnya berpihak pada pesenan mamah .


"minumnya apa " tanya pelayan


" Es teh manis ajaa " jawab mereka kompak.


" Delia mau ayam bakarnya aja bunda terus di colek sambel kecap kayanya enak banget " ucapnya sambil menopang kepala diatas meja.


" atuh pake nasi deliaa " jawab mamah yang tak ingin anak cucunya kenapa napa.


" delia gamau.kalau engga ada abi mah "jawab deliaa sedih.


" lah kenapa "


" jadi seperti ini bu besan hehehe, semenjak hamil tingkah delia ini membuat kami tertawa , ada ada saja hal aneh yang membuat kami terkejut dan terheran, ia tidak ingin makan nasi kalau tidak ada anakku karna setiap makan nasi maunya satu piring dan satu tangan berdua , jadi kalau makan anakku suapi delia abis itu suap untuknya bahkan pada saat menyuapi untuk delia itu harus kena bibirnya anakku , entahlah aku pun selalu menambah kan jus untuknya setiap waktu supaya nutrisi kehamilannya bagus." jelas bunda.


penjelasan bunda membuat mamah terheran bahkan syokk karna kebiasaan inilah yang dahulu pada saat dirinya hamil delia , yang sekarang anaknya menjdi anak kesayangan papah .

__ADS_1


" Owalah yaallah nak kamu bikin repot mereka ya " jawab mamah menggeleng geleng kepala.


baru aku ingin menjawab ucapan mamah , namun bunda lebih dulu menjawabnya dan akupun hanya diam mendengarkan 2 wanita hebat.


" engga mah, delia sama sekali tidak merepotkan justru ia tuh membawa kebahagiaan untuk kami,dia menantu kesayangan kami " ucap bunda menjelaskan sesekali memberikan senyum bahagia


" Yaallah terimakasih bu dengan ini saya bahagia delia mendapatkan suami yang baik dan keluarga yang menyayanginya seperti anaknya sendiri" sahut mamah dengan airmata mengalir.


" mamah " ucap delia terharu memeluk mamah , memberikan kehangatan , bunda pun ikut memeluk mamah sedangkan ka zia ia memilih mengabadikan momen ini.


" jangan nangis "lanjutnya lagi.


" Huff okey okey huftt" sahut mamah menarik nafas agar tak menangis kembali.


" oh ya sayang apa suamimu sudah mengabarimu ” tanya bunda saat kembali ketempat duduknya.


" belum bun, sudah delia Wa tapi belum dibalas mungkin belum sampai atau langsung ada urusan bunda " jawabku dengan tenang walau sebenarnya hati ini gelisah.


" kemana itu fikri , biar bunda telpon sayang " jawab bunda mengeluarkan ponselnya berniat menghubungi fikri.


" Bundaaaa delia mohon jangan ditelpon ya , delia engga apa apa bunda , delia cuma takut Abi lagi dijalan kalau delia yang menghubungi duluan takut terjadi apa apa bun" jawabku melemah


" Okeh sayang kita tunggu abis zuhur yaa, "


Tak lama makanan pun disajikan diatas meja , dan kami mulai memakannya.

__ADS_1


__ADS_2