
pasar tradisional.
Tiga perempuan berdarah kandung itupun telah sampai di pasar tradisional, mereka sudah memilih beberapa belanjaan dan dibawa oleh mereka, kini mereka beralih ke kios daging kambing dimana mereka harus berjalan lebih dulu untuk menemui area perdagingan.
" lia kamu mau beli berapaaa kilo ? " tanya ka kia ia sedang memilih daging yang menggantung.
" hmm berapa ya kak satu kilo cukup yaah" tanya delia kembali.
" cukup keluarga kita ajaaa "
" yaudah pak daging kambing sekilo sama iga dan babatnya " pinta deliaa kepada mamang tukang daging.
" potong berapa dagingnya neng ? "
" 25 ajaa mang untuk gulai " jawab delia
" oh okee"
" pak kalau daging babi dimana ? " tanya ka zia tiba tiba dan membuat kia delia menoleh ke arahnya, pertanyaanka zia membuat geger tukang daging serta pengunjung disana karna wanita berhijab menanyakan daging babi.
" untuk apa zi ? " tanya kiaa
" dimana pak ? " tanya zia kepada tukang daging, ia tak menggubris pertanyaan kia
" daging babi di sebelah sana neng , beda warna dan tekstur dagingnya " jawab abang
" ooooh "
" ka ingat haram " bisik deliaa.
" ia aku hanya nanya saja habisnya aku liat kok sama hehehe " kata ka ziaa ia pun menunjukkan gigi putihnya.
" dasar "
" nanti kita bedakan yang mana daging babi ya kak, intinya daging kambing itu udah tercium ciri khas dari aromaa" jelas delia dan zia hanya manggut manggut setuju.
" nih daging nya. neng total 220 ribuu" ucap pedagang daging , delia pun membayar dengan uang yang pas.
" Terimakasih pak".
" sama samaa ”
mereka pun pergi meninggalkan tukang daging dan berlanjut berkeliling, karna mereka bertiga jadilah mereka hangout bersamaa. mereka memilih meletakkan belanjaan kedalam mobil sebelum mereka sarapan dipinggir jalan tempat iaa selalu makan bersamaa yaitu di pasar tumpah setiap minggu.
" bapa saya pesen bubur ayam yaa 3,makan disini" kata delia saat mereka sudah sampai di pasar tumpah(author persingkat)
" ehh si eneng, kemana aja sudah lama gak keliatan " kata mamang tukang bubur ayam.
" saya ikut suami ke bandung mang, ini lagi ditempat mamah " jawab deliaa sopan.
" oh lagi disini pantesan gak pernah keliatan kecuali neng berdua ini " kata tukang bubur sambil menunjuk ka zia ka kia dengan seluruh jarinyaa agar tidak seperti menghakimi.
" hehehe iyaa, seperti biasa yaa mang " kata deliaa ia pun bergabung dengan kakia dan ka zia.
__ADS_1
" udah jadi warga bandung dia mang " celetuk kakia
" wahh asik dong pasti adem ya disanaa udaranya enak, " celoteh abang bubur sambil menyiapkan pesenan 3 wanita.
" Alhamdulillah , tapi sama aja mang kalau sudah memasuki hujan akan hujan mengeluarkan air " jawab deliaa dengan sedikit bercanda.
" si eneng bisa ajaaa, ada juga yaaa mamang kira berubah "
" aya aya wae si mamang teh"
" nah sundanya keluar "
" kak sebentar, mang sebentar ya" ucap deliaa ia pun bangkit membawa tasnya dan meninggalkan kedua kakanya.
" mau kemana " ucap kedua kakanya, namun tak dijawab delia ia pun memerhatikan adiknya yang menyebrangi jalan.
" lia mau kemana kak " tanya ka ziaa
" gatau liat aja "
~
" Assalammualaikum" ucap deliaa kepada adik kecil yang beberapa waktu lalu pernah ia tolong
" waalaikumussalam , kaka siapa ? "
" kaka, ka delia, kamu masih ingat ? " tanya delia dengan sikap lembutnya ia pun berjongkok.
" alhamdulillah baik, kamu apa kabar nak ? "
" baik kak, "
" ibu mu dimana sayang ? " tanya delia.
" ibu sedang mencari botol bekas , aku disuruh ibu menunggu disini kak " jawab adik polos.
" masyaallah anak baik, kamu sudah makan nak ? "
" sudah kak tadi ibu bawa roti ta.. tapi asem tapi alhamdulillah aku habiss" jawab anak kecil dengan wajah bahagia
" jangan.. jangann yang dimakan adalah roti basi " gumam delia dalam hati..
" yaallah kaka belikan makan yaa kamu makan yaaa, ikut kaka ke tukang bubur ayam yaah nakk " kata delia ia mencoba membantu adik itu berdiri.
" tidak kak, aku ingin menunggu ibu disini, ibu sudah berjanji akan kembali " ucap anak itu ia menolak diajak oleh delia.
" bu bungkus yaaa 2" ucap delia ia memesan nasi kuning yang berada di sebelahnya.
" oh ia neng , neng mencari ibu ini ya ? " kata ibu ibu tukang nasi kuning.
" ia bu , ibunya dimana ya ? "
" saya kurang tau neng, jam 5 saya disini , anak ini sudah ada neng "
__ADS_1
" yaallah sekrang jam 9 belum ketemu ibunyaa " lirih delia ia pun merasa iba, ingin sekali ia mengajak anak ini pulang tapi ia harus melewati proses panjang.
" ibu ini uangnyaa nanti berikan kepada anak ini ya bu" kata delia memberikan uang kemudian ia berjongkok disamping adik kecil ,
" adik kaka pulang dulu yaaa ini ada uang 100 ribu , adik jaga baik baik jangan diberikan kepada orang yaa , ini milik kamu dan kamu boleh membelikannya apapun untukmu " bisik deliaa tepat di telinga anak ini ia tidak ingin terlihat memberikan uang nanti akan menjadi masalah atau diambil orang, ia memberikan uang didalam kantong pelastik hitam berisi air mineral dan jajanan
" terimakasih kak "
" sama sama " ucap delia ia pun mengusap kepala sang adik. dan pergi menemui sang kaka yang sudah melambaikan tangannya sejak tadi.
**
Viola tengah menyusu dan baby zayyan berada di stroller bersama mamah, alisyah ia memilih menghapalkan hadist hadist yang berada di ipad miliknya.
" alisyah mau susu nak ? " tanya suster.
" terimakasih tapi lisyah sudah minum susu dibuatkan umi " jawab alisyah kemudian beralih melanjutkan hapalannya, alisyah tipikal orang yang tidak mudah berbaur dengan orang, walau ia selalu bersama vio tapi alisyah selalu mencari umi dan ommah jika membutuhkan sesuatu
" baiklah nanti bilang sama suster ya kamu ingin apa "
" terimaksih sus, nanti aku minta sama umi" jawab alisyah lagi membuat susternya kena mental.
" susah banget deketinnya" gerutu suster.
TAP.. TAP.. TAP. (bunyi sendal ditangga )
" abiiiiiiii" panggil alisyah ia pun berlari memeluk abinya.
" pelan pelan jalannya ya nak " kata fikri.
" jangan lari syaang " ucap suster.
" alisyah pelankan nak jangan lari " kata mamah.
" happ... ada apa teteh" kata fikri saat alisyah berada di pelukkannya.
" abii pulang ke bandung yuuu aku mau pulang" rengeek alisyahhh kepada abinya.
" lohh kenapa sayang kan kita menginap dirumah ommah, sebentar lagi kaka zia ingin menikah" kata fikri dengan senyum lebarnya , ia sangat bahagia karna ia memenangkan saham terbesar di salah satu perusahaan terbesar dan bonus yang diterima tak tanggung tanggung..
" tapiii lisyah ingin pulang abiii.. abii aayooo.kita pulanggg" rengekk alisyah.
" kenapa nak ? disini ada ommah, lisyah ga suka. yaaa dirumah ommah " sahut mamah melihat kearah alisyah dan mendengar pembicaraan abi serta anaknya.
" lisyah senang disini omma, taa... tapii lisyah tidak sukaa sama suster macaa mau bikinin abi minum, teyuss lisyah kalau mau apa apa bilang sama suster, lisyah kan punya umi , " jelas alisyah membuat fikri terdiam begitupun dengan mamah yang terkejut atas kepintaran alisyah , rupanya ia salah berbicara didepan aalisyah yang memiliki daya ingat luar biasa.
" sialll dia kenapa bilang " gerutu suster.
" abiii ayoooo pulang" rengekk alisyahhh menjadi menangis..
" iya sayang kita telpon umi yaaa nak, kita bicara sama umi dulu yaa" kata fikri ia pun membawa alisyah ke kamar nya.
" ayoooo.. hiksss" lirih alisyah dengan mengusap air matanya.
__ADS_1