
Sore hari di kota bandung terlihat laki laki tengah memarkirkan motornya menuju tempat acara, ya setelah melakukan interview kerjaan yang belum lama ia dapat kini haikal disibukkan dengan kegiatan rutin yaitu dakwah serta vokal hadroh.
suara yang merdu membuat dirinya lah diundang berbagai acara untuk sekedar bermain hadroh maupun ceramah, setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari tempat kerjanya kini haikal telah sampai sesuai jadwal yang ditentukan , entah berapa kecepatan motor yang ia kendarai membuatnya sampai sebelum acara berlangsung.
" Assalammualaikum " ucap haikal ia bersalaman dengan para panitia dan pimpinan acara.
" waalaikumussalam silahkan masuk ustad'" kata panitia membawa haikal ke dalam aula...
" terimakasih " ucapnya saat ia duduk di kursi menghadap jamaah kaum wanitaa..
Acara demi acara berlangsung kini giliran haikal yang menyampaikan sepatah dua patah sambutannya karna ia harus menghadiri acara pengajian bada maghrib ditempat yang berbeda.
" bismillahirahmanirahim, Assalammualaikum warahmatullahi wabaratuh " ucap haikal memberikan salam.
" waalaikumussalam warahmatullah wabaratuh "
" sebelumnya sayaa mohon maaf nih kepada para akhwat serta panitia , karna harusnya saya disini lama tapi ternyata hanya sebentar karna saya harus memimpin hadroh di ponpes annur , tapi insyaallah jika saya diundang hadir disini kembali maka akan saya lakukan " kata haikal ditengh ia berpidato.
Ucapan demi ucapan telah haikal lontarkan ia mendakwah di salah satu jamaah wanitaa tentang isra miraj nabi muhammad SAW, waktu terus berjalan hingga 30 menit ia berdakwah kini ia berpamitan untuk pergi ketempat selanjutnya.
Author persingkat yaaa kini haikal berada di perjalanan menuju lokasi selanjutnya dimana ia memimpin hadroh. untuk berdakwah ia menerima uang sebesar 4 juta(tergantung diksihnya haikal tidak mematok harga ) terhitung dengan sedikit nyanyian dari suara merdunya ditengh ia berceramah. sedangkan untuk memimpin hadroh ia mendapatkan seiklasnya.
Drt... drttt.. drt...
fokus mengendara ia pun terkejut merasakan getaran di saku celananya ia pun memilih menepikan motornya untuk melihat siapa yang menghubunginya " abii" begitulah ucapan haikal saat ia melihat layar ponselnya, terlihat jelas nama abi fikri ia pun menggeser ikon tombol hijau
" Assalammualaikum bii " ucap haikal saat panggilan terhubung.
" waalaikumussalam nak , kamu dijalan ? "tanya fikri to the point sebab ia mendengar suara kendaraan yang berlalu lalang.
" ia bi haikal menuju ponpes an nur bii setelah itu haikal kembali ke pondok , ada apa bi ? "
" yasudah lanjutkan perjalananmu nak, nanti abi menghubungimu kembali" jawab fikri
" baik bi haikal pamit melanjutkan perjalanan ya bii, assalammualaikum" kata haikal ia pun mengerti jika abinya menelpon maka akan ada hal penting yang ia bicarakan.
__ADS_1
" waalaikumussalam fii amanillah" jawab fikri ia pun mematikan ponselnya.
Setelah memastikan panggilan berakhir haikal pun memasukan kembali ponsel kedalam saku celananya dan melanjutkan perjalanan menuju ponpes annur.
**
Disisi lain delia fikri tengah menikmati udara sore di halaman rumah mamah bersama putra dan putri mereka, alisyah bermain dengan viola ia bermain sepeda berkeliling halaman mamah tentunya dengan pagar yang terkunci.
delia meletakkan kopi yang ia buat untuk sang suami namun kejadian mengejutkan datang dari alisyah yang tanpa sengaja menubruk meja sehingga menumpahkan kopi hitam fikri.
" Astagfirullahalhazim alisyah " tegur fikri sedangkan alisyah diam iaa sangat ketakutan untuk menatap wajah abinya padahal fikri hanya terkejut namun iaa enggan sama sekali menatap abinya.
" Allahuakbar nak kamu engga apa apa kan ? " tanya delia yang langsung memeluk tubuh sang putri, ia tidak perduli akan kopi yang tumpah tapi ia memikirkan kondisi putrinya yang ia khawatirkan.
" um... umiii" lirih alisyah ia menangis dipelukkan uminya, delia dengan sigap ia memeluk sang putri sambil melirih suami yang hendak menyampaikan sesuatu.
" alisyah mainnya pelan pelan, abi baru saja bilang jangan ngebut nak " kata fikri dengan lembut tapi alisyah takutttt.
" umm... umiiii hiksss" isak tangis alisyah terdengar oleh delia ia mengusap punggung putrinya dan melihat zayyan tertidur dalam pangkuan fikri , untungnya fikri dengan sigap berdiri sehingga tidak sampai melukai zayyan.
Alisyah hanya mengangguk mengerti ia merasa bersalah tidak mendengarkan ucapan abinya.
" lain kali dengarkan yaa nak, alisyah anak baikk, " kata delia lagi.
" a... abiiii hiksss " lirih alisyah ia mencobaa mentaap abinyaa. justru fikri hanya diam ia menatap putranya yang tertidur pulas lalu melihat ke arah alisyah yang memanggilnya.
" abiiiii hiksss lisyah minta maaff, lisyah salah, lisyah gak dengerin abii, lisyahh... lisyahhhhhiksss " ucap alisyah dengan sesegukkan ia takuttt kepada abinya.
" lain kali tidak boleh seperti itu yaaa, alisyah bermain hati hati ya nakkk , abi maafkan sekarang mainlah dengan hati hati" kata fikri ia mengusap kepala alisyah.
" terimakasih abi umi"
" sama sama "
suster itu pun datang dengan membawa kanebo untuk membersihkan kopi diatas meja, hal tersebut membuat fikri risih ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri alisyah.
__ADS_1
" biarkan saya saja bu" kata suster menahan kanebo yang ingin dipegang delia.
" gak apa apa sus biarkan saya saja, fokuslah menjaga vio" kata deliaaa namun dicegah oleh suster.
" suss"
" gapapa buu "
Delia pun tidak enak ia memberikan uang 50 ribu atas sikapnyaa kepada dirinyaa, setelah memberikan uang ia menghampiri sang suami.
" sudah mi ? " tanya fikri
" suster yang membersihkan bi, oh ya bagaimana anak bujang apakah ingin pernikahannya dipercepat? " tanya delia sambil membetulkan topi zayyan.
" abi sudah menghubunginya namun belum sempat menanyakan , karna anak kita lagi di jalan mau ke ponpes annur dan kalau sudah berada di ponpes kita nanti ia akan menghubungi abi" jelas fikri melihat delia membetulkan topi dan melihat ke arah kopi yang tumpah , ternyata ia mengamati mereka.
" benar apa kata alisyah " gumam fikri dalam hati ia pun menjadi cuek jika berada dengan suster.
" 1 minggu lagi kita akan melaksanakan bulan puasa bii " kata deliaa
" ia satu hari setelah pernikahan haikal zia " kata fikri
Asik mengobrol tiba tibaa ka zia datang dengan ka kiaa yang mengikuti dibelakangnya " loh itu kenapaa ? " tanya ka kiaa yang melihat suster bersihkan bekas kopi.
" alisyah tak sengaja menabrak meja alhasil kopinya tumpah, maaf kak sustermu membantu aku padhaal aku sudah mengatakan untuk aku saja yang memberihkan tapi ia sendiri yang memintanya. " jelas deliaa ia takut salah paham .
" oohh gituuu"
" kak aku sudah menemukan dekorasi dan pakian adat untuk akad nanti, aku pakai di tempat ka kia sajaa, untuk akad aku pakai pakaian sunda " jelas ka ziaaa dan langsung diangguki oleh deliaa.
" hijab kan ? " tanya fikri karna ia tau siger sunda adalah kesukaan wanitaa.
" bisa engga kalau siger sunda berhijab ? " tanya ka zia kepada kedua kakanya.
" kurang tau dee "
__ADS_1
" yahhhh "