
Ketiga menantu laki laki di keluarga mamah mereka baru saja selesai sholat ashar berjamaah, mereka memasuki rumah
berbarengan. bahagianya mamah bisa mengantarkan anak anaknya menuju kebahagiaan sesungguhnya.
" loh kalian sudah pulang ? " tanya mamah saat berpapasan dengan ketiga menantu laki laki yang baru saja masuk kedalam rumah.
" sudah mah "
" mah mau kemana ? " tanya fikri melihat mamah membawa zayyan yang menangis.
" mau ke istrimu zayyan haus sudah mamah mandikan, kalian bersantai dulu ajaa sambil menanti istri istri kalian " jawab mamah menenangkan zayyan. " delia kemana mah ? "
" kia kemana mah ? "
" zia kemnaa mah ? " tanya haikal tothepoint , tak ada keraguan sama sekali ia pun menanyakan keberadaan sang istri yang belum lama ia meminangnya.
" kia sedang di dapur siapin kopi untuk kalian, zia sedang tidur dengan delia , anak mamah lagi manja dengan adiknyaa " jawab mamah.
" udah ah mamah ke lia dulu yaa zayyan haus kalian tunggu disini" ucap mamah kemudian berlalu masuk kedalam kamar tamu. "
" mau ngobrol dimana bang ? " tanya fikri kepada bang erik.
" bebas "
" di situ aja bagaimana ? " tanya haikal memberikan saran, alhasil saran dari pengantin baru itu pun di setujui mereka minum kopi di ruang keluarga tak jauh dari kamar tamu yang diisi zia delia.
" boleh boleh"
Ketiga menantu mamah mereka memutuskan untuk duduk di ruang keluarga bersamaan dengan itu kia datang membawakan kopi untuk ketiga laki laki, kecuali fikri ia hanya minum kopi susu karna ia tidak mau kopi hitam kalau bukan sang istri yang membuatkannya.
" terimakasih kak " ucap fikri dan haikal.
" sama sama " jawab kia ia pun duduk di dekat suaminya. mereka mulai mengobrol tentang pekerjaan, agama hingga tukar pendapat sambil menunggu mamah keluar dari kamar tamu. " oh ya bi kira kira puasa jatuhnya hari apa ya ? " tanya kiaa berbicara dengan fikri. ia membiasakan viola untuk memanggil fikri dengan sebutan abi.
" menunggu sidang isbat biasanya kak "
" puasa disini fik ? "
" tergantung delia kak "
" masa tergantung istri si fik " sahut bang erik.
" fikri mah ayo ajaa " jawab fikri mereka pun melanjutkan obrolan hingga mamah datang menghampiri fikri.
" A fikri " panggil mamah , fikri pun menoleh melihat mamah kearah mereka. " ada apa mah ? " tanya fikri
" kamu dipanggil delia di kamar, masuk sana, kazia tidur kamu jangan berisik , mamah may bikin susu zayyan dan mengambil madu" jelas mamah ia berjalan ke dapur namun langkahnya terhenti karna menantunya engga mau ke kamar. " kenapa aa mah kan ada haikal ? fikri gamau kalau ada zia gak enak mah "
" zia tidur aa, zia pakai hijab, istrimu sedang memberikan asi zayyan , pasti kamu paham" jelas mamah dengan senyum tertawa.
" ohh ya paham , haikal abang kak tinggal dulu yaa " ucap fikri dan diangguki oleh mereka.
Singkatnya fikri pun masuk ke kamar ia melihat zia yang tertidur di pangkuan delia dan delia yang sedang menyusui zayyan dengan berurai air mata.
" kamu kenapa sayang ? ada apa ? "
Fikri yang sudah mengtahui permasalahannya ia pun sedikit bercanda dan bercandanya itu membuat dirinya harus merasakan malu, malu yang sangat luar biasa karna kehadiran mamah secara tiba tiba di belakangnya.
" kenapa fik? "
" ini mah zayyan kuat banget sampe lecet, aa aja gak lecet " celetuk fikri membuat mamah tertawa. " ahhaha jagoan gtu yaa pasti kuat yaa nak zayyan" ucap mamah saat zayyan berada di gendongannya untuk diberikan asi " owekkk.. owekk... "
" cupss cup cuppp, fik ayo keluar kasihan pengantin baru mau istriahat nyusul bininya " goda mamah membuat fikri delia paham ,mamah pun keluar lebih dulu untuk memanggil haikal.
" nak.. kamu masuk gih, pindahkan kepala zia yaa , umimu mau keluar , " ucap mamah dan haikal pun datang memasuki kamar tamu.
" ada apa bi ? " tanya haikal saat ia sudah berada di kamar.
" tolong angkat kepala istrimu, umi pegal kakinya ga bisa mindahkan kepala zia " kata fikri dan diangguki oleh haikal. setelah memindahkan zia , haikal pun turun perlahan dan delia dibawa fikri dengan di gendong...cieee romantis kali gus ning
Fikri delia pun keluar kamar dan di tutup oleh fikri. " aduhh abiii kenapa di tutup pintunya " ucap haikal yang merasakan canggung satu kamar dengan zia.
" duhh ngapain yaaa gueee " ucap haikal ia pun meletakkan amplop yang ia kantongi di laci nakas samping tempat tidur dengan posisi duduk ia meletakkan amplop yang akan di buka nanti.
" eummm deee jangan di lepas aku ingin kaya dulu" gumam ka zia ia menginggau kalau kaki yang ia jadikan bantal adalah milik delia padahal itu paha suaminya.
Haikal pun heran dengan rasa canggung ia membangunkan zia namun ia tidak bangun bangun " zii bangunn.. ssssssaa eumm kak zias bangunnnnn kak" ucap haikal ia mencoba membangunkan ka zia dengan menggoyangkan tangannya
" hufttt yaudah lah mungkin dia lelah" ucap haikal ia pun bersandar pada kepala tempat tidur seperti yang dilakukan oleh deliaa, tak butuh lama ia mulai merasakan ngantuk sampai akhirnya haikal tidur dengan posisi seperti itu.
cieeee haikal bobo bareng ziaaa" goda author.
" apa sih thorrr "
__ADS_1
"cieeeeee cieeee "
" thor udah ya saya mau tidur ngantuk "
" oke oke lahhh "
Disisi lain anak menantu mamah sedang berkumpul di ruang keluarga lengkap dengan delia dan para kurcaci yang berlarian kesana kemari. " nak puasa nanti mau disini kan ?" tanya mamah kepada anak anaknya sambil memberikan zayyan susu formula.
" eummm gimana bi ? " tanya delia kepada suaminya.
" kalau erik sama kia boleh kita nginep sehari dua hari nanti kita pulang, kan erik dekat tinggalnya jadi nanti bisa kerumah mamah kalau bete " jelas erik dan diangguki mamah kini mamah menatap anak menantu yang jelas rumahnya jauh.
" terserah kamu sayang" jawab fikri
" dua hari satu malam mah, jadi 2 kali sahur terus kita semua buka diluar hari pertama yaaa " jawab delia karna ia tau suaminya full jadwal dakwah dan kantornya sedangkan klinik ia sesuai jadwal hari yang telah ditentukan.
" kenapa ga seminggu ? " lirih mamah yang merasa keberatan.
" nanti kita kesini mah soalnya bunda mau kerumah memperkenalkan art yang nantinya bantu dirumah " jawab delia
" kamu pakai art nak ? "
" ia mah kasihan delia, cuma bantu bantu rumah gak sampai nginep ko hanya pulang pergi, tapi tetap kebutuhan aa tanggung jawab deliaa" jelas fikri karna ia tidak ingin istrinya buruk dimata orang tuanya.
" kenapa gak ngambil babysister fik ? " tanya erik tiba tiba.
" belum ada niat kesana bang " sahut fikri dengan santai tanpa menyinggung siapapun.
" udah ketemu tapi artnya ? " tanya mamah lagi.
" sudah mah "
" si mamah kenapa yaaa lia udah jelasin padahal masih aja gak paham " sahut kia menimpali. " si kaka mamah kan nanyaa "
" pengantin baru kemana ini ngga keluar keluar " tanya kia lagi tiba tiba saat ia melirik jam yang sudah mendekati jam 5 sore.
" kaya gak tau aja sih mih " timpal erik usil , fikri pun tertawa melihat keusilan pasangan suami istri yang bercandanya dengan ribut. awal awal kedatangan fikri dirumah ia terkejut dengan tingkah erik kia yang seperti berantem namun lama kelamaan terkejutnya itu berubah menjadi biasa.
" biarin alhamdulillah mamah ada cucu jadi rumah gak sepi ditinggal vio , alisyah, zayyan" sahut mamah tersenyum menatap zayyan.
" Aamiiin " sahut mereka.
" apa yang aamiin ? " ucap zia tiba tiba muncul dari pintu kamar tamu. semua yang berada di ruang keluarga itu mereka menoleh menatap zia yang sudah mandi dengan pakaian gamis tanpa hijab serta rambut yang basah.
" Uhukk... uhukk... hukk.. " kia yang sedang minum tiba tiba batuk melihat zia keluar dengan rambut yang basah ia duduk disamping mamah.
Delia fikri hanya diam ia menahan senyumnya mengalihkan pandangan ia memilih memainkan ponsel membuka aplikasi untuk pesan makanan.
" yang ini aja sayang " ucap delia ia menunjuk salah satu makanan namun matanya melirik zia dan tak melihat haikal.
" oh kamu mau ini " ucap fikri ia pesan pizza box untuk dimakan bersama.
" kalian ngapain ? " tanya mamah kepada dua insan yang sedang melihat kelayar ponsel.
" eumm ini beli pizza , sama bebek , " jawab fikri ia memesan pizza di ponselnya dan ia pesan bebek di ponsel delia.
" banyak banget ? "
" ya gaapapa kita makan ramai ramai, oh yaa ka zia haikal dimana ? " tanya fikri
" lagi mandi Abi " jawab zia membuat semua pasang mata membesarkan matanya satu sama lain. " secepat itukah ? "
" ekhmm ekhmmm kayanya ada yang udah goalss nih ? " celetuk kia, bukan kia namanya kalau bukan iseng.
" kaka " sahut mamah menepuk putrinya.
" ekhmm ekhemmmm" ledek kiaa menjadi jadi.
" naon sih kak siapa yang gol emang main bola ? " celetuk ziaa ia menggendong zayyan yang berada di pangkuan mamah untuk ia dirikan karna habis minum susu agar bersendawa.
" bukan main bola tapi abis ngegocek bola dan blesssss goll " sahut erik tiba tiba membuat keadaan semakin heboh. kekonyolan suami istri membuat seisi rumah tertawa termasuk fikri yang jarang banget tertawa karna tingkah erik yang mempraktekan gaya blesss dengan memajukkan bokongnya dalam posisi duduk serta tangan yang ia angkat seperti ingin kepakkan sayap dan kia membuat nya tertawa lepas. " hahaha "
" dihhh abi tawanya lepas ya pakkk" sahut kiaa menunjuk fikri yang sedang tertawa.
" ayang ihhhh hahaa astagfirullah" ucap delia ia mengusap wajah suaminya bermaksud jangan kenceng kenceng tertawanya.
" hahah astagfirullahaladzim " ucap fikri menggelengkan kepala.
" ihhh mamahhh zia ga gituuuu aaaaaa" rengek zia kepada mamah. mamah yang tertawa ia hanya bisa menahan wajahnya yang memerah akibat zia menatap dirinya meminta pertolongan, yang mereka mengira zia haikal telah melaksanakan sunnah rosul pengantin baru justru berbeda dengan apa yang dipikirkan mereka.
#flashback on
Haikal tertidur dengan bersandar pada kepala ranjang sedangkan zia ia masih berbaring dipangkuan haikal. rasa keram melanda kakinya membuat ia terbangun dalam tidur siangnya. " awss.. " liriih haikal menahan kakinya.
__ADS_1
" hoammmm... eughhhhh.. " ngulet ka zia.
" ha... ha... haikal lo.. lo.. lo ngapai disini ? " ucap zia gugup ia pun terbangun dan menjauh dari haikal. haikal yang merasakan keram hanya bisa meluruskan kakinya tanpa memperdulikan zia yang tengah terkejut.
" kal... elo.... lo.. lo... ngapainhah hikss... hiksss" lirih ziaa tak kuasa airmata lolos dari matanya ia teringat akan perlakuan eza.
" hiksss kal... lo.. lo jahat... hiksss" tangis zia pecah ia pun hanya bisa memeluk kakinya dengan erat. haikal yang kakinya sakit hanya bisa meraih tangan ka zia untuk tidak mencengkram kakinya dengan erat, 'namun jarak zia yang berada di sudut tempat tidur ia tidak bisa meraihnya, " ziii tenang lahhh... aku tidak jahat... percayalah" ucap haikal ia masih mengusap kakinya.
" hikss... hikss.. lepasin guee zaaa.. hiksss" ucap zia ia pun teringat moment tersebut yang membuatnya kembali terluka.
Takut didengar oleh keluarga yang berada di ruang keluarga, haikal dengan cepat memeluk zia membawanya kedalam dekapan tubuh, walau dalam perlawanan ziaa, rasa cinta nya terhadap zia yang begitu besar , haikal berusaha menerima dan mencintai kekurangan ka zia. " tenang lah dan beristigfar, aku bukan eza, kamu rasain hati aku, aku tauu kamu masih dalam trauma , aku tidak akan meminta hak ku jika hatimu dan ragamu tidak sehati. menikah bukan soal biologis saja tapi menikah menyatukan perasaan satu sama lain. " bisik haikal di telinga ka zia, ia pun mulai melantunkan ayat ayat alquran surah Al baqarah persis di telinga ka zia.
Hal yang seharusnya zia berontak kini mulai sedikit tenang, namun haikal terus membisikkan ayat ayat alquran dan di akhiri dengan sholawatan saat dirasa tubuh istrinya tenang, kali pertama ia memeluk ka zia dan kali pertama sentuhan tanpa rasa malu malu yang dilakukan oleh haikal.
" kamu cepatlah mandi sebelum maghrib" ucap haikal ia melepaskan sang istri dan menjauh darinyaa.
" ka.. kamu... kamu menyentuh ku ? " gumam ka zia dengan rasa penasaran
" aku suamimu sudah seharusnya aku melindungimu, dan jangan takut aku tidak akan meminta hakku tanpa adanya persetujuan darimu serta hatimu, satu lagi bersikap lah biasa saja agarr tidak membuat hati orang banyak kecewa denganmu kak" ucap haikal.
" baiklah.. " ucap zia ia berusaha menghindar dari haikal dan berlalu ke kamar mandi.
" hufttt sabar ya kall... istrimu butuh obat untuk menyembuhkannya yaitu dengan cinta, " gumam haikal dalam hati saat menatap ka zia.
" kamu keramas ? " tanya haikal saat zia keluar dari kamar mandi. zia menggunakan pakaian di kamar mandi gamis tapi tidak dengan hijab, ia belum terbiasa masih copot pasang.
" yaa ada apa ? ".
" hal itu membuat seluruh pasang mata melihat ke arahmu karna berpikiran kita melakukan hal suami istri" jelas haikal.
" sengaja agar tidak banyak nuntut kepadaku, haikal maaf aku harus berpura pura demi mamah dan abi umi, aku tau untuk saat ini belum bisa melakukannya "..
" jangan dipaksakan aku tidak memintanya " jelas haikal , zia pun keluar dari kamar dan haikal ia memilih mandi.
#flashback off#
" gimana gimana papih" sahut kiaa lagi
" blessss... aaaa... blesss" ucap erik.
" hahahaha"
" zayyan ikut aunty ke kamar yaa " ucap zia yang merasa tak ada pembelaan ia berbicara dengan zayyan.
" ialah mentang mentang pengantin baru mainnya di kamar "
" uhukk.. uhukk.. "
" zayyan sama mamih aja sini yaa nanti kamu gangguin aunty sama om , nanti umi abi punya cucu" sahut kiaa ia benar benar puas tertawa dan membuly zia. kalian tau zia adalah orang yang paling jail tapi sekarang ia dibalas oleh kakanya.
" ada apa ini rame bangett? " tanya haikal tiba tibaa ia pun ikut bergabung.
" nahh.. ini nihh... inii... " sahut erik menunjukk haikal.
" kenapa bang ? "
" jangan mau kall jangan mauuu dengerin sinting laki bini" ucap ziaa menahan haikal untuk mendengarkan ocehan erik kia yang semakin menggila.
" acieeeeeee belain nih yeee" goda pasangan konyol.
Fikri delia hanya diam menyaksikan kericuhan keluarga mereka membully haikal zia padahal ia tau kalau keduanya belum saling menyatukan hak bathin.
" engga ya" kilah ziaa
" gimana kall enakk ? ko cepet udahh blesss hahahhaa " ucap kia dan erik .
" ngapain lama lama bang nanti kepergok bahayaa " ucap haikal ia tau arah pembicaraan kaka iparnya ini ia pun sengaja memancing pertanyaan kia erik.
" gimana enak ? "
" surga duniaa yaa bi" sahut haikal mengarahkan ke abinya.
" ziii dengarkan mamah kamu jangan panggil haikal dengan nama , bagaimanapun haikal adalah suamimu, "sahut mamah menasehati ka zia yang didengar mamah memanggilnya dengan sebutan nama.
" ia mahh" jawab zia membuat haikal mengukir senyumannya, hal itu dapat dilihat oleh fikri kia yang mengamati gerak haikal.
Allahuakbar Allahuakbar
suara adzan maghrib terdengar jelas berkumandang pertanda waktu sholat telah tiba, mereka yang sedang menunggu sholat maghrib bergegas ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
" de duluan aja sholat biar zayyan sama mamah " ucap mamah saat sudah berwudhu.
" gapapa mah zayyan dibawa sholat, alisyah mukenanya sini umi rapihkan" kata delia ia pun merapihkan alisyah mukena sedangkan zayyan dalam gendongannya.
__ADS_1
" ama suster aja di titip" ucap kia namun delia hanya memberikan senyumannya.
" gapapa kak ayu udah kita mulai sholatnya, abii " kata delia ia pun meminta sang suami untuk segera memulai sholat. haikal adzan dan iqomah kemudian sholat di imami fikri.