Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
1000/1500 undangan ?


__ADS_3

" pak anton " panggil susi saat melintas ruangan pak fikri. ia bertemu dengan anton didepan pintu fikri yang sedang membawakan berkas yang harus ditanda tangani oleh fikri.


" eh bu susi , kenapa bu " tanya anton


anton belum mengetahui kalau ada istrinya pak fikri di dalam ruangan.


" mungkin pak fikri sedang istirahat dengan istrinya , " ucap susi to the point


" loh ada ibu didalam kah ? " tanyanya yang terkejut...


" iya ibu tadi datang , sekitar satu jam setelah meeting berjalan , saya juga sebelumnya tidak mengetahui kalau itu ibu " kata susi..


" yasudah kalau begitu saya permisi dulu pak anton " kata susi yang meninggalkan anton didepan pintu.


" ahh..iya silahkan "


Susi pun berlalu meninggalkan anton sedangkan anton ia bimbang antara masuk atau tidak , lalu ia pun memutuskan untuk mengetuk pintu pak fikri.


Tok..tok..tokkk


namun tak kunjung ada jawaban dari pak bosnya itu ia pun menekan tombol mengisyaratkan kalau ada orang di depan pintu .


**


Disisi lain sepasang pengantin baru, bener gak sih ? ehh iya sih masih pengantin baru😁tengah berada dalam kamarnya mereka telah tertidur selama 3 jam sehabis berhubungan badan, mungkin karna mereka merasakan lelah yang sangat lelah sehingga tak terasa ia tertidur.


Delia mengeringkan rambut ia duduk disisi ranjang sehabis mereka mandi bersama, untungnya delia membawa hairdryer yang tak sengaja ia masukkan ke dalam tasnya, sebenernya ga masuk akal sih tapi untuk delia sendiri ia tak ingin ada masalah dalam pakaiannya, mungkin saja jika pakaiannya basah terkena kuah sup atau minuman dengan cepat ia keringkan. namun entahlah.


" jam berapa ini mi " tanya fikri yang baru saja berpakaian ia mengenakkan pakaian yang tadi ia pakai ia juga mengancingkan lengan kemejanya


" jam 3 bii " jawabku sepontan melihat jam dinding diruangan itu.


" pulang yu " katanya


" makan yu" kata delia yang kini merasakan lapar yang begitu hebat


" yaallah sayang maafin aku melupakanmu, sayang ayo cepatlah kita pergi makan " kata nya dengan terkejutt buru buru ia menyisir dan memakai parfum.


" hadeuhh " keluh delia ia sudah menduga hal ini yang membuat dia tersenyum sekaligus membuat dirinya ikut panik.


" sayangg" panggilnya saat tak ada jawaban dari sang istri. " sudah keringkan nanti saja dirumah sekarang kita harus makan kasihan anakku, abi tak ingin ia kelaparan " ucapnya menjadi kalang kabuttt..


" apa kita makan disini aja " ucapnya lagi


" eh engga ngga kita harus makan diluar , tapi untuk turun tidak mungkin " ucapnya menjadi kalang kabut ia beberapa kali maju dan beberapa kali mundur.


" sayang " tegur deliaaa ia menjadi pusing melihat suaminya seperti ini


suara Alaram khusus yang dibuat fikri pun berbunyi pertanda ada orang didepan pintu, jika ruangan fikri terkunci otomatis alaram akan menunjukkan keberadaan orang didepan pintu lewat sensor yang dipasangkan namun jika tak terkunci maka sensor itu tak berbunyi.


" siapa yaa " ucap fikri ia pun melihat dari layar laptop untuk memastikan siapa disana.


" bukalah sayang " kata delia namun fikri dengan cepat memutar tubuhnya.


" umi diam disini yaa kalau belum selesai pakai hijab, diluar ada anton , kalau umi sudah selesai nanti menyusul abi ke meja ya" katanya sambil mengusap pipinya.


" baik suamiku"


Fikri pun berlalu menekan tombol pintu lewat remote untuk membuka kuci pintu secara otomatis, setelah itu ia duduk dikursi kebesarannya dan tak lama anton muncul dihadapannya.


"Sore bos " katanya kemudian duduk dikursi bersebrngan dengan fikri.


" soreee, ada apa "

__ADS_1


" saya membawakan berkas yang harus pak bos tanda tangani, silahkan pak dibaca dulu" ucapnya kemudian memberikan setumpuk berkas.


" Masyaallah banyaknya " kata fikri.


" untuk menyetujui perpanjang kerja sama dengan beberapa perusahaan "


Fikri dan anton pun mengobrol tentang kerja sama dan beberapa saham lainnya hingga tak menyadari kehadiran delia yang berada bersama mereka, delia pun tak ingin mengganggu suaminya bekerja karna kehadirannya dan rasa lapar yang melanda ia pun membuka kulkas yang ternyata banyak cemilan untuk mengganjal lapar.


Fikri menoleh mendapati sang istri berdiri didepan kulkas mengambil beberapa icecream dan tentunya roti serta buah buahan, ia membiarkan sang istri menikmati cemilan untuk mengatasi rasa laparnya karna lagi dan lagi banyak yang harus ia tanda tangani


" untuk seminggu kedepan apa ada jadwal meeting anton ?"/kata fikri mengingat ia akan menggelar acara tasyakuran.


" untuk seminggu kedepan tidak ada pak"


" eumm baiklah, berkas ini saya bawa pulang nanti kamu bisa mengambilnya dirumah" kata fikri yang memberikan berkas yang sudah ia tanda tangani terlebih memang berkas yang paling atas ia yang harus diberikan hari ini.


" baiklah pak saya permisi dulu , ibu saya permisi"


" iya silahkan " kata fikri dan delia.


Beberapa menit kemudian delia sudah mengambil tasnya ia pun bersiap siap untuk turun dengan pak suami menggandeng tangannya.


" Kita mau makan dimana mi " tanya nya disela sela mereka berjalan.


" kita belanja di mall yu bi sekalian umi ingin membeli souvenir yang nantinya diberikan untuk acara kita nanti " katanya


" soal bahan kain bagaimana mi sudah menemuinya atau masih kurang "


" Alhamdulillah sudah abi , cukup untuk menutupi selama belum dikirim oleh pusat" jawab delia.


Ia pun terus mengobrol dan bergandeng tangan selama ia dikantor, banyak pasang mata yang melihat kearahnya atau bahkan ada juga yang menyapa mereka


" Sore pak bu " kata karyawan disana


" Masyaallah istri pak fikri sholeha banget yaa " ucap mereka yang melihat kejauhan sepasang suami istri yang melewatinya.


" wajar lah, yakali pak fikri memilih istri yang sembarangan" kata teman karyawan


" iya sih , mengingat keluarga pak fikri bagaimana , dan mereka juga ga sombong kaya ceo ceo pada umumnya" ucap mereka , padahal delia dan fikri sudah tak terlihat oleh mereka namun ia masih membicarakannya dan membandingkan bosnya dengan bos lain pada umumnya seperti di novel.


" iya apa cuma bos kita aja yang sederhana dan merakyat "


" kayanya gitu, lihat aja tadi mereka sholeh sholeha banget apalagi pak fikri kalau pakai sarung dan baju koko beuhhh ganteng bangetttt" sahut salah satu karyawan.


" emang lo pernah liat "


" gue salah satu muridnya , istri gue muridnya istri pak fikri "


" ah sumpah pengen liattt guee "


" tapi pak fikri gamau kalau private apalagi yang diajarnya cewe "


" kenapaa "


" entahlah"


" gue sih gapapa dah kalau diajarin bu bos yang penting bisa ketemu pak fikri duhhhhhh " gumam karyawati sambil membayangkan bagaimana ketemu pak fikri diluar kantor.


" Dah dah dah bubar , ada orang gila " celoteh temannya dan mereka pun bubar meninggalkan temannya yang tengah halu.


**


" Mah papah sudah mandi " tanya kakia saat

__ADS_1


ia masuk kedalam kamar papah.


" sudah nak sudah semua "


" loh kok kamu disini bukannya liat usaha " kata mamah lagi


" iya stok bahan menipis dari pusat belum ada mam , tadi kia beritahu delia terus katanya mau dicariin disana , ini baru wa katanya sudah dikirim bahannya" jelas kia sambil duduk memijat kaki papsahnya.


" Alhamdulillah akhirnya ada juga ya nak, yasudah kamu tungguin nak nanti kasihan gak ada yang kasih tips "


" iya mah kia tunggu dirumah produksi ya mam sekalian gantiin biaya tol sama ongkir nya"


" oke sayangg"


" dah papah"


" dahhhh"


walau pihak toko tidak memberikan biaya ongkir namun sebagai konsumen ia memberikan ongkir untuk truk yang mengangkut bahan pesanan mereka, bandung depok bukan dekat namun jauh jadi kia bisa membayangkan bagaimana capenya.untuk itu ia memberikan uang sebagai hadiah untuk mereka.


***


Singkat cerita mereka sudah sampai di mall terbesar dikota bandung, mereka juga sudah memesan menu makan siang yang sebenarnya sudah telat karna pukul 16:00 WIB , mereka memesan bebek crispy , seafood dan es teh manis , merakyat banget bukan,itulah mereka yang tidak tergiur atas apa yang mereka miliki karna mereka seperti sekarang ini berawal dari orang yang tak memiliki apa apa.


" Kamu mau nambah mi" tanya fikri disela sela mereka memakan.


" engga bi, abi mau ini " tanya delia memberikan seafood ia pun meletakkan di piring sang suami.


" bolehh mii, umi udahan makannya ? tanya fikri.


" sudah bii , Alhamdulillah " jawabnya, Saat dijawab sudah, fikri pun melanjutkan makannya ya kalian sudah tahu bukan , kalau fikri menyuapi delia nasi terlebih dahulu sebelum ia makan karna delia tidak ingin memakan nasi jika bukan disuapi oleh fikri. saat dirasa delia sudah kenyang fikri pun mulai makan makanannya dengan tenang, sesekali delia memandanginya membuat fikri terheran.


" kenapa "


" Gapapa, kamu ganteng bi" kata delia spontan membuat fikri tersedak.


" kamu kenapa bii, ini minum minum" katanya memberikan gelas.


" terimakasih"


" Ada apa nih umi ko tiba tiba bilang abi ganteng " tanya nya dengan terheran.


" ya gapapa emang suamiku gantengg"


" Aku bayar dulu ya habis itu kita berkeliling cari souvenir "


fikri pun bangkit menuju kasir untuk membayar pesanannya, karna ia menggunakan ATM jadi harus menuju kasir , berbeda jika memakai uang tunai tinggal memanggil pelayan maka akan dibawakan total pesanan.


" kamu bikin undangan berapa bi " tanya delia disaat mereka berjalan mengelilingi mall melihat lihat apa yang pantas untuk sovenir


" sekitar 1000 mungkin mi " jawabnya enteng, delia pun terkejut dengan cepat ia menghentikan jalannya bermaksud meminta kejelasan soal ucapan sang suami.


" ya abi bener 1000 undangan , pengajian umi , pengajian abi, belum tetangga disana, keluarga besar umi , keluarga besar abi , itu juga abi bikin 1500 " jelasnya membuat delia melongo.


" apa engga kebanyakan mi ? " tanya delia sambil berjalan bergandengan dengan sang suami


" engga mi, semakin kita keluarkan harta yang kita punya maka semakin lancar rezeki kita umi, lagi pula bukan nasi box mi tapi sembako karna kalau sembako kita membantu kebutuhan mereka" jelas fikri.


" Masyaallah suamiku baik bangettt "


" Allah maha baik umii"


Delia dan fikri akhirnya memutuskan untuk menghampiri salah satu toko..kira kira toko apa yang ia hampiri ?? komen yo komen😍😍

__ADS_1


jangan lupa mampir ke karya ke dua author ya 😍😍


__ADS_2