
" sudah kak biar delia aja yang letakkan dipiring" kata delia ia mengambil alih sodet dan piring yang berada ditangan kakia.
" udah diem " tegas kakia ia memasukkan daging kedalam piring wadah saji.
" kakak mah" lirih delia dengan sedih. Bukannya iba justru kia berceloteh mengeluarkan unek uneknya kepada adiknya yang susah bnget meminta pertolongan, ia tak perduli ada fikri "de dengerin kaka, kita itu keluarga kalau ada apa apa ya ngomong jangan apa apa sendiri, apa apa sendiri , mau kamu di bandung atau di sini ya setidaknya hal yang gak bisa dilakukan sendiri , jangan sungkan meminta bantuan, apalagi kamu abis lahiran , sesar lagi, butuh istirahat jangan atasi sendiri. "
" ia kak , tapi aku gapapa beneran" sahut delia yang memang tak ada apa apa.
" ia lupa gue punya adik wonder women " celetuh kakia ia berjalan membawa lauk kemeja makan. " ayanggg" lirih delia manja pada suaminya ia menempelkan kepala pada dada fikri, fikri yang lebih tinggi sedangkan delia yang lebih pendek seperti gadis pada usia 20 tahun. " gapapa gausah marah yaaa, ini demi kamu karna mereka tidak ingin kamu kenapa kenapa " jelas fikri mengusap kepala delia, dan dikecupnya kening delia. " udah yu mandi terus istirahat nanti kesini makan malam " ucap fikri ia menuntun istrinya kembali ke kamar.
__ADS_1
" abis mandi aku beresin buat makan malam ya bii"
" gausah" tegas fikri dan delia hanya diam, mereka berjalan tanpa suara menuju kamar yang berada di lantai 2. " mau kemana nak" tanya mamah.
Bukannya menjawab justru delia diam saja sehingga fikri menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan, saat sang istri tak mau menjawab ia memutuskan untuk menjawab pertanyaan ibu mertuanya " fikri mau mengantar delia mandi mah, titip alisyah sebentar ya mah" kata fikri kemudian dianggukki oleh mamah. disaat mamah mengerti ia pun melanjutkan langkahnya menaiki tangga, ia memegang tangan delia membantunya untuk naik walau delia bisa sendiri, ia membantunya mengangkat gamis panjang yang sedikit menyapu lantai supaya tak terinjak. pemandangan itu disaksikan mamah dan kaka kakanya.
" A fikri romantis banget ya mahhh" kata ka zia melihat fikri perhatian dengan delia. "ia bahagia mamah , A fikri mempunyai stok sabar banyak, dengerin kak semua wanita akan menjadi ratu disaat bertemu laki laki yang tepat" ucap mamah mengusap pundak kazia.
" kita doakan semoga pernikahan mereka langgeng , sakinah mawadah warahmah, walau banyak ujian yang mereka hadapi tapi liat mereka selalu bersama, gak mudah menjadi delia fikri , Allah memberikan ujian kepada mereka karna Allah tau cuma mereka yang mampu dan kuat, kalau kita gak akan bisa seperti dia" jelas mamah dan disetujui kakia serta ka zia.
__ADS_1
" Aamiin yaallah"
" Apa anaknya a fikri memiliki kesabaran seperti abinya " gumam ka zia tanpa sadar didengar oleh kakia serta mamah ..mereka menoleh kearah ka zia " ehh apa tadiii kaka ga salah denger " goda kakia berpura pura tak mendengar.
" ihh apa engga ya " kilah ka zia.
" cieeee anak mamah ada yang jatuh cintaa acieeeeee" goda mamah menyenggol lengan ka zia. ka zia yang digoda ia pun tertawa dan wajahnya memerah.
" ciee cieeee kiwww,"
__ADS_1
" apaa engga yaa, zia kan punya pacar"
" mamah setuju ko sama haikal, mamah ga mandang dia siapa , akhlaknya baguss kak" goda mamah yang sudah menyetujui haikal dengan ka zia ..namun ka zia belum mau mengakui dirinya.