
Rumah fikri mendadak ramai karna para kurcaci sudah kembali lengkap dengan pesanan delia. mereka semua tengah menikmati cilung dan bihun gulung pesanan delia, tanpa saus karna ia tidak tahu saus apa yang dipakai untuk itu delia mengambil saus botol yang tadi ia beli.
" ning ngapain ?" tanya mba wulan yang baru saja ikut ke dapur ia ingin melihat hasil tangkapan suami dan bang erik yang mana ikan tersebut sudah di marinasikan oleh bunda.
" ehh mba, ini aku lagi siap kan sausnya, " kata delia ia membuka botol saus dan ia letakkan dalam 2 mangkok untuk nanti dicocol.
" ohhh, ini ikannya yaa ?"
" ia mba, mau dibakar kata bunda"
" ka zia engga kesini ?"sahut fikri tiba tiba muncul. keduanya pun terkejut dengan cepat mereka menoleh melihat fikri bersandar pada tembok. " Astagfirullahaladzim "
" A fikri kebiasaan " tegur mba wulan namun tak di respon fikri.
" kesini bi, sudah aku pinta kesini, mungkin di jalan " jawab delia membuang botol saus ketempat sampah.
" umi ?" kata fikri serius
" kenapa bi ? jawab delia
" aku menyuruh ust untuk haikal yang mengambil pesanan ust ismail, itu artinyaaa..." jawab fikri kemudian berlari keatas balkon.
" abiii hati hatiiii"
" kenapa si aa?"
" entah lah suka aneh mereka " sahut delia kemudian membawa mangkuk saus ke ruang keluarga.
" yeyy sausnya datanggg"
" horeeeee "
" silahkan dinikmati " kata delia menyuguhkan saus dan mba wulan membawa minuman dingin.
" ning lebih baik kamu keatas menyusul suamimu , ini satu mangkok kamu bawa dan bawalah beberapa makanan untuk kalian makan diatas " kata mba wulan dan membuat semuanya menatap delia aneh...
" tidak usah kak nanti kami akan turun "
" ada apa ?" tanya mamah.
" ada apa nak ?"
__ADS_1
" delia meminta ka zia untuk pulang dahulu mam bun, lalu tanpa sepengetahuan delia abi meminta haikal untuk kerumah, kalian pasti paham bagaimana suamiku " lirih delia membuat semuanya tertawa
" hahahahaha "
" hahahaha "
" sabar ya nak kamu menikah dengan anak bunda hahaha "
" yasudah delia keatas ya mam bunda,"
" yasudah kamu pergi temui suamimu, anak anak jangan diajak angin diatas "
" adeeeee jangan buat adik zayyan" kata kakia dengan muka mengejek
" naonnn ihh kak "
~~
Terlihat fikri tengah menanti kehadiran dua orang yang tengah mencintai itu dari atas balkon rumahnya, delia pun menghampiri sang suami dengan membawa cemilan dan minuman yang ia letakkan diatas meja.
" bii"
" kenapa dipantau bi ? ka zia tidak akan melakukan hal apapun bersama dengan haikal bii, " tanya deliaa ia memberanikan diri membuka suara dihadapan suami.
Fikri hanya diam ia memberikan ruang untuk sang istri mengeluarkan keluh kesahnyaa, ia ingin mengetahui apa yang dikatakan sang istri, jika itu benar ia akan menyetujuinya namun jika salah ia berhak meluruskannya.
" ka zia akan pulang ke depok setelah mamah selesai 40 hari bii, kuliah ka ziaa akan dimulai lagi bii engga jadi libur sebulan, aku punya ide bagaimana haikal dan ka ziaa kita tanyakan nanti saat keduanya sudah disini bi tentang keinginan mereka menikah ? harus di tekankan bi mau atau tidaknya kasihan ka zia tapi disisi lain ka zia tak ingin menikah kalau belum lulus ia mengejar sarjana dulu bii " kata deliaa.. fikro pun paham ia memberikan delia minuman dan ia pun menerimanya.
" sudah sayang atau ada lagi yang ingin kamu katakan ?" tanya fikrii sebelum ia menjawab pertanyaan sang istri.
" engga ada "
" oke, dengarkan aku wahai bidadariku, ya humairahkuh sejujurnya abi tak ingin memantau mereka dan tidak bermaksud menuduh kaka ipar melakukan hal macam macam dengan haikal, abi hanya mencobaa melihat sikap haikal disaat ada dan tidak adanya kitaa seperti apa, sayang abi hanya ingin melakukan yang terbaik demi ka zia karna kita tau abi dan bang erik yang menjadi pelindung ka ziaa mamah dan keluarga termasuk keluarga kita, walau dengan haikal sekalipun abi ingin melihat perubahan haikal seperti apa begitupun dengan zia ini semua demi ka zia... abi tak akan perduli walau haikal anak abi jika ia tak pantas dengan ka zia abi tidak akan mau menjadi perantaranya, sekalipun keduanya saling mencintai... percayalah ini semua demi ka ziaa. " kata fikri, membuat delia tersentuh , sejauh itu sang suami memikirkan nasib kakanya.
" sayang terimakasihh" lirih delia memeluk suaminya.
" sudah jangan menangis yu liat mereka"
Tak lama yang dinanti nanti pun muncul haikal terus berusaha mengajak ka zia berbicara namun ka ziaa tidak terlalu meresponnya, fikri yang memiliki mata sehat ia bisa melihat dengan jelas sikap dan gaya bahasa haikal berbeda dengan delia ia memakai soflens minus untuk melihat jarak jauh dan terkadang ia memakai kacamata.
" aku turun dahulu ya bii " kata delia meminta izin kepada suami saat sang kaka sudah mendekati kearah rumah.
__ADS_1
" iya sayang nanti abi menyusul "
Delia pun pergi namun fikri masih setia berdiri memandang putranya dari atas, ia terus memandanginya sampai haikal benar benar menyadari abi melihat kearahnya.
haikal terlihat sangat terkejut ia menggaruk tengkuk nya yang tak gatal dan mengusap wajahnya, fikri yang melihat hal itu sontak saja tersenyum dan menunjukkan beberapa gigi putihnya, ia memberikan kode haikal untuk masuk kerumah tanpa menunggunya diluar.
setelah memberikan arahan ia pun turun menemui sang istri.
~~
Kehangatan dan kebahagiaan terpancar dari dua keluarga yang saling dekat, tak ada perasaan canggung semenjak ka zia tiba, ia terus di teror oleh kaka kakanya untuk menceritakan keadaan pondok.
" ka zia ayo ceritaaa "
" ia sebentar , wah adaa cilung ini punya siapaa ? zia mau yahh " ucap ka zia saat melihat cilung yang disajikan diatas piring..kalian tau biasanya ka ziaa asal mengambil makanan tanpa menanyakan atau meminta izin namun kali ini sikapnya membuat keluarganya tercengang termasuk mamah dan kakia yang sejak tadi menatap ka zia..
" makan nak "
" punya delia "
" makan lah "
" tumben biasanya nyomot langsung, kepentok rotan gue rasa " celetuk kakiaa yang tercengang melihat sikap adiknya.
" Astagfirullah ka kia, ih kaka engga boleh gitu, "
" nyatanya gitu "
" ning delia kemana ya mah bunda ? eumm maksud zia , adikku " kata ka zia yang menanyakan keberadaan sang adik yang tak terlihat, walau baru beberapa hari di pondok ia bisa menyesuaikan keadaan hingga terbiasa.
" Adikmu disini kak " sahut delia yang menuruni anak tangga diikuti oleh fikri dibelakngnya. melihat keduanya datang hati ka ziaa sakit bukan karna kemesraan mereka namun karna banyaknya yang tak suka dengan pasangan ini, tapi pasangan suami istri ini sangat menyayangi dan baik kepada mereka yang sudah membenci memfitnah mengghibah, akan tetapi mereka selalu memberikan yang baik disaat keburukan menimpanya.
Dengan langkah cepat ka zia berlari kearah delia dan memeluknya dengan erat, pelukan adik kaka membuat semua pasang mata terharu bahkan mamah menitikkan airmata yang sangat dalam. delia membalas pelukkan sang kaka ia pasti tauu kakanya telah mengetahui dunia luar seperti apa khususnya di pondok entah itu dirinya atau orang lain yang mengidolakan haikal.
" Sabar ya kak, ingat balaslah kebaikan disaat orang memberikan keburukan, walau gak mudah tapi percayalah ridho Allah serta pertolongannya itu nyata " bisik delia di sela sela pelukkan mereka.
" udah jangan menangis ihhh, nanti cantiknya ilang , haikal gak sukaa dehhhh " goda deliaa membuat kazia menghentikan tangisnya dan membuat keluarga tertawa.
" dasar ka ziaaa "
Assalammualaikum
__ADS_1