
17:00Wib mereka sudah kembali kerumah Delia langsung membantu alisyah membersihkan tubuhnya yang penuh keringat, Karna waktu sudah menjelang maghrib delia tidak berlama lama memandikan sang anak yang terpenting adalah bersih.
" Kalian habis jalan jalan ya sampai pulang menjelang maghrib ini " tanya bunda yang baru saja bergabung dikamar alisyah.
" Iyah nek tadi aku mandi bola ya kan ummi " jawab alisyah sambil memakai baju yang telah disiapkan ummi tak lupa delia membantu memakaikan baju.
Telihat raut bahagia dari alisyah yang sehabis jalan jalan dengan orang tua mereka membuat hati bunda berbunga yang pasti bunda bersyukur atas apa yang telah di lalui cucu serta anak laki laki satu satunya. " Alhamdulillah yaallah engkau telah memberikan pasangan yang baik untuk anakku dan engkau memberikan ia ibu yang menyayangi cucuku seperti ibu kandungnya, atas kuasamu engkau mengubah hati alisyah agar menerima wanita yang menjadi ibunya " gumam bunda dalam hati sambil tersenyum menatap keduanya.
" Nek kenpa melamun " tanya alisyah sambil berteriak. karna sejak tadi ia memanggil neneknya namun tidak ada respon.
" Emmm sudah selsai nak hayoo atuhh kita mengobrol diluar " ucap bunda.
" Alisyah sayang jangan berteriak yah tidak baik teriak teriak sayangkuh, anak umi pinter yaa " ucap delia sambil menyisirkan rambut alisyah yang panjang.
" Biar bunda aja neng yang menyisirkan rambut alisyah, kamu bersih bersih dulu ya sudah mau maghrib neng, nanti kami menunggumu dibawah ya "
" Apa tidak apa apa bunda "
" Tidak sayang, ya kan alisyah ummi suruh mandi dulu yaa kan mau maghrib "
" Iyah nek, ummi ummi mandi dulu ya nanti kita main lagii "
" Oke deh anak cantikk, umi mandi dulu yaah " ucap delia sambil mengusap pipi anaknya, " Bunda delia mandi dulu yah " lanjut delia.
" Iyah nak "
Delia pun berlalu meninggalkan alisyah dan bunda ia langsung menuju pintu yang menjadi pembatas kamar fikri dan alisyah.
Kini delia sudah berada dikamarnya, Terlihat laki laki baru saja keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk yang ia lilitkan dipinggang. " Sayang sebentar aku ambilkan baju ya " ucap delia yang langsung membuka pintu lemari lalu mengambil baju dan lainnya untuk fikri.
" Terimakasih sayang " ucap fikri saat menerima pakaian dari sang istri.
" Sama sama yasudah aku mandi dulu ya bii" sahut delia yang kini sudah membawa baju untuknya.
" Alisyah sama siapa mii"
" Dengan bunda bii masih ada dikamar alisyah " sahut delia sebelum menutup pintu kamar mandi.
" Okeh temui aku disana ya "
Tak ada jawaban dari delia membuat fikri pergi kekamar alisyah hanya terdengar suara air yang berasal dari Kamar mandi.
At kamar alisyah
" Loh mau kemana " tanya fikri yang baru saja masuk kemar alisyah dan melihat anak dan bunda ingin membuka kenop pintu utama kamar alisyah.
" Ini nak bunda mau mengajak alisyah diluar sambil menunggu delia mandi "
" Kita Tunggu sini aja ya umi taunya kita disini "
" Yasudah lah " bunda pun duduk kembali di sofa yang berada di kamar alisyah diikuti alisyah yang sudah lebih dulu naik ketempat tidur.
" Abiii jadi kita kerumah mamahnya ummi"
" Jadi sayang nanti kita prepare ya sama ummi , alisyah nanti panggilnya nenek juga yaa "
" Kenapa nenek ? kan lisyah udah punya nenek ya nek "
Bunda dengan fikri pun saling menatap satu sama lain" Kan ummi delia sudah menjadi ummi nya alisyah jadi ibunya ummi harus dipanggil nenek sama alisyah kan alisyah anak ummi " ucap fikri.
"Yeyyy lisyah punya nenek 2 "
Kakia, Erik , Viola dan suster sudah tiba di rumah rezi zainal setelah mendapatkan kabar dari ka zia mereka tidak langsung datang terburu buru karna mas erik saat itu sedang tidur wulan pun tidak tega membangunkannya, terlebih Erik yang sangat lelah mengemudi mobil jarak jauh , karna lelahnya membuat erik tidak ikut makan dengan wulan ia memilih tidur dikasur.
" Assalamu'alaikum " ucap mereka yang saat ini menyelonong masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Waalaikumsalam kak kemana aja ko lama " jawab zia yang menghampiri mereka tak lupa zia dan kia saling berpelukan sebagai hal wajib saat mereka bertemu.
" Mas erik tidur tadi tuh dee jadi kaka engga langsung kesini, tapi sekarang gimana keadaan papah " ucap wulan yang langsung duduk di meja makan tanpa disuruh telebih dahulu karna ini rumah mamahnya jadi cuek saja untuk mereka.
" Papah sejak tadi belum keluar dari kamar ka, kalau mamah belanja bahan makanan sama bibi "
" Loh emang stok makanan engga ada de "
Zia yang kini duduk bersama kakanya pun meraih toples cemilan yang ada diatas meja dapur sedangkan Erik mengambil minuman yang berada di kulkas tak lupa ia mengambil eskrim untuk anaknya dan langsung bergabung dengan mereka" Ada cuma kan delia sama suaminya mau kesini besok jadi mamah belanja, kaka kaya gatau mamah aja kalau anaknya kumpul kaya apa " ucap ka zia.
"Loh mereka mau kesini emang kamu kabarin dia de " tanya Erik yang sejak tadi menyimak obrolan mereka.
" Aku engga kasih tau Mas, cuma sihh kata mamah emang waktunya mereka kesini kan sudah 3 hari bukan mereka menikah "
" Jangan dikasih tau de kamu tau kan delia gimana khawatir dia bisa ga peduli sama dirinya kalau menyangkut tentang orang lain " jelas kia sambil mengunyah ikut makan kripik kaca.
" Iyah bener kak lagi pula yang aku bilang aku ga enak sama suaminya "
" Ehh tapi yaa kaka pernah liat papah sembunyiin sesuatu dari kaka pas kaka keluar dari kamar kamu de yang mau masak masak " jelas kia yang mengingat sesuatu.
" Iyah jadi gini
\#Flashback on\#
Papah sedang apa " Tanya Kia yang baru saja keluar dari kamar zia tak sengaja melihat papah sedang duduk sambil membaca kertas yang berada diamplop
" Oh gapapa nak gapapa " kilah papah
" Papah yakin" tanya Kia penuh selidik.
" Iyah nak gapapa, oh ya kamu bantu mamah Sana nak kasihan "
" Papah gak lagi nutupin apapan sama kami kan pah "
" tidak sayang tidak."
__ADS_1
" Hmm baik lah papah Kia ke mamah dulu ya " ucap Kia
\#flashback off\#
" Kaka kenapa engga bilang " terkejut zia.
" Kaka mana tau dee ya bisa aja kan itu bukan apa apa"
" Iyah bener kata kakamu de bisa jadi itu bukan apa apa " sahut mas Erik.
" Kaka mau ke papah " tanya zia.
" Ayoo deh " Mereka langsung bergegas menuju kamar papah karna sudah penasaran dengan keadaan papah, Tak butuh lama mereka sudah masuk kedalam kamar papah dan duduk disisi tempat tidur papah dengan mas Erik yang berdiri.
" Pahhh " Lirih ka kia.
" Loh nak "
" Papah kenapa " tanya kia pelan.
" Papah engga apaa apaa nak papah hanya kecapean aja "
Seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan papah membuat kia tidak bisa lagi memendam rasa penasaran akan apa yang sedang disembunyikan papah biasa batin anak dengan orang tuanya sangat kuat." Papah engga lagi bohongin kita kan "
" Papah engga apa apa nak, kamu nginep " kilah papah.
" Iyah pah kami menginap sampai papah sembuh " ucap mas Erik yang mengusap punggung kia. Kia yang tidak bisa membendung air mata kini tak kuasa menangis di hadapan papah bahkan kia memeluk tubuh papahnya. Zia yang sudah menahan dan membantu papahnya tidur di kamar pun kini ikut menangis melihat papahnya sakit.
" Jangan menangis nak papah hanya kecapean "
" Ada apa ini" sahut mamah yang kini baru bergabung dengan mereka dengan heran melihat anaknya yang menangis namun kini mamah mengerti akan perasaan anaknya.
" Kakia ko disini " tanya mamah.
Saat namanya dipanggil kia pun mulai mendongakan kepalanya menghapus air matanya yang mengalir deras dipipi. ia berkata " Mamah kenapa sih kia engga dikabarin papah sakit " ucap kia yang kembali menangis.
__ADS_1
" Mamah.....