
Fikri dan delia panik manakala mereka hampir meninggalkan sholat ashar, sebenarnya waktu nya masih lama tapi karna kebiasaan mereka sholat tepat waktu, hal seperti ini membuat mereka lalai akan kewajiban sholat 5 waktu dan ini kali pertama mereka seperti ini.. bagaimana ia tidak menyesal.
Setelah salam mereka berdoa di pimpin a fikri , delia mencium tangan fikri dan fikri mencium kening delia " sayangg maafin kelakuan salsa yaa , jujur aku gak terima istriku di perlakukan seperti itu ,"
" gak apa apa bii setiap orang mempunyai sisi baik dan salsa punya akan hal itu jadi ikhlaskan dan maafkan lah," ucap deliaaa ia tidak mau mengambil pusing apalagi mempermasalahkan yang memang sudah terjadi
" sayang aku engga tau harus bilang apa lagi selain aku bersyukur memilikimu " ucap fikri ia mencium kening delia dengan penuh rasa kasih sayang.
" aku lebih bersyukur memilikimu " ucap delia keduanya pun berpelukkan. " oh ya umi dibawah sudah ada mba wulan dan anak anak , ada mas tyo juga " jelas fikri ia melipat sajadahnya.
" oh yaa, sudah lama kah bi ? " ucap delia ia melipat mukenanya.
" sudah 1 jam yang lalu kalau kata mba wulan , kamu turun duluan atau bareng ? "
" abi duluan aja , aku masih mau ngeringin rambut bii ehhehee"
" yaudah abi duluan yaa "
" iya sayang "
Disisi lain mba wulan tengah menikmati cemilan bersama tyo dan haikal mereka berbicara mengenai pernikahannya, asik berbicara fikri pun turun untuk bergabung dengan merekaa yang sebelumnya ia menghampiri anak gadisnya.
" Sayanggg" panggil fikri pada alisyah yang tengah menonton film kartun.
" abiiii " ucap alisyah ia memeluk fikri dan dibalas olehnya " sayanggg"
" abii abi kenapa lamaa , lisyah sudah menunggu lamaa disini " protes lisyah kepada abinya.
" abi ketiduran sayang, maafi abi ya nak " ucapnya merapihkan rambut alisyah
" huftt yasudah, abi jangan ke rumah ommah yaa aku tidak mau bertemu suster ituu"
" kalau kita tidak kerumah ommah bagaimana dengan aa zayyan nak ? "
" aa zayyan sama ommah aja , abi umi disini sama alisyah "
" alisyah sayaang" panggil deliaa ia menghampiri putrinya itu yang tengah mengeluarkan keluh kesahnya. entah dari mana datangnya delia tiba tiba ia sudah berada di belakang suaminya.
" umiii umi bilang sama abi yaaa jangan kerumah ommah , lisyah ga suka sama suster " ucap alisyah ia meminta pembelaan pada uminya.
" sayang , alisyah anak pinter , aa zayyan kan dirumah ommah kalau kita tidak pulang kasihan aa zayyan nak, aa zayyan juga anak abi umi sama seperti alisyah, aa pun sama ingin dekat dengan abi umi seperti alisyah, kalian berdua anak umi dan abi jadi dua duanya harus mendapatkan kasih sayang abi umi , kita pulang yaa nanti malam " ucap delia ia memberikan pengertian kepada anak gadisnya yang masih belum paham akan kehadiran adik nya.
Wulan tyo haikal mereka meninggalkan obrolannya demi melihat alisyah yang kian merajuk , ia tidak ingin pulang karna tidak mai bertemu suster. hal itu membuat fikri pusing, ia tidak ingin lama lama meninggalkan putranya yang mana zayyan butuh perawatan khusus sedangkan keduanya adalah anak mereka.
" pokoknya alisyah tidak mau pulang ke ommah " ucap alisyah ia pun menjadi emosi.
" lisyah kalau lisyah gak mau ikut dengan abi umi ke oommah berati alisyah sama mamah ceuceu dan papah tyo aja yaaa " ucap wulan mencoba membujuk keponakannya yang kini berkaca kaca.
" lisyah mau sama abi umiii huaaaaaaaaa hiksss " tangis alisyah pecah buru buru delia memeluknya memberikan ketenangan kepada aanak gadisnya.
" cupss cupsss cuppsss sayang umi,, abi gimana ? " tanya delia kepada suaminya.
fikri pun melepaskan hembusan nafas nya dengan kasar ia sangat pusing keduanya adalah anak kandungnya ia tidak ingin memihak satu dengan lainnya " nanti coba dibujuk lagi siapa tau mau " jawab fikri ia pun berjalan keruang tamu untuk mengobrol dengan haikal.
" emang kenapa sih teh kok bisa begini ? "
delia mencoba menjelaskannya kepada mamah ceuceu tentang anaknya , mba wulan pun langsung paham ia juga tidak ingin bertemu dengan suster sialan itu " atuh da mba juga gamau kalau harus bertemu suster " ucap wulan mereka pun melanjutkan obrolannya di ruang tamu dan meninggalkan alisyah bersama raka alya yang kini sudah tenang.
Sesampainya di ruang keluarga delia meletakkan minuman dan beberapa cemilan di atas mejaa " jadi gimana haikal coba jelasin "ucap fikri sambil membuka kaleng minuman coffe .
" abi haikal minta maaf bukan ingin membuat jelek nama pesantren, haikal pun tidak tau kalau akhirnya seperti ini , haikal bener bener minta maaf abii haikal tidak mengetahui" ucap haikal ia meletakkan tangannya di lutut fikri dan bersungkem kepada abinya.
" yaaa mau bagaimana semua sudah terjadi sekarang gunakan masa hukuman kamu dengan baik dan hapalan 5 juz yang akan kamu stor ke ust ismail. "
" sekali lagi maafin haikal abi umi , ning wulan , " haikal pun mulai menceritakan permasalahannya yang adaa dengan wulan tyo yang ikut mendengarkan.
" ah gila itu mah salah heru lah lagi kepedean banget jadi laki laki emang si zia mau sama heru kan engga , bukan cinta yang di dapat malah dikeluarkan " sahut mas tyo yang mendengar cerita heru
__ADS_1
" sayang ga boleh gtu " ucap mba wulan yang memang omongan tyo ada benarnya.
" atuh daa denger sendiri kan yangg, aku yang laki laki aja merasa maluu "
" terus kamu dapet hukuman berapa lama ? "
" sebulan dan hapalan 5 juz " kata haikal , ucapan haikal membuat wulan tyo menoleh ke fikri yang sepertinya tak perduli dengan tatapan kaka kakanya itu.
" sama anak sendiri dihukum juga "
" ehh tapi gapapa mihh , lumayan 1 bulan honeymoon " celetuk tyo dan diacungi jempol oleh fikri. " dih aa otaknyaa yaaa " protes wulan kepada adiknya itu.
" setidaknya aku bersikap adil mbaa, walau anak hukuman tetap hukuman hahaa" kilah fikri dengan sedikit tertawa
" dasarrrr itu rambut basah abis ngapain heummm ? " celetuk wulan mengacak acak rambut fikri
" kaya gatau ajaa " jawab tyo menimpali.
" bentar lagi launching adenya zayyan dah ini mah , makin cemburuan dah anak guee " ucap wulan yang ia sebut anak gue adalah alisyah.
" ihh jangan dulu mbaa " jawab deliaa meletakkan ponselnya.
" hahaha "
" abi kata ka zia tempat catringnya meminta pilih menu hari ini bii, tapi zia ga bisa karna ads tenda datang " jelas delia setelah tadi ia membaca pesan ka zia.
" gak kelamaan tenda datang hari ini ? "
" katanya lagi banyak pesenan , zia di duluin karna temannya kia " jawab deliaa.
" yaudah abi hubungi pihak catring untuk besok datang , " ucap fikri ia meraih ponselnya untuk memberikan kabar kalau pilih menu dilakukan besok sajaa.
" kenapa gak sekarang ? " tanya wulan.
" engga keburu kak , jarak bandung depok lumayan lama , kita harus membujuk alisyah juga untuk pulang yang entah kapan ia mau pulang , lia sudah mengabari mamah mungkin akan malam atau besok pagi.. " jelas deliaa kepada kaka iparnya itu.
Delia sedang menyiapi makanan untuk mereka makan sedangkan wulan ia sedang membujuk alisyah agar mau ikut dengan umi abinya ke depok.
" umiiii umiiii umiii " teriak alisyah ia berlari ke dapur untuk menemui uminya.
" alisyah pelan pelan jalannys " ucap wulan sedikit berteriak
" alisyahh ada apa nak " kata delia ssat alisyah berada di hadapannya ia melihat ke arah mba wulan yang mengacungkan ibu jari kearahnya.
" umi ayo kita pulang ke ommah , umii ayoo cepattt" ucap alisyah ia menarik baju delia , yang hendak meletakkan lauk diatas meja.
" aduh... etttt... ssyang.. ia nak umi letakkan piring dulu yaa sayang " ucap delia dan alisyah pun mengerti.
" umi ayooo "
" lisyah ada apa sayang ? bukannya lisyah tidak mau kerumah ommah ? " tanya deliaaa ia sedikit berjongkok untuk menyamakan tubuh anaknya.
" noo umii.. itu tadi sekarang kita harus pulang zayyan sedang dalam gawat umii " ucap alisyah dengan bahasa anak dewasa. membuat iaa menjadi tua dengan tangan kanan iaa acungkan dan tangan kiri berada di pinggang.
delia yang melihatnya menjadi terheran bahkan senyum senyum dengan tingkah kocak alisyah. " waduhhh.. gawat bagaimana nak ? " ucap delia menimpali.
" umi tidak bisa bicara sekarang ayo kita pulangg "
" umi tidak akan mengerti sayang apa yang gawat ? boleh jelaskan dahulu sayang setelah ini kita akan pulang "
" umi zayyan disana tidak ada yang menjaga, artinya zayyan gawat umi, disana ada suster jahat kalau dia gendong zayyan nanti aa di apa apain ncuss... umi abi kan tidak tau... ayooumii pulang " rengek alisyah menarik baju uminya dan delia mau tidak mau mengikuti kemana alisyah membawanya.
Wulam tyo haikal hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan alisyah hingga fikri datang menghampiri anak istrinya " ada apa ini ? lisyah kenapa uminya di tarik ? " tanya fikri yang mencoba melepaskan istrinya.
" abii ayo pulangg ke depok cepat zayyan gawat " ucap alisyah panik sedangkan fikri iaa percaya aja membuat deliaa menepuk pundak suaminya " kamu ini , zayyan aman sayang "
" lalu ? "
__ADS_1
" mba wulan " ucap delia dan fikri pun sudah paham dengan cepat ia menggendong alisyah dan membawanya ke wulan , disana wulan tengah tertawa melihat kelakuan alisyah.
" hahahaaa "
" mbaa ko gtu sihh ngasih pemahamannya " kata fikri yang tidak menyukai pemahaman yang diberikan oleh mba wulan .
" udah gapapa sekali kali dari pada gamau pulang dan kalian ribett sendiri " jawab wulan tak mau kalah.
" tapi gak harus menjelekkan seseorang mbaa ihh " protes fikri yang masih tak terima.
" sesekali "
" mbaaa ta... tapii" belum sempat fikri berprotes kepada mba wulan , alisyah lebih dulu merengek dalam gendongan fikri hampir saja ia terjatuh.
" abiii ayooo makan duluuu terus pulangg cepatttt nanti kalau zayaan kenapa napa abi tanggung jawab periksa zayyan " protes alisyah membuat fikri tak sukaaaa
" mbaa kannnnnn " sahut fikri kepada mba wulan yang menahan senyumnya
" udah kita makan terus siap siap kalian ke depok mba mau pulang " ucap wulan ia bangkit menuju meja makan.
" makan dulu yaa mbaaa jangan pulang " kata deliaa
" iya lah rugi gak makan " jawab wulan ia pun merangkul pinggang delia... " wangi sampo rambutnyaaa hayooo" ledek wulan membuat deliaa malu
" sudah fik kaya gak tau mba ajaa " ucap tyo ia menyusul istrinya di meja makan.
Setelah makan wulan tyo dan kedua anaknya berpamitan pulang, sedangkan fikri ia bersiap siap ganti pakaian untuk ke depok karna tugas nya di bandung telah selesai. jam menunjukkan pukul 17:56 WIB mereka pun memutuskan berangkat ba'da maghrib.
" haiakal kamu yakin tidak ingin ikut abi ke depok sekarang ? " tanya fikri setelah mereka sholat maghrib berjamaah.
" engga abi haikal bareng dengan abah bunda hari kamis " jawab haikal
" yasudah kamu dirumah baik baik ya, jangan macam macam abi bisa tau kal , jangan begadang , walau kamu di hukum tetap kerjakan tugasmu," tegas fikri kepada anak bujangnya.
" iya abi , abi kalau azam ingin menginap disini boleh kah ? "
" boleh jangan mabuk , ingat jangan macam macam haikal " tegas fikri lagi, disatu sisi ia percaya tapi disisi lain ia tak percaya melepas anak bujangnya.
" iya abi haikal akan jadi anak baik"
Asik mengobrol delia pun turun dari lantai dua dengan pakaian favoritnya abaya hitam, dengan tas slempang berada di bahunya. mereka tidak membawa barang barang banyak karna yang di koper masih banyak yang belum ia pakai. hanya saja delia membawa cemilan yang ada di kulkas untuk anaknyaa menikmati selama perjalanan.
" sayang ayoo " ucap deliaa
" yasudah haikal abi umi pamit yaaa kamu hati hati " kata deliaaa.
" oh ya kalau mau makan makan aja, itu di kulkas kalau haikal mau ambil saja jangan sungkan " kata delia lagi sebelum ia menyusul suaminya.
" ia umii "
" abi sudah titipkan uang nak ? " tanya delia
" sudah umi cass 3 juta untuk sampai hari kamis "
" yasudah , sesrahan dari depok aja nanti umi letakkan di produksi disana ada rumah untuk biasa umi menginap "
" iya umi terimakasih banyak "
" sama sama "
" sayangggg " ucap fikri sedikit berteriak , tak lama delia pun keluar dan haikal berdiri di depan pintu, delia masuk kedalam mobil dan tak lama mobil pun keluar dari garasi rumah fikri.
" Asssalammualaikum" ucap fikri delia.
" waalaikumussalam dahh hati hati " jawab haikal.
TIN... TINNNN (klakson mobil setelah ini mobil benar benar meninggalkan kediaman rumahnya )
__ADS_1