
#FLASHBACK ON#
" Ada apa salsa " tanya Bibi Nadia yang saat ini sedang melakukan panggilan video call dengan salsa.
" Jadi seperti ini Bi, Aa kan ingin menikah dengan wanita yang katanya Abah dengan bunda bahkan ommah juga mengenalnya" jelas salsa.
" Alhamdulillah atuh, jika masuk kriteria keluarga kita mah gamasalah atuh salsa " jawab Bibi Nadia.
" Iyah yang jadi permasalahan tuh istrinya seumuran aku lah Yaa bi kurang lebih engga sampai 24 kalau salsa liat wajahnya" jelas salsa lagi, salsa yang tidak terima dibentak mencoba menghasut Bibi nadia.
" Apa sal? nanti gimana dengan pernikahan fikri terlalu kecil jika mempunyai istri anak anak, tidak dewasa dll apa fikri tidak ingin dengan usia 25 lah? tanya Bibi Nadia
" Entahlah bi aku juga bingung ya aku sih terserah Bibi ingin bagaimana, aku takutnya dia enak enak kan makan uang aa fikri secara masih muda nanti aa di bikin beban" ucap salsa
" Sudah biarkan ia menikah nanti kita lihat " jelas bibi Nadia yang sepertinya menyimpan sesuatu
#flashback off#
"Ya udah coba Bibi liat a " ucap Bibi Nadia lembut.
" Ini bi " sahut fikri sambil menunjukan delia kepada Bibi.
" Oh ya udah Bibi kenal "
" Bibi aduh yaallah bikin heboh seisi rumah aja " ucap firki sambil mengelus dada, namun dibalik ucapan Bibi Nadia menyimpan banyak pertanyaan untuk fikri, semudah itu Bibi berubah.
Saat Bibi hendak keluar ruangan ia memberikan pesan" Hati hati orang terdekat" yang fikri tidak mengetahui apa yang di katakan Bibi Nadia.
" Ommah " panggil bunda.
"Ommah tidak apa apa neng, tolong panggilkan suamimu untuk menemani fikri "
" Abah sedang di pesantren ommah, sepertinya nanti sore akan kembali " ucap bunda.
__ADS_1
" Neng ommah ingin istirahat tolong jangan Ada yang masuk ya neng " ucap ommah
" Baiklah ommah neng permisi keluar nya ommah " sahut bunda yang kini keluar ruangan.
" Iya neng "
" Loh nadia sedang apaa dari ruangan fikri " Tanya bunda saat berpapasan dengan nadia yang baru saja keluar dari ruangan fikri.
" Tidak apaa apa , cantik menantumu jaga dia dan lindungi dia " Ucap bibi nadia yang langsung berlalu.
" Aneh " Gumam bunda yang terus memperhatikan bibi nadia hingga tepukan dipundak membuat bunda terkejut.
" Astagfirullah "
" Bunda sedang apa" ucap wulan yang kini ikut melihat ke arah lain. rupanya yang menepuk pundak bunda adalah wulan.
" Alisyah sedang bermain tadi menangis ingin dengan Aa tapi sekarang sedang bermain" jelas wulan.
" Oh yasudah ayu atuh beberes "
merekapun merapihkan semuanya dari seserahan hingga hal lainnya.
@@@@@
Waktu berlalu begitu cepat tak terasa waktu sholat ashar pun tiba, suara adzan terdengar dimana mana pertanda waktu sholat tiba, membuat semua orang yang sedang beraktivitas berhenti untuk melaksanakan sholat. Tak terkecuali keluarga delia yang sedang bersiap siap untuk melaksanakan sholat berjamaah sebelum mereka berangkat ke bandung sehabis sholat.
" Delia ayo atuh sholat " Ucap mamah yang tengah menghampiri putrinya.
" Ayo mah"
" Semua sudah kumpul dibawah nak Ayo kita sholat nanti kita berdoa selanjutnya kita akan berangkat ke bandung sayang " ucap mamah sambil menuntun putrinya untuk menuju ruangan yang di sulap menjadi aula.
" Iyah mamah Delia siap "
Tak butuh waktu lama sholat pun dimulai dengan papah menjadi imam sholat. Setelah mereka melaksanakan sholat tidak lupa mereka berdoa terlebih dahulu untuk dimudahkan perjalanan serta pernikahan yang akan di laksanakan esok.
__ADS_1
Setelah berdoa mereka pun bersiap siap untuk melakukan perjalanan ke Kota bandung.
" Mas Erik ikut " tanya zia yang sebenarnya meledek.
" Ikut lah "
" Kemarin waktu ke bandung bilang engga ikut eh taunya ikut " ucap zia pada mas Erik yang membuat mamah dan papah menegur.
" Sayang tidak boleh seperti itu "
" Kamu ini nak berbicara jangan seperti itu malu ihs "
" Iyah papah mamah maaf in aku, mas Erik kita bercanda ya kan kita suka bercanda "
" Iyah ziaaaaa"
" Ya udah ayu berangkat, yang lain menyusul langsung ke rumah tante" ucap papah sambil mengatur dan mengecek kembali ada atau tidak yang tertinggal.
" Komplit pak "
Saat semua sudah pasti tak ada yang tertinggal papah dan lainnya memutuskan untuk masuk ke dalam mobil yang telah di siapkan.
Mereka tidak menggunakan pakaian bagus untuk ke bandung hanya menggunakan pakaian sederhana karna mereka mengetahui bahwa esok acaranya dan esok yang akan cantik sekarang menggunakan pakaian seadanya saja. Berbeda dengan Delia yang menggunakan pakaian hitam gamis dari ujung kepala hingga kaki yang terlihat hanya telapak tangan dan mata.
Tidak terlihat ingin menyelenggarakan acara pernikahan atau menghadiri acara besan mereka terlihat ingin jalan jalan karna terlihat dari pakaiannya.
" Bismillah berangkat "
Mereka pun berangkat menuju bandung. papah sengaja menggunakan mobil yang berukuran besar untuk memboyong keluarga inti nya terlebih ia jadi mudah untuk menggantikan membawa kendaraan dengan mas erik.
" Delia kenapa tertawa" tanya Kia yang sejak tadi memperhatikan Delia yang asik dengan ponselnya.
" Delia ikut grup novel favorit Delia kak terus mereka komen komen lucu deh bikin Delia tertawa" jelas Delia pada ka Kia.
" Loh siapa nak "
" Temen Delia di grup novel mah, anaknya baik Delia juga nyaman sama mereka "
" Cewek atau cowok?? berapa orang nak? tanya papah yang kini penasaran terhadap gadis kecilnya yang sebentar lagi akan menikah.
" Campur pah, lumayan banyak pah hehehe tapi teman dekat Delia belum punya" ucap Delia yang ingin menjelaskan takut papahnya berprasangka buruk.
__ADS_1