
" Aaaaaaa delia ragu pah mah delia ragu kalau nanti tidak bisa menjadi istri yang baik ibu yang baik"ucap delia sambil menangis.
" Cupp sayanggg" peluk delia
" Dengarkan papah nak, papah tau kamu saat ini lemah kamu saat ini bimbang tapi kamu jangan goyah nak, kamu tenang ya Karna suamimu adalah laki laki baik begitupun keluarga nya , papah yakin kamu bahagia, dan papah pinta kamu yang sabar ya, kamu liat tuh mamah dia menangis sayang " ucap papah sambil menunjuk mamah yang sedang menangis.
" Pah biar kan Kia sama zia menemaninya" ucap kia yang ikut merasakan apa yang dirasaksn delia.
" Baik lah nak papah dengan mamah keluar ya kamu jangan berfikir macam macam jika mereka menyakitimu ingat papah tidak akan tinggal diam " Tegas papah sambil mengusap kepala delia. " papah tinggal keluar ya nak kamu dengan kaka kakakmu" lanjut papah sambil berjalan keluar.
" Mamah tau kamu wanita hebat nak semangat " ucap mamah yang mengusap kepala delia dan "CUPP" mencium delia dan langsung berlalu pergi.
" Dee" ucap kedua kaka yang langsung duduk disamping delia.
" Ka maaf bukan aku ingin membuat malu tapi delia hanya ingin mengatakan apa yang dirasaksn delia delia bimbang delia minta saran dari kaka mamah papah yang sudah menikah" ucap delia sambil menangis.
" De kaka mengerti perasaanmu saat ini, kaka juga tau betul apa yang kamu rasain karna kaka pernah Ada diposisimu, yang kaka lakuin adalah kaka harus tanggung jawab dengan keputusan kaka, jika kaka batalin tentu membuat malu keluarga besar, ini tuh ujian untukmu sayang, sudah sekarang kita beresin baju untuk besok hari pernikahan kamu de,, coba liat kalau seandainya kamu batalin dengan keluarga yang baik taat agama, paling dihormati,bagaimana wajah keluarga kita begitupun keluarga nya jangan sampai hubungan itu rusak nak " jelas kakia sambil memeluk adik nya.
" Bener apa kata ka kia, mungkin aku gatau apa yang di rasa kaka dengan delia tapi aku juga merasakan kebimbangan itu de.. tapi jujur dalam hati kami tidak bermaksud mengusirmu sayang kamu mau datang mau tinggal disini gapapa tapi suamimu adalah imammu. banyak loh yang di luar sana ingin menikah dengan suamimu kamu adalah satu satu nya wanita beruntung" ucap kazia yang ikut memeluk adik nya.
" Astagfirullah Astagfirullah Astagfirullah kaka maafin aku aku terlalu egois mengikuti kesedihan yang aku rasain, yaallah maafin aku "
" Sudah sudah ini tinggal berapa jam lagi loh menuju pernikahan kamu besok adalah waktu nya kamu menikah, kemasi barang barang mu yang ingin di bawa, nantI kita juga akan mengemasi barang barang untuk kita disana. " ucap kakia
" Kakak setelah aku menikah kaka tetap menjadi kaka aku Yaa yang selalu mendukungku"Ucap delia sambil memeluk kedua kaka nya.
" Tergantung" ucap zia dan peluk an itu terlepas.
" Tergantung bagaimana karakter suamimu"tawa zia
" Hahahhaahah tenang aja de kita akan seperti itu tanpa kamu minta" ucap ka kia yang ikut tertawa.
Mereka pun tertawa sambil membantu delia membereskan pakaian karna nanti abis ashar mereka pergi ke bandung
@@@@
"Yaallah cucu cicit ommah " ucap ommah saat fikri dan alisyah datang menemui nya.
"Ommah apa kabarnya ? sudah makan? "Tanya fikri yang langsung di peluk ommah.
" Alhamdulillah sudah nak, kamu yang bener sama istri mu ya jangan sakitin dia karna dia cucu dari sahabat keluarga kita yang sudah seperti keluarga persahabatan mereka pasti kamu tau kan? " ucap ommah.
" Iyah ommah doain fikri bahagia dan ini yang terbaik untuk fikri walau usia masih muda tapi dia dewasa serta keibuan lebih lagi dia lulusan pondok " jelas fikri.
"Umur tidak masalah selagi dia taat padamu dan ber tanggung jawab akan kamu dan alisyah ommah tidak apa apa yang pasti dia jadi cucu mantu kesayangan ommah, ya alisyah mau punya mamah baru ya " jelas ommah yang langsung Bertanya pada alisyah
__ADS_1
" Iyah ommah. "
"Masih muda apa dia bisa menjadi wanita seutuhnya,terlebih berapa usia dia? " Sahut Nadia sambil menyelonong masuk.
" Astagfirullah Nadia kamu ini kenapa masuk kamar itu ketuk pintu dahulu, utamakan adab diatas ilmu " ucap ommah yang sudah cape dengan tingkah Nadia.
" Ommah sudah sudah,omma istirahat ya biarkan fikri yang berbicara dengan bibi Nadia, omma istirahat iya ditemani dengan Alisyah " Ucap fikri pada omma sambil membantu ommah untuk tiduran.
" ya memang benar kan harusnya kita tau dulu " ucap Nadia yang mulai menaikkan nada bicara
Alisyah yang masih teringat kejadian Alisyah dengan salsa pun membuat iya trauma.hingga ia berkata dengan suara lemah "Abi Alisyah takut "sahut lisyah dengan gemeteran.
Fikri yang menyadari ada alisyah pun langsung memberikan kode untuk alisyah pergi dari kamar itu, tanpa banyak ber tanya alisyah yang mengerti berushaa untuk lari sambil berteriak memanggil neneknya untuk meminta perlindungan.
" Nekkkkkk"
" Nenekkkk"
" Bibi Nadia Mari kita bicarakan di ruangan fikri ya sebentar lagi fikri akan kesana Bibi tunggu fikri ya " ucap fikri pada bibi nadia.
" Baiklah sampai Bibi tunggu 3 menit tidak datang Bibi akan membatalkan pernikahan kamu" Sahut Nadia sambil berlalu
" NADIAAAA" TEGAS ommah.
" Astagfirullah, lindungi pernikahan kami yaallah "
" Apa ommah tidak apa apa " tanya fikri yang lebih khawatir.
" Ommah tidak apa apa cepat susulin"perintah ommah.
" Tapi ommah"ucap fikri yang terpotong.
" Fikri cepatt"
" Baiklah fikri pergi dulu ommah "
" Dari tadi fikrI yaallah "
----
" nekkkk "
"Nenek" Teriak alisyah yang mencari nenek.
" Ada apa alisyah " tanya mamah ceuceu.
__ADS_1
" Ada apa alisyah"
" Nek nenek nenek dimana nekk"
" Ada apa anak cantik hey "
Semua yang berada di rumah itu heboh dengan alisyah yang teriak teriak memanggil bunda(neneknya). Tanpa mereka tau bunda tengah berada dalam toilet.
" Nekkkkkk".
" Ad apaa Ada apa Ada apa cantik " Panik bunda yang melihat cucunya teriak memanggil diri nya.
" Nenek abi " Panik alisyah dengan rasa ketakutan. semua orang pun berkumpul dengan alisyah berada ditengah tengah mereka
" Tenang sayang bicara baik baik " ucap bunda.
" ommah dimarahin sama ibu Nadia karna ibu Nadia marahin abi " ucap alisyah polos karna yang alisyah tau nada tinggi itu marah. alisyah berucap sambil ketakutan.
" Astagfirullah Nadia kebiasaan " Panik bunda langsung menyusul kekamar yang diisi ommah.
" Alisyah sama mamah ceuceu iyah" ucap wulan sambil memeluk lisyah memberikan rasa tenang .
" Lisyah takutt mah "
" Cupp jangan takut sayang, nenek sedang menyusul abi dan ommah "ucap wulan memeluk lisyah.
-----
At ruangan kerja fikri
" Jelaskan dan berikan foto nya " ucap Nadia yang tengah emosi.
" Bibi tenang dulu fikri akan memberikan foto nya" jawab fikri santai.
" cepat fikri " TEGAS Nadia.
" Bibi tenang dulu dengerin fikri dulu "
" Tidak butuh penjelasan "TEGAS Nadia.
Fikri yang belum melihat Bibi Nadia tenang pun masih enggan memberikan foto delia karna Bibi Nadia yang emosional jutek bahkan menyakiti orang jika berbicara seakan ia merasa hebat dan terhormat apalagi jika Ada keluarga baru.
#Flashback ON#
" Bi Bibi aku mau cerita" ucap salsa pada bibi Nadia.
__ADS_1
" Ada apa salsa "
" Jadi seperti ini bi.....