
mereka kehilangan jejak para pelaku namun warga daerah setempat berusaha untuk membantu mereka mencari pelaku.
" buset jauh banget njir, lu pada ngapain disini jauh dari pesantren " kata azam yang baru saja bertemu dengan mereka, sekitar 1 km dari pesantren.
" lu ngapain kesini, rumah abi gak ada yang jaga " sahut haikal sewot.
" tau lu"
" dih, gue kesini disuruh abi , kalian disuruh pulang" kata azam
" ngapain ?"
" kalian aja gue belum puas belum ada yang ketangkep " kata haikal membara, entah kenapa haikal lebih emosi jika ada hal hal buruk yang mengganggu keluarganya.
" kall..kall.kall" ucap temannya menahan haikal untuk tak mengejar pelaku.
" cih kalll, lu dengerin gue kita balik sekarang, abi nungguin , lu mau kena ocehan ? tegur dika.
" ta...tapp"
" kalian semua kembali saja temui abi kalian, biar nanti kami semua yang akan mencari keberadaan maling semampu dan sebisa kami , " sahut warga yang tak sengaja mendengarkan percakapan mereka.
" yang bener pak ?
" yaAllah pak terimakasih banyak pakkk, "
" sama sama, kalian cepat pergi "
" Assalammualaikum pak "
" waalaikumussalam , hati hati nak "
" baik pak"
Semua pengurus santri pergi meninggalkan warga yang tengah berkumpul, mereka melakukan ini senantiasa ingin membalas kebaikan gus fikri karna tanpa sepengetahuann kita gus fikri telah melakukan hal baik yang mana kita gak mengetahui.
" Lu bisa temuin kita disini zam ?"tanya dika yang masih heran melihat azam berada bersama mereka.
" cih bukan azam namanya kalau gak rewel mulutnya" celetuk heru.
" eh iya yaa baru inget gue"
" dasar telmi, kalau didepan anak santri aja sok tegar giliran di luar kek kerupuk disiram air"
" melempem" sahut azam.
"hahahahhaa " tawa mereka.
" njirr terus aja bully hayati " sahut dika yang merasa di pojokkan.
" zam dirumah ada siapaa emang?" tanya haikal.
" ada abi umi sih tadi tapi gatau sekarang mungkin ada yang lainnya " sahut azam.
" guys lari yuu siapa yang sampai belakangan dia yang traktir " sahut haikal tiba tiba.
" ayoooo"
__ADS_1
1
2
3
" Lariiiiiiiiiiii"
***
Didalam rumah singgah hanya ada istri ust ismail dan istri ust ilham. sedangkan yang lain mereka berada di asrama putri.
Delia terus berusaha memberikan zayyan asi dan lagi lagi zayyan menangis menolak untuk menyusu pada uminya.
" Zayyan sini sama umi nak" lirih delia namun lagi lagi zayyan menangis. "owekkkk..owekkkk..oaekk"
" berikan zayyan pada kami lagi ning" kata istri ust ilham. delia ia memberikan zayyan pada istri ust ilham ia sudah tak kuasa menahan tangis mengapa putrinya tak ingin bersama dirinya.
walau delia mempunyai iga jarang justru delia belum pandai mengendalikan itu semua, ia hanya bisa melihat makhluk ghaib tapi tidak mengatasinya, berulang kali dirinya meminta ditutup namun tidak bisa.
" ning sebaiknya buang asinya sedikit lalu ning berwudhu " ucap istri ust ismail.
" sudah ustdzah, sekalian saya mandi, namun zayyan mengapa ia tak mau menyusu padaku, padahal zayyan belum minum asi" lirih delia. dengan cepat ia mengambil ponselnya menghubungi sang suami.
" Ya Allah Abi gak bawa ponsel" lirih delia mengambil ponsel fikri.
" ustadzah bagaimana ini Abi tidak membawa ponsel " kata delia pada istri istri ustad.
sedangkan zayyan ia anteng berada di gendongan istri ust ilham, delia ingin sekali menggendong putranya namun lagi lagi putranya menangis jika ia gendong, alhasil delia mengalah membiarkan zayyan digendong oleh ustadzah.
Suara Murotal Alquran selalu delia lantunkan untuk kedua putrinya , alisyah terbiasa mendengarkan murotal Alquran sejak usia dini.
***
Pihak polisi sudah tiba di TKP kediaman fikri, ia langsung menindak lanjuti menyelidiki kejadian yang ada, Anak santri pun sudah tiba di kediaman abi fikri karna mereka diminta menjelaskan perkaranya.
" Jadi seperti ini pakk pas saya dan teman teman mendengar bunyi benda jatoh kami menyelidiki taunya rumah Abi kami yang dibobol , tapi ada barang bukti yang mereka tinggalkan , belum ada disentuh sama kami" kata haikal menjelaskan permasalahan.
pak polisi mengerahkan anjing pelacak untuk menyelidiki kasus dirumah fikri itu, awalnya ia tak setuju menggunakan anjing tapi atas dasar memberikan efek jera kepada pelaku ia terpaksa mengerahkan anjing pelacak dan rekaman cctv kepada pak polisi.
3 jam berlalu akhirnya selesai juga, pak polisi kembali bertugas untuk penyelidikan lebih lanjut. baik fikri dan para ustad mereka kembali ke pesantren karna waktu sudah hampir subuh.para pengurus pesantren mereka memilih tinggal di rumah abi nya lwat pintu samping.
" ini rumah gede amat ya " sahut heru.
" ya wajar sihhh ubinnya aja dingin kek lantai masjid " celetuk dika.
" eh kita mau tidur dimana ? "
" disini aja di ruang keluarga jangan di kamar gak sopan" sahut haikal ia duduk di kursi yang sudah ada disana.
" mabar kuy mabar "
" kuyy"
" dika jangan lupa traktir di mak siti " kata heru bersuara. mak siti ialah penjual gorengan dan pecel di dekat pesantren.
" mana gue belum di kirim sama nyokap "
__ADS_1
" derita lu "
" anjir"
" yaudah gue yang traktir " sahut haikal tiba tiba.
" emang sohib gue haikal doang " sahut dika bangga ia menepuk pundak haikal.
" tapi jangan lupa diganti" celetuk haikal mampu membuat dika mendumel.
" mampus lo dik"
" hahahahaha "
" ga niat emang si haikal mah " sahut dika
" berisik"
cuma pengurus doang yang suka seenaknya tidur , seenaknya main hp tapi tau batasan. wkwkkwwkk
****
" Ning sepertinya zayyan sudah tertidur nyenyak, saya letakkan di stroller yah" kata istri ust ilham ia pun meletakkan zayyan ke dalam stroller.
" Terimakasih ustadzah sudah mau membantu saya menjaga zayyan" kata delia. kedua istri ustadpun menyahut bersamaan" sama sama ning"
" kalau begitu kami pamit permisi ya ning"
"ya ustdazah "
Bersamaan dengan ustadzah keluar fikri masuk kedalam " assalammualaikum " kata fikri.
" Waalaikumussalam " jawab mereka bersaamaan .
sikap santun dan hormat pun diberikan ustadzah ia menundukkan kepalanya sampai benar benar keluar dari rumah singgah.
" loh kenapa zayyan di stroller sayang"
"zayyan tidak mau menyusu padaku bii, sejak tadi kedatangan aku sampai saat ini zayyan belum mau menyusu" lirih delia ia mendorong stroller zayyan.
" kenapa ?"
" umi kurang tau bii"
" yasudah nanti kita tanyakan bunda yah, bunda dalam perjalanan kesini, untuk sementara berikan zayyan susu formula jangan sampai zayyan perutnya kosong" kata fikri ia kembali menggendong zayyan sedangkan delia ia membuat susu zayyan.
author@kenapa ga dari tadi sih lia bikin sufor ?
delia@ lupa author , saking panik
Author @ makannya jangan keluar malam lia.
delia@ reflex author.
fikri @ thor jangan marahin delia, dia gak salah apa apa , kasihan istri saya!
Author @ kasihan tuh author yang baca sedikit, yang komen sedikit, yang like sedikit huhuhuhu
__ADS_1
fikri delia@ sabar sesungguhnya Allah bersama orang orang yang sabar, Author selamat sudah 200 eps menceritakan perjalanan kami, tetap semangat ya thorr.
Author @ wahhh terimakasih banyak Gus dan Ning sudah banyak memberikan pelajaran buat kami😍 secepatnya akan tamat diganti dengan haikal😭