
Malam kian larut jam menunjukkan pukul 23:00 WIB acara tahlilan papah telah selesai sejak tadi dan mereka pasti sedang berisitirahat , berbeda dengan fikri ia setia menemani delia di ruangan rawat yang semula ia tempati, sejak kedatangan dokter memindahkan delia kekamar rawat fikri tak hentinya ia menatap wajah sang istri dikala ia terlelap dalam tidurnya.
Fikri juga manusia ia memiliki rasa lelah hingga tak sadar tertidur dalam sisi delia dengan posisi duduk di kursi. , padahal dipojok dekat pintu sudah disediakan sofa untuk fikri bisa beristirahat namun karna rasa lelah dan ia trauma takut istrinya tak sadar seperti beberapa waktu yang lalu, fikri memutuskan untuk berada disisinya walau sesekali ia mengecek kondisi delia dan ia kembali tertidur jika ia memastikan kondisi istrinya baik baik saja.
"Asstagfirullah " ucap fikri terkejud saat ia melihat delia duduk dengan rambut yang terurai dan menggendong bayi tapi ia melihat di sofa sedangkan di hadapannya ada delia. ia pun bangun dari duduknya sambil mengusap wajahnya. Dengan cepat fikri meminta perlindungan dari Allah swt dengan mebaca taawuz
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Setelah itu fikri membacakan surah pengusir jin yang sering diucapkan nabi, kemudian ia membaca surah Albaqarah serta ayat kursi. yang mana fikri hapal diluar kepala
Ia berjalan namun dengan cepat sosok wanita itu hilang dari pengelihatannya, fikri pun melanjutkan niatnya untuk mengambil air wudhu untuk ia melaksanakan sholat sunah tahajud , fikri sesekali menoleh kearah bed rumah sakit tempat delia terbaring , ia pun menoleh ke sofa tempat wanita mirip delia duduk.
Fikri masuk kedalam kamar mandi hatinya bertanya tanyaa tentang delia yang pindah kesofa dan melihatnya menggendong bayi.
Setelah membuang hajat kecil dan berwudhu fikri kembali keruangan delia ia mengambil sajadah namun saat ia ingin mengambil sajadah, mata fikri melihat ke arah bed rumah sakit kalau delia tengah tertidur lelap namun dimana bayi? dan siapa yang ia lihat?
" loh bukannya duduk disofa? terus putraku dimana " gumam fikri yang tak melihat ada inkubator disisi delia, ia juga belum memperlihatkan putranya pada sang istri. lalu siapa yang ia lihat ?
Dirasa ganjal fikri pun melihat ponselnya ternyata jam 03:00 , itu artinya waktu sholat tahajud tiba , setelah tadi sudah berwudhu fikri pun menjalankan ibadah sholat sunah tahajud, ia juga sudah merasakan bahwa yang ia lihat adalah penghuni kamar ini mungkin saja , atau penghuni rumah sakit ini, namun fikri tidak ingin mempermasalahkannya karna derajat setan dengan manusia lebih tinggi derajat manusia. ia pun menggelar sajadah membelakangi bed delia.
Fikri pun sudah siap dalam posisinya ia mulai melaksanakan sholat tahajud
Ushallii sunnatan tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla."
Allahuakbar, fikri melaksanakan sholat sunah tahajud dengan penuh khusyuk ia juga tak lupa berdoa setelah sholat tahajud yang mana doanya yaitu
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
Artinya:
"Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka."
Dalam hadis Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah SAW jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya:
__ADS_1
“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.
Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.
*****
Wajah bahagia terlihat dalam 2 keluarga ini, pasalnya sepagi ini mereka sudah berada di rumah sakit tepatnya diruangan delia. Fikri dan delia tidak henti hentinya bersyukur bahkan senyum kehangatan.
Sepagi ini para nenek dan kakek serta aunty aunty sudah memenuhi ruangan, Baby boy baru saja di kembalikan pada ibunya namun tetap dalam inkubator dan ini kali pertama delia melihat dengan jelas putranya.
" Assalammualaikum Anak umi, Ahlan wa sahlan nak" lirihnya mengelus jari tangan bayi,
" kamu pertama kali de liat" tanya kia yang aneh melihat delia. Anggukan adalah jawaban delia ,
" ibu bapa maaf ya jangan disentuh adiknya, karna masih dalam perawatan, kami hanya memberikan pada ibunya supaya dapat sentuhan ibu, karna tempat terbaik inkubator adalah pelukann ibu" kata suster berusaha memberikan pengertian kepada keluarga itu yang antusiasnya tinggi.
" ibu mau gendong" kata suster mengangkat baby boy kedalam pangkuan delia. Airmata mengalir deras saat delia mendekap buah hatinya, Antara sedih dan bahagiaa, ia sedih melihat bayi nya terlahir dalam kurang beberapa bulan dan ia bahagia karna bisa melahirkan anak laki laki impian Alm pak reno.
Fikri yang mendapatkan usapan oleh abahnya ia menghapus airmatanya dengan memegang pundak delia ia mengelus pundaknya.
" Abii" kata deliaa bergetar.
" ya sayang" sahut fikri menoleh kearah istrinya, zia yang mendapatkan moment langka ini dengan cepat ia mengabadikan keluarga kecil ini..
" de coba deh bersandar pada dada suamimu, sambil tersenyum" kata zia mengarahkan moment langka.
" nah oke " katanya lagi dengan cepat ia mengabadikan moment ini.
Cekrekkk
" bunda ikutttt "
"mamah jugaa"
"zia ga diajak siapa yang fotoin" protes zia dengan cepat ia meminta tolong suster untuk memfotokan mereka.
__ADS_1
" satu, dua tiga" ucap suster memfoto mereka ckrekkk.
" terimakasih sus "
" sama sama, saya permisi dulu ya, nanti jika sudah menentukan nama, tolong diisi disini yah" kata suster menjelaskan dimaana ia harus membubuhkan nama pada kertas.
" baik sus "
**
" A apakah kamu sudah memberikan nama ?"/ tanya abah saat ia menggendong cucunya
" sudah abah."
" katakan"
" muhammad zulfikar Alhabsyi " kat fikri dengan senyum bahagai.
abahpun menggendongnya dan mengarahkan tangannya ke kepala kemudian dibacakan
اَللَّهُمَّ فَقِّهُّ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ
Allahumma Faqqihhu Fiddin wa 'Allimhut-Takwil
Artinya:
Ya Allah, berilah kefahaman kepadanya dalam urusan agama dan ajarkanlah ilmu takwil (tafsir Al-Qur'an). setelah itu abah cium kepalanya.
Nama : Muhammad Zulfikar Alhabsyi.
tempat tanggal lahir, : depok, 10 september
Berat badan: 2,1 gram
panjang: 47.
nama ibu : Ny, delia anastasia azzahra.(20)
nama ayah : muhammad zulfikri (29)
__ADS_1