Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
memang seperti ini


__ADS_3

Sejak subuh tadi keluarga reno zainal begitu ramai bahkan mereka sibuk satu sama lain. selain delia pulang mereka disibukkan dengan produksi yang pindah tempat bukan dirumah itu lagi melainkan di rumah yang papah janjikan waktu itu.


Terlihat saling gotong royong memisahkan barang barang untuk dipindahkan kedalam mobil truk yang mengangkut bahan dan barang produksi. Mas erik dan para tetangga membantu membereskan barang barang hingga bisa cepat di pindahkan. Kakia zia dan mamah tengah sibuk memasak untuk anaknya datang.


" Mah sayur asemnya sudah matang nih zia bawa ke meja ya " sahut zia sambil mengangkat panci panas yang berisi sayur asem.


" Hati hati nak "


" Adikmu kesini sama anaknya " tanya mamah.


" Katanya sih gitu mah tadi menghubungi kia " jelas kia yang baru saja bergabung habis menyuapi papah makan..


" Papah sudah makannya kak " tanya mamah yang kini menghentikan masaknya.


" Sudah mah sudah minum obat juga " jawab kia sambil meletakkan piring kotor di westafel, sebelum menyuapi papah kia membantu mamahnya masak setelah itu ia tinggal untuk menyuapi papah.


" Alhamdulillah atuh mudah mudahan papah bisa bergabung dengan kita yaaa pas ada delia dan suaminya. "


" Aamiin "


Pertanyaan yang selama ini di sembunyikan oleh kakia kini ia tanyakan agar tidak terjadi kesalahan nantinya jika ia terus memendamnya. " Mah kan delia sama anaknya kesini apa mamah engga keberatan " tanya kakia


Pertanyaan kakia membuat mamah menghentikan kegiatannya dan langsung menghadap kakia untuk menjawab pertanyaan anak pertamanya itu.


" Nak saat delia resmi menjadi suami dari ayah anak itu sejak saat itulah mamah menerima dan menganggap ia cucu mamah jadi tidak ada hal yang membedakan antara viola atau anaknya delia "


"Iyah mah kia paham "


" Sayang " ucap mas erik memeluk pinggang kia.


" Sudah selesai nak " tanya bunda.


" Sudah mah " sahut erik. yang langsung membuka pintu kulkas mengambil minuman kaleng.


" Delia tau ga sih kalau produksi kita pindah " tanya ka zia.


" engga kan kita ga ada yang ngomong biar jadi kejutan untuknya karna yang ia tau hanya produk sarimbit saja " jelas ka kia.




Jam menunjukkan pukul 10:15 WIB, Fikri delia dan alisyah sudah sampai di kediaman keluarga Reno zainal mobil pun terparkir dihalaman berjejer dengan mobil kakia. " Alhamdulillah sampe " sahut mereka saat fikri mematikan mesin mobil.



" Yeyy sampeeee " ucap alisyah yang kini sudah siap siap untuk turun.



Mereka langsung bergegas untuk turun dan masuk kedalam rumah reno zainal. " Assalamu'alaikum " ucap mereka,



" Waalaikumsalam "



" Deliaaaaaaa " teriak kakia dan ka zia bersamaan tanpa banyak berbicara mereka pun berpeluk kan dengan eratt melepas Rindu yang teramat ia rasakan terlebih bagi zia dan kia yang merasa bersalah menyembunyikan keadaan papahnya.



" Apa kabar kak " tanya delia saat pelukan itu terlepas.



" Baik kamu apa kabar "

__ADS_1



" Baik kak, oh yaa ini suamiku sama anakku " sambil memperkenalkan fikri dan alisyah.



" Hallo A fikri, alisyah apa kabarnya "



" Baik alhamdulillah "



" Baik tante"



" Ayoo duduk anggap aja rumah sendiri ya cuek aja okeh " celoteh kakia dan benar saja merekapun duduk tak lama kemudian datanglah viola dengan mas erik.



" Baru sampe A , delia " tanya erik sambil bersalaman kepada fikri, sedangkan kepada delia ia hanya tegur senyuman sapaan, " Tuh viola ada temennya main bareng yaa " lanjut erik yang berbicara pada viola sambil menurunkan viola.



" Masih malu yaa tapi nanti main ya " ucap delia.



" Mamah papah kemana ka " tanya fikri pada mereka.



Sebelum mereka menjawab pandangan pandangan mereka satu sama lain terlihat jelas oleh delia dan fikri bahwa ada sesuatu yang ia tutupi namun sebisa mungkin mereka tak mengetahui. saat ingin menjawab mamah dan papah turun untuk menemui mereka.




" Kesayangan papah "



" Mah pah " panggil fikri sambil salim kepada mereka disusul oleh alisyah.



" Kake nenek "



"Pintarnya cucuku " sahut papah sambil memeluk alisyah. " Ayoo ayoo kita mengobrol " lanjut mereka.



Seperti biasa perebutan tempat duduk didekat mamah menjadi momen yang sudah biasa dilihat oleh mereka terkecuali fikri dan alisyah yang baru melihatnya merasa terkejut sekaligus kagum pada keluarga ini.



" Mamah sama aku ajaaaa " ucap kia memeluk mamahnya dari sisi kiri sedangkan delia disisi kanan, zia mau tidak mau tidak kebagian tempat disisi mamah ia pun mulai beraksi.



" Kak awas yeuhhh minggir ini kan akuuu yang deket mamah " sahut zia tidak Terima ia pun menarik kaki ka kia hingga kia jatoh kebawah. gelak tawa terdengar di keluarga ituu sampai alisyah tertawa hingga fikri yang bersuara.


__ADS_1


" Sayang kamu ngalah kasihan itu kakia " ucap fikri pada delia namun suara erik lebih duluu membuat fikri mengerti akan apa yang terjadi



" Fikri kamu pasti terkejut melihat ini kan, sedikit kasar memang karna mereka saling tarik menarik tapi inilah mereka jika sudah kumpul maka membuat seperti pasar, nanti jangan kaget akan hal hal yang mereka lakukan bertiga, contohnya seperti ini selalu memperebutkan mamahnya "



Fikri yang melihatnya hanya menggeleng kepala, aksi tingkah istrinya membuat ia semakin jatuh cinta.



" Delia lu awas kek ah rusuh nih " oceh kakia.



" Dih kaka aku kan jarang ketemu mamah jadi jangan menggeser posisi aku, tuh ka zia ajaa " ucap delia sambil mempererat memeluk mamah. mamah hanya bisa pasrah dan tertawa melihat tingkah konyol anak anaknya.



" Ziaaaaa "kia pun berteriak saat badannya menyempil disisi zia dan mamah.. seperti tikus yang mengerti celah celah kini kia berhasil mendapatkan posisinya kembali.. namun ka zia malah ingin mendudukkan perut delia dicegah oleh mereka semua yang ada disana.



" Ehhhh zia jangan " tegor kakia menahan tubuh zia yang hampir saja menduduki.



" Kak jangan rahim delia berhargaaa " sahut delia yang lansung bangkit..



" Yeyeyyyyyy gue dapet kan hahahahaha " sorak bahagia zia.



" Neng kamu engga marah kan sama papah " sahut papah tiba tiba yang membuat semua diam.



" Ada apa pah "



" Produksi baju sudah papah pindahkan di rumah yang papah janjikan nak, kebetulan ada suamimu nanti kita adakan selametan dadakan saja sama tetangga disana, bagaimana fikri mau kan "



" Iyah pah gapapa delia berterima kasih sama papah sudah memberikan banyak hal untuk aku dan kaka kaka, mudah mudahan apaph selalu sehatt "



" Amiin "



" Iyah pah fikri mau, dan ini ada oleh oleh dari bunda sama abah dan mereka titip salam juga" sahut fikri yang baru saja memberikan bingkisan pada abah dan bunda..



" Waalaikumsalam hatur nuhun nak"



" Sami Sami "


__ADS_1


Merekapun memutuskan untuk ketempat produksi baju namun fikri dan delia memilih membawa koper ke dalam kamarnya.


__ADS_2