Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#180


__ADS_3

fikri mengendarai mobil putih miliknya membelah jalanan di kota kelahiran istrinya, karna hari ini adalah weekend maka jalanan pun macet, kalau bukan karna kerinduan pada jagoannya ia tidak ingin meninggalkan sang istri. " abi mengunjungimu nak" gumam fikri dalam hati, mata ia fokus pada jalanan yang macet hingga suara pada ponselnya mengalihkan keseriusannya. ia hanya melirik sekilas ke arah ponselnya dimana ia letakkan disisi kirinya "bunda " gumam fikri ia langsung menekan tombol hijau.


#panggilan terhubung#


" Assalammualaikum"


" Waalaikumussalam kenapa bun" jawab fikri setelah bunda mengucapkan salam


" kamu kapan pulang? gimana kabar menantu bunda?"


" maaf bunda Aa belum mengetahui kapan bisa pulang kebandung, mengingat istri dan anak anak Aa yang belum bisa untuk perjalanan jauh bun, bunda sedang apa ? bagaimana kabar disana bun ? " jelas fikri ia terus mengemudian mobilnya dengan santai tidak terlalu cepat, ia juga menanyakan kabar keluarganya yang sejak kepulangan mereka , mereka tak menghubungi.


" Alhamdulillah kami semua baik A, yaudah engga apa apa , kamu dimana ko rame "


" Aa sedang dijalan bun, ingin bertemu jagoan, doakan dia ya bunda, supaya bisa kembali bersama kami, " ucap fikri.


" Kamu sedang dijalan nak matikan dulu telponnya gak baik berkendara sambil menelpon " nasihat bunda.


" gapapa bunda , yaallah bunda aa lupa , di rumah Aa masih banyak bahan makanan dikulkas, minta tolong bi ani keluarkan dan diantarkan ke pesantren, nanti minta haikal dan pengurus yang membawa, Aa sudah menghubungi ustad ismail , kasihan bi ani kalau harus membawanya ke pesantren, kalau bi ani mau gapapa ambil aja bun " jelas fikri yang lupa akan bahan makanan yang masih tersedia dalam kulkas serta beras.


" Atuh bi ani buat apa A , bi ani kan tinggal sama bunda dari kamu kecil , untuk bahan makanan kamu gausah khawatir nanti akan di hantarkan ke pesantren , yang sudah layu akan bi ani buang, nanti disisahkan beras yang di pendaringan saja 2 cup jangan sampai kosong A "


" yaudah terserah bunda yang terpenting beres hehehe "


" Dasar , A kemarin dapet kabar dari abah banyak donatur yang mengirimkan dana untuk pembangunan pondok serta untuk biaya pondok yang kamu buat sudah di sah kan oleh abah Alhamdulillah mendapat respon yang baik bagi wali murid. "


" Alhamdulillah masyaallah tabarakaallah " terharu fikri.


" yasudah bunda tutup ya telponnya , jaga cucu dan menantu bunda A , hati hati berkendara, assalammualaikum "


" baik bunda, waalaikumussalam "


#panggilan berakhir#


Fikri pun menoleh ke arah ponselnya dimana layar ponselnya foto pernikahan ia dengan delia, ia terus mengendarai mobil hingga sampailah ia dihalaman rumah sakit.


" Abi datang nak " gumam fikri dalam hati ia mematikkan mesin mobil dan membuka seat belt tak lama ia meraih dompet serta tas kecil miliknya ia turun dari mobil dan menutupnya kembali , tak lupa ia mengunci mobilnya lewat remote mobil. karna didalam mobil fikri ada laptop, berkas kantor maupun berkas kelahiran putranya yang belum sempat ia letakkan pada maps besar miliknya.


Fikri pun masuk kedalam area rumah sakit tanpa bertanya dengan suster karna ia tau dimana putranya berada, outfit yang fikri kenakkan hanya sarung hitam bercorak putih, baju koko lengan panjang namun sedikit ia naikkan keatas namun tak digulung, jam tangan serta peci putih. sederhana namun rapih itulah fikri.


****


"kakia belum pulang mah?" tanya delia , mereka sedang berada di gazebo belakang rumah.

__ADS_1


" belum atuh kakamu beres beres dulu"


" rewel ga ya alisyah "


" engga nak kan ada viola , perut kamu.gimana masih sakit "


" engga mah sudah enakkan, delia minum obat cina dari ibu ibu kemarin "


" jangan bilang Aa fikri ya mah kalau perut delia sempat sakitt, padahal delia pengen sekali merasakan lahiran normal tapi apalah takdir Allah lebih indah " ucap delia ia menatap mamahnya dengan tersenyum.


" jangan banyak berat berat nak, itu rencana tasyakuran sekaligus Aqiqah putramu dimana nak ?" tanya mamah


" Delia belum tau mah, tergangung kepulangan baby zul ,hari ini Aa kerumah sakit melihat kondisi zul , mudah mudahan cepat kembali kepangkuan delia ya mah , karna delia rinduu" ucapnya bersandar pada pundak mamah.


" Aamiin yaallah , kamu berdoa ya nak, karna doa ibu adalah segalanya" sahut mamah mengusap kepala delia, Dan diangguki delia.


" Delia" panggil ka zia.


" ia kak ?"


" boleh engga kaka menetap di pesantren suamimu ?"


" maksudnya gimana kak ? "


" bagaimana dengan kuliah kakak "


" itu yang menjadi masalah de, sudah 2 semester lagi kaka lulus , " lirih ka zia yang langsung dipeluk mamah.


" zia sayang , kan sekarang ada A fikri suami adikmu ,dan juga ustadzah delia yang tak lain adalah adik kandungmu, belajar lah bersama mereka sambil kamu.kuliah, kejar pendidikan dan akhirat dengan seimbang namun yang lebih dikejar adalah Akhirat, mamah tak ingin melarangmu dalam agama karna kewajiban orang tua memberikan anaknya pendidikan namun cita cita papah ia ingin anaknya sarjana nak , papah sudah tak ada tapi keinginan beliau masih melekat hanya pada dirimu " jelas mamah mengelus kepala ka zia.


" ia mah kaka mengerti "


" kita belajar sama sama ya kak , nanti A fikri delia minta tolong sama beliau untuk bantu kaka " kata delia dengan tersenyum


" ahh bahagianya mempunyai keluarg ustd dan ustdzah " sahut ka zia merentangkan tangannya. "Aku bukan ustadzah de " kata delia selalu merendah.


" ya ustadzah lah de, buktinya lulus pesantren udah, hafizah Alquran, istri ustad, menantu pak kyai. hafal sebagian hadist , pintar ceramah, bisa baca kitab , itu semua apa de kalau bukan ustadzah " kata ka zia yang dengan fakta namun ia kesal adiknya selalu saja merendah.


" kak delia jelaskan ya" sahut delia memegang tangan kakanya


" kakaku sayang, ini menurut delia kak, istri ustad itu gak harus ustadzah kok, semua orang bisa menjadi istri ustad, kalau Allah swt sudah mentakdirkannya berjodoh dengan seorang ustad"


" yaa tapi ujung tetap dipanggil ustadzah "

__ADS_1


" ia kak " jawab delia dengan senyum.


Asik mengobrol dengan kazia serta mamah, ponsel milik delia bergetar, delia pun menoleh dan melihat ponselnya , layar ponselnya menyala terlihat panggilan video call dari sang suami , dengan cepat delia mengangkatnya.


" Assalammualaikum abi "


" waalaikumussalam umi,"


" abi dimana ? abi sudah menemui zul ?" tanya delia dengan senyum bahagia


Bukanya menjawab justru ia arahkan ponselnya ke arah baby zul , delia yang melihatnya hanya bisa menutup mulutnya yang terbuka lebar, ia benar benar bisa berjumpa dengan anak laki laki jagoan keluarga, kerinduan yang kini dirasakan olehnya mendadak terobati walau hanya dalam panggilan video call.


" hallo umi , assalammualaikum" ucap fikri yang seolah olah adalah baby zul.


" Abii masyaallah umi rindu zull, waalaikumussalam zul , anak umiii" lirih delia dengan airmata mengalir deras , tidak bisa dibohongi bahwa ia benar benar merindukan putranya.


" uminya nangis zull, umi cengeng ya zul" ledek fikri melihat istrinya menangis ia bermaksud membuat istrinya tertawa.


" ahh umi cengeng nih, gak kaya zul yang kuat dan gak nangis, " kata fikri lagi.


Mamah yang menyaksikan video call hanya bisa mengusap pundak putrinya , ia bisa membayangkan bagaimana perasaan ibu yang dipisahkan oleh anak kandungnya.


" umi jangan nangis, assalammualaikum omma zul, aunty zia" kata fikri melihat dilayar ponselnya ada mamah dan ka zia


" waalikummussalam jagoan " sahut mamah dan ka zia.


" Atuh umi jangan nangis ihhh, kalau nangis abi tutup video callnya nih " ancam fikri yang sebenarnya tak tega pada istrinya itu.


" aaaah jangan bii" sahut delia mengapus airmatanya. " zulll sayang anak umii " lirih delia yang masih berusaha menghapus airmatanya yang tanpa sengaja meloloskan diri.


Baby zul seperti mengerti ia merespon suara delia dengan menggerakan tubuh mungilnya yang berada dalam inkubator rumah sakit, " zul cepet naik ya berat badannya dan sehatt, umii kangen zulll, umi mau hiksss..umi mau merawat zull, zull cepet stabil yaaa biar main sama teteh lisyah..hikss " lirih deliaaa ia tidak bisa menahan rasa rindunya ingin sekali di cium dan menggendong putranya.


" abii.. sentuh zul cobaa biii " pinta delia dari ponselnya, fikri pun menyentuh pipi putranya membuat delia rinduuuuuu " aaaa abii tanyakan suster kapan zul boleh dibawa pulangg " rengek delia.


" nanti abi tanyakan ya umi, yaudah abi matikan telponnya ya umi nanti ketauan suster " kata fikri


" jangannn biii masih rindu zul " lirih delia. " umi mau zul cepat kembali kan mi ?abi ingin menemui suster mi " kata fikri.


" yaudah zul , zul sama abi dulu ya nak, anak sholeh ummi, jangan rewel ya nakkk , yaallah umi masih kangen zull " kata deliaa dengan airmata mengalir. " sayanggg"


"Assalammualaikum Abi zul sayang"


" waalaikumussalam umi ommah aunty"

__ADS_1


panggilan pun berakhir. Kapan ya baby zayyan/zul pulang ???


__ADS_2