Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
usaha milik kel adam


__ADS_3

Jangan lupa mampir ke novel karya ke dua author ya TAKDIR ATAU PILIHAN 😍


Delia masih setia menunggu kepulangan sang suami ditemani oleh bunda dan ketiga anaknya. sejak kepergian suami dan mertuanya ke kantor polisi, delia maupun bunda belum ada yang kekamar karna ia masih syok dengan apa yang terjadi di kediamannya.


" Salsa maafin bunda " lirih bunda merentangkan tangannya untuk meminta ia kepelukannya, salsa yang mngerti pun memeluk ibundanya dengan erat dan tentunya tangis sesisi ruangan pecah.


" Iya bunda gapapa maafin salsa ya bun , bunda engga salah " ucap salsa mengelus punggung ibundanya.


" salsa " panggil mba wulan.


" maafin mbaa " lirinya lagi ia pun memeluk adiknya itu.


" iya mba maafin salsa ya mba" katanya membalas pelukan mba wulan.


Sedangkan delia ia sejak tadi mengelus perutny a dan memainkan ponsel menunggu balasan sang suami.


" Teh liaa " panggil salsa.Delia yang namanya dipanggil pun menoleh dilihatnya salsa sudah berdiri dihadapannya.


" Maafin salsa " lirihnya di kaki delia ia duduk dnegan lemas.sudah tak peduli dengan keadaannya ia terjatuh memegang lutut delia.


" Bangun sayang " pinta delia dengan lembut.ia berusaha membangunkan adik iparnya itu namun bunda melarangnya , ia bermaksud membiarkan salsa mengungkapkan isi hatinya


" Maafin salsa tehhh maafin " lirihnya dalam posisi sepeeti itu.


~


"Assalammualaikum, loh ini kenapa " kata abah dan fikri yang baru sjaa memasukki rumah ia terheran melihat salsa bertekuk lutut pada delia bukan pada bunda.


" waalaikumsalam warahmatullah wabaratuh" jawab mereka. sedangkan salsa ia tak peduli dengan kedatangan a fikri dan abah.


" Salsa " panggil abah membangunkan anaknya itu ..belum sempat abah melangkah salsa lebih dulu berlutut dihadapan abahnya.


" maafin salsa bah maafin " lirihnya , ia terus meminta maaf pada orang orang yang berada disana.


" bangun lah ada yang mau kami bicarakan sayang " ucapnya dengan lembut. salsa pun mengikuti ucapan abahnya ia bangkit dan duduk disamping abah adam dengan memeluknya bermanja dalam pelukkan orangtuanya.


Semuanya duduk bersiap mendengarkan apa yang diucapkan abah dengan posisi mereka di sebelah kanan abah ,salsa, bunda, syifa, dan di sisi kanan fikri delia mba wulan dan suaminya mba wulan.


" Alhamdulillah karna masalah salsa yang telah menimpa pada keluarga kita kini telah selesai, hal ini tidak akan terjadi atas izin Allah swt yang mana karna Allah lah kita dapat menyelesaikan permaslahan yang ada, abah sendiri dengan A fikri sudah merencanakan perihal salsa yang in syaa Allah akan kami masukkan ke pondok pesantren yang berada di jawa " kata abah dengan serius sedangkan fikri ia menganggukan kepalanya sebagai persetujuan.


" abah kenapa salsa dikirim ke pondok? bukannya salsa sudah meminta maaf pada kalian semua " lirih salsa mendongakan kepalanya meminta pembelaan bahwa apa yang dikatakan abahnya adalah bercanda bukan keseriusan


" ini demi masa depan mu sayang, dan kami semua sudah memafkan kejadian ini dan itu tidak sepenuhnya kesalahan kamu, sebagai orang tua abah dan bunda tentu menginginkan yang terbaik bagi anak anaknya hal ini pun diinginkan oleh orang tua diluar sana, kenapa tidak dimasukkan ke pondok di keluarga kita karna abah dan a fikri tidak ingin ada perbedaan nantinya "


" abah dan bunda serta aa bisa mendidik salsa kan kenapa kalian harus kirim salsa ke pondok, dan kenapa syifa engga ? " tanyanya yang tak ingin mondok.


" teh syifa pesantren SMK nya dan aku langsung kuliah de " jawab syifa


" nah itu yang abah bilang bukan kita tak bisa mendidikmu tapi kami tak ingin ada perbedaan yang akan membuat perasaan orang lain iri pada mu, lagi pula semua anak anak abah ga ada yang ga pesantren semua lulusan pesantren, "


" okelahhh " pasrahnya


" dan kamu akan berangkat setelah acara A fikri " kata fikri menatap adiknya itu.


" Abahhhhh bundaaaa Aaaa ihhhhh kenapa cepat sekaliii" lirihnya

__ADS_1


" oke oke fine " pasrah salsa yang sampai kapanpun tak bisa mengubahhh keputusan keluarga.


" abi boleh aku bertanya " tanya delia pada suaminya yang berada di sampingnya itu.


" apa sayang "


" soal mamahnya alisyah apakah ia dipenjara ? " tanya delia lagi , dan pertanyaan ini membuat semua orang menoleh ke arahnya.


" mengapa delia begitu pensaran " gumaam fikri menatap lekat istrinya itu.


sepertinya delia tak tertarik dengan salsa masuk pondok pesantren justru sejak tadi yang jadi pertanyaannya bagimana keadaan ibuny alisyah.


" abiii " colek fikri ia pun menjadi melamun membayangkan kejadian yang belum lama terjadi.


" ehmm ya mii "


" kenapa melamun ? "


" ehm engga , soal ibunya alisyah ia sudah di urus oleh pihak berwajib, tdi abi abah dan anton sudah memberikan penjelasan bagaimana kronologisnya dan indah juga sudah mengakui kesalhannya " jelas fikri menatap istrinya dan keluarganya secara bergantian.


" apa ia dipenjara ? " sahut bunda yang ikut penasaran.


" tentu bunda , kita kan negara hukum jadi semua sudah diatur "


" Allahu akbar " ucap delia sambil menyenderkan badannya di sofa.


" mengapa kamu terkejut sayang " tanya bunda


" ia kenapa teh ? ini sudah menjadi hukuman untuk diaa " sahut wulan yang ikut aneh dengan ucapan delia yang sangat terkejut.


" teh delia kenapa yaaa, " gumam wulan yang tak menyukai perkataan delia.


" Maksud aku aku hanya kasihan saja , bagaimanapun benar kata abah ia ibu kandungnya , sesalah salahnya indah ia tetap ibu kandungnya alisyah sampai kapanpun sedangkan aku aku hanya ibu sambungnya yang tidak akan pernh bisa menggantikan posisi ibu kandungnya , walau alisyah masih kecil yang ia tau mamah ceuceu ataupun aku ibunya tapi suatu saat nanti indah pasti akan datang menemui alisyah dan alisyah sudah pasti mengerti , hanya saja butuh waktu menerimanya dan butuh waktu pula untukku melepaskannya , aku hanya takut alisyah dijauhkan dariku abiii" lirih delia yang berakhir menangis.. cinta tulusnya yang ia berikan pada anak tirinya itu begitu besar sehingga delia mampu mengambil hati alisyah tanpa butuh waktu yang sangat lama.


" kamu tenang aja alisyah ga akan pernah bersmaa ibunya " ucap fikri mencium kening alisyah.


" sudah jangan menangis neng kamu tetap ibunya alisyah jadi nikmatilah bersama alisyah kelak ia besar ia akan tau dengan sendirinya dan memilih siapa " ucap abahh


" sudah yu istirahat " katanya lagi sambil bangkit dari duduknya. diikuti yang lain


semuanya pun pergi ke dalam kamarnya masing masing untuk beristirahat. Sebelum bunda ke kamr ia lebih dulu pergi ke dapur untuk memberikan uang belanja yang akan di kelola untuk catering usaha bunda.


" bi eumm ini uang untuk catering nanti bibi sama karyawan yang lain diatur saja ya untuk 60 box yang diantar ke kantor alamatnya sudah saya tulis dan untuk pengajian bu hj ilmah 1.500 box semuanya dihantar hari jumat jadi besok bibi belanja " kata bunda sambil memberikan uang belanja untuk membeli bahan catering.


Bunda memiliki usaha di bidang makanan yaitu catering yang sudah mempunyai nama dan terkenal akan rasanya yang juara, dari nol bunda sudah menjajakan masakannya keberbagai daerah namun usaha tidak mengkhianati hasil kini usaha yang ia rintis seorang diri sudah sukes. bahkan untuk memasak bunda sudah menyediakan rumah untuk produksi usaha cateringnya jadi tidak dirumah utama yang keluarga adam tinggali.


mba wulan dan sang suami lebih usaha makanan kekinian ia mempunyai cafe yang sudah bercabang di daerah itu sendiri.


syifa ia belum membuka usaha ia sendiri tertarik dalam bidang kedokterann untuk itu ia sendiri mengambil kedokteran dan nanti akan membuka klinik sendiri.


A fikri mempunyai perusahaan utama abahnya dan sudah memiliki 5 anak perusahaan , ia juga pimpinan pondok pesanteren dan pernah mengikuti kuliah kedokteran,


Abah jangan ditanya ia mempunyai perusahaan yang fikri pimpin sekarang namun ia hanya mempunyai satu peeusahaan semenjak anaknya meneruskan perusahaan kini ia memiliki 5 anak perusahaan .kini ia memilih pensiun dalam urusan apapun karna semua anak anaknya sudah melarangnya bekerja.


salsa sendiri justru yang tak memiliki apa apa bukan tak punya namun ia belum memiliki minat untuk ushaa apa yang ia tekuni,

__ADS_1


At kamar fikri.


" alisyah bobo sama kita ya bii" gumam delia menatap sang suami yang kini sudah berganti pakaian, delia sendiri pun sudah mengganti pakaiannya.


" Iya umii"


" abii di bandung beli kain yang bagus dimana ya bi ?" tanya delia sambil menatap ponselnya.


" kenapa " jawabnya ikut berbaring di ranjang .


" tempat yang biasa aku pesan kain itu lagi tipis stoknya bii sedangkan pesanan brand milikku lagi melonjak dan itu membuat mereka harus menunggu " jelas delia yang pusing. pasalnya kakia dan ka zia mengabarinnya kalau stok kain di pusat menipis.


" yasudah nanti kita tanya bunda ya , kamu ga ada mau bikin mukena brand milikmu sayang " tanya fikri yang memberikan saran.


" mau bii tapi engga kepegang pastinya , dan kakia sudah membuka lowongan pkerjaan untuk mereka yang membutuhkan pekerjaan , " jelas deliaa.


" Yausdah nanti kita tanya bunda yaa dan kamu istirhatlah kasihan anak abi " ucapnya mengelus perut delia.


" janji lohhhh istirahat " kata delia yang mengerti perasaan suaminya.


" sebentar aja ya sayangg plissss " mohon fikri yang sudah tak bisa tertahankan melihat istrinya memakai pakaian dinas.


" istirahat ya bii "


" sayanggg kamu gemesin bangett sihh , sebentar aja yaa yaa plissss " kata fikri sambil menarik hidung delia yang mancung itu.


" alisyah loh bi "


" pindahkan sebentar dikamar alisyah ya mii nanti kalau mau tidur baru kita pindahkan lagi " kata fikri menggendong alisyah kekamar alisyah.


karna kamar fikri yang kedap suara dan ia tidak ingin alisyah terbangun jika tidak dipindahkan jadi terpaksa ia pindahan alisyah ke kamarnya.


" sudah mii" kata fikri kembali


" heumm abiii" kata deliaa yang sudah pasrah melihat fikri mencium lehernya delia.


" kenapa mi" tanyanya dengan senyum menggoda.


" gapapa " ucap delia yang pipinya sudah memerah.


Fikri yang mendapatkan lampu ijo pun mulai melakukan pemanasan. saat dirasa pemanasan cukup dan delia terlihat sudah siap fikri pun mulai melancarkan aksinya untuk memasukkin miliknya kedalam lubang milik delia.


"umii siap " tanyanya. delia hanya menganggukan kepalanya padhaal sudah tak terhitung berapa kali ia melakukan ini namun delia tetap sellau malu dan itu membuat fikri gemas.


Jlebbb milik fikri pun tertancap didalam milik delia ia pun mengerakkan badannya maju mundur mengikuti desahaan yang dilakukan keduannya , dengan lembut fikri lakukan ia takut menyakiti anaknya didalam sana jika ia mempercepat tempo gerakannya.


" Aaaa..ab..abihhhhh"


" kenapah mii " tanya nya menghentikan gerakannya namun tak melepas miliknya.


" jangan lama ga enak bii" kata delia dengan cepat ia menutup wajahnya dengan bantal namun bantalnya dibuang fikri ia tidak ingun istrinya pengap akibat bantal diwajahnya.


" jangan ditutup bisa pengap mii " ucapnya yang mengerti permintaan sang istri dengan mempercepat gerakannya.


fikri pun mempercepat gerakannya seiring dengan kenikmatan yang mereka rasakan. selebihnya hanya fikri dan delia yang merasakan

__ADS_1


__ADS_2