Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#265 kegagalan terjadi.


__ADS_3

Suasana malam hari kian larut dimana semua penghuni rumah mamah tengah berada di kamarnya masing masing. ada yang tidur atau ada yang sedang prepare untuk pergi mantai. berbeda dengan mamah ia tengah membuat lauk yang akan di bawa jam 2 pagi.


sreng.. sreng(anggap aja bunyi penggorengan yang beradu dengan alat lainnya). disaat yang lain tertidur mamah lah yang menyiapkan konsumsi untuk mereka.. mamah pun jail sambil menunggu masakannya empuk ia sengaja melintas kedepan pintu kamar sang pengantin. " sambil menunggu empuk, tinggal dulu dehh dengerin ziaa hihihi" gumam mamah pada diri sendiri ia pun mengecilkan kompornya dan berjalan kearah kamarnya zia.


" kia tidur kayanya sepi sepi ajaa" gumam mamah saat pertama melintasi kamar kia , tak ada suara apapun yang terjadi mamah pun meninggalkan kia.


" delia atau zia dulu " gumam mamah ia pun memilih berbelok ke kiri dimana kamar zia berada.


singkatnya mamah sudah berada di depan pintu sang pengantin baru ia pun menempelkan telinganya di pintu mendengarkan apa yang sedang terjadi kepada anak nya. " apakah pada tidur ? " gumam mamah ia pun mulai menempelkan kembali telinganya ke arah pintu.


disisi lain pasangan pengantin baru itu tengah sibuk satu sama lain dimalam pertamanya, tidak ada tidur bersama karna keduanya sama sama kaku. apalagi haikal ia sangat ragu ragu jika zia ia dekatkan ia takut zia akan teriak atau histeris yang membuat semua penghuni terbangun.


" sudah malam tidur lah ka " ucap haikal saat melihat zia masih bermain dengan ponselnya.


" eumm..tidak mungkin aku tidur dengan busana seperti ini" ucap zia dengan masih mengenakan gamis. sedangkan haikal kebiasaan di pondok ia menggunakan sarung dan kaos putih namun jika tidur ia akan melepaskan bajunya hanya bertelanjang dada. hal itu ia takutkan mengundang trauma zia.


" gantilah pakaianmu " ucap haikal ia memberikan pakaian piyama lengan panjang dan celana panjang agar tidak mengundang nafsu dirinya.


" tidak mungkin aku mengganti pakaian disini" jawab zia kesal.


" aku rasa kamu tidak akan mungkin menggaanti pakaianmu disini, gantilah dikamar mandi aku menunggunya disini" ucap haikal ia pun duduk di pinggir ranjang. zia pun mulai berjalan ke arah kamar mandi dengan tidak santai.


" pelan pelan lah kalau tidak ingin kepleset" kata haikal saat melihat istrinya merajuk.


" huftt sabar ya kall.. zia masih dalam pengobatan " gumam haikal ia mengeluskan dadanya dengan tangan kanan sambil menggeleng kan kepalanya.


tingg.. tingg. (bunyi hp haikal pertanda pesan masuk ).


Abi@ Abi tau kamu belum melakukannya dengan zia, pastikan ia sudah minum obat sebelum tidur agar tidak mengundang heboh seisi rumah.


^^^haikal@ iya bi terimakasih ya, abi belum tidur ?^^^


abi@ biasaa..


begitulah isi pesan abi fikri ia sadar belum memberikan obat untuk ka zia. bersamaan dengan itu zia keluar dengan pakaian piyama ia pun meletakkan kembali handuknya di gantungan kamar. ia berjalan kearah meja rias melakukan rutinitas menyisir sebelum tidur.


" kenapa berdiri disitu ? " tanya haikal saat zia selesai menyisir.


" eumm.. ngga "


" minumlah vitamin dulu, setelah itu tidur " ucap haikal memberikan vitamin yang sebenarnya obat untuk ka zia, ka zia pun mengambilnya dan memimumnya.. ia langsung naik ke arah ranjang karna haikal meletakkan obat dan gelas otomatis ia bangun dari ranjang.


jantung kian berdetak lebih cepat saat haikal naik ke ranjang, ingin sekali ia teriak tapi akan membuat seisi rumah heboh, keringet dingin mulai bercucuran, zia pun mengigit bibirnya dengan kencang untuk tidak teriak.


" Aws......awww" teriak zia saat lidahnya ke gigit sendiri akibat terlalu ketakutan sehingga ia mengorbankan lidahnya. haikal panik ia pun meraih tubuh zia untuk menghadap ke dirinya dan memeriksa nya dengan teliti, mamah yang mendengar jeritan zia ia pun tersenyum senang. " anak mamah sudah besar yaa " gumam mamah dari balik pintu.


Kita balik ke haikal yaa , tatapan mata haikal terlihat jelas kalau ia sangat khawatir dengan kondisi istrinya " buka mulutnya " pinta haikal ia ingin melihat lidah sang istri, jika kita lidahnya kegigit otomatis akan membuat mata berkaca kaca hal itu sama dengan apa yang dialami oleh zia haikal.


" buka ihh, aku ingin liat" pinta haikal lagi.


" yaallah haikal ganteng banget, ini benar suamiku " gumam zia dalam hati.


" zia cantik banget " gumam haikal dalam hati.


satu tatapan mengarah ke bola mata pasangannya begitu sebaliknya , hingga tanpa sadar zia membuka mulutnya, haikal pun mendekatkan wajahnya zia tanpa mengalihkan tatapannya. semakin dekat hingga bibir haikal menyentuh bibir ka zia. Tak ada berontakan dari ka zia saat bibir haikal menyentuh bibirnya, mungkin zia terpesona dengan wajah suaminya yang begitu tampan apalagi pesona suaminya sangat diidolakan semua orang, kini ia dapat melihat itu semua secara langsung.


Tak ada penolakan haikal sebagai laki laki tergoda dengan bibir mungil istrinya ia pun menahan hasratnya untuk tidak menyutubuhi zia, " buka lah bibirmu aku ingin lihat yang mana yang sakit" bisik haikal tepat di telinga ka zia, kalian membayangkan gimana posisi mereka, posisi zia berbaring sedangkan haikal ia miring mengahadap ka zia dengan tangan menjadi penahan untuk nya mengecek zia.


Dan hal yang tak terduga terjadi dimana bibir haikal menerobos bibir ka zia dan mel*mat nya dengan sangat lembut, baru kali ini haikal melakukannya dengan wanita yang menyandang status sang istri, baru kali ini haikal bersikap seperti ini , siapa sangka haikal sudah belajar teori tentang bersetubuh, berciuman dan sekarang tinggalah prakteknya.


Ka zia pun tersadar ia menggerakan kepalanya untuk tidak berciuman dengan haikal, haikal pun sadar apa yang ia lakukan sudah membuat zia trauma " apa masih sakit ? " tanya haikal dengan malu malu. " sedikit" tanpa permisi haikal menerobos kembali apa yang ia lakukan tadi untuk mengurangi rasa sakit sang istri.


" bisa bae lu kalll" tegur author.


" jangan ganggu thorrr "


" oke okee.. "..

__ADS_1


Suara kegaduhan terdengarr di luar membuat haikal zia tersadar mereka langsung bertanya satu sama lain ada apa " ada apa kal ? "


" gatau ada apaa rame banget"ucapnya ia menyibakkan selimut.


" coba yu keluar "


" ayo bentar ambil baju aku "


~


setelah dari kamar anak anaknya mamah melihat kembali masakannya dan saat akan meletakkannya di meja mamah terkejud melihat ular panjang berada di dapur.


" tolong.... nak... tolonggggg" ucap mamah panik melihat ular berada di dapur.


" tolongg.... nakkk.. tolonggggg" teriak mamah membuat seisi rumah panik mereka keluar dari kamarnya masing masing untuk melihat kondisi mamah.


" husttt... husttt " ucap mamah mengusir ular.


" mah.. mahh mamah dimana " teriak anak anaknya.


" mahhh"


" mamah di dapur nakk.. cepet kesini tolong mamah" panik mamah.


ketiga pasangan suami istri tengah menyalurkan hasratnya satu sama lain, haikal dan zia ia hanya melakukan pemanasan, berbeda dengan pasangan lainnya ia melakuan hubungan badan, mencuri waktu sebelum pergi berlibur.


Suara teriakan mamah mampu membuat mereka berhenti dari kegiatannya, untungnya fikri dan delia telah selesai dan segera pergi mandi bersama, baru saja ingin masuk kedalam kamar mandi suara mamah mampu membuatnya kalang kabut hingga delia keluar tanpa cadar. " tolongg.. nakkk... tolong mamah " teriak mamah.


" Abi mamah kenapa " panik deliaa dan hal yang sama dirasakan fikri ia pun merih pakaiannya dan sarung tanpa cd karna rasa paniknya yang membuat ia tidak menggunakan pakaian dalam (oh my good abii pasti adem yaa) " abi kurang tau umi ayo kita liat" ucap fikri ia berjalan keluar rumah disusul delia.


" mamah kenapaa ? " tanya fikri kepada haikal zia.


" kurang tau abi"


" mahh.. mamah dimanaa " ucap kiaa .


" mamah didapur nak tolong mamah " teriak mamah.


" mah ada apa " tanya deliaa diikuti kia zia.


" it... ituu... ituuu ularrr... kalian mundur jangan ada yang majuu .. hustttt" ucap mamah terbata bata ia melihat ular yang sudah siap mematuk mamah jika mamah bergerak.


" mahh.. yaallah mamah jangan gerakkk"


" sayang pintu garasi di kunci gak ? kunci dapurnya ngegantung gak ? " tanya fikri ia mencoba menenangkan kondisi mamah dan lainnya.


" di nakas bii " ucap delia ia mengabilnya diikuti fikri.


" a fikri konci dapur belum dicabut mamah jadi kamu tidak bisa membuka pintu dapur" sahut erik melihat kunci dapur yang menggantung.


" Yaa Allah " lirih fikri.


" abang berani sama ular ? " tanya fikri


" berani tapi posisinya hitam gitu udah mau nyerang gitu A "


" haikal ? " tanya fikri


" ko pada diam bantu mamah" ucap ziaa melihat ketiga menantu asik berbicara.


" engga bi " jawab haikal.


" yaudah abang alihkan ular jangan sampe nyerang mamah aku tangkap dari belakang" ucap fikri


" kia zia tarik mamah yaa, mah langsung gerak cepet yaaa " ucap fikri dan mamah pun mengikuti disaat kobra itu maju bersamaan itulah mamah lompatt.


" mamah mamah gapapa ? " .

__ADS_1


" gak ada yang luka ? "


" mamah gak digigit kan ? "


"a fikri hati hati " ucap mamah ia menatap menantunya dengan khawatir tanpa memperdulikan anak anak yang tengah memeluknya dengan erat.


" sayang hati hati awas " ucap delia ia khawatir.


" papih awas " ucap kia.


" bi pakai ini" ucap haikal memberikan tokat yang ujungnya seperti pengait membantu fikri menangkap ular.


" awas bang kaki" ucap fikri melihat ular ingin menyerang erik.


" eitsss... ada ada aja weh" ucap erik


Setelah 10 menit bertarung dengan ular akhirnya ular itu pun berhasil ditangkap fikri " alhamdulillah " ucap mereka.


Fikri erik mereka melepaskan ular itu di kebun yang tak jauh dari rumah mamah, 15 menit setelah kembali dari kebun mereka pun duduk di ruang keluargaa.


" husfttt ada ada ajaa yaa" ucap erik dengan nada seperti orang tak puas.


" namanya musibah untung ular biasa bukan kiriman " ucap deliaa.


" lia kamu lepas cadar ? " tanya mamah baru menyadari delia tanpa cadar.


" lia lupa mah, sayang maaf yaaa aku lupaaa saking paniknya dengar mamah menjerit , maaf" ucap delia ia bersandar pada dada suaminya.


" ia gapapa umi "


" eh pengantin baru ke ganggu yaa maaf yaaa " ucap mamah menggoda haikal ziaaa.


" engga mah .. gangguapaa kita ga ngapa ngapain kok"


" eummm iya dehhh" goda mamah.


" apaa sih maahh"


" mamah masak apa buat besok jalan jalan ? " tanya ziaa mengalihkan pertanyaan.


" masak daging teriyaki, kalian sudah prepare ? " tanya mamah


" sudah mah " jawab mereka.


" zia belum mah "


" yasudah udah jam 1 kurang kamu prepare sana " ucap mamah menyuruh zia haikal untuk kembali membereskan pakaiannya.


" yaudah kita duluan ya mah, abi umi , abang kak " ucap haikal.


" zia duluan ya mah" ucap ka ziaa ia berpelukkan ke mamah diikuti adik dan kakanya.


" ziaa itu di tungguin suami " goda kiaa.


" apaan sih kak "


" haikal tuntun atuh zia nyaa " ucap deliaa menyuruh anaknya untuk menuntun zia , karna mereka lihat ka zia lebih dulu jalan sedangkan haikal di belakangnya.


" apaan sih dee " protes zia dan tanpa aba aba haikal meraih tangan zia membuat zia terdiam dan haikal pun menuntunnya dengan lembut untuk ke kamar , tak peduli histeris para kaka kaka melihat haikal menuntun zia.


" umi abi lupa gak pakai cd kamar yu" bisik fikri di telinga delia , delia yang mendengar pun terkejut ia meminta izin untuk masuk ke kamar bersama suami.


" mau bikin adik de ? "


" bikin udah kak tinggal jadinya aja belum" sahut fikri membuat heboh seisi rumah.


" semoga jadi deh "

__ADS_1


" ayangg engga ihhhh " lirih delia ia membayangkan gimana hal itu terjadi.


" hahahaa "


__ADS_2