Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
# 274 terkuak kejahatan suster


__ADS_3

Malam hari terasa hening dan tenang, tak ada aktifitas manusia pada malam ini karna semuanya terlelap dalam tidur begitupun dengan mamah. sebentar lagi ia akan bangun untuk menyiapkan menu sahur, diliriknya ommah tengah tertidur pulas "aku haus" begitulah kata alisyah ia pun hendak mengambil gelas dalam nakas ia meminumnya, tak cukup melepas dahaga ia pun mengambil minum di dapur.


Dengan langkah mengendap mengendap ia pun berjalan menuruni anak tanggaa ckrekkk bunyi pintu yang terbuka ia pun menoleh rupanya pintu kamar abi baru saja di tutup itu artinya abi umi hendak beristirahat "fyuhh lisyah kira hantu" gumamnya kemudian berjalan menuju dapur.


setelah mengambil air dan meminumnya ia pun membawanya kembali kekamar. tak sengaja ia mendengar suara orang berbicara dengan menyebut nama abinya alisyah dengan segudang keingintahuan ia pun pelan pelan menghampiri suara percakapan telpon tersebut.


"Ya bagaimana bisa aku memisahkan fikri sedangkan ia sangat mencintai istrinya, bagaimana bisa ? " tanya suster kepada orang yang di telpon.


" lakukan apapun caranya buatlah delia merasa bersalah" ucap orang disebrang sana.


" aku akan membawa pergi anaknya kamu siapkan saja 50 juta " jawab suster setengah gemeteran.


Telpon pun berlanjut sedangkan alisyah yang mendengarkan pun terkejut, adik kecilnya ingin di celakai oleh suster ini, walau usia masih dini namun jiwa seorang kaka sudah alisyah miliki ia tidak ingin keluarganya dirusak oleh siapapun termasuk adiknya.


" jahatnya suster, teteh akan menjagamu Aa " ucap alisyah ia pun berlari kedalam kamar dengan membawa gelas di tangannya. tanpa alisyah sadari air yang berada di gelas perlahan tumpah seiring pergerakan yang ia lakukan.


sesampainya dikamar alisyah menutup pintu dengan perlahan agar tidak membangunkan ommah alisyah menyadari airnya pun tinggal setengah ia letakkan pada nakas dan kembali berpura pura tidur.


" cerdasnya anak abi umi " kata author.


####


" Astagfirullahaladzim susterrrrrr" terkejut semuanyaa, kia kepalang emosi begitupun dengan erik ia sangat malu atas sikap susternya yang ingin menyelakai keponakanannya.


" gila ya lo"


" itu ponakan bos lo"


" ga ada otak emang ya lo"


" pecat mba udah pecatttttt ajaa " teriak zia yang emosi..


Semua orang yang berada di meja makan pun emosi apalagi sang majikan ia pun ikut emosi dan merasa tidak enak hati kepada fikri delia atas sikap susternya. "stopp semuanya stop!! "


ucap fikri dengan nada dinginnya.


" semua selesaikan sahurnya biar saya yang melihat zayyan" tegas fikri ia pun bangkit dari duduknya berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


tak ada yang berani bersuara jika fikri sudah seperti itu bahkan delia yang istrinya pun ia tidak bisa apa apa selain menangis syokk mendengar pengakuan dari alisyah.


Alisyah dalam pelukkan delia ia sangat takut melihat sorotan mata dari suster yang mengarah padanya, mamah pun menyuruh erik mengambil laptop untuk melihat cctv malam itu. " mata lo suster liatttin ponakan gue kaya gitu ga ada salah salahnya lo, ga merasa bersalah " ucap zia..


Erik haikal ia memutar video kejadian yang dibilang alisyah, mamah membereskan makanan dibantu bibi karna hanya terdapat bibi 1 dirumah itu, berbeda dirumah bunda yang mempunyai banyak asisten, kia hanya bisaa menjambak rambutnyaa karna pusing dengan suster ia mengambil viola. zia membantu mengusap kepala alisyah yang saat ini butuh pelukkannya.


" Ada cctv nyaa bang ? " tanya fikri sambil menuruni anak tangga membawa zayyan.


" ini lagi di cari A"


" kak bawa lisyah vio ke kamar anak anak dan jangan keluar sebelum selesai" pinta fikri pada kakia. " mamah aja yang menemani sama bibi." ucap mamah ia pun membawa alisyah bersama vio ke kamar kedap suara.


" titip sebentar ya mah " ucapnya lagi.


" iya nak " jawab mamah. setelah kepergian mamah fikri memberikan zayyan kepada delia.


" Duduk sana" pinta fikri pada suster menunjuk sofa keluarga kepada suster tapi dengan tatapan tidak bisa diartikan ia pun hanya menatap langit langit rumah.


"Dudukkkk" tegasnya lagi. susterpun berjalan lebih dulu ke sofa diikuti kia zia yang berada erik haikal.


" sayangg" tegur haikal.


" abisnya gatau diri banget jadi orang udah ditampung semuanya eh gatau diri " cerocos zia.


" sudah diam dulu" pinta haikal lagi.


Delia dengan airmata berurai ia pun membawa zayyan ke sofa kehadapan suster, ia duduk di sofa single sedangkan fikri ia duduk di tangan sofa.


" siapa yang menyuruhmu ? " tanya erik sebagai majikan dengan nada emosi.


" engga ada" jawabnya enteng


erik yang emosi ia pun memutar laptopnya memperlihatkan suster yang sedang telponan " jawabbbbbbbb" bentak erik.


" aayangg " usap kiaa untuk menenagkan suaminya. " sabar bang sabar, kita liat dulu alasan dia apaaa " ucap haikal.


" sus suster disini udah lama kenapa suster tega sama saya ? selama ini semua kebutuhan suster saya penuhi untuk menjaga anak saya, tapi kenapa suster kecewakan saya ? dia bukan tanggung jawab suster tapi dia anaknya adik saya dan udah saya anggap anak saya sendiri, lagi pula setiap suster dititipkan zayyan , adik saya sama suaminya selalu ngasih uang tip langsung sama suster 1 juta, tapi kenapa suster tega sama adik saya mau menculik anaknya, suater tau kan gimana kondisi zayyan? " jelas kia dengan menahan emosi

__ADS_1


" udah mih pecat aja dan laporin polisi " ucap erik emosi.


" sutt kamu tenang dulu aku ingin tau "


" saya tergiur uang "jawab suster enteng.


" yaallah hanya karna uang kamu sepeeti ini, selama ini gaji dan kebutuhan kamu kurang ? gaji kamu dengan kebutuhan kamu beda, kamu ga bersyukur tau gak" ucap kiaaaa kecewa.


" suster lihat akuu lihat kearahh ibu yang tengah memeluk anaknya erat liatt" teriak zia yang emosi. suster pun melihat kearah delia yang tengah menangis memeluk zayyan.


" lu liat sus pake mata lu , pakehati nurani lu, lu perempuan lu punya anak dikampung , tega lu mau culik anak orang , kalau hal ini di posisi lu lu sanggup ga ?!!! mikir... adik gua susah buat ngedapetin keturunan bahkan dia harus sc buat melahirkan buah hati... lu bayangin di usia muda melahirkan Sc menerima kondisi sang anak lahir prematur, yang ga bisaa sembarangan ngurusin, lu kasih ke orang dengan gampangnya hanya seharga 50 juta!!! EH BEGOOO UANG 50 JUTA GAK ADA ARTINYAAA DIBANDING PENGORBANAN MELAHIRKAN BABY YANG MAU LO BUANG " teriak zia yang emosi.


" sayang udahh sayang"


" disuruh siapaaa jawab guaa! " teriak zia.


" disuruh orang yang suka sama fikri "


" siapaaaaaaa "


" Zia udah ziii ziii udahhhhh " ucap kiaa yang menarik zia hendak menampar suster, namun dicegah oleh kia dan dipeluk erat oleh haikal.


" kak udah hiksss.. kaka tenang aku ingin bicara " ucap deliaaa yang mulai membuka suara..


" suster, saya salah apa sama suster, kami punya salah apaa sama suster selama ini, selamaa suster menjadi babysister dirumah kakia dan bang erik suster ga pernah berulah hiksss, selama saya kenal suster suster baik, tapi kenapaa susterr bersikap seperti ini ? setelah semua yang suster inginkan butuhkan selalu dipenuhi sama kedua kaka saya, mereka memenuhi semua permintaan suster supaya suster mengurus vio dengan baik dan itu semua sudah dilakukan.. lalu kenapaa suster ingin menculik anak saya hanya karna uang 50 juta , kemana uang suster selama ini dan kemanaa uang tip dari saya dan suami berikan setelah menjaga zayyan ? karna semua kebutuhan keinginan suster selalu di penuhi sampai uang paket data perbulan selalu diberikan dan dirumah pakai wifi, suster mau ini itu selalu diberikan bahkan kami makan apapun suster selalu dikasih, tapi kenapaa suster tega mau menculik zayyan demi uang 50 jta, suster tauu ? memiliki zayyan lebih dari harga 50 juta, proses mengeluarkan zayyan pun lebih dari 50 juta bahkan ratusan juta hikss... suster punya anak bagaimana jika di posisi sayaa hikss... sakitnyaa... sakitnyaaa melahirkan sampai kini masih terasa... apalagi terdengar ingin berbuat jahat pada kami itu sakit buat sayaa...." tangis delia pecah dipelukkan zayyan dan ditenangkan oleh sang suami..


" mulai detik ini kamu saya pecatt dan saya bawa ke kantor polisi" tegas eriik ia pun menuntun suster ke mobil untuk dibawa ke kantor polisi dengan di dampingi kia haikal.


" ampun pak ampun saya ga lagi lagi , saya kapok " ucap suster ia bersimpuh di kaki erik yang tengah membawanya ke mobil.


" gak bisa ini udah kejahatan "


" ampun bu delia , pakfikri ampun " teriak suster namun tidak di tanggapi oleh delia fikri.


***


maaf ya author baru up soalnyaaa lagi ada problem dan kesehatan author sedang tidak stabil.

__ADS_1


__ADS_2