
Selain ruang keluarga salah satu tempat berkumpulnya anggota keluarga ialah di meja makan, tak ada kegiatan yang dapat mengumpulkan anggota keluarga dipagi hari adalah sarapan pagi. hal tersebut termasuk di keluarga Abah adam dimana seluruh keluarganya menikmati sarapan pagi.
" wahhh pagiiii semuaa " ucap wulan yang baru saja muncul.
" salam dong kak kebiasaan " celetuk abah dan hal itu membuat kia cengengesan. " Assalamualaikum semuaaa " ucap ka wulan mengulang.
" waalaikumussalam " jawab mereka serempak.
" liaaaaa " sahut wulan ia mencium pipi adik iparnya itu dan memeluknya erat setelah mencium tangan abah bunda serta a fikri
" sarapan ayo kak " kata deliaa ia menarik kursi di sisi kirinya untuk ka kia sedangkan di sisi kananya ada fikri.
" Atuh ia dong , ngomong ngomong zayyan kemana ko engga keliatan ? " tanya wulan sambil membuka piringnya yang sebenarnya tinggal dibalik saja.
" zayyan di mamah kak"
" di rumah mu sama siapa ? "
" atuh dibilang sama mamah pake nanyaa sama siapa " celetuk salsa membuat wulan menatapnya tajam.
" maksudnya delia tuh , zayyan dirumah sama mamah yaitu di depok engga dibawa karna kan hanya sebentar, kami jam 11 mau ke pondok lalu selesai nanti langsung ke depok lagi " sahut fikri tanpa melihat ke arah wulan.
" ooohhhh " ucap wulan ia mengambil lauk pauk yang ada diikuti erik.
Dentingan sendok dan garpu mewarnai suasana di meja makan, ucapan abah mampu mengejutkan fikri " nak kamu tidak ingin melanjutkan menjadi dokter ? sayang loh kuliah tinggal dikit lagi kamu menjadi dokter spesialis kalau kamu melanjutkannya " ucap abah yaa yang kita ketahui fikri selain mempunyai perusahaan dan seorang ulama ia jugaa sebenarnya dokter tapi karna kesibukkannya dalam menaikkan perusahaan dan fokus dalam pesantren ia jadi berkurang dalam prakteknya.
Fikri pun sudah menyelesaikan masa internship, status yang ia sandang adalah dokter umum. Abah ingin fikri memperdalam ilmu kedokteran di bidang tertentu seperti bedah, anak, saraf, jantung, dan forensik, maka fikri harus menempuh Pendidikan lagi sebagai dokter spesialis. dan itu butuh waktu 4-6 tahun mendapatkan gelar dokter spesialis.
" untuk mendapatkan gelar spesialis fikri belum ada niat kesana abah, tapi suatu saat mungkin akan fikri jalani , untuk saat ini aa fokus dalam perusahaan, pesantren dan bekerja di rumah sakit walau jarang sekali hehehe. " jawab fikri yang ia tau abah ingin sekali anaknya menjadi dokter. hanya fikri yang sudah mendapatkan gelar kedokteran walau hanya dokter umum. tapi itu sudah Alhamdulillah , syifa pun akan mengikuti jejak aa nya untuk menjadi dokter , yang syifa tekuni adalah dokter kandungan.
" yasudah lebih bagusss. "
" sekelas Aa yang perusahaan ada 5 mau merangkak jadi 7 , sarjana kedokteran, pemilik pondok, masa nikah sama yang lulusan pondok aja, ga rugi emangnya ? " celetuk salsa sambil meminum air putih, membuat fikri wulan abah dan bunda syok mendengar ucapan salsa yang begitu menusuk hati.
Fikri yang mendengar sekaligus ia yang menjadi suami dari delia pun sangat tersinggung, bukan tidak terima tapi lebih kepada kurang sopan, fikri pun melirik delia yang tengah menatap salsa dengan mata yang berkaca, fikri tau hati sang istri seperti apa ia pun mengusap punggung sang istri.
" salsa kurang ajar yaaa " sahut wulan dengan tatapan tak bisa di artikan.
" nakk kamu gak boleh seperti itu sama kaka iparmu" ucap bunda ia menepuk pundak salsa. sedangkan abah ia memijat kepalanya pusing menghadapi anak satu ini.
" bunda liat kan salsaa " celetuk wulan dengan berapi api. fikri yang melihat abah pusing ia pun menghentikan keributan " sudah sudahhh ! " ucap fikri.
" emang dasar anak gatau di untungg!! " hardik wulan " percuma lo pesantren kalau tidak bisa mengubah sikap sifat lo sall , percumaaaaaaa ! " hardik wulan lagi, ia ingin menampar salsa tapi tubuhnya di tahan oleh erik.
" SUDAH SUDAHHHHHH DENGAR SUDAH ! "tegas fikri dengan wajah merah padam. lagi dan lagi adiknya berulah, mengapa ia berbeda dari yang lain ?
Semua menjadi diam membisu melihat fikri marah yang sebenarnya ia berusaha menahan amarah. fikri pun memberikan abah air minum dan obat untuk dirinya tenang. " sudah enakkan abah ? " kata fikri, mereka melihat kearah abah yang mana ia memijat pelipisnya dengan lembut, delia pun memberikan minyak oles keabah untuknya menghilangkan pusing.
" Abah istirahat di kamar yaa lia anter abah" kata delia mencoba membantu abah untuk beristirahat, abah pun mengikuti saran delia , menantu serta anak anaknya hanya diam menatap gadis cantik yang berhati malaikat, walau ia di hujat akan adik ipar justru tidak membuatnya marah.
terdengar samar samar kalau mba wulan melanjutkan kembali " liat dan buka mataa lohh!! " tegas wulann..
Setelah membantu abah berbaring delia hendak pergi namun ia ditahan oleh abah " nak maafkan abah yang sudah memancing keributan, maaf " lirih abah.
" abah tidak apa apaa , abah tidak bersalah, semua yang dikatakan salsa ada benarnya, abah beristirahat yaa delia izin keluar dulu ya bah " ucap deliaa ia mengelus lengan abah dan membenarkan selimutnya.
" iya nak" delia pun meninggalkan abah dan menutup pintunya ia menghampiri fikri dan lainnya.
" sudah sayang kita pulang yu, bunda maafkan kehadiran kami jika hanyaa menambah keributan " kata fikri ia meraih tangan delia dan mengajaknya untuk pergi.
" nak.. nakk tunggu nakkk" lirih bundaa ia meraih kaki fikri untuk bersujud di hadapan anaknya. fikri yang melihat reaksi bunda ia membangunkan bundanya untuk berdiri.
" bundaa. "
" bun... bunda bangunnn bunda jangan seperti ini sama Aa ." kata fikri ia memeluk tubuh bundanya dengan erat.
Delia melangkahkan kakinya untuk berdiri di hadapan salsa, langkah anggun ia berjalan hingga ia berdiri tepat dihadapan salsa membuat seluruh orang menatapnya dengan perasaan dagdigdug " sayangg sini " kata fikri.
" teh salsa, aku sudah berada di hadapanmu saat ini, silahkan katakan semaumu tapi aku mohon jangan pernah mengatakan apapun lagi , ya betul apa yang kamu katakan aku hanya lulusan pondok bukan sarjana dan aku tidak pantas bersanding dengan Anak laki laki satu satunya dikeluarga ini yang memiliki jutaan penghasilan tiap bulan, sedangkan saya hanya orang asing datang dengan berjuta beban, tapiii biar bagaimanapun aku adalah istri dari anak laki laki di keluarga ini, kamu tidak menyukaiku silahkan itu hak mu tapi tolong jangan tunjukkan itu di depan bunda abah karna merusak harinya.bisakah untuk bersandiwara di hadapan abah,bukan untukku tapi untuk abah dan bunda,pikirkan kesehatan abah teh, aku tau kamu orang baik" jelas deliaa ia mengeluarkan uneg unegnya.
__ADS_1
" dan asal kamu tau salsa uang untukmu di pondok tiap bulan mengapa selalu ada transfer dua kali yang seharusnya hanya satu kali dalam tiap bulan itu uang dari istri aa , wanita yang kau hina di hadapan keluargaku. " sahut fikri dalam pelukkan bunda.
" harusnya malu kamu " celetuk bundaa..
" mau teh salsa apa bilang sama aku deh ? " kata delia.
" MAU GUE LO JANGAN KESINI LAGI BISA! "teriak salsa di depan wajah delia.
" Aku tidak bisa maaf karna disini ada abah bunda yang aku hormati "
" Alibi bilang aja mau harta! "
" SALSA STOP! cukup sal kamu sudah keterlaluan dengan istri Aa, kamu boleh hina Aa tapi jangan istri Aa , bagaimanapun dia wanita yang sangat berarti untuk Aa, mulai sekarang terserah salsa mau seperti apa Aa sudah angkat tangan, silahkan atur kehidupan kamu sendiri , tapi jangan mempermalukan keluarga 2x " ucap fikri dalam pelukkan bunda.
" Taa... tapi aa bagiamana dengan kebutuhanku ? " sahut salsa melemah.
" Itu urusanmu, semua aset aa atas nama istri Aa , wanita yang kau hinaa , pasti kamu tau kan bagaimanaa ? " ucap fikri
" A.. ta.. tapii"
" sekarang rasakan sendiri , tau masih di biayain sesuka hati " hardik wulan ia pun masuk kedalam kamar abah diikutii yang lainnya meninggalkan salsa sendiri.
***
Keadaan pondok pesantren menjelang siang mendadak diam membisu, hari ini adalah hari dimana haikal azam dan heru pengabdi pondok mendapatkan hukuman dari pembimbing pondok , dan dihari itulah orang tua dari azam heru mendatangi pondok dengan mobil yang terparkir dihalaman pesantren.
Seluruh pondok pesantren tidak mengetahui kedatangan gus dan ning selaku orang tua dari haikal atau pemilik pondok, mereka hanya mengetahui kalau gus dan ning sedang berada di luar kota. orang tua azam sudah berada di ruangan diikuti azam yang mana seluruh santri melihat kedatangan mereka , tak lama kemudian orang tua heru menyusul masuk diikuti heru.
seluruh santri tidak masuk kelas karna jam pelajaran mereka sudah habis dan ini jam mereka istirahat sebelum sholat zuhur. karna jam kosong mereka berkeliling balkon untuk melihat ke bawah siapa yang bersalah ia akan pulang.
" siapa kira kira yang pulang woy ? " sahut santri putra.
" kang heru paling"
" kang azam lah "
" haikal gue rasa "
" ia sih bener haikal mah gabakal dikeluarin paling di bela " celetuk santri laki laki yang tak menyukai haikal.
" ati ati abi tau di omongin atau salah bicara bisa di panggil lu"
" yaa kan abi ga ada sama umi jadi ga tau kalau ga ada yang ngash tau "
" batu liat aja ".
Dan benar saja mobil pajero sport berwarna hitam masuk pekarangan pondok pesantren yang luas, pintu gerbang pun ditutup kembali saat gus dan ning datang, seluruh pondok pesantren mendadak riuh melihat pemilik pondok tiba.
" bener kan datengg kata gue apa " sahut santri yang tadi mempunyai felling kehadiran gus..
" iyaa diem eh liat dehh kek jadi pendiem gak sih mereka "
" udah jangan gibah "
Fikri delia pun turun dari mobil tanpa adanya alisyah karna ia menitipkan alisyah kepada mamah ceuceu, delia dan fikri berjalan beriringan dan tentunya saling berpegangan tangan satu sama lain.
Fikri datang menggunakan pakaian koko lengan panjang yang ia keatasi hingga dilengan serta sarung dan peci hitam, dengan jam tangan berada di tangan kanan. sedangkan delia menggunakan abaya hitam hijab coklat susu dan cadar tali hitam, terlihat santai namun muslimah, ia membawa tas slempang hitam dengan jam tangan di kiri. mereka berjalan menuju ruangan yang dimana sudah ada orang tua walimurid yang bersangkutan.
pondok mereka berbentuk huruf n atau u terbalik jika dilihat dari drone..
" abii kita jadi pusat perhatian " bisik deliaa dan fikri pun mendekatkan kepalanya ke sang istri hal itu membuat santri putri kelepek klepek dibuatnya.
" gak apa apa istriku cantik "
" dasar"
~
" silahkan duduk pak buu " ucap ustad ismail dan bagian keamanan pondok kepada wali murid azam dan heru.
__ADS_1
" tolong panggilkan haikal " pinta ustad ismail kepada keamanan pondok.
" sambil menunggu haikal, silahkan diminum pak bu "
" ia terimakasih"
" pak ust maaf sebelumnya ada apa ya kami dipanggil kesini ? " ucap bapa azam yang belum mengetahui alasan ia dipanggil ke pondok.
" sebentar ya pak , lagi di panggilkan haikal dan kita menunggu gus ning untuk penjelasannya " ucap ust ismail , hal tersebut membuat azam heru terkejut rupanya akan hadir abi umi.
" Assalammualaikumm" ucap fikri dan delia bersamaan dengan selesainya ust ismail berbicara.
" Waalaikumussalam gus ning sampai " ucap mereka berdiri dan bersalaman kepada gus dan ning selaku pemilik pondok pesantren.
" Alhamdulillah , silahkan duduk pak bu, sudah lama kah ? " ucap fikri ia pun duduk berdampingan dengan sang istri.
" engga gus kami juga baru tibaa "
" ohh baiklahh , silahkan diminum pak bu sebelum sayaa menjelaskan maksud dan tujuan kami meminta bapa dan ibu datang ke pesantren. " kata fikri ia mempersilahkan tamu untuk menikmati hidangan.
Tanpa lama haikal pun tiba ia mengucapkan salam dan mencium punggung tangan abi uminya diikuti yang lain, " kang tolong ambilkan laptop dan file cctv diatas " pinta fikri kepada keamanan.
" sudah semua gus " kata ust ismail ia menunjukkan laptop dihadapan.
" ooo baiklah , sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar besarnya kepada bapa ibu yang sudah meluangkan waktunya untuk datang ke pondok, saya atas nama pemilik pesantren beserta sang istri dan juga pengajar pembina pondok ingin menyampaikan apa yang sudah terjadi kepada anak bapa dan ibu, saya sudah melihat cctv rekaman kejadian dimana heru dan azam bertengkar saling adu kemapuan sampai berita ini terdengar dan diketahui seluruh warga pesantren, yang awalnya azam haikal sedang berpatroli , bisa di saksikan ibu dan bapa " ucap fikri ia menunjukkan cctv kejadian semalam lewat layar proyekor.
Wali murid dari heru pun menyaksikan hal tersebut di saksikan oleh gus dan ning , betapa malunya mereka melihat anaknya melakukan aksi berbahaya.
" gus ning saya meminta maaf atas kelakuan heru jujur saya maluu " ucap bapa heru ia tidak kuasa melihat layar proyektor dimana jelas anaknya memulai lebih dulu.
" dari pengakuan mereka bahwasanya heru cemburu dengan haikal yang bertemu zia , kakanya istri saya, karna rasa cemburu membuat heru membara ia pun emosi dan membicarakan haikal anak angkat, azam yang tidak terima haikal di hina ia menjadi emosi , memang saya dan beberapa pembina bahkan keamanan sudah melihat gerak gerik heru yang tidak seperti biasanya semenjak kehadiran ka zia, dari ketiganya pun salah. maka untuk menghindari kejadian terulang, bahkan menghindari ditiru oleh yang lainnya,saya beserta keluarga besar pondok pesantren meminta maaf yang sebesarnya untuk mengembalikan heru kepada bapa dan ibu, kami sudah melakukan yang terbaik disini dan ia pun sudah selesai belajar di pondok tapi mohon maaf kami menyerahkan kepada ibu dan bapa, mudah mudahan diluar sana ia menjadi lebih baik" ucap fikri.
" saya minta maaf hiksss gus ning tolong jangan keluarkan heru "
" mohon maaf ibu bapa sudah peraturan di pesantren kalau tidak dijalankan akan ditiru dengan yang lainnya " kata fikri lagi, keluarga heru pun pasrah ia menerima anaknya dikeluarkan di pesantren. sedangkan orang tua azam ia berada di ruangan bersama ust ilham.
Singkatnya keluarga heru pun pulang , tibalah keluarga azam ia pun duduk dikursi yang sebelumnya mereka duduki dengan keluarga heru. Penjelasan yang sama diberikan oleh fikri kepada wali murid azam , ia mengetahui kalau azam tidak bermaksud memukul hanya saja ia terpancing emosi dari heru, karna sikapnya heru yang memalukan membuat dirinya dikeluarkan dari pondok dan azam ia hanya di skor selama 2 bulan dari pesantren yang artinya ia di pulangkan dan masuk masuk harus menyetor hapalan 5 juz. Hal tersebut di sepakati oleh orang tua azam , ia meminta maaf atas sikap sang putra yang telah membuat keributan. setelah gus fikri mengatakan itu azam pun berpamitan untuk ke asramanya diikuti oleh haikal.
Kalian menayakan haikal di hukum tidak ? ia dia di skors 1 bulan 5 juz ( gapapa ya kal bisa honeymoon dengan ziaa..asekkkk).
" namanya anak muda wajar saja menyukai sesorang tapi jika benar menyukai seseorang datanglah kerumahnya ajak bertaaruf untuk mengenal satu sama lain bukan malah main hakim, taaruf itu tidak langsung menikah jika tidak cocok boleh tidak dilanjut. " jelas fikri sambil menunggu azam yang mengambil barang barangnya.
" ia gus saya juga heran, jujur saya malu atas apa yang dilakukan azam , ia maksud hati membela haikal tapi caranya salah , saya menerima hukumannya guss , " kata bapa azam.
" ia pak kita menerapkan hukuman dan pointnya agar tidak di langgar tapi terkadang banyak yang melanggar , saya paham dunia pesantren memang ketat akan peraturan tapi dari peraturan itulah mencerimnkan karakter disiplin dan sopan santun"
" iya guss... "
Disisi lain at asrama indra menunggu ketiga temannya yang mana ketiganya sedang dalam masalah. " kalian mau kemana ? kalian di keluarkan juga ?" ucap indra melihat azam merapihkan pakaian.
" engga cuma 2 bulan , jagai pondok yaa ndra " ucap azam memeluk indra
" lu juga kal? "
" gue sebulan doang "
" yahhh gue sendirian, yaudah ikut ahhh izin sebulan "
" jangan lahh , liat tuh anak anak banyak yang butuh bimbingan " protes haikal.
" tapi ga ada temen guee , "
" lu kan gantiin gue kalau mau anter ust , kyaai, bisa bertemu diluar kann gampang "
" ya juga shh "
" yaudah hati hati balik lagi kesini "
" iaa bawell... pamit ya broooo , Assalammualaikum"
__ADS_1
" waalaikumusslam "