Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#227 Eza nekat dan gelisah berjamaah


__ADS_3

sudah lama ka zia tidak berangkat kuliah dan tidak menemui kawan kawannya.. hari ini adalah hari dimana ka zia kuliah sudah pasti ia akan datang ke kampus untuk belajar, pengumuman datang ke kampus pun sudah tersebar oleh seluruh siswa maupun siswi


hal tersebut dimanfaatkan oleh salah seorang kawan ka zia atau lebih tepatnya mantan ka zia yaitu Eza.. ia sudah yakin kalau di kampus belum tentu bisa bicara dengan ka ziaa.. Eza pun nekat datang ke rumahnya sebelum ka zia berangkat ke kampus.


Eza memarkirkan mobilnya agak jauh dari kediaman rumah ka zia agar ia bisa memastikan sekeliling rumah sebelum ia menarik ka zia untuk berbicara. Setelah menunggu lama akhirnya gerbang rumah ka zia terbuka namun ia tidak ingin menghampiri lebih dulu sebelum yang di tuju benar benar keluar dari rumahnya, dan benar saja ka zia keluar dari rumahnya ia kembali menutup pintu gerbang sebelum ia masuk kedalam mobil.


Siapa sangka saat dirinya bebalik justru ia melihat Eza memanggil namanya buru buru ka zia bergegas meninggalkan Eza yang ternyata menahan sangat kencang tangannya.


" lepasin zaa " kata ka zia ia sudah berusaha untuk melepaskan cengkraman Eza namun laki laki itu justru mempererat cengkraman tangannya.


" zii gue mau bicara, tolong dengerin. duluuu " kata Eza


" gak ada yang perlu di bicarain zaa , gue mau ke kampus lepasin gakk " bentak ka zia


" gue ga akan lepasin tangan lo sebelum gue bicara sama lo ziii " kata Eza ia memperdalam cengkramannya, ingin sekali ka zia berteriak namun tak ada orang lewat, ingin sekali ia berteriak namun ia tak ingin membuat mamahnya khawatir apalagi tidak ada anak laki. laki ia takut Eza nekat.


BRUKK ka zia pun menendang perut Eza dengan sekuat tenaga, buru buru ia masuk kedalam mobil dan melajukkan mobilnya dengan sangat kencang, ia mendengar Eza memanggil namanya dan ia sempat melihat ke spion kalau Eza mengikuti dibelakang. ia sangat takut terhadap Eza yang nekat datang ke rumahnya ditambah ia mencengkram kuat tangannya ka zia hingga merah lebab.


Sepanjang perjalanan ka zia tidak hentinya berdoa dan siapa sangka disaat keadaan darurat justru ka zia menyebut nama haikal " haikalll... tolongin gueeee... takuttt bangettttt... yaallah lindungi hamba... " gumam ka ziaa ia fokus menyetir dengan kecepatan yang diatas rata rata..


" papahhhh... mamah...kaka... aa.. adeee... haikalllllll kalian dimana tolongin " gumam ka ziaa ia menyetir dan berusaha untuk menelpon teman temannya namun tak ada yang diangkat. ia mengirimkan pesan pada grup yang berisi kawan kawannya kecuali Eza. ia mengabarkan kalau dirinya diikuti oleh Eza dari rekaman vn.


ka zia pun menyalakan GPS pada ponselnya lewat salah satu apk, untungnya ponsel ka zia batrainya full dan kuotanya banyak,ia melakukan ini karna ia takut terjadi sesuatu bahkan feeling ka zia sudah tak enak, setelah menyalakan apk ia kembali fokus di jalan.


"citttttttttttt" bunyi ban mobil ka zia mengerem mendadak saat mobil Eza menyalip ke arahnya.. jalanan yang dilewati oleh ka zia mendadak hening ka ziaa yang awalnya berfikir ramai karna ini jam berangkat kerja justru terbalik karna jalanan yang ia lewati mendadak hening dan sepi, membuat Eza sangat mudah mengambil celah memberhentikan zia.


" Bukaaa " bentak Eza meminta ia membuka mobil ka ziaa, ka zia terjebak ia tidak bisa mundur ada mobil kawannya Eza rupanya Eza mengkoling temannya untuk tunggu di jalan yang biasa arah kampus karna ka zia mau fotocopy dan mengambil beberapa tugas di temannya ia berbelok arah kerumah temannya yang dimana jalanan itu cukup sepi dan ia pun tak bisa maju karna mobil Eza didepannya. perasaan dagdigdug yang kini dirasakan ka zia..


" zii bukaa... lo ga bisaa apaa apa sekarang.... bukaaaa " teriak Eza mengetuk kaca mobil ka ziaa.


Ka zia ia memberanikan diri menanyakan maksudnya dan mau apaa Eza bicara kepadanya ia menuliskan secarik kertas yang ia tempelkan pada kaca mobil dengan perasaan campur aduk tak karuan..


" Gue mau loo! lo milik. gue zii... gue sayang looo!!! gue gamau nikah samaa diaa... cuma looooo yang gue mauuu" teriak ezaaaa ia mendekatkan wajahnya ke kaca mobil ka ziaa ka zia pun memundurkan kepalanya..

__ADS_1


~~


Disisi lain ketegangan pun mewarnai suasana keluarga haikal, keluarga yang mana telah membuangnya layaknya sampah, saudara kandung tidak akan bisa baik jika orang tua kita sudah meninggal dunia... haikal dan fikri kini berada di kediaman keluarga haikal dari pihak ayahnya karna yang fikri tau hanya keluarga ayah nya sedangkan ibunya tak ada kabar .. fikri menyampaikan informasi maksud dan tujuannya datang kerumah ini yang tak lain ingin menyampaikan kalau haikal akan mengkhitbah pujaan hatinya dalam waktu dekat.


" ngapain kesini? " celetuk bibi tiri haikal


" saya mau memberitahukan kalau aku mau menikah bii, titip salam sama om yaahh " jawab haikal dengan ramah


" bukan urusan saya! lagi jugaa kamu sudah bukan siapa siapa lagi! sudah lama gak kesini ngapain kesini membawa masalah aja " hardik bibi tiri haikal.


" Astagfirullahalazim bu maaf kami datang kesini hanya ingin menyampaikan niat baik, kami sudah menghargai ibu dan keluarga,bagaimanapun ibu berhak tau haikal disaat ini... " kata fikri ia mengusap pundak haikal dengan lembut


" untuk apa datang? minta uang? "


" Astagfirullah bi haikal gak ada minta uang sama bibi, sejahat nya bibi membuang haikal haikal gak dendam sama bibi, justru haikal berterimakasih karna bibi membuang haikal haikal mempunyai keluarga yang sayang sama haikal dan menerima haikal" kata haikal dengan begitu sopan.


" sudah punya keluarga? ngapain dateng?"


" haikal datang karna haikal tidak mau suatu saat membuat masalah, yasudah bi maafkan kedatangan kami jika membuat keributan,kami mohon maaf jika ada salah kata,kami permisi assalammualaikum " kata fikri ia membawa putranya untuk keluar dari rumah itu, sakit dadanya saat melihat putranya dihina.


" haikalll tungguuu" kata bibi tiri.


haikal pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil, diikuti fikri. " nak ini mobil kamu yaallah bagus bangetttt, kamu sukses ya sekarang " kata bibi tiri sontak saja haikal pun menatap abinya dengan terheran.


" kamu bagus banget mobilnya kal yaampun, bibi kalah " ucap bibi yang mempunyai mobil dibawah fikri bahkan jauhh dari fikri. .


" sepertinya haikal harus pergi bii " kata haikal ia pun masuk menyetir mobil sedangkan fikri ia disebelah haikal.


haikal melajukan mobilnya meninggalkan bibi yang memanggilnya. haikal pergi bukan karna diri nya dihina justru ia pergi karna perasaan aneh yang menghantui dirinya.


"kamu kenapa? " tanya fikri melihat haikal yang gelisah


" haikal perasaannya gak enak biii ada apa yaaa " kata haikal ia bercerita dengan abinya tentang apa yang dirasakan olehnya

__ADS_1


" istigfar haikal "


" Astagfirullahaladzim "


"huffff "


" gimana? "


" sedikit tenang biii tapi masih mengganjal "


" banyak banyak istigfar ya nak, kita lanjut perjalanan laggi yaa " kata fikri dan diangguki oleh haikal


~~


Delia terus mondar mandir tidak jelas ia merasakan hal yang sama dirasakan oleh haikal, ia menelpon fikri namun mereka tidak terjadi apa apa, mereka baik baik saja, namun fikri pun menyampaikan perasaan haikal yang sama dengan istrinya dan membuat fikri pun merasakan keanehan tersebut.


" naik kamu istigfarr sayangg " kata bunda yang jenuh melihat Delia linglung.


" bundaa perasaan Delia gak enakk bunnn" ucap deliaa..


Hal yang sama di rasakan oleh mamah dan ka kia , mas erik ia sedang sibuk bekerja tidak mungkin di ganggu oleh ka kia.. Delia pun menanyakan kabar keluarga di depok Alhamdulillah sehat namun ka kia ia tidak memberikan kabar kalau dirinya pun merasakan yang sama karna ia tidak ingin Delia khawatir..


" zi gue bilang buka atau gue pecahin kaca mobil loo" kata ezaaa.. ka zia sudah keabisan oksigen cukup lama ia berada di mobil tanpa kaca yang dia buka, khawatir jika ia membuka kaca justru mudah bagi Eza menarik ka ziaa. jalan satu satunya ia menunggu temannya datang karna tadi ada salah satu teman ka zia yang membalasnya dan berjanji mengirim bantuan..


" hallo haikal " lirih ka zia gemeteran ia melihat Eza sedang berusaha mencari sesuatu untuk pecahkan kaca mobil ka zia.


" hallo ka ada apaa? " panik haikal ia melirik abi fikri yang sedang tertidur mereka ingin kearah keluarga ibunya haikal namun tiba tiba zia menelpon haikal.


entah kenapa ka zia tiba tiba menelpon haikal yang jauh bukan menelpon ka kia atau polisi..


" kalll tolongin akuu.. aku dikepung Eza dan kawannya... toll... tolonginnnn " kata zia gemeteran ia mendengar Eza berteriak. dan itu terdengar oleh haikal..


" gue mauu looo... zii keluar atau gue paksa loo" kata Eza...

__ADS_1


" kaa.. kaa denger haikalll... ka.. ka aku udah mengetahui posisi kaka dimana... kaka sekrang jangan main HP itu. membuat Eza emosi.. kaka coba tenang dan alihkan Eza apapun itu jangan sampai ia melukai kaka... jangan tinggalkan ponsel... kaka bawa ponsel tanpa sepengetahuan Eza.. simpanlah ponsel itu si mana yang tak diketahui Eza... aku kesana segera" kata haikal ia menutup ponselnya dan mengendarai dengan cepat...


__ADS_2