Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
its okey im fine


__ADS_3

setelah menurunkan barang delia dan fikri berpamitan untuk pulang ke bandung karna hari yang sudah hampir siang dan masih ada hal yang harus fikri urus mengingat kasus adiknya itu.kini tiba moment haru mewarnai seisi rumah itu.


" nak jagain delia yaa , terimakasih buat semuanya , mamah papah dan lainnya gatau harus balas apa , mudah mudahan kebaikan kamu dibalas oleh Allah swt aamiin " lirih mamah memeluk tubuh menantunya itu.


" Aamiin , iya mah sama sama , nanti main ya ke rumah nginep , " ucap fikri membalas pelukkan ibu mertuanya yang sudah menangis sesegukkan.


Delia dan kedua kakanya tidak henti hentinya berpelukkan bahkan kakia menghujani bertubi tubi ciuman, " baik baik bumil yaa " lirihnya memeluk adik bungsunya itu


" Titip papah , kaka harus janji apapun keadaan papah mamah atau yang menyangkut kelurrga kita itu harus delia tau , delia ini pisah rumah karna ikut suami bukan pisah kekeluargaan , jauh ataupun dekat delia berhak tau" kata delia dengan menekankan kata katanya, jujur ia sangat trauma jika harus pulang kebandung ia hanya takut apa yang terjadi tidak disampaikan kepadanya dan itu membuat ia tersinggung.


" Maafkan kami " lirih mamah yang langsung menghampiri delia mendengar ucapan anak terakhirnya itu, dipeluknya tubuh delia dengan eratt, dihujani ciuman bahkan airmata membasahi mereka,


" Mamah sehat yaaaa, delia pamit pulang , jaga diri baik baik kalau ada apa apa kabarin delia." pintanya pada mamah , delia pun melepaskan pelukkannya pada mamah dan kini beralih ke papah yang sedang duduk di sisi ranjang.


" papah " tangisnya pecahh saat dipelukkan laki laki hebat.


CUPP " papah pun melakukkan hal yang sama mencium kening delia namun bedanya ia tak menangis namun ia memilih menyembunyikan rasa sedihnya demi menguatkan putrinya.


" pulanglah sayang, tanggung jawabmu ada pada suamimu, ikutlah perkataannya, " kata papah sambil mengelus kepala anaknya.


airmata membasahi wajah mereka semua,kini semua sudah berpamitan namun sebelum turun fikri memberikan uang kepada delia lewat belakang yang fikri arahkan tanganya ke belakang untuk diberikan kepada papahnya, bahkan yang berada disana tidak tahu fikri memberikan uang ke delia padahal secara langsung ia berikan menghargai istrinya.


" oh iya " ucap delia terpotong karna ia menghapus airmata yang membasahi pipinya


" ini ada sedikit uang , untuk papah dan mamah, maafin delia sama suami yaa pah mah " ucap delia lagi sambil mengambil tangan papah dan mamahnya dan ia letakkan uang 5 juta ditangan keduanya


" Allahu akbar apalagi ini nak, "


" Alhamdulillah kami ada sedikit rezeki mudah mudahan bermanfaat untuk papah mamah " ucap fikri merangkul pinggang delia.


" yaallah nak semoga rezekimu lancar, dijauhkan dari bahaya, selalu dalam lindungan Allah , dan calon cucu nenek sehat ya" lanjut mamah mengelus perut delia diikuti papah, dan keduanya mencium punggung tangan pak reno dan istri.


" Aamiin kami pamit ya pah mah, . Assalammualaikum"


" waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh"


****


17:00 WIB At Bandung.


"Assalammualaikum " ucap fikri dan delia saat memasukki pintu utama keluarga syarief.

__ADS_1


" Waalaikumsalam abiiiiiiiii umiiiiiiiiii" ucap alisyah bangkit dari duduknya berlarian kepelukkan orang tuanya.


" heyyy anak sholeha abii" sahut fikri membalas pelukkan alisyah. sedangkan delia ia mengusap kepala anak tirinya itu.


" kalian sudah sampai " tanya bunda menghampiri anak menantunya itu.


" sudah bunda baru saja , bunda apa.kabarnya " tanya delia mengambil punggung tangan bunda dan diciumnya , hal tersebut sama yang dilakukkan fikri.


" Alhamdulillah baikk, papah bagaimana nak kabarnya ? jawab bunda merangkul delia membawanya kedalam pelukkan.


" Bunda ajak duduk dulu menantu kita kasihan lelah " sahut abah


" oh iya maaf ayu atuh neng ,kita masuk " kata bunda mengajak delia untuk ke sofa yang baru saja diduduki abah. fikri dan alisyah hanya menggelengkan kepalanya mengingat kelakuan bunda.


" nekkk maca alisyah ditinggalin huhh " celoteh alisyah yang kini sudah mulai ngambek.


" ehhh yaallah lupa ada sicantik jugaaa" sahut bunda yang pura pura terkejutt dan itu membuat alisyah merajukk.


" aduh anak abi ko cantik banget sihh ditinggalin sama abi umi , belajar dari mana sayangkuh" ucap fikri menggendong alisyah yang bibirnya sudah manyun.


" hahahahaah " tawa bunda dan abah


" sini sini sama ummi sayanggg" ucap delia merentangkan tangannya bermaksud menyuruh delia dalam dekapannya.


" sayangggg cupcupcup " kata delia menepuk punggung anaknya dan diusapkannya punggung itu kini ia berada dalam dekapan hangat ibu smbungnya.


" sayangg jangan gendong berattttt"


" nakk sudah turunkan sayang " panik bunda saat delia menggendong alisyah.


" engga apa apa bunda abii abah , alisyah kangen sama delia delia juga kangen , biarkan ia tenang dalam gendongan delia"


" sebentar ya mi jangan gerak dan tetap disana jangan kemana mana ya " panik fikri mengingat dalam perut delia ada buah hatinya.


" abiiii its okey im fine "


Tanpa menjawab fikri berlalu membersihkan tubuhnyaa karna waktu maghrib segera tiba dalam beberapa menit lagi. dan delia merasakan perbedaan suami nya ia khawatir akan menjadi boomerang .


" abiiii " gumam delia dalam hati.


menyadari menntunya menatap anaknya dengan lekat dan mata yang menandakan kesedihan ia pun mengambil alisyah dalam gendongannya.

__ADS_1


"bundaaa" ucap delia yang terkejut dengan tingkah bundanya.


" ikutilah suamimu dan kamu juga harus bersih bersih nak " kata bunda yang mengerti keadaan.


" tapi bun"


" ikutilah biar alisyah dengan bundaa " kata bunda dengan memberikan senyuman pertanda tidak akan terjadi apa apa . Delia pun menuruti ia segera keatas menyusul suami.


**


" sayngg " panggilnya namun fikri tak menoleh ia terus berjalan meletakkan tasnya dilemari kaca.


" hubby , "


lagi lagi fikri tak menoleh, ia pun berinisiatif membelakangi suami dan mengunci pintu. fikri yang mendengar suara pintu terkunci pun mengangkat bibirnya membentuk senyuman kecil.


" sayang kamu marah " lirih delia berlari memeluk suaminya.


" maafkan aku " lirihnya lagi.


" kenapa kamu berlari ? " tanya fikri


" maaf karna aku gamau kamu salah paham "


" bisakah untuk menjaga anak kita sayang "


" maafkan aku " lirihnya dengan airmata berlinang.


" abii maafkan aku bukan maksud aku untuk membantahmu tapi alisyah anakku juga , ia butuh aku , aku pun tidak keberatan untuk menggendongnya hanya sebentar" jelas delia dengan sesegukkan.


" ia ummi, abi paham tapi posisinya alisyah lompat pada saat kamu merentangkan tangannya, ditambah kamu lari lari seperti ini " sahut fikri sambil mengusap wajahnya


" maafkan abiii " ucap fikri memeluk delia.


" abii kangennnnn" rengek deliaa.


" baru pulang ummi masa udah ngajakkin "


" nanti ya kita ke dokter dulu periksa dede bayi nanti ajak alisyah yaaa setelah itu kita bertanya sama dokter yaaa " ucap fikri mengelus kepala dan perut delia.


" iya bii" jawab delia menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Mereka pun memutuskan untuk mandi bersama menghilangkan lelah dan kotoran yang ada pada mereka sehabis perjalanan seharian ini.


__ADS_2