
Terdengar suara riuh dari dalam rumah keluarga adam syarief bagaimana tidak, Cucu Abah adam dan bunda Ratna sudah bangun dari tidurnya terlebih mereka sudah mandi dan wangi, Serba salah bukan? jika anak anak tertidur atau pergi entah kemana rumah seakan akan sunyi sepi namun jika sudah kumpul tak jarang mereka membuat kegaduhan yang membuat Abah dan bunda menggelengkan kepala melihat tingkah cucu cucu penerusnya.
"Raka alisyah ayoo minum susu dulu " ucap mba wulan sambil menghampiri raka yang tengah lari larian dengan alisyah.
Tak ada jawaban membuat wulan sedikit mempercepat langkahnya, mengelus dada melihat keduanya asik lari larian dan tertawa.
"Aaaaaaaaa lariiiii ada raka tolongg" teriak alisyah sambil berlarii.
" Sudah nak sudah nanti jatoh sayangg" ucap wulan.
" Aaaaaa mamah tolongggggggggg"
" Huaaaaaa haaaaaa atuuuuuu antuuuu hihihi" oceh raka sambil mengikuti alisyah.
" Anak anak masih pagi yaallah " ucap mas tyo. " Happ" lanjut tyo menangkap raka.
" Papa aaa tuyunin "
" Jangan pah "
"Ada apa inii" ucap bunda ,
Alisyah yang merasa lelah pun berlari kepelukan bunda yang baru saja menghampiri mereka.
" Nenekk abi kemana " tanya alisyah yang sejak tadi tidak melihat abi.
" Abii lagi di ruang kerjanya sayang nanti kalau sudah selesai abi kesini "
" Umi kemana nek " tanya alisyah lagi yang menanyakan delia.. Belum bunda menjawab pun yang ditanyakan sudah tiba dengan membawa bingkisan banyak dibantu mamang udin, " Assalamu'alaikum semuanya, ini umi sayang " ucap delia yang kini melangkah masuk diikuti syifa dan salsa.
"waalaikumsalam "
" Waalaikumsalam alhamdulillah akhirnya pulang juga "ucap bunda yang lega
" waalaikumsalam umiiiii" teriak alisyah bahagia melihat uminya datang langsung menghampiri delia.
" Eittssss jangan peluk umi dulu ya nak umi belum mandii dari luar sayang, badan umi gerah nak umi mandi dulu yaa " ucap delia lembut seraya menyamakan tinggi alisyah.
" Siap umi jangan lama lama yaa mi"
" Siap cantikk" ucap delia yang kini beralih ke bunda. dan alisyah pun duduk dikursi.
" Bundaa aku mandi dulu ya bun, "
" Silahkan neng, atuh banyak banget bawaannya neng "
" Gapapa bunda, Oh iyah bunda A fikri kemana bun " tanya delia yang tidak melihat fikri disana
" Aku disini sayangg" sahut fikri yang baru saja bergabung.
" Abii, " salim delia pada fikri.
" Sudah sampai sayang, Subhanallah umiii banyak bangett bawaannya kamu jogging atau shoping " ucap fikri yang terkejut melihat barang belanjaan delia syifa dan salsa.
" maafin aku bii "
" Sudah sudah nak biarkan istrimu membersihkan tubuhnya baru kita lihat apa saja nanti ya , syifa salsa kalian bersihkan tubuhmu juga ya " ucap bunda pada mereka.
Syifa dan salsapun berlalu kekamarnya untuk membersihkan tubuh mereka, terkecuali delia masih diam mematung disana. " Nak " tegur bunda.
" Abi marah sama aku " lirih delia
" Kamu bersih bersih dulu ya kasihan alisyah menunggumu " ucap fikri
Delia yang hatinya tersentuh atas ucapan fikripun melihat kearah alisyah yang sejak tadi menunggu uminya mandi. " Yasudah semuanya Delia izin bersih bersih ya permisi "
" Iyah "
Delia pun berlalu dengan terburu buru hingga sedikit tersandung pada anak tangga membuat abah bunda beristigfar. 15 Menit selesai membersihkan tubuhnya dan lengkap dengan pakaian Muslimah ia pun turun menghampiri mereka. salsa dengan syifa ternyata sudah lebih dulu tiba.
" Umiiiii" ucap alisyah yang langsung berhamburan kepelukn delia
" Hey sayangggg "
" Umiiiii bawa apa "
" Ohh iya yu kita buka " ucap delia pada alisyah yang langsung membuka satu persatu.
" Ini kue pukisnya " ucap delia.
__ADS_1
" Yaallah nak banyak bangett sampe 10 bungkus" ucap bunda menggeleng.
" Gapap bunda kata syifa abah sama suami delia suka banget sama kue pukis jadi delia membelikannya sekalian untuk kita semua "
" Ini untuk raka sama alya tak lupa anak ummi " ucap delia memberikan baju pada mereka dengan gambar yang sama. " Suka engga " lanjut delia lagi.
" Suka "
" Wahhhh bilang apa sama ummi " tegur mba wulan.
" Terimakasih ummi "
" Sama smaa sayang "
Delia lanjut membagi bagikan sesuai dengan apa yang ia belikan tadi, untuk fikri dan abah serta yang lainnya delia tidak menemukannya di pasar pagi tadi ia membelikan ditoko yang memang sudah buka sepagi itu mungkin karna hari minggu jadi banyak yang berkunjung ke pasar pagi membuat toko itu buka lebih awal.
" Nak terimaksih banyak yaa "
" Sayanggg terimaksih banyak ya aku menyukainya " ucap fikri pada delia yang tadinya fikri pikir ia boros nyatanya salah justru tidak ada boros dalam diri delia.
" Sama smaa Abi..
Saat mereka asik dengan bingkisan yang delia beli, membuat mereka tidak menyadari waktu sarapan sudah lewat membuat bi ani datang menghampiri mereka.
" Maaf Abah bunda neng Aa hidangan untuk sarapan sudah tersaji apa tidak sarapan hari ini??" tanya bi ani.
" Astaghfirullah kami lupa bi"
" Yasudah mari kita makan semuanya " ucap abah yang langsung berdiri diikuti yang lainnya.
" Saya minta maaf abah bunda "
" Tidak apa apa bi kami yang seharusnya minta maaf "
" Baiklah saya permisi"
" Tunggu bii ini ada kue pukis bibi taro di piring ya bi bawa ke depan untuk teman ngeteh dan ajak mereka untuk makan yaa bi dan bibi makan juga yuu dengan kami " ucap abah.
" Saya Nanti saja abah bunda "
" Gapapa atuh sok ayuu bii bareng "
" yahh bibi "
Merekapun mulai mengambil lauk pauk yang tersaji diatas meja makan dengan formasi lengkap, Sebagai seorang istri merekapun mengambilkan lauk untuk suaminya begitupun dengan delia mba wulan dan bunda. kemudian disusul lainnya. tak lama kemudian mereka menikmati hidangan sebelumnya mereka tidak lupa untuk berdoa.
" Pah mamah kangen sama delia " ucap mamah yang kini merindukan anak kecilnya itu.
" Papah juga mah, tapi kata fikri besok ia kesini mah " ucap papah yang kini sudah lebih cepat dari perkiraan untuk mereka pulang ke depok. mereka sudah berada di depok sejak subuh tadi yang seharusnya malam namun ia urungkan karna produksi baju yang kini mulai membludak.
" Papah beneran? mamah mau masak kesukaan delia ahhh oh ya pah mama mau telpon kak kia " heboh mamah yang kini sudah menggengam ponsel bersiap menghubungi ka kia yang sudah pulang ke rumahnya.
" Mamah. nanti saja kasihan ka kia cape mungkin lagi tidur mah "
" Belum pah pokoknya harus kumpull "
" Dasar mamah " ucap papah yang kini mulai merasakan nyeri pada perutnya sepertinya sakit papah mulai kambuh kembali.
" Papah engga apa apa " tanya mamah yang tau papah sakit.
" Gapapa mah kuat ko papah, jangan bilang sama anak anak ya mah papah gamauu mereka khawatir "
__ADS_1
" Tapi pahhh mereka harus tauu "
" Mahh jangan, papah pasti akan baik baik saja setelah minum obat papah ingin istirahat dulu ya mah "
" Yaudah pah mari mamah antar " ucap mamah sambil menuntn papahnya kekamar untuk beristirahat. saat akan sampai dikamar mamah dan papah berpapasan dengan ka zia yang ingin ke dapur.
" Lohhh mah papah kenapa? " tanya ka zia yang khawatir.
" Gapapa nak papah kecapean aja " ucap papah yang kini sudah pucat mukannya.
" Zia telpon dokter ya pah " sahut zia yang kini mengeluarkan ponselnya.
" Jangan nak papah gapapa butuh istirahat ajaa, papah kecapean kan baru saja pulang. " sahut papah.
" Sudah nak biarkan papahmu istirahat "
" Baiklah mah nanti kalau ada apa apa kabarin zia ya " ucap zia yang membantu papah menuntunnya kekamar.
" Papah istirahat ya kalau ada apa apa kabarin zia " ucap zia yang menyelimuti papah.
" Iyah sayang terimaksih ,maaf papah bikin repot kamu"
" Papah apa sih ini ngga sebanding sama pengorbanan kalian untuk. kami "
" Yaudah papah jangan banyak pikiran ya pah besok delia pulang dengan suaminya papah istirahat dulu ya biar fit "
" Iyah nak "
" zia keluar dulu ya pah "
" Jangan kasih tau delia atau ka kia ya zia. "
" Iyah pah " zia pun keluar dari kamar papah mamahnya menuju dapur. saat akan didapur ia terus kepikiran papahnya,, tanpa berpikir zia pun menghubungi ka kia untuk memberitahukan kabar papahnya zia lakukan ini karna bagaimanapun ka kia harus tau kondisi papah.
"Gue hubungin ka kia aja deh, pah maaf kami gamau papah kenapa kenapa " gumam zia sambil menghubungi ka kia.
TUTTTT... TUTT...
" Halloo "
__ADS_1