
Setelah memasak sarapan pagi , delia memutuskan untuk merapihkan dapur dan membersihkan perabotan kotor bekas ia memasak. Keadaan dapur kembali bersih seperti semula, ia pun memutuskan pergi ke teras untuk menyiram tanaman yang menjadi rutinitas paginya, jam menunjukkan pukul 06:15 WIB tapi anak dan suaminya belum pulang. khawatir terjadi hal pada mereka namun delia berusaha berfikir positif
Delia mulai mengambil selang yang berada di gudang rumahnya, setelah mengambil selang ia pun menyambungkan selang pada keran air untuk menyiram tanaman , banyak tanaman dalam wadah pot yaitu tanaman jenis bunga , ada mawar, melati, mawar putih, pohon jeruk, dll dan ia juga menanam pohon herbal seperti pohon saga, lidah buaya, pohon sirih, dll
Sebelum menyiramkan tanaman ia lebih dulu mengeluarkan tanaman kaktus miliknya yang berada didalam rak yang tersusun dengan bebatuan dalam pot mungil , untuk dapat terkena sinar matahari yang ia letakkan di teras rumahnya.
Delia pun menyalahkan keran air tak lupa ia putar ujung selangnya agar tak terlalu banyak mengeluarkan air namun cukup untuk tanaman. sambil menyiramkan Air pada tanaman delia melantunkan sholawat.
Saat asik bersholawat ia pun mendengar suara teriak diluar yaitu suara tukang sayur yang berkeliling .
SAYURRR...SAYURRR..SAYURRR..BU SAYURRRRNYA BUU ... SAYURRRRRR
begitulah suara penjual sayur dengan cepat delia mematikkan keran air , sepertinya banyak ibu ibu yang membeli sayuran terdengar ibu ibu memanggilnya "kang, sayurrrrr kang" hingga gerobak tukang sayur behenti di depan rumah delia fikri.
setelah mematikan kran air ia pun masuk kedalam rumah untuk mengambil uang pribadinya , mengingat ia belum memasak untuk keluarganya , ia hanya memasak sarapan pagi yang belum tersentuh, ia pun bercermin dikamarnya memastikan rambut keluar dari hijab atau tidak , dilihat tidak ada satu helai rambut yang keluar dari hijabnya delia pun bergegas untuk berbelanja.
Sesampainya dibawah ia pun membuka pintu gerbang dan ia tutup kembali, " Assalammualaikum" kata delia saat berjumpa dengan ibu ibu
"Waalaikumussalam"
" bu ustadzah belanja bu " kata ibu ibu disana .
" iyah bu," kata delia dengan anggun , ia pun mulai memilih sayuran sayuran hijau yang belum ia tuju.
"masak apa bu ustazah"
" belum tau nih ibu hehehe" sahut delia dengan ramah. ia pun melihat lihat ada bahan masakan apa yang akan ia olah menjadi menu makan ia dan keluarga.
" mang boleh minta capcay nya sebungkus " kata delia saat melihat brokoli dihadapannya.
" baik bu ustadzah " kata mang sayur.
" Masak capcay bu" komen ibu ibu tadi.
" hehehe iya nih bu" kata delia menjawab seperlunya , benar apa kata orang ibu ibu jika berbelanja 99% menggosip dan 1 % belanja, secara tidak langsung mereka berdosa Naudzubillah.
Delia masih mencoba mengingat bahan apa saja yang sudah habis dan ia pun mengingat menu masakan apa yang akan ia sajikan untuk suami dan anaknya. disaat mereka berbelanja suara alisyah membuat semuanya menoleh .
" Umiii" teriak alisyah berlari menghampiri uminya yang sedang belanja
" Assalammualaikum umi" katanya lagi saat sudah berdiri disamping uminya tak lupa alisyah mencium punggung tangan delia.
" Waalaikumussalam nak sudah pulang olahraganya "
" sudah umi"
" pintar , tunggu umi didalam ya nak umi belanja dulu "
" umi lisyah mau sayur bayam " katanya mengancungkan jempolnya.
" nanti umi beli ya "
" oke ummi " ucap alisyah mendorong pintu gerbang ia pun langsung memasak.
" mi sudah belanjanya " kata fikri menatap mata istrinya , ia tidak menengok ke arah ibu ibu sebab tak memakai hijab dan membentuk lekuk tubuh, terlebih fikri mendengar ibu ibu ada yang membicarakan orang lain.
" sebentar lagi bi mau dimasakin apa " kata delia
" Sudah cukup itu yang umi pegang aja" kata fikri.
" Pak ustad suka makan sayur bening juga " kata ibu ibu yang sepertinya meragukan fikri, bagaimana tak meragukan sebab dari rumah saja sudah bisa di gambarkan.
" ia saya menyukai sayur bening, timun di bening juga suka "
" oh ia iya "
" Sudah mi berapa kang " kata fikri mengeluarkan uang
" jadi 28 ribu pak ustad " ucap kang sayur
Fikri pun mengeluarkan uang 20 ribuan 2 untuk membayar belanjaan sang istri, kang sayur pun mengambilnya dan memberikan kembalian pada fikri.
__ADS_1
" ini kembaliannya pak ustad"
" gausah mang kembalinya buat mamang saja, kalau begitu saya duluan ya semuanya, assalammualaikum " kata delia ramah.
" Waalaikumussalam ia marih"
" terimakasih ustad ustadzah "
" kang tolong niatkan yang mau berbelanja itu murni berlanja bukan menjadi berghibah atau membicarakan aib orang lain..secara tidak langsung yang tidak ikut membicarakan terkena dosanya , apalagi yang membicarakannya Naudzubillah " kata fikri.
" iya pak ustad terimakasih sudah mengingatkan kami "
" Sama sama , saya permisi mari " ucapnya menyusul delia yang sudah masuk kedalam rumah .
belanjaan delia di tukang sayur tadi yaitu, capcay , sayur bayam, bahan buat perkedel dan tempe. total 28 ribu.
**
"Alisyah mandi dulu nak " kata delia menghampiri putrinya yang duduk di ruang keluarga.
" ia ummi" ucapnya menaik tangga kekamarnya dengan delia mengikuti dibelakang sehabis meletakkan belanjaanya didapur. ia memasak nanti sebelum jam makan siang
20 menit alisyah dan delia sudah mandi ia pun turun kebawah untuk sarapan, sarapan sudah hampir jam 7 dan fikri pun sudah mandi .
" abi sarapan dulu yu "
" iya "
" Alisyah mau disuapi atau makan sendiri "
" makan sendiri umi " jawabnya bersemangat
Delia pun mengambilkan nasi goreng udang kedalam piring alisyah dan kemudian kedalam piring fikri. setelah makan fikri pun keluar melihat selang air yang belum digulung delia
" Abi sedang apa "
" ini umi menggulung selang, "
" habis dhuha umi "
" baiklah , umi menemani alisyah dulu ya bi"
" tunggu dalam abi mau bicara" ucapnya dingin ia pun membawa selang kedalam gudang.
" Yaallah ada apa ini kenapa perasaan ku tak enak ? apa ia marah sebab aku tak menggulung selangnya " gumam delia dalam hati sambil menatap suami nya, tanpa berpikir panjang delia pun duduk diruang tamu berwarna hijau sedangkan alisyah ia sedang bermain di kamar tamu.
" Ada apa abi " kata delia dengan wajah ketakutan.
" eum umi apa belanjaan sudah habis " tanya fikri.
delia pun tak menjawab ia takut menyampaikan nya bahwa bahan makanan stoknya ada yang sudah habis.
" katakann umi"
" kalau suami nanya itu dijawab!" katanya dengan tegas , delia pun tak kuasa menatap suami justru ia memilih menunduk..
" ma..maaf" lirihnya dengan airmata berlinang.
" tutup matamu!"
" Abi bilang tutup matamu"
Delia pun menutup matanya, ia sudah pasrah apa yang dilakukan suaminya nanti mengingat dirinya juga salah tak terbuka pada nya dan ia pun telah berlama lama dalam memilih sayuran.
" Kemarilah umi "
" kemarilah "
Delia pun tak ingin suaminya marah , ia pun melangkahkan kakinya dengan perlahan dan fikri pun memeluknya membawa tubuh mungil istrrinya dalam pelukkannya.
" bukalah matamu, amarahku telah hilang " kata fikri dengan cepat delia membuka matanya.
__ADS_1
" ma..maafkan aku abi " lirihnya dengan airmata mengalir dengan cepat fikri mencegahnya.lagi dan lagi ia menangis dihadapannya.
" shutt jangan menangis, dengarkan abi ya , kita ini suami istri tentang isi rumah umi harus bilang sama abi, kalau ada yang kosong bilang sama abi , umi jadi tidak perlu keluar rumah membeli apa yang umi butuhkan, abi tidak melarang umi belanja seperti tadi tapi abi mohon , abi mohon jangan lama lama , bukan abi tak suka , bukan abi tak menghargai umi, sebab abi tak ingin umi ikut terkena dosa karna berkumpul dengan ibu ibu yang menggibah , abi tidak melarang umi dengan siapa bergaul tapi jika membahas aib orang lain abi minta umi menjauh yaa, karna semua yang dilakukan istri kelak suami meminta pertanggung jawabannya dihadapan Allah swt kelak" jelas fikri menangkup wajah istrinya dengan ibu jari menahan airmata lolos membasahi pipinya.
" Maa..maafin umi gak izin dengan abi dulu, hikss, hikss, maa maafin umi tidak melihat apa yang habis dirumah" ..
" Sudah , jangan diulang kembali ya umi, sekarang sholat dhuha dan kita meminta ampun sama Allah ya umi, dan abi memafkan umi , nanti kalau abi ada rezeki kita belanja ya umi" ucapnya
delia yang mendengar pun mengambil tangan suami dan mencium punggung tangan dan telapak tangan suami.
Semuanya pun bersiap sholat dhuha di lantai satu rumahnya yang mempunyai mushola dalam rumah. setelah sholat dhuha fikri pun mengambil kitab dalam lemari dan meminta izin pada sang istri untuk kepondok.
" Umi abi berangkat duluan ya kepondok , nanti abis zuhur ada wali murid yang mengambil uang santri ingin ke pesantren , umi disini dulu yaa nanti takut kelamaan kalau ikut abi sekarang" jelas fikri sambil memakai jam tangannya.
" iya abi , umi dengan Alisyah ke pondoknya sebelum zuhur soalnya mau latihan hadroh anak anak bi" jelas delia membawakan kitab milik fikri.
" iya hati hati , mau dijemput apa bawa mobil"/
" aneh masa bawa mobil, umi sama alisyah jalan kaki aja bi itung itung bersantai, nanti umi bawakan makan siang ya bi jadi gausah makan di pondok, "
" Terimakasih sayang, ditunggu kehadirannnya, alisyah abi mau ke pondok duluan nanti lisyah sama umi ya" ucap fikri.
" yaudah abi mau berangkat sekarang ya umi, "kata fikri yang sudah mengambil kembali bukunya , delia pun mencium punggung tangan fikri dan diikuti alisyah.
" iyah bi hati hati"
" Iyah umi juga ya jangan ngelakuin hal aneh" ucap fikri tegas.
" iyaaa atuh anak anak udah nunggu bi"
" kamu ngusir suami dosa loh"
" aduh bukan gitu, ah yaudah abi mau nanti berangkatnya ?"
" Sekarang sayang yaudah abi berangkat ya Assalammualikum"
" waalaikumussalam "
**
setelah kepergian fikri, delia masuk kedalam rumah dan mengkunci pintu depan dan pintu garasi , sedangkan pintu gerbang sudah dikunci oleh fikri dari luar.
Delia memutuskan untuk ke gazebo belakang untuk mencuci pakaian yang sudah 2 hari tak ia cuci , delia biasa sehari bisa mengganti pakaian 3-4 kali , fikri 3 kali mengganti pakaian dan sarung , sedangkan alisyah namanya anak kecil pasti suka membuat kotor bajunya sehingga dalam sehari suka mengganti pakaian 5 kali , tentu membuat cucian delia banyak namun betapa beruntungnya delia melihat cucian dalam mesin cuci sudah kosong ia melihat cucian bersih yang siap di jemur.
" pasti ini abi yang menyuci , betapa malunya aku jadi istri " gumam delia ia pun mengambil pakaian yang telah dicuci untuk dijemur
#Flashback on#
" Jam berapa ini" ucap fikri terbangun ia pun melirik jam menunjukkan pukul 3 dini hari.
" sayang bangun yu tahajud dulu" kata fikri membangunkan delia.
" sayanggg"
" Aku ambil minum dulu ya mi" ucapnya pada delia yang masih terlelap dalam mimpi
fikri pun turun dari lantai dua menuju dapur sesampainya didapur ia pun meminum air putih , namun saat sedang meminum matanua tak sengaja bertemu cucian kotor yang menumpuk dalam keranjang , ia segera menghampiri dan melihatnya.
" Kasihan kamu umi kalau harus mengerjakan ini semua " gumam fikri ia pun memasukkan pakaian kedalam mesin cuci dan memasukkan sabun yang sebelumnya ia sudah mengisi air, sambil menunggu selesai mencuci ia pun kembali keatas dengan membawakan satu gelas air putih untuk delia meminum.
" Ummi tahajud yuu"
" hoammmm iya bi" sahut delia ia pun duduk dibantu fikri dan memberikan gelas berisi air pada delia
" terimakasih"
singkat cerita mereka pun telah selesai sholat tahajud , delia pun rebahan dalam pangkuan fikri ia terus bersholawat dan mengusap perut tak lama kemudian delia terlelap, ia pun memindahkan delia keatas ranjang lalu ia turun untuk melihat pakaian.
Fikri biasa dari tahajud hingga subuh tak pernah tidur jadi untuk urusan rumah fikri membantu istrinya tanpa sepengetahun delia walau pada akhirnya ia tau semuanya sudah dikerjakan suami.
#flashback off#
__ADS_1