Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#201


__ADS_3

Hallo sahabat author tercinta, karna cerita kekasih idaman sudah nembus 200 eps gimana kalau author adakan QNA untuk mempermudah kalian mendapat info tentang tokoh fav kalian yang mana Author dan kalian akan semakin dekat hehehe...


Mau bertanya apa saja silahkan nanti akan Author dan fikri delia jawab hehehehe, Author mengetahui kalau beberapa cerita gak dilanjutkan kembali seperti cerita keluarga andri, salsa dll. pasti kalian akan penasaran juga hehehe.


Author mohon maaf baru sempat up, dikarnakan Awal tahun ini kami diberikan nikmat sakit sehingga dapat merasakan nikmat sesungguhnya, yang sedang sakit mudah mudahan diangkat penyakitnya digantikan dengan kesehatan, dan yang sehat mudah mudahan senantiasa selalu dalam keadaan Sehat.




Suasana subuh di pondok mendadak riuh setelah beberapa jam yang lalu keadaan mendadak hening. delia maupun fikri ia tidak tidur sama sekali sejak kedatangan anak santri yang membangunksnnya hingga saat ini.



Abah yai serta bunyai sudah berada di pondok pesantren pagi ini karna fikri sudah memberikan kabar pada mereka tntang rumah yang hampir di bobol maling , awalnya mereka ingin datang matahari terbit namun ia mendengar cucu mahkota mendadak tidak ingin asi mereka langsung berangkat detik itu juga menuju pondok pesantren.



" Kamu habis dari mana neng, ko bisa zayyan tidak mau menyusu padamu" kata bunda mengusap lengan delia sedangkan zayyan ia berada dalam stroller yang di dorong abi fikri



" delia minta maaf sudah ceroboh bunda abah, delia hanya keluar ikut dengan Aa untuk melihat rumah kami, pada saat itu aa pun sama sama tidak mengingat kalau delia menyusui, kami tersadar saat ustadzah menghampiri kami" lirih delia ia bersandar pada bahu bunda, bunda yang mengerti pun hanya bisa mencium puncak kepala sang menantu.



" Ia gapapa sayang, sekarang tenangkan hatimu, kalau Menantu bunda banyak pikiran dan gelisah itu menghambat Asi nak, sekarang kamu tenang yaa, terus buang asi sedikit dan cucilah dengan air yang kami bawakan nak" kata bunda mengusap lengan menantunya.



" Cepat sayang kasihan zayyan belum minum asi denganmu, kalau zayyan gak mau biar abi saja hehehe" ucap fikri menenangkan sang istri.



" huss Aa gak boleh berkata seperti itu" kata bunda menimpali. delia hanya bisa diam ia berjalan menuju kamar mandi.



" mau aku bantuin sayang" teriak fikri.



" engga abi "



" hahahaa "



" A masih pagi sudah tertawa " tegur abah.



" abis Aa gemes liat delia bah, dia yang nabrak dia yang bilang gapapa, dia.yang kebingungan" celetuk fikri.


__ADS_1


" nabrak ? "



" tanya aja sama delia, dia nabrak yang tak kasat mata , bukan salah delia sih tapi lebih ke papasan aja, lia lari dia lari jugaa" ucap fikri sambil meletakkan pecinya ia naik keatas ranjang mengganggui alisyah yang tengah bermain ponsel.



" Atuh si aa bukan di cegahh, "



" aa kan engga mengerti hal seperti itu bun cuma pas lari tuh kek hitam selewat , aa nanya apa tuh terus lia jawab gak gaapapa kok " jelas fikri.



" makannya jangan keluar dulu malam malam , apa mau dibawa kerumah bunda, disana ada bi ani yang membantu mengurusi atau pakai babysister ya, seperti mba wulan, dan ka kia " sahut abah menimpali.



" nanti aa diskusikan dengan lia"



Saat asik berbincang keluar lah delia dari kamar mandi dengan keadaan wajah yang basah sehabis wudhu dan mengikuti instruksi bunda.



" udah sayang ?" tanya bunda.




" Owekkk..owekk.."



" abah mau kemana ? "



" berkeliling"



" hati hati abah "



" ya, assalammualaikum"



" waalaikumussalaam"


__ADS_1


Abah pergi meninggalkan delia bunda dan juga fikri, fikri sendiri ia tidak ikut dengan abah melainkan mengganggu putrinya dan memperhatikan putranya.



" cup...cupss sayang anak sholeh mimi asi ya nakkk " ucap deliaa ia menurunkan resleting gamis abaya yang mana model gamisnya adalah resleting brand miliknya.



" awas hidungnya umi" ucap fikri.



" owekk....owek...owekkkk"



" bunda ko masih nangis ini gimana bun " lirih deliaaa saat menyusui zayyan.



" gapapa soalnya habis kejadian memang menjadi hambar puti\*\* pun dingin lahh gitu , susah ngejelasinnya " kata bunda ia membantu menantunya menyusukan zayyan.



"Owekkk..owekkkkkk...ow..ekkk"



" itu...nak umi ia ayoo sayang mimikk yaa anak sholeh" kata bunda ia membantu mengarahkan kepala zayyan.



Fikri ia mendekat kearah sang istri, ia membantu dengan mengaji dikepala zayyan posisi nya fikri duduk persisi dibelakang delia, sekaligus mengaji untuk zayyan ia mengaji untuk istrinyaa.



" Anak pinterrr nahh ayo sayang buka mulutnya " kata deliaa ia sudah tak kuasa menahan tangis.



" jangan nangiss sayang" kata bunda.



" owekk...(zayyan pun menyusu pada deliaa)"



"Alhamdulillah anak pinter, anak kasep, anak sholehh" kata bunda ia mencium kepala cucu mahkotanya.



Delia ia pun ikut mengaji bersama sang suami tanpa membuka Alquran ia terus melantunkan ayat ayat alquran bersamaan ia menyusui zayyan. " kuat bangett mimiknya zayyan" kata bunda ia mendengar suara bibir dengan air asi yang melimpah.



maaf ya author baru up hhehe 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2