Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#183


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju suatu tempat, abah serta fikri tengah berada dalam kemacetan, entah mereka pergi kemana,sore hari ini pukul 16:15 WIB.


" kita mau kemana A ?" tanya abah


" kita mau jenguk zul abah, pihak rumah sakit menghubungi fikri ada hal yang ingin disampaikan " jawab fikri.


" mudah mudahan hal yang ingin di sampaikan rumah sakit kepada kita itu hal baik ya A"


" Aamiin "


"kenapa kamu tidak memberitahu istrimu soal ini nak ?" tanya abah menatap putranya.


" Fikri tidak ingin delia kepikiran bah, mengingat kondisi delia yang baru mendingan sehabis melahirkan, hal baik untuk kejutan namun jika hal buruk hanya abah dan fikri yang mengetahui ini bah. mudah mudahan hal baik ya abah" jawab fikri sekilas menoleh kearah abah.


" nak apa kamu ingin berpoligami ?" tanya abah to the point


" Maksudnya Abah bagaimana fikri tidak mengerti" ucap fikri yang benar benar tidak mengerti ucapan abahnya karna ia tau abah tidak akan bertanya kalau tidak ada yang ia tutupi. " Abah ingin bertanya apa kamu ada niat untuk berpoligami ?" tanya abah dengan serius.


" maaf abah atas dasar apa abah menanyakan hal seperti itu pada fikri bah ?" jawab fikri dengan menepikkan mobilnya, setelah mobil menepi ia menatap abahnya meminta penjelasan.


" kamu jangan marah ya A , kemarin ada Tamu yang datang ingin menjadi madu istrimu, ia meminta untuk dinikahkan olehmu lewat abah karna pada saat itu kamu tidak ada dirumah maka mereka meminta menyampaikan kepada abah, jangan marah pada abah , abah hanya menyampaikan amanah, untuk menyampaikan ini semua padamu " jelas abah.


Fikri hanya mengusap wajahnya sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil, lagi dan lagi ia berhadapan dengan hal yang bernama poligami, berulang kali ia beristigfar namun hatinya menjadi gusar.


" Abah tidak memaksakanmu nak, pikirkan baik baik soal poligami ini , abah hanya menyampaikan amanah yang terpenting. "


" jujur abah, fikri tidak ingin adanya poligami, fikri tidak bisa menjalankan pernikahan bersama 2 wanita, walau abah dan fikri mempunyai hak untuk menikahi 4 wanita tapi fikri tidak bisa menjalankannya, fikri takut tidak bisa adil , fikri tidak bisa melihat delia menangis, untuk melihat delia pisah sama zul saja membuat hatiku hancur apalagi melihat dia menangis kalau suaminya menikah lagi." sahut fikri.


" nak abah tidak memaksamu , abah juga tidak ingin kau bepoligami, menantu seperti delia sudah sempurna menurut abah, mau cari seperti apalagi kalau semuanya ada pada delia " ucap abah menepuk pundak putranya.


Fikri pun mengagguk menyetujui ucapan abah bahwa mau mencari wanita seperti apalagi kalau semuanya ada pada delia " ia abah, jangan sampai delia mendengar hal ini pasti dia bersikukuh ingin aku poligami, tapi Aa juga tidak ingin menyembunyikan apapun dari delia " jawab fikri kemudian menyalakan kembali mobil nya untuk menuju rumah sakit.

__ADS_1


" lalu bagaimana a ?"


" Aa belum memikirkannya abah"


" terserahmu yang terpenting jangan sampai menantuku sakit hati" ucap abah sedikit tegas.


" ia abah bagaimana kabar salsa apakah baik baik saja ?" tanya fikri yang mengetahui kalau bunda dan abah habis berkunjung ke pesantrennya.


" baik Alhamdulillah, ia menitipkan salam padamu "


" Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, semoga ia menjadi lebih baik ya bah " ucap fikri


" Aamiin "


****


Semua orang dari 3 keluarga masih memenuhi ruangan keluarga yang mana sofa ia geser untuk menggelar karpet. tak hanya untuk duduk mereka juga tiduran di atas karpet.


" lisyah makan dulu sayang " pinta delia menyuapkan anak pertamanya.


" pintarnya yaallah " kata ibu mertua kia.


" Terimakasih ibu" jawab delia memberikan senyumnya dibalik cadar hitam.


" de suamimu kemana " sahut bang erik.


" lagi keluar bang sama Abah, ada apa nanti delia sampaikan "


" oh gapapa nanti aja "


" yaudah " sahut delia kembali menyuapkan alisyah yang duduk disampingnya.

__ADS_1


Saat mereka berbincang bincang kakia datang membawa cemilan di kulkas diikuti oleh mba wulan.


" ini anak kalau udah ketemu kaya perangko" protes mamah melihat keduanya selalu kompak.


" deh iya ya " ucap mereka yang menyadari kekompakan kakia beserta wulan.


" ia kompak , saking kompaknya kalau debat aja nihh pasti kompak, ngomong frontal tanpa filter " sahut ka zia


" hahahaah"..


" ya namanya setiap anak anak beda beda karakternya, di bunda syifa yang pendiam ga banyak tingkah dan di mamah, delia lah yang pendiam ga banyak tingkah, " sahut bunda


" tau tuhh sirikkk" ucap kia wulan dengan bersamaan.


" siapa yang sirik dih engga yaaa , atuh kaya adik kaka "


" itu apa namanya ka zia"


" Bunda haikal ga kesini ?" tanya ka kia dengan mata meledek ka zia. ka zia yang mendengar itu ia menjadi salah tingkah.


" kenapa ka zia ko merah mukannya " tanya syifa.


" hahahahhahaha "


" merona aku merona merona merona " sahut ka kia sambil bernyanyi.


" tanya umi delia donh kan ibunyaa " goda bunda pada menantunya.


" engga kesini kak , kamu mau haikal kesini ? atuh nanti diminta a fikri untuk menghubunginya " kata delia dengan serius sesekali sambil melihat alisyah


" apaan sih engga de " sahut ka zia.

__ADS_1


" gak salah lagi" ledek ka kia dan mba wulan.


mohon maaf ya jika gak jelas , karna memang ceritanya seperti itu,


__ADS_2