
" masuk istirahat kalian " ucap para pengurus memakai toak ia berjalan sekeliling pesantren termasuk masing masing asrama.
" tidur tidur pengurus"
" huhhh cepet"
" ehhh sini "
Begitulah kegaduhan sebelum para pengurus melewati asrama, para santri sudah lebih dulu mengambil posisi pura pura tidur demi menghindari hukuman santri senior.
" tidur kalian! besok bangun pagi seperti biasa! yang udah diberi tugas laksanakan jangan malu malukan pesantren! apalagi abi umi ! yang gak ada tugas rapihkan halaman bersbersih bersih! " kata pengurus dalam menggunakan toak mereka terus mengulang ngulang mengingatkan yang sebenarnya mereka ingat.
" Abah sebaiknya abah beristirahatlah dahulu, hari sudah malam " kata fikri menuntut abah untuk berisitirahat dirumah singgah karna abah sendiri ia tidak ingin tidur dirumah fikri entah mengapa namun jawaban abah membuat fikri mengerti kalau ia ingin sholat berjamaah.
" ia nak, kamu juga pulang, kasihan istrimu, dan anak anakmu" kata abah memberikan nasihat kepada putra satu satunya.
" ya abah nanti jika sudah selesai aa akan pulang, abah istirahat ya jangan lupa vitaminnya diminum ya abah " kata fikri ia melihat bunda membawakan gelas berisi air dan vitamin dengan cepat fikri membantunya membuka vitamin dan memberikan untuk abah.
" bismillahirahmanirahim terimakasih nak " kata abah
" sama sama abah,, yaudah abah istrirahat besook fitt berjumpa dengan para habaib dan kyai " kata fikri ia menarik selimut abah dan mencium pipinya.
" nak pulanglah kasihan istrimu" kata bunda menimpali ia pun melakukan hal yang sama mencium pipi bunda dan mengecup tangannya.
" surga untukmu kelak nak" sahut abah melihat sikap putranya yang penuh sopan santun.
" Aamiin "
" abah bunda aa pulang dahulu ya, besok pagi pagi aa kesini lagi, jaga diri baik baik dan jaga kesehatannya, bunda jangan lupa obat darah tinggi disimpan baik baik,"
" ia sayang , salam buat yang lain"
" ia abah bunda kalau begitu aa pulang ya assalammualaikum " ucap fikri ia mencium punggung tangan abah dan bunda.
" waalaikumussalam "
" Anaak bundaa dah besarr " bisik bunda saat fikri memeluknya.
Setelah berpamitan fikri pun kembali pulang kerumahnya karna jam 23:10 WIB dan fikri akan kembali sebelum sholat subuh.
****
keributan tidur keluarga delia selalu saja dimulai entah rebutan kamar atau pakaian tidur, walau sudah menikah mereka tak pernah tdiak ribut selalu saja ribut, kali ini dirumah delia mereka ribut posisi kamar dan pakaian tidur.
" ih delia kaka mau dikamar alisyah ajaa, " kata ka zia keukeuh.
" ka zia mamah maunya dikamar zayyan "
" kamar alisyah aja ya mah luas kalau kamar zayyan nanti ribet sama mainan zayyan mah , itu apaa sih kak baju nya masa gitu yang bener ih ga enak ada a fikri " kata delia ia protes terhadap piyama ka zia yang tidak dikancingkan satu .
ia pun dengan reflex melihat kearah yang ditunjuk delia." mana , , , iii..iiyaa hehe maaf'
" ya gapapa de mainan zayyan cuma 2 kok gapapa mamah disana aja, sama alisyah kan luas kasurnya enak , kalau kamar alisyah mamah gamau ah deket dari kamar kamu " jawab mamah
" ah yasudah terserah mamah sama kaka mau dimana saja silahkan, delia sudah mengizinkannya, delia izin letakkan zayyan dahulu ya mah " kata delia ia masuk kedalam kamar meninggalkan kaka dan mamahnya sedangkan kakia ia tidur kamar tamu.
" ya nak "
" kak udah sini aja "
" gamau mah sini aja hayu "
" udah sini aja temenin mamah "
perdebatan pun masih berlanjut walau delia sudah lebih dulu masuk namun ia masih mendengar perdebatan ibu dan anak.
Setelah meletakkan zayyan delia kembali keluar kamar menemui kaka dan mamah.
" masih debat juga Astagfirullah, suitt deh suitt, nanti engga enak sama a fikri kak kalau debat hanya karna kamar, udah aja turutin mamah ihh , ridho mamah ridho Allah juga lohh" kata delia ia merangkul kakanya memberikan sedikit arahan.
" tapi dee... " jawab kazia terpotong.
" menyenangkan hati ibu mendapatkan pahala loh, kak dan memperlancar rezeki, " sahut delia.
" yaudah yaudah ngalah " pasrah kazia ia mengeikuti maunya mamah.
" yeyyy makasih anak gadisku dan anak sholeha ku" ucap mamah dengan happy.
(tinggg..tokk..tok)
Seperti biasa delia melihat ke layar ipad yang sudah terkoneksi cctv. Laki laki berjubah putih dan bersorban berdiri di depan pintu utama dengan keadaan menghadap kearah luar.
__ADS_1
" mahh kak ada a fikri di depan, delia titip zayyan " kata delia dengan cepat ia mengambil gelas berisi air susu kesukaan fikri.
" hati hati awas jatoh " kata mamah mengingatkan anaknya yang sedikit berlari
" kalau udah sama lakinya ampun deh gue " celetuk ka zia
" nanti kamu juga rasain "
~
setelah mengucapkan salam dan memberiksn salam delia pun mencium punggung tangan suaminya dan membantunya melepaskan sorban dengan hati hati delia meletakkannya dipergelangan tangan, dan memberikan minum untuk suami.
" sudah pada tidur mi ?" tanya fikri
" mamah sama kaka diatas nemenin zayyan " jawabku mengambil minum yang pegang fikri karna minum itu tinggal sedikit.
" Abi mau makan ?" tanyaku lagi.
" engga umi, sudah di pesantren " kata fikri ia menuntun delia naik kembali keatas setelah pintu mereka kunci.
" baru pulang nak " ucap mamah ssat mereka sudah sampai lantai 2
" alhamdulullah ia mah " jawab fikri ia mencium punggung tangan mamah.
" yasudah bersih bersih dahulu "
" ya mah kslau begitu aa mau mandi ya mah "
" yaudsh selamat istirhaat nak kalian pasti cape " jawab mamah kemudian ia masuk kedalam kamar zayyan.
" ya mah selamat malam "
**
Waktu berlalu begitu cepat kini jam menunjukkan pukul 11 siang yang mana sebentar lagi akan memasuki waktu yang
spesial ba'da zuhur yaitu tasyakuran Aqiqah anak dari gus dan ning.
Panitia acara beserta team yang bertugas tengah di arahkan langsung oleh ustad ismail dan ustad ilham dimana keduanya adalah penanggung jawab acara. sampai ke tempat dimana para habaib istirahat.
singkat cerita adzan berkumandang pertanda waktu sholat zuhur telah tiba yang mana haikal lah yang mengumandangkan adzan. dengan pakaian rapih jamaah yang datang pun mulai memadati masjid untuk sholat dan akan segera menghadiri acara besar.
sholat pun dimulai dengan ustad ilham yang memimpin sholat.
**
" ka kia ini coba apa yang kurang " kata mba wulan meminta pendapat kakia.
" eummmm, teh teteh kan anak kyai pasti banyak yang pandang teteh seorang ning jadi saran aku nih coba deh pakai hijab yang ini warnanya lebih pekat tapi senada sama gamisnya " kata ka kia mengamati pakaian yang dikenakan mba wulan, ia melihat sedikit transparan.
" yaallah lupa aku tuh didalam gak nerawang pasti diluar ia dehh"
" nah makannya".
" ayoo yuuu anak anak sudah siap kah ? " sahut bunda yang sudah rapih tentunya cantik.
" Masyaallah bun cantik bangettt"
" tentu siapa dulu makeup nya " sahut bunda bangga
" siapa ?"
" menantu bunda lah " jawabnya bangga.
" hah delia bisa ? " heran mereka mendengar delia bisa makeup padahal selama ini tampilannya hanya sederhana kecuali saat acara yaitu bagian matanya indah tidak sepolos biasanya.
" hehehe sedikit kak " sahut delia ia turun dari tangga karna sudah selesai makeup. awalnya ia ingin berbusana hitam namun bunda meminta putih semua, dibedakan dari para jamaah yang pasti ada memakai hitam.
Takk..tak..takkk ( langkah anggun menuruni anak tangga bak bidadari turun dari khayangan)
" dee serius ini kamu " sahut kakia dan ka zia bersamaan yang sampai saat ini kagum.
" ia ini lia kak ayu atuh ke pondok sudah banyak yang datang " kata delia ia melirik jam ditangannya yang menunjukkan pukul set 12:30 wib .
" jangann duluuuu makeup in kaka de " pinta mba wulan dan delia pun tersenyum dan mengangguki permintaan mba wulan.
Zayyan dan alisyah ia dipegang oleh nenek ommah yang mana semuanya sudah rapih hanya menunggu arahan anak anak yang menjemput mereka.
" kaka baru tau kamu bisa makeup de " ucap ka kia yang mengamati lincah tangan deli memoles wajah mba wulan.
" jujur ini baru takut aa marah" jawab delia lesu , walau berbalut cadar namun tetap wajahnya bermakeup.
__ADS_1
" atuh ngapain aa marah kamu pakai cadar juga kok de, toh makeup buat suamimu" jawab kakia.
" yaa lia takut aja selama ini makeup ga kaya gini tipis aja gitu mba kak "
" kalau aa marah nanti biar mba yang belain, istri dah cape masa di komplain tapi aa bukan yang tukang komen kalau bukan berlebihan, tapi menurut mba engga berlebihan sih " sahut mba wulan.
" selesai " ucap delia ia pun menutup bedak milik mba wulan bersaman dengan itu anak santri sudah datang untuk menjemput delia beserta keluarga.
" neng itu ada anak santri " kata bunda memberitahukan.
" oh iya bun , hayo atuh " gugup deliaa ia takut suaminya akan marah.
" bismillah "
****
para jamaah tamu undangan maupun warga setempat mereka sudah memadati halaman pondok pesantren, jamaah delia dari depok pun sudah hadir mereka duduk berkelompok biasa ibu ibu taklim.
Acara pun dimulai dengan bacaan Ayat suci Alquran yang dipimpin oleh perwakilan anak santri, mengapa tidak haikal ? karna ia bermain hadroh.
" umi jemput keluarga abi juga ajak kerumah singgah " ucap fikri pada perwakilan santri putra.
Tak butuh lama delia dan keluarga memasuki halaman pondok pesantren pemandangan itu disaksikan banyaknya jamaah yang memadati acara tersebut. Keanggunan delia membius pandangan semua orang hingga menatap kearahnya , bunda berjalan lebih dulu membawa zayyan dan mamah menuntun alisyah, diikuti yang lainnya.
" iitu ustadzah delia ? "
" itu ning kan istri gus fikri ? "
" eh itu istrinya tuh yang bercadar "
," cantik banget yaallah "
" aduhh iri gue "
pesona delia membuat hati siapapun tertegun, kagum bahkan menginginkan menjadi seperti beliau, semua mata memandangnya sampai satu mata menatapnya penuh tanda tanya besar. siapa lagi kalau bukan fikri ia begitu cemburu istrinya dilihat banyak orang sampai ia menemuinya didalam rumah singgah.
At rumah singgah.
5 menit berada didalam rumah singgah kia, syifa zia ia lebih dulu duduk di tempat yang sudah di sediakan di halaman pondok disusul lainnya, karna saat mereka masuk kedalam rumah singgah fikri mencegah sang istri keluar.
" itu kamu kenapa sih kaya gini beda banget dandannya " protes fikri melihat penampilan sang istri, padahal hanya cadar butterfly putih serta gamis putih hanya saja kelopak mata delia yang begitu cantik , sebenarnya delia pakai apa saja cantik namun fikri hanya cemburu istrinya dikagumi banyak orang.
bunda yang ingin keluar pun akhirnya mengundurkan diri melihat anak menantunya debat.
" aku biasa aja abii yaallah " kata delia ia muter muter pada lemari pakaian di pondok.
" ihh aku ga suka "
" yaudah umi apus " jawab delia ia mengeluarkan tissue basah bersiap menghapus wajahnya. padhal acara terus berjalan mc pun sudah memulai acara namun pasangan ini asik dikamar.
Alih alih menyuruh apus namun fikri mencegah tangannya untuk mengapus hasil hiasan sang istri, " kenapa " tanya delia melihat tangannya ditahan suami.
" aku ga suka banyak mata yang melihat kearahmu mi,, kenapa kamu begitu mempesona sihhh" sahut fikri prustasi, delia yang paham ia meminta bunda dan mba wulan keluar lebih dulu, karna hanya delia lah yang mampu mengatasinya.
"suamiku cemburu yaa" goda delia ia memegang pipi suaminya.
" kalau aku ga cemburu nanti aku jadi suami dayuts itu dosa "
" ia ia bii denger yaah " kata delia ia menghadap suaminya.
" semua mata melihat ke arahku itu wajar sayang, pertama aku ini istri dari seorang gus pimpinan pondok dan anak dari pak kyai, otomatis seluruh jamaah ingin melihat siapa sih istri gus itu, siapa sih istri ustad fikri, bagi yang engga tau umi , tapi yang sudah tahu umi ya mereka biass saja, aku bukan ingin disanjung, gila hormat atau apa sayang, tapi pakaian yang aku kenakan ini semua biasa saja, ngga menerawang, satu hal mereka mau lihat aku apa bi kan seluruh tubuhku terbungkus yang hanya bisa liat ya abi" jawab delia ia pun mencium pipi suaminya.
" tapi aku ga suka pokoknya nanti umi jangan tebar pesona " jawab fikri tak masuk akal.
" ia ia bii, yaudah ayu atuh ga enak sama yang lain kita engga keluar " kata delia ia mengiyakan permintaan suami padahal itu tidak masuk akal mengingat delia itu siapa.
" yaudah ayo"
" abi ridho kan aku seperti ini"
" iya ridho, kamu itu cantik umi, cantikkk bangettt abi cemburu , maafin abi ya mi bukan tak mau menghargai umi tapii sungguh abi pangling dan abi suka sama makeup umi " pasrah fikri mengakui isi hatinya , hanya fikri lah yang tak bisa menyembunyikan apapun dari istrinya.
" ia sayang gapapa"
fikri pun keluar dari rumah singgah dan duduk di kursi semula menunggu habaib datang, sedangkan para kyai dan ulama sudah lebih dulu hadir. saat melewati wulan ia pun mengentikan langkahnya.
" makan ya jangan cemburuan " celetuk wulan karna ia tau apa yang telah terjadi.
" hasil makeup karya bini aa kan" celetuk fikri
" ko tau " heran wulan.
__ADS_1
" tau dong " jawab fikri kemudian berlalu pergi.
acara kali ini pakaian zayyan sama dengan abi dan delia sama dengan alisyah dengan warna putih namun tak seragam dengan keluarga lainnya. author kasih part panjang ya , yang harusnya 1 eps author buat 2 part kini author kasih 1 eps untuk 1 part panjangggg