Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#199 maling dan mendadak dicuekin zayyan


__ADS_3

Haikal ia terus mengejar kemana pelaku pergi, tidak ada rasa takut yang menghantui jiwa haikal melainkan rasa amarah yang memuncak, ia tidak tahu ada atau tidaknya barang barang orang tua mereka yang diambil, melainkan ia geram dengan tingkah 3 orang laki laki yang mana usia mereka dibawah haikal atau anak tanggung.


" Woyyy berenti gak lu! malinggggg..malingggg..pakk buu ada malingg" teriak haikal sambil mengejar pelaku, orang orang yang sedang tidur pun menjadi bangun mendengar suara haikal.


" loh itu kan, santrinya gus fikri " gumam mereka melihat haikal berlari dihadapannya.


dengan langkah cepat bapa bapa disana mereka membantu haikal mengejar pelaku. bisa saja 1 lawan 3 namun pelaku itu justru berlari ketakutan, karna teman haikal mengejarnya telat sehingga yang terlihat hanyalah haikal.


" malinggg..malingg..malinggg" teriak bapa bapa


" tolongg...malingggg..malinggggg " teriak lagi, hingga semua orang berlarian keluar rumahh untuk membantu haikal beserta temannya.


" Hufttt...hufttt gila tuh manusia punya tenaga apa ga capee..huftttt nyerah gueee kalau kaya gini " kata salah satu maling.


" bego , cepalah kabur sebelum dihakimi !" bentak maling yang tak lain adalah ketuanya.


" gak kuat lari gue, dah lu aja sana, gue nyerah" ucapnya kemudian diseret paksa sama temannya, dari pada kawannya tertangkap dan ujung ujungnya ia tertangkap lebih baik menyeret temannya untuk berlari.


****


Azam ia terus berjalan kesana kesini menungu kawannya yang sedang memanggil abi fikri, berulang kali ia menatap bangunan besar yang kaca nya sudah hancur serta beberapa pintu yang berusaha di dongkrak oleh para pelaku.


" Astagfirullah yaallah " gumam azam ia mundar mandir kesana kesini dengan terus berzikir


" Azam "


" A..abiii.. " kata azam ia menghampiri abi fikri yang sudah diam menatap bangunan rumahnya, saat sudah dihadapan abi ia pun mencium punggung tangan abi fikri.


bangunan yang menjadi saksi perjuangannya merintih dari nol, perjuangannya untuk dakwah kesana kesini menyisihkan sebagian uang untuk membangun istana. kini sudah di hancurkan orang, betapa tidak nyesek melihat pecahan kaca yang masih berserakan sampai ia membuang nafasnya kasar.


" husfttttt "


" Astagfirullah " kata fikri lagi, ia menjadi tenang saat sang istri mengelus punggungnya.


" dimana haikal zam ?" tanya delia yang tak melihat haikal bersama pengurus lainnya


" haikal sama indra mengejar maling umi" kata azam.


" panggil mereka suruh kembali zam !" kata fikri ia melangkah menghampiri rumahnya.


" ta..tapiii bii mereka sedang mengejar maling?"


" zam abi meminta untuk mereka kembali" tegas fikri dan azam yang mengerti ia pun pergi meninggalkan abi umi namun sebelumnya ia berpamitan mencium punggung tangan suaminya. "Assalammualaikum"


" waalaikumussalam "


"hati hati azam " ucap delia melihat azam keluar sendiri untuk mencari haikal dan pengurus lainnya membuat delia khawatir ia takut terjadi apa apa pada anak didiknya.


Azam pun pergi meninggalkan abi uminya dan bersamaan dengan itu ustadzah ismail bersama sang istri menghampiri mereka. "Assalammualaikum Gus Ning, Astagfirullahaladzim " ucap ustad ismail dengan sang istri ia sangat terkejut melihat jendela rumah yang sudah hancur.


" waalaikumussalam, ustad ustadzah"


" Ada apa ini Ya Allah, bagaimana ceritanya ustad " kata ustad ismail ia mendekat kearah fikri. sedangkan istri istri mereka berdiri dibelakang para suami.


" Ini semua sudah menjadi Qodarullah ustad, saya dengan istri tidak mengetahui pasti, namun anak anak sempat mengejar pelaku sampai sekarang belum kembali saya menyuruh azam untuk menemui mereka memintanya untuk kembali." jelas fikri.


" Jadi anak anak lihat pelakunya "


" 3 orang pelakunya ustad "


" Allahuakbar, apa ada yang hilang Gus ? "


" kami belum masuk kedalam karna menunggu pihak kepolisian datang" jelas fikri.

__ADS_1


" bukannya ada cctv gus ? "


" Ada "


" ustadzah tau kami ada disini ?" tanya delia.


"Astagfirullah saya lupaa, "


"ada apa ustadzah" tanya delia


" huftt maafkan saya ning, maaf saya tidak sengaja melihat Gus dan Ning berlari buru buru dan dibelakangnya ada anak anak pengurus lalu saya bangunkan ustad ismail. kami takut ada apa apa dan ternyata benar, saya lupa ning mau menyampaikan Zayyan menangis , maafkan saya gus ning " kata istri ustad ismail dengan sedikit membungkukan badannya, ia benar benar lupaa akan zayyan menangis.


" Astagfirullahaladzim , ya Allah zayyan , gak apa apa ustadzah saya yang meminta maaf buat ustadzah datang kesini malam malam mengganggu istriahat ustadzah, saya minta maaf tidak memberitahu ustadzah." lirih delia ia menjadi kalang kabut khawatir keadaan putranya.


" Gak apa apa ning"


" Abii" lirih deliaa.


" Kamu pulang ya kasihan zayyan , biar abi disini dengan ustad ismail, kamu pulang dengan ustadzah, tapi apakah perutmu sakit ?" kata fikri ia benar benar lupa kalau sang istri habis lahiran diajak lari dan ia juga lupa kalau ada zayyan dirumah.


" Yasudah aku pamit ya bi, ustad , Assalammualaikum " kata delia mencium punggung tangan suaminya dan menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan salam pada ustad ismail, hal yang sama pun dilakukan istri ustad ismail bedanya ia melakukan hal itu kepada fikri.


" Waalaikumussalam , hati hati "


" Iya bi "


" Ayo ning" kata ustadzah ia menuntun delia berjalan kearah pesantren.


" Umi " panggil fikri ia sedikit berlari menghampiri delia.


" Ada apa abi "


" nanti sebelum berikan zayyan asi pastikan sudah umi basuh dengan air kedua bukti dan ujungnya ya mi" bisik fikri pada telinga deliam


" Yaudah assalammualaikum"


" waalaikumussalam" delia pun mencium punggung tangan fikri


benar benar lupa akan hal yang ia miliki , lupa kalau sudah punya zayyan dan lupa kalau habis melahirkan. Sepanjang perjalanan delia memikirkan keadaan putranya yang pasti tengah menangis apalagi di malam hari seperti ini. " ning tunggu sebentar " kata ustadzah namun delia mempercepat langkahnya.


" ning tunggu "


" Ustadzah maaf saya benar benar khawatir keadaan zayyan. "


" ia ning saya tahu tapi lihatlah kamu habis melahirkan jahitanmu ning" kata ustadzah meminta delia perlahan


" tenang lah ning , ada istri ustad ilham yang menggendong zayyan" kata istri ustad ismail hal itu membuat delia memperlambat jalannya.


" ustadzah jangan tengok kekanan yahh kita lurus saja pandangannya, jangan lupa zikir dan membacakan ayat ayat alquran " kata delia mengingatkan kepada istri ustd ismail untuk tak menoleh ke kanan, disisi kanan hanya ada kebon kosong yang mana terdapat pohon rambutan.


"baiklah ning" jawab istri ustad ismail yang mana beliau sudah mengetahui tentang delia.


****


Terlihat istri ustad ilham menggendong zayyan yang sedang menangis dalam gendongannya, ustad ilham ia menemani sang istri ia berdiri di depan pintu rumah singgah sedangkan sang istri berada di dalam rumah.


" cupp..sayangg..zayyan anak pintarr..cupp " kata istri ust ilham.


" jangan menangis ya nakkk"


5 menit berlalu zayyan terlelap dalam gendongan istri ust ilham, namun ia tidak meletakkan zayyan kembali mengingat takut zayyan menangis yang ada membuat keadaanya tak stabil.


" Alhamdulillah anak sholehh" ucap istri ustad ilham.

__ADS_1


" Assalammualaikum " ucap delia dan istri ust ismail.


" waalaikumussalam " jawab ust ilham.


" ust maafkan saya telah membuat kerepotan malam malam " kata delia


" tidak ning, istri saya lah yang berada didalam, kalau begitu saya pamit " kata ust ilham


" terimakasih ust" ucap delia dan ustdzah


" sama sama , assalammualaikum"


" waalaikumussalam "


ustad ilham berlalu pergi ia menemui gus fikri dan ustad ismail , delia tidak mau membuang waktu akhirnya mereka masuk kedalam rumah sedangkan istri ust ismail ia kembali ke kamarnya untuk mandi


" Assalammualaikum "


" waalaikumussalam ning"


" ustadzah saya permisi membersihkan tubuh saya sebentar, saya titip zayyan jangan ditinggal ya" kata delia


" baik ning" ucap istri ustd ilham, delia dengan cepat membersihkan tubuhnya dan mengikuti saran dari sang suami mengingat dirinya habis dari luar.


15 menit delia mandi tengah malam membuat istri dari ust ilham melongo dibuatnya.


" Ning mandi ? "


" ia ustdzah tadi habis dari luar malam malam tak baik hehehe " jawab delia ia mengeringkan rambutnya.


" ning kamu habis dari mana ? ko malam malam keluar ?


" Qodarullah ustadzah rumah kami dijebol maling, kata anak anak yang menginfokan pada kami pelakunya 3 orang namun semuanya melarikan diri , haikal mengejarkan sampai sekarang belum kembali , " jawab delia ia mengambil zayyan digendongan ustadzah.


" Astagfirullahaladzim "ucap ustadzah yang terkejut atas apa yang ia dengar dari ning.


" Apa yang hilang ning ? "


" kami belum mengetahui ustadzah , doakan saja mudah mudahan tidak ada yang hilang"


" Aamiin yaallah "


" zayyan sayang maafkan umi ya nakk, zayyan haus yaa yu mimi dulu sayang" kata delia ia mengarakan put**g pada bibir zayyan.


" ustadzah zayyan nangisnya lama ya ?


" tidak ning, zayyan ayo ssyang katanya mau mimi pasti zayyan haus yaa " kata ustadzah berbicara pads zayyan yang tak mau membuka mulutnya.


" ada apa ini kenapa zayyan tidak mau menyusu padaku "gumam delia dalam hati ia terus berusaha membuat zayyan menyusu padanya.


" owekk...owekkk..owekkk.."


" cup.zayyan anak sholeh umii..sayanggg kenapa heyy nak ini umii.sayangg" lirih delia dengan sabar ia memberikan zayyan asi, lagi dan lagi zayyan menolaknya.


" ada apa ning kenapa zayyan menangis " kata ustadzah


" saya tidak tahu ustadzah " lirih delia ia sebisa mungkin tenang walau hatinya menjadi khawatir.


" owekk..owekk..owekkk..oooweeek..."


" Zayyan sayanggg ini umi sayanggg Astagfirullahaladzim" kata delia.


" ning berikan zayyan pada ku " kata ustzah dan delia memberikan zayyan pada istri ust ilham , benar saja zayyan diam dan kembali tidur saat berada di tangan istri ust ilham.

__ADS_1


__ADS_2