
Waktu berjalan begitu cepat hingga kini jam pulang kantor pun tibaaa dimana jalanan ramai oleh kendaraan namun papah beruntung tidak menikmati kemacetan ia sudah berada dirumah
" Pah kita punya kabar gembira untuk papah " ucap kakia pada papah yang bermain dengan viola.
" apa kak " tanya papah yang menoleh kearah kakia.
" Delia hamil pahh " ucap kakia dan ka zia barengan.
" Ohh yaa? Alhamdulillah yaallah akhirnya papah nambah cucu lagiii " ucap papah penuh syukur.
" ya pah tapi tadi pas vc mamah delia nangis minta pulang tapi mamah melarangnya karna lagi hamil muda" sahut mamah yang baru saja bergabung dengan mereka membawakan cemilan seperti biasa.
" asikkkk ngemil time " konyol ka ziaaa
" Dasar " gumam papah menghilangkan kepala, " Serius mah delia minta pulang? tanya papah lagii.
" ia tanya saja ama kaka ya kak kita semua jadi ikut nangis padahal kita usaha ga nangis tapi liat delia nangis sampe sesegukan kita ikut nangis pah " jelas mamah yang bathinnya bergejolak ingin memastikan keadaan delia.
" papah juga kangen sama delia tapi gimana kita ga enak kalau kesana terussss soalnya kan delia sudah menikah terkecuali kita kerumah delia " ucap papah
" Coba papah kabarin abah atau a fikri kalau mau kesana supaya enak gitu pahhh " usul ka ziaaa memberikan saran.
" Abah sedang berada diluar kota nak, papah liat statusnya "
" yasudah papan kabari a fikri besok kita kesana " ucap papah mengambil ponsel namun karna asik memangku viola dan meledek nya papah pun salah mengambil ia mengambil pastel buatan mamah hal itu pun menjadi bahan tawa mereka " hahahhha papah ada ada aja mau ambil hp eh malah nyomot pastel " celoteh kazia
" minus delia ini tuh ada makanan kesukkannya " gumam ka kia sedih melihat makanan lidi lidian .
*****
" Ummi alisyah sudah mandi " ucap alisyah menaikki ranjang delia yang kini sedang menyender pada ranjang yang dibelakangnya dikasih bantal agar nyaman.
" Wahh alhamdulillah teteh sudah mandi yaa " jawab delia mengusap rambut alisyah yang masih basah.
Alisyah yang saat ini tidak mau kalah oleh kak alya dipanggil teteh pun meminta dirinya dipanggil teteh. alhasil semua yang ada disana memanggilnya teteh.
" ya ummi, ummi dedenya ga nakal kan mii nanti kalau nakal alisyah marahin dedenya " ucap alisyah yang tiduran didada delia sambil mengusap perut delia.
" jangan di marahin dedenya dong alisyah nanti dedenya ketakutan lohh, kalau nakal di sayang di usap perut terus alisyah bisiskin deh dede jangan seprti itu ya kasihan ummi nya , nah gtu sayang nya abi " sahut fikri yang baru saja selesai mandi ia pun meminta delia menyisirkan rambutnya.
" ya abiii nanti kalau nakal bilangin alisyah ya ummi " pinta alisyah yang langsung duduk karna abinya ingin disisir rambutnya.
__ADS_1
" Hmm belati alisyah waktu itu ada di perut mamah ceuceu juga ya bii " ucap polos alisyah.
Delia dan fikri yang mendapati pertanyaan tersebut sontak saja membuat lidah mereka menjadi kaku. entah harus menjawab apa pertanyaan si kecil. delia dan fikri menjadi saling tatap tatapan pasalnya alisyah tidak tau siapa ibu kandungnya dan yang ia tau hanya mamah ceuceu lah yang menjadi mamah nya.
" Abii ummi ko diemm alisyah tanya ummi abi "
" Alisyah nanti kalau ada tamu mainnya di ruang bermain aja ya dee nanti ditemani sama ka alya raka dan ncuss " ucap fikri.
" Ya abii yaudah lisyah mau nonton film anak anak di TV ya ummi abii, dadah dede " ucap alisyah yang langsung turun dari ranjang menuju kamarnya.
" oke sayang hati hati ya anak sholeha " tanpa menjawab alisyah sudah berlari menuju kamarnya.
"Ummi nanti kalau ada tamu ummi disini aja ya jangan ikut turun soalnya cape turun naik tangga kasihan nanti dedenya " pinta fikri pada istrinya sambil mengelus perutnya yang rata itu.
" ya abi memangnya siapa bi "
" Gatau mii kemarin ada yang mengirim pesan abi katanya penting mau kerumah yasudah abi kasih alamatnya nanti bada maghrib mi mereka akan datang, abi gatau siapa mudah mudahan aja ga ada apa apa ya mii"
" aamiin abii" ucap delia mengelus pipi fikri.
" Abi mencintaimu karna Allah mii "
" Ummi juga mencintaimu karna Allah bii " ucap delia mereka pun berpeluk kan mencurahkan rasa sayang namun tiba tiba ucapan delia membuat fikri melepaskan pelukkannya. " abii hmm kalau abi mau berpoligami ummi siap bii dan kalau abi mengizinkan nanti ummi sendiri yang akan mencarikan istri untuk abii "
**
Setelah sholat maghrib mereka pun mempercepat jadwal makan malamnya, semua sudah berkumpul di meja makan namun delia tidak ingin mendekat kearah meja makan " neng hayuu atuh makan ko di sofa ajaa " ucap bunda yang bingung melihat tingkah menantunya.
"bundaa delia belum ingin makan bun, delia minta maaf sama bunda delia mual kalau liat nasi bun. " ucap delia dengan raut sedih ia ingin makan namun setiap melihat nasi ia mual.
" bunda sudah biarkan fikri yang menyuapi delia delia ingin makan dengan aa bun " ucap fikri yang membawa nasi beserta lauk di piring yang kemudian mereka duduk berdua di sofa.
Bunda pun mengikuti kata fikri ia menemani yang lainnya makan di meja makan dan benar delia mau memakan nasi yang semula siang ia tidak ingin makan nasi hanya buah dan lauknya saja.
" nambah mii " tanya firki.
delia pun menggeleng namun nasi dipiring masih tersisa dan delia sudah makannya tanpa malu tanpa jiji dan tanpa ilfel firki pun kembali kemeja makan menyendok nasi dan lauk untuk nya dipiring yang semula ia menyuapi delia. ia sengaja menyuapi istrinya terlebih dulu supaya dapat ia pantau berapa banyak makan istrinya.
Saat asik makan mang ujang datang menemui mereka" Assalamu'alaikum " ucap mang ujan sambil membungkukkan sedikit badannya.
" Waalaikumsalam aya naon mang " tanya bunda.
__ADS_1
" maaf mengganggu waktunya semua"
" Gapapa mang ada apa" tanya bunda lagii.
" Itu bunda didepan ada tamu yang mau bertemu dengan keluarga abah adam Syarif tapi saya belum izinkan masuk, saya ingin menyampaikan katanya sudah buat janji " ucap mang ujang
Bunda dan lainnya pun saling menatap satu sama lain meminta informasi siapa yang menerima tamu,
" Saya engga nerima tamu atau janjian dengan siapa siapa mang coba tanyain lagi siapa tau salah " ucap bunda yang memang tak merasa bertemu.
" fikri bunda yang mengizikan mereka datang,suruh tunggu ya mang sebentar " ucap fikri yang memang baru saja makan karna tadi ia menyuapi delia jadi untuk dirinya baru beberapa suap karna firki ingin mengambil sambal yang kurang .
" baiklah kalau begitu saya permisi dulu maaf menggangu " pamit mang ujang.
" makan dulu mang hayuu " ucap fikri
" Terimakasih aa saaya permisi dulu menemani tamu "
" silahkan masuk aja mang tamunya" ucap bunda yang memang sudah lebih dulu selesai makan diikut tyo.
" baiklah bu " mang ujang pun berlalu menemui tamu untuk mempersilahkan masuk..
" kalau makannya udah cuci tangan langsung menemani bunda yuu soalnya ga ada abah, biarin aa firki makan dulu " ucap bunda.
" fikri ga jadi makan bun nanti saja " ucap fikri yang ikut cuci tangan.
" Aa bukannya makan duluuu " ucap syifa saat melihat aanya mencuci tangan.
" kamu kaya gatau a fikri aja mana mau dia pentingin diri nya, " ucap mba wulan yang ikut cuci tangan.
" sayang kamu ke atasnya bareng aku aja yaa, kamu ikut atau mau disini aja " tanya firki pada istrinya yang sedang makan buah jeruk penghilang rasa mual
" Aku ikut aa aja dehh "
" Yasudah hayuu " ucap fikri menuntun istrinya saat semua sudah cuci tangan, merekapun menemui tamu terkecuali salsa yang memilih masuk ke kamar namun fikri lebih dulu mengambil vitamin dan obat delia ke kamar delia tidak ikut ia memilih menunggu fikri mengambil obat dan vitamin setelah itu menemui tamu . salsa memang masa bodo dengan siapapun tamu yang datang karna salsa orangnya cuek dengan siapapun namun ingin diperhatikan dengan yang lainnya.
tadinya fikri ingin delia di kamarnya namun karna harus naik lagi ke atas belum lagi nanti mengambil cemilan delia naik turun tangga fikri menawarkan untuk delia ikut dengannya. ada syifa yang akan menjaga istrinya. sedangkan anak anak sudah berada di ruang bermain kedap suara.
" silahkan diminum bu pak " ucap bi ani memberikan minuman diletakkan gelas gelas di meja .. bunda dan lainnya pun heran dengan tamu yang datang mereka tidak mengenalnya ia pun menunggu aa fikri yang tengah mengambil obat delia
" terimakasih "
__ADS_1
sahabat author tercinta 😍😍😍hayoo siapa yang datengg??? penasaran kan??? lanjutin ga nihh?? oh ya author kasih bocoran beberapa part lagi eps sad😱😱 siapkan perasaan kalian dan pastinya tissu, apa eps sad nya?? ditunggu yaaa penasaran kan? jangan lupa share ya .. selamat membaca sahabat author tercinta 😍😍