
" Sal udah hampir sore kamu engga pulang? " tanya teman salsa melihat salsa sedang tiduran diatas kasur temannya.
" Sebentar lagi ya Indri " ucap salsa yang sedang asik chat.
" Pulang sekarang aja sal, nanti dicariin abah bunda "pinta Indri ya memang takut salsa dimarahin mereka terlebih ia cabut dari tempat makan saat dirinya sedang asik dikamar ia terkejut kedatangan salsa.
" ia iaaa gue pulang ya ndri "
" sorry ya "
" ya gapapa assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
salsa pun pergi dari rumah Indri, ia malas untuk pulang kerumah terlebih belum ashar ia makin tidak ingin pulang sebelum jam 4 sore karna ia tidak suka dengan deliaaa. saat ini ia bingung mau kerumah siapa padahal dirumah semua fasilitas lengkap, sebelum aa menikah dengan delia salsa betah dirumah namun sejak aa menikah dengan delia ia jadi tidak menyukai dirumah aneh bukan.
*****
Terlihat seorang gadis sedang mundar mandir depan pintu kamarnya, kamar alisyah dan kamar pengantin baru, ia sejak satu jam lalu bolak balik ingin mengetuk pintu kamar aa nya namun ia ragu ia terus saja melakukan hal yang sama sampai pemandangan itu disaksikan bunda yang heran melihat tingkah anaknya,
" kamu kenapa nak bunda perhatikan sejak tadi kamu terus saja mundar mandir didepan kamar aa mu, ada apa? " Tanya bunda menghampiri syifa yang seperti orang kebingungan.
" bunda " Sahut syifa yang terkejut.
" ini loh bun syifa mau minta tolong aa tapi syifa takut ganggu aa " Lanjut syifa yang masih saja kebingungan.
" Heyy stop nak, ada apa? " Tanya bunda
" Yaallah, syifa lagi kerjain tugas tapi laptopnya tiba tiba mati syifa gatau sudah syifa save belum mana besok mau dibawa bunda," Jelas syifa penuh kecemasan.
" astaghfirullah nak, apa kamu sudah coba mungkin kabelnya? Atau kamu sudah chek " Sahut bunda yang ikut ikut cemas
" Kamu beli baru ya nak nih bunda ambilkan uangnya kamu pergi sama. mang udin ya diantar buat beli laptop baru " Pinta bunda yang ingin mengambil dompet namun belum sempet jauh syifa mencegahnya.
" Jangan bunda syifa gamau syifa masih ingin tahu apa yang rusak entah cassannya atau apa, syifa gamau boros bunda " Jawab syifa yang menolak ingin dibelikan laptop baru, syifa tipikal orang yang gamau menggampangkan sesuatu apalagi sampai harus membeli baru, selagi bisa diperbaiki maka perbaikilah.
" nanti kalau laptopnya ga bisa bilang sama bunda ya bunda beliin " Sahut bunda yang sulit untuk membelikan apapun pada anaknya pasalnya ia selalu menolak, belum sempet syifa jawab yang di carikan muncul juga. Dengan keadaan seperti orang bangun tidur fikri keluar dari kamarnya. " Ada apa bunda rame rame didepan pintu " Tanya fikri yang baru saja muncul namun ia langsung tutup pintu nya sebelum bunda mengintip kedalam Pasalnya delia tidur hanya menggunakan pakaian dinas perempuan..
" ehmm ini syifa mau minta tolong laptopnya mati dia lagi ngetik tugas a besok tugasnya mau dibawa " Jelas bunda. Yang bersangkutan hanya bisa menunduk ia takut aanya marah namun reaksi fikri ia jahil kepada adiknya itu. " Hmm boong kali bun syifa buktinya diem aja ga bilang sama aa malah bunda yang ngomong" Kilah fikri sambil bersandar pada tembok sisi antara kamar alisyah dan kamarnya. " bener aa kamu ini,kaya gatau syifa aja, delia mana a " Tanya bunda yang engga melihat menantunya.
" Delia tidur bunda makannya aa keluar rame rame ada apaa, yaudah kita bahas disana ya " Pinta fikri menunjukkan sofa yang berada di ruang keluarga lantai 2 .
Dirumah itu setiap lantai terdapat ruang keluarga untuk mereka berkumpul terkadang dilantai satu atau di lantai 3 . ruang tamu dirumah itupun dibagi antara sofa untuk perempuan dan laki laki biasanya jika tamu datang pembahasan suami serta istri berbeda untuk itu abah mengubah konsep dimana di lantai satu terdapat ruang tamu sebelah kanan warna hitam untuk tamu laki laki dan coklat untuk tamu perempuan yang membedakan hanya jalan untuk ke pintu utama.
syifa bunda dan fikri menuju sofa yang berada di lantai 2 . tak lama merekapun duduk dan melanjutkan obrolan mereka.
" Jadi kenapa berisik didepan kamar aa " tanya fikri.
__ADS_1
" maaf a sudah satu jam aku bolak balik kamar aa pengen ketuk pintu tapi takut ganggu aa, syifa udah WA engga dibales a sedangkan syifa lagi mengetik, kalau malam syifa ga ikut kumpul nanti dicariin " jelas syifa
" siapa yang cariin kamu dih pede kamu ya de " ledek fikri sambil bersandar pada sofa single.
" ihss aa , bunda aa ngeselin ya , "
" syifa mau bunda beliin laptop gamau a , biar cepet gitu " sahut bunda
" tapi serius a syifa laptopnya kenapa yaa, mau pinjem sama a tapi nanti datanya ribet a pindahin lagi, terus besok syifa bawa laptop kekampus, syifa pinjem casan laptop aa ya " pinta syifa pada aanya
" ambil laptop kamu dee, aa ke kamar sebentar " sahut fikri berlalu ke kamarnya diikuti syifa yang pergi ke kamarnya untuk mengambil laptop sedangkan bunda ia menghubungi bi ani meminta bi ani buatkan minuman lewat sambungan telpon rumah yang berada di lantai 2 .
AT KAMAR FIKRI
" Lohh udah bangun mii " ucap fikri melihat istrinya sudah bangun namun masih terbaring diranjang.
" abiii, sudah bi"
" Abi sedang apa " tanya delia melihat suaminya membuka lemari.
" Ini loh mii abi mau kasih hadiah buat syifa laptop dia susah kalau disuruh beli apa apa mii, gapernah mau minta juga padahal udah bermasalah nah abi tau laptopnya rusak inisiatif abi membelikannya " jelas fikri menarik laptop yang akan diberikan untuk adiknya.
" oh ya sudah abi mudah mudahan syifa mau menerima dan menjadi manfaat untuknya" sahut delia bangun dari tidurnya dan langsung mengambil baju yang berada di belakang pintu tanpa lama ia pun memakainya. kali iniia tidak memakai cadar.
" Hayoo mii " ucap fikri yang langsung menuntun delia untuk bertemu syifa dan bunda terlihat merka sudah kembali duduk tak lupa hidangan dan minuman jus jeruk tertata rapih diatas meja.
" Alhamdulillah bunda" jawab delia sambil melihat minuman segar di atas meja rasanya jika ia minum tenggorokan akan segar dan hilang pusingnya.
" oh yah syifa, ini aa ada rezeki alhamdulillah bisa untuk membelikan kamu laptop aa harap kamu mau menerimanya dan jangan ditolak, rawatlah dengan baik nanti aa akan bantu pindahkan datanya. ini pun sebagai hadiah untuk kamu karna sudah menghapal 10 juz tingkatkan terus hapalannya ya dee" sahut fikri memberikan tas berisi laptop baru untuk syifa.
" Aa terimakasih banyakkkkkkk aaaaaaaa syifa bahagia bangett a " ucap syifa terharu yang langsung bangkit untuk memeluk aa nya dengan erat dan fikri yang mendapatkan pelukan dari sang adik ia membalas memeluknya dan mengusap punggung adiknya.
bunda yang menyaksikan itupun terharu sampai airmatanya mengalir kebahagiaan. delia yang melihatnya pun menjadi bangga dengan sang suami dan adiknya itu.
sedangkan hal yang tersakit menurut adik adiknya adalah ketika melihat abangnya menikah namun rasa sakit itu telah hilang seiring ketulusan cinta dan kasih sayang delia terhadap keluarga itu.
" Sama sama, kejarlah cita citamu tapi jangan lupakan sholat dan baca alquran, tetaplah menjadi syifa yang penyayang dan rendah hati jangan sombong sudah hapal 10 juz " ucap fikri sambil mengusap kepala sang adik.
" Iya aa pasti akan delia laksanakan, aku happy banget, loh bunda jangan menangis maafin syifa ya tolak pemberian bunda bukan karna syifa gamau pemberian bunda namun syifa sayang kalau harus beli baru niat syifa hanya mau pinjem casan dan minta di cek tapi aa udah beliin syifa laptop, syifa bener bener minta maaf sama bundaaa" ucap syifa yang menangis memeluk bunda karna rasa bersalah menolak tawaran bunda untuk membeli laptop baru.
" Sayang bunda tidak marah sama kamu, bunda menangis bahagia karna kamu sudah hapal 10 juz yaallah sayang alhamdulillah MasyaAllah tabarakallah, teruskan hapalannya sayang dan makasih banyak aa kamu tetep mau mendidik adikmu dengan menerima setiap stor hapalan adikmu, kalian semua adalah harta berharga bunda " ucap bunda yang saat ini benar bahagia, di peluknya syifa dengan erat sambil terus dihujani ciuman dari bunda.
" Alhamdulillah teteh bahagia mendengarnya dee "
" Sudah sekarang aa pinjem laptopnya sini aa cek " sahut fikri yang langsung membuka laptop baru dan laptop lama di cek sana sini untuk mengetahui kerusakan pada laptop syifa.
" Bunda aabi syifa teteh izin dulu ya mau kekamar tadi kaka WA belum sempet delia bales " pamit delia yang ingin kekamar sebenarnya kepala delia pusing dan sedikit mual namun ia tahan demi mereka bahagia ia tidak ingin apa yang ia rasakan membuat mereka khawatir.
__ADS_1
" oh iya sayang nanti kesini lagi ya "
" baiklah neng "
" Kesini lagi ya teh "
" Iyahh semua nya " pamit delia menuju kamar.
sesampainya dikamar ia langsung ke kamar mandi dinyalakan keran air ia pun ingin muntah namun tidak bisa dikeluarkan.segera ia ambil ponsel untuk menghubungi kaka namun ia urungkan karna tidak ingin membuat papah khawatir. ia pun menghubungi teman grup nya yang sudah diseleksi hanya terdiri 3 orang termasuk delia.
TYPO house
typo grup adalah sebuah grup whatsapp yang terdiri 3 anggota yaitu teteh, windy, delia. mereka jika whatsap selalu saja typo untuk itu mereka menamakan typo house atau typo grup, sebelum kenal dan memutuskan untuk membuat grup delia memilih orang yang boleh berteman dengannya sesuai acc fikri dari grup sebelah yang fikri menyuruh delia out.
Meπ
assalamu'alaikum gaess aku mau tanya dong ko kepala aku sakit banget ya abis bangun tidur sama mual tapi aku pengen muntahin engga ada itu kenapa ya ?
^^^tetehπ^^^
^^^wa'alaikumsalam hamil itu Mel alhamdulillah. ^^^
^^^windyπ^^^
^^^waalaikumsalam len, hamil kali len ^^^
Me π
yaallah beneran?
^^^teteh π^^^
^^^coba lu tespeck Mel ^^^
^^^windy π^^^
^^^udah lu tespeck kalo belom buruan beli , test nya besok pagi abis bangun tidur len biar nyata^^^
me π
okelah nanti amel beliin, makasih ya sayangkuh
.
delia pun mengakhiri whatsapp mereka. ia berfikir bagaimana caranya agar ia bisa membeli testpeck tanpa memberitahukan fikri agar menjadi kejutan jika itu benar hamil namun jika tidak ia tidak ingin suaminya kecewa. " Aduh gimana yaa belinya "gumam delia yang memikirkan alasan keluar.
hayooo semua bantu delia untuk izin dengan fikri yu seperti apa agar diizinkan keluar? akankah delia bisa mendapatkan izin dari fikri untuk keluar tanpa didampingi nya ?
__ADS_1