
Setelah mandi dan mengganti pakaian delia pun menyusul suaminya kekamar alisyah.
" Ummi sudah mandi " tanya alisyah.
" Sudah sayang "
Entah apa yang dirasakan oleh delia membuat ia ingin cepat membereskan pakaian untuk mereka di depok. " Abi koper alisyah ada atau engga? tanya delia
" Ada mii sebentar abi ambilkan " fikri pun mengambil koper alisyah yang ia taro didalam lemari.
" Kamu ingin berapa lama disana neng ko bawa koper alisyah juga " tanya bunda yang bingung.
" Kami sebetahnya alisyah bunda"
" Loh kenapa gitu " tanya bunda yang tidak paham atas jawaban menantunya kembali bertanya.
" Karna delia ingin melihat produksi baju yang harus seminggu sekali delia pantau bunda "
" Bukannya ada kaka kakakmu "
" Yaa bunda, Delia juga ingin alisyah lebih dekat dengan keluarga Delia bun terlebih kalau di keluarga Delia itu biasanya akad nikah kan dirumah mempelai wanita setelah 3 hari baru kerumah keluarga suami disana seminggu bunda setelah itu baru memutuskan mau tinggal dimana " jelas Delia.
" Atuh kenapa engga bilang nak "
" Gapapa bunda"
" Bunda bantuin ya nak " Sahut bunda yang langsung membantu Delia menyusun baju baju dan melipatnya serta peralatan alisyah seperti minyak telon, baby oil, minyak rambut, bedak, minyak wangi, baby cream tak lupa pempers serta susu alisyah.
" Ini sayang kopernya " sahut fikri memberikan koper Delia dan membukannya mereka pun langsung memasuki pakaian alisyah hingga terasa lebih cepat dan mudah.
Waktu sudah menunjukan maghrib mereka pun bersiap siap untuk melaksanakan sholat berjamaah " Sudah selesai ayo kita sholat "
" Iyah "
@@@
" Mamah... "
Belum sempat mamah jawab membuat kia ingin cepat mengetahui penyakit papahnya ia pun memutuskan untuk membawa papah kerumah sakit.
" Mamah gimana kalau kita bawa papah berobat kerumah sakit supaya papah cepet sembuh " ujar kia.
" papah gamau nak"
" Mamah setuju nak " ucap mamah yang memang penasaran dengan keadaan suaminya yang akhir akhir ini suka merasakan nyeri namun karna pernah dibawa ke klinik dan diagnosa dokter adalah papah magh akut membuat papah meminum obat yang sudah ada dari dokter jika habis papah suka pesan langsung di apotek.
" Biar Erik siapkan mobil ya pah mah " sahut Erik yang langsung pergi menyiapkan mobilnya.
__ADS_1
" Nak papah gamau tolong bilang sama suamimu "
" Papah kita berobat ya suapaya tau apa yang dirasakan papah suapaya cepet dapet obatnya " ucap kakia yang menenangkan papah
" Pahh kata mamah kan Delia mau kesini besok, nanti Delia sedih liat papah seperti ini " ucap kazia
Saat disebut nama Delia membuat papah memikirkan apa yang terjadi jika anaknya itu tau kondisi dirinya, sedih pasti dirasakan oleh semuanya namun berbeda dengan Delia ia lebih menyalahi dirinya sendiri jika keluarga sakitt.
" Iya papah mau tapi janji jangan beri tahu Delia dan papah gamau dirawat "
" Iyah pahh kami janji tapi sembuh ya "
" Iyah " mereka pun langsung membawa papah menuju mobil dengan dipapah Oleh Erik yang baru saja datang setelah menyiapkan mobil.
~~
Sesampainya di klinik mereka menunggu antrian nomor yang sebelumnya sudah daftar. saat nomor antrian papah dipanggil papah pun masuk kedalam ruangan diikuti oleh kakia zia dan mamah. mereka tidak jadi pergi ke rumah sakit karna papah tau akan di rawat dan dari pada papah tidak mau berobat makan semuanya menuruti untuk berobat di klinik
Dokter mulai memeriksa papah dengan detail tanpa sedikitpun terlewat. setelah dokter memeriksa papah dokter pun duduk kembali di kursinya, pertanyaan pertanyaan dilayangkan untuknya membuat pak dokter bingung.
" Jadi seperti ini bu , sebelumnya pak reno sudah pernah kesini dan dengan saya yang menanganinya soal penyakit pak reno sendiri saya sudah menjelaskan pak reno harus cek ke rumah sakit besar soalnya disana lebih jelas lagi tentang apa yang dirasa pak reno jelas dokter sambil menuliskan resep.
" Sudah berapa kali dok " tanya mamah
" Dari data sih sudah 2 kali kesini bu, pak reno mengeluh sakit di dada kiri seperti ditekan suka merasa pengap saya sudah memberikan obatnya namun jika masih seperti itu saya rujuk ke rumah sakit ya "
" Papah ikuti dokter dulu pah "
" Nanti akan saya buatkan resep kembali, namun jika masih seperti ini nanti dibawa kerumah sakit ya biar kita bisa tau sakit apa supaya lebih fokus dalam pengobatan "
" Baiklah terimakasih dok "
" Sama smaa ditunggu obatnya ya "
"Iya dok " merekapun keluar untuk menunggu obat.
Sambil menunggu obat merekapun melaksanakan sholat maghrib di mushola yang berada di klinik. setelah sholat mereka memutuskan membawa papah ke mobil dan hanya kia yang menunggu obat,
Tak butuh lama obat pun sudah ditebus oleh kia dengan kakia yang membayarkan pengobatan papah.
" Kak berapa ini mamah ganti " ucap mamah sambil memberikan uang pada kia yang saat ini mereka semua sudah didalam mobil.
" Sudah tidak apa apaa mah gaush diganti "
" Ihh papah gamau " tolak papah
" Nak ambil " ucap mamah
__ADS_1
" Pah mah ini sudah tanggung jawab kami sebagai anak mamah papah, ini engga seberapa dengan apa yang papah mamah berikan, yang kami mau papah mamah sehat selalu " ucap Erik yang kini mulai menjalankan mobil.
" Terimakaizh banyak nak mudah mudahan apa yang kamu berikan dibalas oleh Allah dan menjadi keberkahan untuk kalian "
" Aamiin yaallah "
@@@@
Setelah sholat maghrib dan tadarus bersama tak lupa Delia mengajarkan alisyah huruf hijaiyah yang mana alisyah sudah mengetahui semua huruf hijaiyah.
" Wahh anak umi pintar yaa, siapa yang mengajarkan nak " tanya delia.
" Abi ummi , abi selalu mengajarkan alisyah iqro ummi kata abi dikit lagi alisyah bisa baca alquran kaya abi " jelas alisyah yang kini selembar lagi iqro 2 .
" Iyah bener kata abi jadi alisyah harus rajin belajarnya ya nak "
" Iyah ummi "
" Sayangg ayuu kita makan " ucap fikri yang baru sjaa bergabung dengan mereka .. tanpa menunggu lama mereka makan malam lebih cepat dari biasanya yakni biasa jam 7 kini jam setengah 7 sudah makan.
Setelah makan dan duduk sebentar mereka langsung menjalankan sholat isya karna waktu sudah memasuki waktu sholat.. setelah sholat berjaamaah mereka memutuskan untuk ke kamarnya masing masing karna besok fikri Delia alisyah akan berangkat pagi menuju depok.
" Abah bunda dee kami istirahat duluan ya " izin fikri pada keluarganya.
" Iya aa silahkan "
Alisyah yang lebih dulu naik keatas untuk tidur dengan Delia disusul fikri. waktu lebih cepat untuk mereka beristirahat dikarenakan Delia belum mengemasi pakaian fikri .
Alisyah yang pintar dan tahu esok akan jalan jalan membuat ia tidur sendiri tanpa ditemani abi umi nya.
"Alisyah kemana bi " tanya delia. yang sedang memilih baju fikri.
" Sudah tidur mii "
" Pintarnya anak itu, abi ko aku pengen sekarang ya pulangnya " cemas yang kini dirasakan delia.
" Sudah malam sayang dan alisyah juga sudah tidur "
" Huftttt pagi lama ya sayang "
" Sabar miii"
" Iyah bi, abi mau bawa baju berapa "
" Secukupnya aja sayang "
" Hmm yasudah siap bii "
__ADS_1
Dirasa cukup untuk mereka bawa dan tidak ada yang tertinggal membuat langsung beristirahat, prepare pakaian hanya milik fikri karna sebagian baju delia masih ada dirumah jadi tidak perlu membereskan pakaian.