
Hallo guys , novel karya kedua author takdir atau pilihan itu sudah di up yaaa , tolong kita ramaikan yuu, , author mengangkat salah satu cerita dari seseorang mudah mudahan dalam cerita itu ada hikmah yang bisa diambil untuk pelajaran hidup.
lanjut ke cerita delia fikri ya..
" Kamu mau kemana A " tanya bunda yang sekarang sedang sarapan pagi.
" Aa mau ke bandung dulu bun ada hal yang harus aa urus disana , aa titip delia ya bun " jawabnya sambil menarik kursi untuk ia dan sang istri duduk..
Delia yang sudah tau ia pun tidak menimpali ucapan mertua dan suaminya ia lebih memlilih menyuapi alisyah.
" Ada apaa a " sahut abah.
" Ada hal yang harus Aa atasi bah, Aa belum bisa cerita sekarang ,"
" berapa hari ?" tanya bunda.
" Aa engga menginap bun setelah urusan selesai aa langsung pulang "
" yasudsh hati hati "
" Titip delia sama alisyah ya bun" pintanya
" tenang aja "
" Abiii abii mau kemana " tanya alisyah yang baru menyadari kalau abi akan pergi meninggalkan dirinya dan uminya.
__ADS_1
" abi akan pergi sebentar sayang, Alisyah baik baik ya sama ummi , dijaga ya adiknyaa "
" ocehh abii"
Merekapun lanjut sarapan tanpa adanya suara hanya dentingan sendok garpu yang mewarnai pagi hari.
***
papah saat ini akan melakukan tranfusi darah ya memang di rumah sakit ini banyak stok kantong darah jadi dari keluarga belum dibutuhkan untuk mendonor darah.
Setelah sarapan dan mengganti pakaian keluarga mereka tengah berkumpul dikamar pak reno termasuk keluarga fikri. dan setelah berbincang bersama tiba saatnya fikri pamit pada mereka.
" Pah , mah Aa izin sebentar ya ada urusan mendadak nanti setelah selesai Aa akan kembali kesini "
" kemana nak " begitulah kata papah.
" Aa ada urusan sebentar pah , maafin fikri engga bisa nemenin papah transfusi darah , nanti kalau ada apa apa jangan sungkan untuk bicara sama delia , fikri sudah bilang sama delia kalau papah mamah butuh apa apa kabarin ke delia tanpa minta izin sama fikri"
" nak gausah sayang "
" Gak apa apa mah , selagi fikri bisa dan mampu fikri akan melakukan apapun untuk papah , yasudah mah pah abah bunda semuanya aa berangkat dulu yaa "
" iya hati hati nak"
" masyaallah nak , hatu hati sayang orang baik " ucap mamah terharu.
__ADS_1
" iyah titip delia yaa semuanya, sayang abi berangkat dulu yaaa , jangan ceroboh , jangan lupa makan, jaga diri baik baik sampe abi ada disamping umi, kalau mau kemana jangan sendiri ya sayang , jangan bawa berat beratt..pokoknya jangannnnnn " cerocos fikri sambil memegang pipi deliaa.
sedangkan yang lainnya senyum senyum menyaksikan kemesraan mereka.
" jangan apaa sayangkuhh" jawab deliaa tersenyum hangat.
" jangannnn lupa ada dede bayi disini sayangg, nak abi berangkat yaaa jangan bikin umi mual , jadi anak sholeh sholeha ya nak , abi rinduu " lanjutnya bertekuk lutut mengelus perut delia.
Semua orang iri akan kemesraan pasangan ini , pasangan yang selalu diidamkan bagi semua orang , laki laki yang tak kasar , baik penyabar sholeh ia menjadi impian semua orang.
" aduhh yaallah sisa kan satu untukku laki laki seperti ini" gumam ka zia iri akan kemesraan mereka..ingin cepat dihalalkan .
" uluhhhhhh fikri , kasihan atuh yang belum nikah " goda bundaaa .
" Ahh maafkan fikri ya kazia "
" gapapa santai aja "
" yasudah sayang aku berangkat yaa , assalammualaikum " ucapnya tak lupa mencium kening delia.
" Waalaikumsalam warahmatullah wabaraktuh "
Fikri pun keluar dari ruangan papah menuju parkiran mobil , kalau bukan karna cinta dan sayang terhadap keluarga dan adiknya ia tidak mungkin merelakan istrinya sendiri dan meninggalkan papah mertuanya yang terbaring sakit.
bagaimanapun ia berkewajiban atas adik adiknya, selain menemui keluarga andri fikri pun pulang kerumah abah tanpa sepengetahuan mba wulan , syifa ataupun salsa ia hanya ingin melihat langsung apa yang terjadi.
__ADS_1