Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
# 198


__ADS_3

Dengan penuh pendapat dan arahan dari abah akhirnya dengan kesepakatan bersama acara walimatul aqiqah Zayyan mereka mengundang 2000 jamaah, tentu itu semua dengan perhitungan yang mendetail.


Setelah kepergian keluarga abah , fikri lanjut berkeliling pesantren memastikan tak ada santri yang bolos mengaji, jam 22:00 WIB adalah waktu dimana untuk para santri beristirahat. sebelumnya ia memastikan alisyah sudah tertidur dan zayyan tengah diberikan asi oleh delia.


" Sayang aku berkeliling"


" ia jangan lama lama abi, umi sendiri, zayyan belum mau bobo kalau tidak dengan abinya" kata delia ia menatap sang suami yang berdiri di hadapannya.


"ia "


" yaudah aku pergi dulu assalammualaikum" kata fikri memberikan punggung tangannya dan mencium kening delia.


" Waalaikumussalam" jawab delia.


" jangan lamaaa" kata delia lagi disaat suaminya hendak menutup pintu rumah singgah.


**


" Hahahaha , eh tau ga sihhh yaa masa haikal katanya sudah taaruf sama cewe lainn" kata rani


" Ah kata siapa " sahut santri lainnya


" beneran tadi ana bertanya sama umi langsung, umi yang jawab kalau haikal sudah bertaaruf " jawab rani dengan serius


" gila ga sihh susah banget dapetin keluarga pemilik pondok pesantren " celetuk salah satu santri putri.


" ya gak akan bisa mau kaya gimanapun kita usaha , gak akan bisaa " sahut nia yang tak mau ambil pusing.


" gue sih setuju apa kata nia mau seperti apaapun kita tetep aja gak bisa dapetin haikal"


" ya iyalah mengingat dia siapa di pesantren ini, dan dia udah netap disini jadi kalau mau sama haikal ya kalian coba aja bawa keluarga kesini" sahut nia lagi.


" ngapain?"


" ya lu ngapain"


" ga jelas si nia beneran lama lama " celetuk salah satu santri.


" ya lagian rebutan haikal, atuh banyak yang lainnya gak haikal aja, pengurus pesantren gak kalah keren ko sama haikal" jawab nia.


Semua para santri putri membicarakan tentang haikal dan pengurus pondok lainnya, mengingat icon mereka adalah anak hadroh sudah pasti semua santri mengidolakan mereka.


" ekhemmm"


"eumm..aa...abiii" ucap mereka gugup manakala pemilik pondok dihadapanya , bukan hanya pemilik melainkan ayah dari sosok yang mereka bicarakan.


" Ehmm" ucap fikri menatap arah lain.


" Assalammualaikum abi" ucap mereka serentak sambil membungkukkan badannya


" Waalaikumussalam , kenapa disini!" kata fikri dengan tegas.tanpa menoleh kemereka.


"eumm..anu...iii...eumm..itu bii"


" Apa!"


" eumm..itu..eu....eumm..kitt..kita lagi cari angin abi" kata rani dengan gugup ia sendiri tak berani mengangkat wajahnya


" ah..ia cari anginnn abi " ucap yang lainnya ikut mengiyakan ucapan rani kecuali nia.


" cari angin?ucap fikri mengulang kata kata mereka sambil mengangkat ujung bibirnya menyunggingkan senyum.


Disisi lain para santri laki laki ada yang sudah masuk kedalam asrama mereka dan ada yang belum termasuk para pangurus yang kedapatan melihat santri putri dari jauh dengan abi disana


"itu kenapa " ucap heru.


" ah biasa kek gatau aja, siapa lagi kalau bukan haikal " celetuk temannya.


" lu sih kal "


" ko jadi ana sih " heran haikal ia mengkerutkan keningnya .


" ya emang lu , kalau lu gak ganteng dan cool gabakalan ciwi ciwi tergila gila sampe datang meminta dirinya ke umi untuk taaruf" celetuk heru.


" hah serius her ? " ucap haikal ia terkejut ia memberhentikan heru secara mendadak. posisinya sedang berjalan menuju dapur umum.sedangkan ciwi ciwi berada tak jauh dari dapur umum dan haikal ia reflex memberhentikan heru dengan mencegahnya.


" mana pernah gue boong sih kal " sahut heru.


" gila berani bangetttt " ucap mereka.


haikal terdiam ia memikirkan perasaan umi delia yang takut tersinggung, karna banyaknya santri putri yang mengidolakannya apalagi sampai meminta mereka untuk bertaaruf dengan haikal. ia takut umi salah paham, ia takut umi mencap dirinya play boy, atau lain sebagainya. hingga ia tak menyadari dirinya melamun hal itu dilihat jelas oleh teman temannya.

__ADS_1


" woyy kall"


" haikal woyyyy"


" Ah.. apaa " ucap haikal tersadar


" hah hah , cie mikirin awokowko" kata heru menggoda haikal.


"cieeee "


" dih apaan sih geli tau , gak suka sih kaya gitu" ucap haikal.


" kenapa ? "


" gak suka ajaa , karna sudah ada yang gue sukaa" ucap haikal dengan mantap ia pun melanjutkan perjalananya menuju dapur sedangkan para teman temannya mereka saling memandang atas ucapan haikal.


" siapa?"


" Ada dehh "


" jadi gini yaa main rahasia rahasiaan "


" gak juga cuma gue ga suka aja di publish, nanti juga tau" kata haikal lagi.


~~


"Cari angin " kata fikri lagi mengulang jawaban santri putri disaat semuanya diam.


" Cari angin atau cari santri putra!"tegas fikri.


" cari angin Abi bener, karna asrama panas jadi kami kesini untuk mencari angin" kata ana masih tak berani menatap abi.


" Gak masuk akal! kalian pikir abi bisa dibohongin! ingat bohong adalah dosa ! kalau mencari angin bisa di lingkungan asrama?! " kata fikri dengan nada ketusnya.


" A..aaa..abii" kata nia ia mengangkat tangannya seperti izin berbicara.


" silahkan "


" abi maaf kami disini membicarakan haikal, karna jika di lingkungan asrama ketahuan ustadzah atau pengurus santri putri, dengan mencari angin juga abi" kata nia ia memberanikan diri pasalnya nia melihat pengurus santri putra yang melihat kearah mereka , nia malu ia tidak ingin di cap buruk dengan haikal.


" nia awas ya lo" kata mereka dalam hati ia kesal dengan pengakuan nia yang menjelaskan perihal permasalahan pada abi.


Siapa sih yang tidak kesal jika ia membela dirinya sendiri dihadapan orang lain sedangkan yang lainnya mengalami masalah ? hal itu di rasakan oleh kawan kawannya namun jika kita mendengar jawaban dari nia seolah ia tidak terlibat dari hal ini tapi disisi lain salah tetaplah kesalahan.


Fikri mengantarkan mereka menemui ustadzah dan pengurus santri putri yang mana mereka telah kecolongan, membiarkan santrinya keluar dari lingkungan asrama, tentu ini tidak bisa dibiarkan, hal ini membuat ustadzah serta pengurus menjadi malu.


" Terimakasih banyak Gus, maafkan atas keteledoran kami, setelah ini kami akan lebih fokus dalam menjaga anak anak kami" ucap ustadzah.


" saya tidak mau kejadian ini terulang kembali! bikin malu! kalau sampai terjadi hal yang tidak tidak mau dibawa kemana pesantren ini dan nama pesantren ini !! " tegas fikri tanpa memandang siapa yang ia hadapi, ia menghampiri lingkungan santri putri dengan di dampingi ustad ismail.


" saya minta maaf yang sebesar besarnya Gus , maafkan kesalahan kami yang telah teledor, saya dan rekan rekan akan memberikan konsekuensinya kepada mereka" ucap ustadzah.


" baiklah, saya permisi Assalammualaikum " ucap fikri berlalu.


"waalaikumussalam " jawab mereka serempak dan mulailah masa hukuman bagi mereka yang mengendap ngendap untuk bisa melihat santri putra.


Setelah mengantarkan santri putri kembali ke lingkungannya, fikri kembali ke rumah singgah


"Assalammualaikum" kata fikri ia menutup pintu rumahnya


" waalaikumussalam Abi sudah selesai ?" jawab delia ia menghampiri fikri , mencium punggung tangan suaminya.


" sudah sayang,zayyan sudah tidur ? tanya fikdi karna sebelum keluar ia melihat zayyan sedang meminum asi sedangkan alisyah ia sudah terlelap lebih dulu.


" Sudah abi, ini diminum bi " ucap delia memberikan gelas berisi teh hangat


" terimakasih sayang" kata fikri ia duduk dikursi keluarga dengan delia. setelah meminum ia tiduran di pangkuan delia yang menjadikan pahanya untuk bantal.


" aduh kacian suamiku pasti cape yaaa" ucap delia ia memainkan wajah suaminya


" sayang sinii" kata fikri delia pun menundukkan kepalanya, fikri pun mulai jahil dikecupnya wanita itu dan ia menarik hidung delia.


" Auh" kata delia fikri pun membawanya kedalam pelukkannya dan ia menceritakan semuanya pada delia.


Delia yang mendengar penuturan sang suami ia terkejut sampai menutup mulutnya yang terbuka lebar, "Astagfirullah"


" terus terus mereka dibawa kemana bi ?"


" ke lingkungan santri putri abi kembalikan bersama ustd ismail, anak anak itu yang akan menjadi perhatian khusus mengingat tingkahnya abi ga suka " kata fikri.


" yaudah tidur yu bii istirahat biar besok semangat ngurusin aku anak anak dan para santri " ucap delia ia tersenyum.

__ADS_1


" ayo sayang, wangi banget sih rambutnya "


" hehehe "


****.


setelah mengganti pakaian kemudian fikri dan delia menyusul kedua anaknya untuk beristirahat , bak pengantin baru keduanya hanyut dalam kemesraaan( tidak berhubungan ya) hingga mereka terlelap dalam mimpinya.


Tokk..tok..tokkk.. abii..


Assalammualaikum.abii...


Tokk..tokkk.tokk.


Begitulah suara didepan pintu rumah singgah , delia yang sedang tertidur pun ia terbangun, dilihatnya jam menunjukkan pukul 01:30 dini hari, ia melihat kearah suami dan kedua anaknya yang masih tidur padahal jelas diluar ada yang ketuk pintu.


Dengan begitu penasaran delia bangun ia mengambil jubbah hitamnya seperti gamis dann memakai hijab bergo bersamaan itu tidak henti hentinya pintu diketuk oleh seseorang yang mana suaranya adalah laki laki.


" abii..bii..abi bangun yuuu.. abii" kata delia ia membangunkan suaminya dengan lembut.


" sayang..abi..bangun yu itu ada tamu..abii..


" eumhhhhhhh" kata fikri ia pun duduk.


Tok..tokk.tokk..assalammualaikum abi umi " kata laki laki diluar sana.


" siapa umi" kata fikri ia langsung turun dari ranjang menuju pintu utama dan dibuka lah pintu itu terlihat heru dan dika berdiri di depan pintu..


" hah...hah...huft..huff.. A..abii Assalammualaikum " kata heru dan dika mencium punggung tangan fikri dengan nafas yang tidak beraturan.


" Waalaikumussalam ada apa ini " tanya fikri yang panik , saking paniknya fikri hanya menggunakan sarung serta kaos oblong putih dan peci putih.


" Abi maaf kalau kita ganggu abi istirahat malam.malam sama umi, bi..rumah abii dijebol maling, haikal sedang mengejarnyaa bii , ayoo " kata dika ia mengajak fikri untuk kerumahnya yang sudah lama ia tinggal.


" hah , gimana gimana ? ini abi dirumah" kata fikri ia menjadi leg, bukannya panik justru fikri menjadi leg ibarat game kurang kuota ya begini lah.


" ternyata kalau abis tidur lucu ya kek panda, koneknya lama" celetuk heru dalam hati.


hal itu membuat dika serta heru menjadi melongo ia tak menyangka reaksi yang ia dapatkan justru bertolak belakang dengan apa yang merek pikirkan , seorang anak kyai dan dinilai sangat dingin kini ia menjadi ngeleg , ingin tertawa namun durhaka , tidak tertawa ini lucu. maklum orang baru bangun.


" Ada apa ini " sahut delia menghampiri heru dika.


" assalammualaikum umi "


" waalaikumussalam , ada apa " kata delia ia menangkupkan kedua tangannya.


" umi maaf kita ingin memberitahu kalau rumah abi umi di jebol maling, malingnya sedang dikejar haikal" jelas heru.


" Astagfirullah innalillahi wainnaillaihi rojiun"ucap fikri delia secara bersamaan.


" giliran ada istrinya aja langsung konek, ini gus garang tiba tiba jadi baik , tadi ngeleg kaya game kurang kuota eh sekarang malah kebayakan kuota" kata dika dalam hati.


" anjir lu kemana pak baru konek " kata heru dalam hati.


" ayo cepet yaallah ada ada aja musibah " kata delia fikri ia buru buru menutup pintu rumah singgah dan keluar berlarian seperti film india bergandeng tangan meninggalkan heru dan dika.


" anjir tadi ngeleg sekarang mode on kek film india " celetuk heru yang melihat mereka lari sambil bergandengan tangan.


" sepemikiran anjay" ucap dika.


tanpa memikirkan dosa mereka mengghibahkan umi abinya yang lebih dulu lari.mau gamau mereka mengikuti abi uminya berlari.


" eh udah jarin biar aja dia lari, cape gue " kata dikaa.


" kualat luu"


" cape guee " kata dika kemudian ia tak sengaja menginjak batu kecil. " Awwwhhh, siapa yang naro batu sihh " kesal dika


" kata gua apa kualat , belom mulut gue mingkem dah kenyataan " kata heru


" tuntun gue ruuu sakit anjjr"


" dih ogah gue nuntun aki aki, " ledek heru


" eh kasihan abi umi ayolah malah becandaa " kata dika.


" elu duluan " ucap heru ia menggetok dika kesal.


" ru jangan jahat, udah kaki gue sakit, hati gue sakit, plis pala gue jangan disakitin " lirih dika


" lebayyyyyyyy"

__ADS_1


__ADS_2