Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
Akhirnya delia tau


__ADS_3

Hallo sahabat author dari banyaknya komen kalian author sudah menyimpulkan beberapa untuk merevisi alur cerita , author minta maaf suka lama up nya dikarnakan anak author yang sedang sakit ya memang harus tanggung jawab sama karya ini , , bagaimana dari pada menunggu nunggu dan author biar lebih semangt up nya kita bagi hari, kira kira seminggu mau berapa up dan hari apa aja ?? komen dibawa ya , , karna untuk up setiap hari author takut mengecewakan kalian bukan engga bisa up setiap hari tapi author takutt membuat kalian menunggu dan bikin kecewa, jika kalian pengen author up tiap hari akan diusahakan sabar menanti dan semangat komennya ya , , oke sekian dari author. happy reading gaesss 😘


" kita mau ngapain kesini bii" tanya delia yang saat ini sudah berada di rumah sakit tempat papah reno dirawat, ia masih terus bertanya dalam hatinya . " Ada apa? siapa yang sakit ?"gumam hatiku .


" Abii bisakah untuk menjawab pertanyaanku" ucapku dengan sedikit menaikkan nada bicaraku . fikri bunda dan abah mengerti bagaimanapun delia harus mengetahui akan hal ini ia pun menghentikan langkahnya, fikri pun menuntun delia diikuti yang lainnya menuju kursi ruang tunggu.


Saat semuanya duduk fikri mulai membuka pembicaraan , dilihatnya wajah sang istri yang sudah sangat penasaran walau terbalut cadar ia tau betul apa yang di rasakan sang istri.


" Yaallah apa yang ingin dibicarakan suamiku, kenapa perasaan ini sangat tak nyaman, ayolahh sayang katakan ada apa " ucapku dalam hati.


" Umii , maafkan abi bunda dan abah bukan bermaksud menyembunyikan semua ini dari umi " ucap fikri sambil menggenggam tangan sang istri untuk memberikan ketenangan , ditatapnya wajah sang istri hingga tatapan mata saling bertemu.


" Bismillah yaallah kuatkan saya , kuatkan istri dan anak kami menerima takdir mu " gumam fikri dalam hati.


" yaallah kuatkan menantu hamba menghadapi ujian ini" Abah bunda.


mereka pun terhanyut dalam perasaan masing masing mengenai menantu kesayangan mereka.


" Iya bi , ada apa tolong katakan "


" Ummi yang sabar ya , kita semua sedang mendapatkan kasih sayang dari Allah lewat ujian ini, Abi tau perasaan umi tapi umi jangan putus asa , ingat didalam perut ini ada anak kita yang membutuhkan umi ," jelas fikri sambil mengelus perut delia.


Delia pun tak menjawab penjelasan fikri ia masih menunggu apa yang selanjutnya dikatakan oleh sang suami , tak ada jawaban dari delia fikri pun melanjutkan ucapannya.


" tadi pas abi diruangan kerja mamah menghubungi abi mi, mamah mengatakan kalau " ucap fikri menggantung ia tak sanggup melanjutkan kata katanya. delia yang penasaran pun mulai menggoyangkan lengan sang suami sambil berkata " kalau apa bii " sahut delia.


" A katakan saja bismillah " pinta bunda


" Kalau apa bii " sahut delia yang masih mendesak sang suami untuk menjawab.


" Kalau apa abiiiiiiiii"


" Bunda , abah , katakan sama delia kalau apaaa ? " pinta delia yang sudah semakin sesak dadanya..

__ADS_1


" Bundaaaa bunda bilang sama delia "


" sayang sayangg heyyy , istigfar " pinta fikri .


" kamu mau penjelasan disini atau liat langsung nak " tanya abah yang sejak tadi melihat Delia semakin penasaran. ia juga tau anaknya tak sanggup mengatakan penyakit yang dialami papah kandung delia bagaimanapun pasti merasakan terpukul.


" Disini saja abah "


" A , kamu mau bilang atau abah yang bilang "


" Biar fikri aja abah " ucapnya


" Bismillah yaallah , Umiiii, , abah bunda dan abi mengajak umi pulang ke depok atau tepatnya kerumah sakit bukan tanpa alasan sayangg, Tadi mamah mengatakan kalau papah masuk rumah sakit, papah dirawat disini mii, papah sakit kangker darah mii , " jelas fikri ia pun langsung membawa delia kedalam dekapannya.


Seakan kesambar petir itulah yang kini dirasakan delia ,laki laki pertama yang ia cintai, laki laki yang ia sayang, dan dari tangannya lah ia tumbuh besar menjadi delia sekarang, peluh keringat yang ia keluarkan untuk membesarkan ketiga buah hati dan istrinya berjuang tak mengenal lelah dan waktu , kehidupan dahulu ia dan keluarga hingga ia bisa berdiri dikehidupan sekarang berkat kerja keras dari laki laki hebat. kini ia terbaring lemah melawan ganasnya kangker darah yang menjalar ditubuhnya. sampai perjuangan papah membangun usaha delia dan kedua kakanya .


Sebagai anak yang berbakti pada orang tua dan anak yang cinta sayang terhadapnya ia pun ingin melakukan yang terbaik untuk orang tuanya termasuk papah nya saat ini. walau apa yang ia lakukan tak ada nilainya atas apa yang telah papah berikan untuk ketiga anaknya.


" Kamu kuat kan mii " tanya fikri karna tak ada jawaban dari delia.


" Abiiiiiii hikss , , , hiksss papahhh bii, " tangis delia pecah dalam pelukan sang suami..pelukan yang sejak beberapa bulan yang lalu menggantikan pelukan sang papah,


" Sabar sayanggg , kamu tenang ya setelah ini kita liat papah " ucap fikri sambil mengelus kepala delia yang mash sesegukkan.


" ayooo sekarang biiii " rengek deliaa dengan air mata yang membasahi cadarnya.


" kamu yakin mau bertemu mamah dan papah dengan cadar kamu basah sayang ?" tanya fikri yang melihat jelas cadar berwarna biru basah.


delia yang tak ingin dilihat lemah dihadapan keluargapun akhirnya menuruti perkataan sang suami ia mengganti cadarnya dengan ditemani bunda.


Skip ruangan papah.


" Kak delia belum datang " tanya ka zia yang baru saja keluar ruangan papah sekarang mamah yang menggantikan zia.

__ADS_1


" Katany sudah dihotel mungkin sebentar lagi sampai " jawab kakia sambil membaca pengeluaran produksi brand delia lewat ponselnya.


" Ohhh yasudah , mungkin mereka istirahat dulu kak , ka lagi apa " tanya ka zia


" ini kaka lagi baca pengeluaran bulan ini de "ucap ka kia sambil menunjukkan jumlah pengeluaran produk baju.


Saat asik melihat dan berdiskusi bersama , kia maupun zia mendengar ada suara yang dia sangat mengenalinya memanggil mereka . " Kakak "


" Kaya ada suara ya de " bisik ka kia.


" iyaa ah mungkin orang lain " jawab zia enteng.


" kakak " panggil lagi.


Mereka pun menoleh dilihatnya wanita yang mereka rindukann kini hadir didepan mata , berulang kali mereka mengucek mata. "katanya di hotel ko sudah sampai " pikir mereka


" Deliaaa " teriak mereka yang langsung memeluk adiknya itu.


" Kakaa hiksss " tangis rindu dan tangis kesedihan jadi satu diantara mereka saling berpelukkan ..


Abah bunda fikri hanya saling mandang satu sama lain melihat kerinduang yang sangat mendalam


" dee mau liat papah ?"


" Kaka hiks, kaka kenapa engga pernah cerita sama liaa , kenapa ade selalu disembunyiin , kenapa gapernah kasih tau lia aapun itu , kaka kenapaaaaaa hikssss " histeris delia sudah tidak bisaaa dibendung lagii..


" dee bukan gitu maksud kita, tapi kitaaa" ucap kakia terpotong.


" Kita apa kak ? ade ini masih anak papah , masih keluarga papah hiksss , apa karna lia jauh hikss"


" Sayanggg " panggil fikri mengusap punggung istrinya.


" kakkkkkkkk

__ADS_1


__ADS_2