
Disebuah rumah yang sangat sederhana perasan bahagia pun muncul pasalnya ia sudah mendapatkan uang dalam jumlah besar dan sebentar lagi ia akan menjadi bagian dari keluarga adam syarief pikirnya.
" Akhirnya punya uang banyak " ucap ibu itu sambil memengang uang dengan nominal 100 juta.
" Kalau seperti ini bisa kaya raya, hahahahah" teriaknya lagi.
" bu sudahlah andri tak ingin seperti ini, andri gamau hal seperti ini, andri cinta sama salsa bu" ucap andri yang sudah ingin membongkar kebusukan keluarganya , ia hanya dijadikan alat untuk kebahagiaan orang lain dan menjadikan dirinya alat memeras uang.
" Diam kau nak , jalankan aja rencana ini kelak kau akan menikah dengan wanita pujaanmu bukan " ucapnya menaikkan alis matanya naik turun seperti menggoda.
" Ya andri tugasmu hanya menjalankan saja perintahku , akan ku tambahkan jika kau berhasil" sahut wanita yang menyuruh andri melakukan kejahatan.
" tapi ini berlebihan wanita yang kucinta tidak bisa dihubungi bahkan disekolah pun tak ada , kau ini sudah lah urus sendiri aku tak ingin ikut campur " tegas andri menolak bekerja sama dengan wanita ular.
" Oh kamu yakin gamau , lihat lah wajah ibumu yang berharap mempunyai uang , BAGAIMANA KALAU UANG INI AKU AMBIL KEMBALI " ucap wanita ular sambil merampas kembali uang yang dipegang ibu andri.
" Andri apa apan sih kamu , sudah turuti saja bukan bagus kita bisa mendapatkan uang dan tentunya gelar "
" Akhhhhhhhh andri pusing" sahut andri frustasi yang langsung membanting pintu.
BRAKKKKK..
__ADS_1
" mba jangan diambil saya akan bujuk andri " lirih ibu memohon uangnya tak dibawa perempuan ular.
" Baik , saya ambil setengah setengah lagi akan saya kasih jika semua selesai dengan baik, saya pamit permisi " ucapnya dengan melempar uang 50 jt ke hadapan ibu andri.
@@@
" Abii sebenernya ada apa kenapa tiba tiba abi membawaku pulang kedepok apa delia ada salah " lirihnya sambil menatap sang suami .
" Engga sayang , kamu ga salah apa apa, abi hanya ingin mengajakmu kedepok karna kamu rindu orang tuamu bukan ? " ucap fikri menenangkan delia yang sepertinya mulai penasaran.
Di genggamnya tangan ibu sambung itu sambil bermanja dengannya " umi alisyah mau sama umi aja " ucapnya bergelayut ditangan delia . mereka tengah menikmati hidangan di salah satu resto yang berada di rest area.
" Pasti dedenya nakal nek, bunda permisi " ucap alisyah tiba tiba yang langsung mengambil posisi berdiri didepan delia yang sedang makan.
" eh..ehh...mau kemana cantik"
tak peduli dengan ucapan delia dan yang lainnya alisyah terus menatap perut delia yang rata. takut alisyah kenapa kenapa fikri pun memegang kursi yang diduduki delia dengan erat
Alih alih melakukan hal serius justru tindakan alisyah membuat semuanya tersenyum menggemaskan. pasalnya yang dilakukan anak usia balita jauh diluar nalar semua orang.
" Hallo ade teteh, de kenapa cih bikin ummi mual , ade ga cayang umi? teteh cedih kalau liat umi mual, teteh jadi ga bisa teteh yang baik buat dede , jangan bikin umi sakit ya de , teteh sayang dede " ucapnya alisyah sambil mengelus perut delia seakan akan mereka sedang berbicara.
__ADS_1
" iya teteh, dede ndak atan nakal agi, dede cayang ama teteh, muachhh" sahut delia menirukan suara anak kecil.
" ihhh umi itu cuara umi bukan dede bayi" protes alisyah sambil bersikap dada dihadapan umi sambil memajukan bibirnya..
" hahaha Alisyahhhhh"
" ihhh ko ketawa "
" Sini sayang abi kasih tau ya " sahut abi .Alisyah yang mengertipun duduk dipangkuan abinya, fikri pun melanjutkan ucapannya untuk menjelaskan pada putri kecilnya yang disukai banyak orang karna tingkahnya yang menggemaskan.
" Dede bayinya belum bisa bicara karna masih ada didalam perut umi , nanti dede bayi akan berbicara berjalan sesuai waktunya" jelas fikri namun alih alih bertanya justru alisyah menatap abi seperti menyampaikan kalau ia tak mengerti akan ucapannya.
" Alisyah dulu juga sama kaya dede bayi ada diperut , semakin lama akan lahir kedunia lalu tumbuh menjadi alisyah sekarang yang pinter , lucu , sholeha semua itu butuh proses sayang, nanti kamu akan mengerti jika sudah dewasa nanti" lanjut fikri ..
" ohhhh jadi ceperti itu bii, oke oke lisyah ngerti"
" yasudah yu lanjut lagi takut sampe depok malam " ujar abahh .
" Dadah anak cantiknya ummi jumpa disana ya" ucap deliaa bangkit dari duduknya..
mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kota depok.
__ADS_1