
Sinar matahari pagi merupakan nikmat yang memiliki sejuta manfaat salah satunya, berjemur di bawah terik matahari membawa manfaat bagi tubuh terlebih pada bayi. karna beberapa hari kota bandung di guyur hujan membuat zayyan tidak dapat berjemur di pagi hari karna matahari tidak menampakkan kehadirannya.
Zayyan dan Abi fikri sedang berjemur di halaman rumah mamah, sambil melatunkan sholawat oleh abinya dalam gendongannya membuat zayyan tertidur. Sedangkan delia ia sedang sarapan dengan ka zia di meja makan, entah mengapa kehadiran delia membuat ka zia nyaman. Fikri dan haikal mereka tidak sarapan dahulu justru mereka memilih bersantai sambil meminum kopi.
" Zii... kamu makan yaa " kata ka kia memberikan ka zia potongan buah. ka zia pun menggeleng ia menatap delia dengan serius tanpa menoleh kearah ka kia. Alisyah yang hendak bertanya dengan ka zia pun di pinta mamah untuk bermain dengan viola serta ncus.
" kaa, dimakan yahh... temani aku " kata delia dan ka zia pun memakan potongan buah yang dikupas oleh ka kia
" siall... zia bener bener jadi manusia " geram ka kia dan itu membuat delia menatapnya dengan tatapan tak suka.
" yaa abis liat aja deee.. zia bener bener udah kaya kuntilanak fokuss natap ade kaya gtu" protes ka kia
" nanti biar aku tenangin yaa ka.. aku gakuat lapar bangettt hehehhe " kata delia ia pun menikmati bubur ayam karna rasa lapar yang melanda padahal ia telah memakan roti
" dasar... "
Asik mengobrol di meja makan, ka zia terus menatap delia tanpa henti, beberapa menit kemudian delia telah selesai sarapan ia hendak mengambil zayyan yang berada dalam gendongan abinya ia terus menangis mungkin zayyan haus habis mandi dan berjemur.
" sini sayang " kata delia menghampiri zayyan. namun tiba tiba " zaaa... hiksss.. lepasin... jangan sentuh gue... hikss tol... tolong... zaaaa jangannn jangann " ucap ka zia ia ketakutan saat melihat ada fikri menghampiri delia. sontak membuat haikal erik dan fikri terheran, ka kia pun memegang tangan ka zia diikuti mamah. Delia fikri haikal yang tidak tau apa apa menjadi bingung menghadapi ka zia..
" zaa... hikss... jangann... jangannn.. gue mohon zaa... lepasin ... pah... papah tolong zia... hikss" kata ka zia ia terus meronta ronta, mamah menangis melihat ka zia seperti ini, ka zia tidak gila hanya saja ia masih syokk.. Delia pun menghampiri ka zia sambil membawa zayyan dalam gendongannya, karna zayyan waktunya minum Asi sebelum ia tidur kembali.
" kaa... istigfar... kaka kuat.. dengerin lia... kaka istigfar yaaaa " ucap Delia ia mengelus pipi ka zia, ia berada di hadapan ka zia.
Haikal fikri erik ia pun keluar, mereka memilih mengobrol di teras menghindari situasi seperti ini, mamah ka kia pun membawa ka zia ke kamarnya dengan Delia memimpin jalan, karna ka zia tidak mau maju kalau tidak Delia berada di depannya. Singkat mereka berada di kamar ka zia dengan ka kia dan Delia duduk di ranjang milik ka zia yang berukuran besar sambil memberikan asi baby zayyan.
" lucu yaaa baby zayyan " kata ka zia saat ia sudah tenang.
" iaa lucu... aunty cepet sehat.. biar bisa main sama zayyan " kata Delia menirukan suara anak kecil.
__ADS_1
" Aunty sehat yaa engga sakit... zayyan mau aunty gendong? " kata ka zia ia merentangkan tangannya meminta zayyan berada dalam pangkuannya, ka kia ia memberikan kode agar zayyan tidak di berikan kepada ka zia mengingat kondisinya yang berubah ubah ia takut zayyan kenapa kenapa, Delia pun mengerti maksud kaka pertamanya. zia sudah diberikan obat penenang yaa
" nanti ya aunty, zayyan mimik asi duluu yaa, " kata Delia..
" ka zia " panggil Delia lagi.
" yaa "
" kaa..inget engga udah lama yaa kita engga seperti ini..kumpul bersama cerita bersama..sampai berbagi pengalaman keluh kesah bersama..sekarang Delia disini selama seminggu..delia pengen kita mengulang kembali..waktu itu Delia cerita sama kaka, ka kia juga sama cerita sama kaka.. sekarang gantian atuh kaka cerita sama kita..apa yang kaka rasain atau pengalaman apaa yang kaka rasain saat ini " kata Delia ia mencoba memancing kakanya agar mau bercerita.
" ga ada " jawab ka zia menundukkan pandangannya.
" kaaa.. " panggil Delia dengan lembut.
" hikss... hikss... hmp... hikss " tangis ka zia pecah ia tidak bisa membohongi dirinya saat berhadapan dengan gadis mulia,yang dihadapannya saat ini, sebisa apapun ia menutupi namun kenyataannya tidak akan pernah bisa.
" istigfar dahulu kak... setelah itu berbicaralah dengan perlahan agar lega perasaan kaka " kata Delia
" Astaghfirullah, aku panggilnya ning atau ade " kata ka zia ia mengambil tissue disebelahnya.
" terserah kaka"
" jadi seperti ini, zia kan mau berangkat kuliah... hikss...ter.. teruss pas zia tutup gerbang ada Eza nyamperin zia.. hikss.. zi.. zia... gamau temui eza dan gamau mendengar penjelasan apapun lagi karna Eza disitu minta zia dengerin penjelasan dia.. hikss.. karna zia gamau dengerin, salah zia yang menendang Eza dan langsung masuk mobil, kirain zia... Eza gak akan ikutin... hiksss. hiksss. taunya zia diikutin.. hiksss.. hiksss. hiksss... zii.. ziaaa.. hiksss.. zia mau ke fotocopy dan ambil buku kan... hikss.. di rumah temen biasanya jalan rame tapi pas kejadian jalanan sepi bangettt dan Eza menghadang zia.. untungnya zia nyalahin gps, hiksss.... hikss... zi... ziaa gamau telpon mamah takut mamah khawatir.. hikss.. hikss zia telfon haikal gatau kenapa tangan sama firasat ziaa tuh ke haikal.. hiksss.. "jelas ziaa dengan airmata mengalir deras, dan menjadi sesegukan karna menangis, begitupun dengan kia dan Delia ia menangis mendengar kronologi kejadian yang menimpa ka zia.
" terusss.. "
" Astaghfirullahalazim, teruss ka " kata Delia ia menghapus air matanya dengan tissue.
" zii.. ziaa... panik kan hiksss.. haikal bilang jangan bikin Eza marah...zia alihkan perhatian Eza zia nanya sama Eza.. zii... ziaa tulis di kertas mau ngomong apa... hikss... Eza bilang nyesel.. Eza gamau nikah sama. meta... karna meta udah hamil anak Eza tapi Eza gamau tanggung jawab hikss... Eza bilang mau tubuh ziaaa... huaa.... hiksss.. hiksss zii... ziaa takutt... disitu ga ada orang hanya teman Eza... zia takut di perkosa sama mereka hiksss.. " jelas ziaa dengan menangis semakin kencang membuat ka kia memeluknya menenangkan zia.
__ADS_1
" kaa.. maaf.. ade mau tanyaa... apakah Eza macam macam dengan kaka? ... apa yang dilakukan Eza terhadap kaka? " tanya Delia dengan hati hati, tanpa disadari oleh ka ziaa ponsel Delia menghubungkan ke fikri.
" Eza.. Eza menjambak resleting baju ziaa... hikss... hikss... zia udah ga suci lagi.... ziaa wanita kotor.... hikss.. zii... ziaaa.. " ucapnya menggantung karna Delia lebih dulu menghentikan bibir ka zia dengan menggunakan jarinya.. " jangan pernah mengatakan diri kaka kotor di hadapan manusia ... engga.. kaka suci seperti hati dan jiwa kaka.."
" aku ini kotorrr... aku ini bukan wanita suci sepertimu, seperti ka kia, seperti mamah... aku adalah wanita kotor yang sudah tidak suci lagi... hikss.. tubuhku... hikss.. tubuhku telah di nodai oleh orang yang pernah aku percaya... hiksss.. aku ga pantas hidup... aku.. akuu benci akan laki laki.. aku tak pantas bersanding dengan siapapun lagii... aku aku sudah mengecewakan suamiku nantinya... hikss. hikss.. Yaallah kenapaa... apa salahku... hiksss " kata ka zia dengan meninggikan suaranya ia memukul ranjang dengan tenaganya dan menelungkupkan' wajahnya ke ranjang dengan posisi duduk menyila.
Delia pun meletakkan baby zayyan dibelakangnya atau dihadapan ka kia, posisi mereka kia zia berdampingan sedangkan Delia ia duduk di hadapan ka zia , ia pun meletakkan zayyan di hadapan ka kia.
" kaa... tenang... semua bisa dibicarakan baik baik... kaka tenang yaa... ada kami yang bantu kaka... kaka cerita semuanya sama kita.. kalau kaka ada yang ditutupi percayalah tidak akan bisaa membuat diri kaka tenang... sekarang jawab pertanyaan Delia apakah Eza telah merenggut mahkota kaka? " kata Delia ia meluk ka zia, isak tangis terdengar jelas oleh Delia maupun ka kia... keduanya tak kuasa menahan tangis menyaksikan moment terpuruk ka zia.
" Eza mencium bibirku... Eza meremas P*yud*r*ku, ia memainkan dadaku hikss... hikss. buah dadaku diolesi coklat ia memakanku layaknya singa kelaparan..hiksss ziaa kotor kaa...hiks.. ka... kalau bukan haikal yang menendang Eza mung.. mungkin aku akan menjadi wanita murahan keperawananku lenyap... hikss...hikss.. ha.. haikal yang mencegah Eza membawaku ke dalam kosan..akuu takuttt" jelas ka zia ia memberikan pengakuan mengejutkan, terkejut memang tapi garis senyum terlihat dari ka kia dan Delia ia bersyukur kakanya tidak kehilangan mahkotanya.
" ziii tenang yaaa kita sudah mendengar pengakuan dari kamu... setidaknya kamu tetap suci walau apa yang dilakukan oleh Eza tapi kenyataannya kamu tetap suci... " kata kiaa
" kaa...kaa dengerin ade,, kak bersyukur pada Allah kaka masih diberikan keselamatan dan masih dalam lindungannya, berbicara wanita suci ,aku bukan wanita suci ka, kia lia masih banyak kekurangan.. kaka tauu kita bertiga adalah pelengkap... begitupun dengan kaka.. kaka wanita suci kehormatan kaka masih dijaga oleh Allah untuk suami kaka.. terlebih terjaga atau tidak itu semua sudah takdir dari Allah yang harus kita Terima dari setiap ujian yang ia berikan.. Setiap ujian pasti membawa kita pada pelajaran yang berharga.. tidak semua laki laki itu sama kak.. tidak... kita tidak bisa menyamakan semua laki laki hanya karna satu perbuatan laki laki kepada kita.. pantas atau tidaknya seseorang bersanding itu tidak diukur dari perawan atau tidaknya kak kalau menurut Delia.. kaka jangan membebankan diri kaka dengan cara melihat laki laki itu semua sama.. tidak ka itu salah...kalau kita melihat laki laki semua sama maka konotasi kitaa selalu buruk dan dampaknya akan buruk.. kaka punya keluarga yang mana tidak hanya perempuan saja tapi ada laki laki nya jugaa masa mau kaka jauhin justru mereka ingin melindungi kaka.. " kata Delia dengan menatap mata ka ziaa yang terus memandangi nya.
" bener tuh kata Delia, ikhlas dan Terima apa yang terjadi pada zia.. belajarlah untuk menerima keadaan sepait seburuk apapun itu.. karna inilah kehidupan tak selalu manis... dikasih pait yaa kita manisi dengan cara kitaa yaitu ikhlas.. ikhlas pait tapi hasilnya manis.. " kata kiaa mencoba memberikan support..
" aku.. akuu ga pantas... aku salah... hiksss. aku aku"
" kaa dengerin lia kaka gak salah yang salah Eza.. kaka sudah benar melepaskan Eza.. meninggalkan zaman jahiliyah nya kaka sama Eza demi masa depan kaka yang baik. kalau dia sayang dia ga akan menodai kaka apapun alasanya.. buktinya sudah jelas ia menghamili meta lalu ia lari dari tanggung jawab.. sekarang ia ingin mengincar kaka.. laki laki seperti itu jangan disesali atau di pikirkan.. kaka tidak salah mengambil keputusan meninggalkan Eza.. yang sudah diperbuat Eza pada kaka kaka serahkan sama Allah biar Allah yang membalas.. sekarang fokus kaka kaka sehat.. kaka kuatt.. jangan mikirin hal lain... pikirkan lah diri kaka..kaka pantas dapet yang lebih baik.. percaya sama Allah " kata Delia ia pun berpelukan, hal seperti ini membuat ka zia tenang ia sudah memiliki cahaya dalam dirinya lewat delia.. setiap permasalahan pasti Delia yang menjadi sumber cahaya keluarganya.
" Aku yang akan menerimamu lahir dan bathin apapun keadaanya..kamu sudah menerimaku apa adanya, lalu untuk apa aku tak bisa menerimamu apa adanya.. jika keyakinanku dan keseriusan ku melekat padamu..maka tak ada kata penolakan yang keluar dari bibirku selain kata kamu idamanku" kata haikal tiba tiba saat ia ingin mengambil minum ia mendengar umi Delia mengatakan pantas dapet yang lebih baik, membuat haikal berdiri di depan pintu menatap 3 bersaudara itu.
" Ha.. haikal.. " kata umi dan ka kia sedangkan ka ziaa ia sudah ketakutan namun berusaha untuk mengontrol dirinya karna ia mengingat ucapan Delia bahwa tidak semua laki laki sama,apakah keluarga akan disamakan jika ia yang melindungi dirinya.
" tak perlu takut padaku, aku yang akan menggantikan ketakutanmu menjadi kebahagianmu..." kata haikal ia pun menundukkan pandangannya dan membukukan tubuhnya berjalan mundur.
maaf baru up πkomen yang banyak yaa... btw author perhatikan lebih banyak yang suka sama haikal zia dari pada fikri Delia...tulis alasan kalian menyukai couple tersebut yaa ππ author hanya ingin mengetahui ππ
__ADS_1