
Hari minggu pagi kegiatan dirumah delia semua di kerjakan bunda dan mamah serta kaka kaka yang menginap , setelah acara dan kejadian delia membuat mereka memutuskan menginap takut terjadi apa apa dengan delia. nyatanya setelah di sentuh oleh fikri dan dibacakan sholawatan sakitnya hilang, mungkin dedenya mau sama abinya.
" nak bagaimana apakah perutmu masih sakit" tanya mamah yang khawatir.
" engga apa apa mah, sudah enakkan semenjak di usap dan dibacakan sholawat dan A fikri mengaji " kata delia disela sarapan mereka.
" oh Alhamdulillah nak , jangan cape cape "
" ah bilang aja si bayi gamau jauh dari abinya " celoteh mba wulan dengan bibir yang ia buatt buat.
hal seperti itu membuat mereka tertawa dengn buru buru fikri mencolekkan tahu bekas gigitannya ke bibir mba wulan.
" ihhhh jorok ahh aa mah " katanya yang tak terima.
" Biar tau rasa " ucapnya ketus.
" ihhh"
" nak mamah sama papah dan lainnya minta maaf engga bisa bantuin kamu pindahan karna jam 10 kita mau langsung pulang kedepok, besok mas eerik kerja dan papah mau cek up" kata papah pada ank menantunya itu.
" fikri antar ya pah "
"gausah nak , kamu cape abis acara terus belum pindahan "
" gapapa abah , fikri cuma memindahkan pakaian saja karna semuanya sudah diisi"
" gausah nak"
" iya nak gausahh , kamu jagain istri kamu aja yaa " ucap mamah
" baiklah pah mah "
Setelah sarapan mereka pun berpamitan, bukan hanya keluarga delia keluarga abah juga ikut berpamitan namun keluarga abah lebih dulu pulang dan alisyah ingin bermain dengan raka dan alya jadi untuk sementara ia dibawa dulu oleh mba wulan.
" Jangan bikin ade yaa alisyah mba bawa " celoteh mba wulann..
" Keluarkan yang ini dulu dong baru bikin lagi" kata fikri mengelus perut delia
" sinting ah " kata wulan yang kemudian masuk kedaalam mobil
setelah berpamitan wulan dan keluarga meninggalkan rumah fikri. kini giliran keluarga delia
" papah sehat yaa, delia sayang papah " ucap delia berada dipelukan papahnya.
" iya nak kamu juga hati hati oke gaboleh cape cape juga " .
" ia pah "
" mah hati hati ya , kalau sudah sampai kabarkan delia dan suami ya" pintanya yang kini berada diperlukkan mamah
" ia nak , terimakasih jamuannya beberapa hari ini dan makasih bingkisannya " kata mamah saat fikri kembali setelah tadi meletakkan bingkisan di bagasi mobil.
" kami pamit ya nak assalammualaikum" ucapnya pada anak dan menantu setelah mereka mencium tangan papah dan mamah.
" iya mah hati hati yaa, waalaikumussalam kapan kapan nginep lagi ya pah mah"
" iya nak "
***
Saat ini rumah terasa sunyi dan sepi tidak ada aktifitas lagi dalam rumah itu karna semua sudah diselesaikan bunda dan abah. hanya ada fikri dan delia.
" umi abi mau mengerjakan berkas yang belum abi tanda tangani , umi istirahat dulu ya" kata fikri
" ia bii " ucapnya kemudian berbaring diatas ranjang.
Fikri pun kembali keruangannya menyelesaikan berkas yang ia bawa lebih dulu kerumah baru ..delia dikamar sedang bermain ponsel wa dengan teman novelnya.
"Auuu astagfirullah nak sakitt" kata delia merasakan kembali sakit pada punggungnya, ia juga lupa untuk memberikan fikri kopi
Delia pun berjalan menuruni anak tangga untuk membuatkan kopi, ia tidak ingin suaminya khawatir dan menjadi beban untuknya ia pun menuju dapur untuk membuatkan kopi fikri namun sebelumnya delia minum air putih yang sudah ada di meja makan.
Tok.toktok..
" ia mi " kata fikri melihat kepala sang istri.
" Assalammualaikum abi" kata delia mencium punggung tangan fikri.
" Waalaikumussalam ada apa umi "
" umi bawakan kopi diminum ya bi "
" ia teimakasih sayang"
" Sama sama "
__ADS_1
" Umi nanti sore kita ambil pakaian yaa"
" baik abi " ucap delia yang kemudian berlalu keruang tv.
Saat delia menonton tv dan fikri selesai kerjanya ia pun datang mencium puncak kepala delia
" Nontonnya kok ini umi" tanya fikri saat melihat akun gosip.
" engga ada yang rame abi " jawabnya
" gaboleh yaa mi gabagus tontonannya" kata fikri yang mematikkan tv ia pun mengajak delia keluar rumah menggunakan motor ya fikri ingin membeli gado gado dekat pondok.
" Mau kemana bi" saat melihat motor yang dikendarai fikri.
" mau beli gado gado tiba tiba Aa ingin itu mi " kata fikri .sebelum pergi delia pun mengkunci pintu dan menutup pagar rumah lalu ia pun naik ke motor dengan duduk miring.
" pegangan ya mi" ucap fikri dan delia pun mengikutinya , sore hari ia berkeliling menggunakan sepeda motor jalanan perkampungan ia lewati dengan begitu saja.
" abi itu gado gado ko engga beli " kata delia saat mereka melewati tukang gado gado
" Aa mau yang deket pondok mi " ucapnya
dan benar saja dari kejauhan sudah terlihat tukang gado gado fikri dan delia pun memesan gado gado namun tak dibawa kerumah melainkan makan ditempt.
" 2 ya kang"
" pedes ga pak "
" mana saya tau kan belum dibuat" celoteh fikri .
" atuh maksud saya gado gadonya pakai cabe atau engga mas"
" biasa aja pak " kata fikri yang sudah hapal dengan tukang jualannya
Setelah menunggu beberapa saat, pesanan mereka pun datang.
" makan mi setelah ini mampir ke pondok " kata fikri ia ingin melakukan sesuatu di pondok.
" Ada apa bi"
" engga ada apa apa , umi kalau ingin kepondok ada dan tidak adanya tujuan ya gaapapa kepondok aja nyusulin abi kalau abi engga dirumah. "
" ia bi " kataku menikmati ketoprak dengan nikmat.
"Assalammualaikum" ucap fikri dan delia.
" waalaikumussalam , ahlan wa sahlan ustad ustadzah"
" Ahlan bika"
"tolong kumpulkan anak anak semuanyaaa " pinta fikri dengan tegas.
Para pengurus pun langsunh memencet bell pondok untuk mengumpulkan mereka.
" ada apa sih kok sore sore kumpul" kata anak santri.
" gatau ia ya tumben udah lamaaa "
" kita liat aja nanti "
begitulah komentar anak anak perihal mengapa mereka dikumpulkan sore hari. dengan cepat mereka berlarian ke arah lapangan yang sudah ada anak anak lainnya.
7 menit kemudian fikri dan delia ikut bergabung diantara para ustad usatdzah yang sejak perintah dikumpulkan mereka kembali ke rumah singgah untuk menunggu kumpul.
"shuttt diam ada ustad fikri" ucap mereka.
" ekhem" kata fikri membuat semuanya menjadi diam.
" Assalammualaikum warahmatullahi wabaraktuh"
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" sahut mereka serempak
" Kalian tau kenapa abi kumpulkan disini!"katanya tegas.
" engga bi"
" abi lewat dengan umi melihat santri putri bibirnya merah , kalian disini mau menuntut ilmu bukan menjadi penyanyi" kata fikri tegas ia terlihat menyeramkan sambil membawa rotan kebesarannya yang ia hentak hentakkan ke tangannya.
" mampus dah mampus siapa " ucap santri putra.
" santri putra juga abi liat banyak diantara kalian tak memakai peci, abi liattt laporan nihh disini " ucapnya menunjukkan berkas laporan dari pengurus pondok , ia memegang kertas yang iaa layangkan keatass sambil digenggam.
" dan lebih parahnya siapa yang berani mengambil uang pondok 10 juta di dalam rumah singgah" tegasnya dengan wajah memerah , delia yang melihat suaminya semarah ini menjadi takutt, tidak pernh suaminya marah bahkan sangat tidak pernah, namun kali ini semua dibuatt terkejutt pernyataan fikri
" yaallah Aa serem bangett" kata deliaa menjadi gemeteran.
__ADS_1
" 10 juta bukan uang yang sedikit, itu uang untuk makan kalian , untuk makan kalian seminggu!"
" bisa membayangkan tidak, hanya karna siapa yang mengambil , yang lain menjadi kena imbasnya , kaliann mau tidak makan !!"
Sebenarnya mudah bagi fikri untuk menggantikannya namun perilaku ini sangat lah tidak terpuji, harusnya dalam pesantren tidak ada orang yang mencuri, sekali dimaafkan bisa saja ia mengulang kembali maka hukuman yang pantas adalah DiKELUARKAN dari pesantren.
" semua santri saya mintaa beristigfar dan para pengurus dimohon untuk menggeledah asrama mereka, segala bentuk hal yang dilarang dipesantren jika kedapatan ada mohon dicatat dan yang punya makeup kita saksikan bersama dihancurkan "tegas fikri , para ustadzah dan pengurus masing masing asrama pun dengan cepat meninggalkan tempat hukuman dengan membawa kantong keresek.
" mampus guee ketauan dah ada novel drakor" kata ssntri putri berbisik dengan sahabatnya
" hp gue ga dikumpulin mati dahh "
" ihh sama mana gue baru belii novel , makeup "
" masker guee ihhh" ucap santri putri yang kini merasa cemas, tanpa sepengetahuan mereka fikri mengamatinnya.
Hari bebas di pesantren ialah hari sabtu', para santri boleh menghubungi keluarga namun harus mendapatkan izin dan membawa ponsel adalah hal yang tidak diizinkan , karna ini hari minggu tepat dimana kegiatan razia dilakukan maka razia akbar pesantren akan dilaksanakan satu bulan sekali yaitu rajia seluruh santri putri putra yang kedapatan membawa atau mempunyai hal hal yang pesantren sudah membuatnya maka haram hukumnya untuk dilakukan.
"Yo semua kita sama sama beristigfar " ucap ustad ismail saat kaka senior membawakan tong dan minyak tanah.
" اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
ucap seluruh penghuni pesantren. termasuk pengurus dan pembina serta jajaran ustad ustadzah.
Keamanan pondok pun dengan bukti bukti yang sudah ia kumpulkan kini kembali berdiri di deket tong, siap untuk dibakar dan dihancurkan. semakin mendekat keamanan pesantren yang dilakukan para senior maka semakin berdebar jantung para santri
" Istigfar sama sama yooo" kata ustad ismail. yang menyaksikan banyak bukti bukti haram sudah terkumpul termasuk ponsel
" dengarkan saya, setiap pelanggaran maka akan adaa pointnya dan ada hukumannya dari setiap pelanggaran, baik itu pelanggaran terkecil hingga pelanggaran besar, tentu sebelum kalian masuk ke sini menjadi santri pasti kalian sudah tauuuu paham akan pelanggaran pelanggaran dan hal yang boleh dan tidak boleh , lalu kenapa tidak ditaati , " kata fikri dengan tegas ia berkeliling berjalan mengelilingi para santri..
" kalian bosen, kalian cape , kalian lelah, saya tau saya pernah merasakannya, umi juga pernah merasakan jadi seorang santri putri, ustadzah disini bahkan ustad disini pernh menimba ilmu di pesantren, menuntut ilmu memang lah lelah dan cape tapi setiap apa yang dilakukan pasti mendapatkan ganjarannya, hidup di dunia ini penuh perjuangan karna kehidupan kita nanti adalah Akhirat , hidup didunia cuma numpang, jangan lah terlena dan bermalas malasan dalam kehidupan , seperti kita tinggal di perantauan pasti suatu saat akan balik ke kampung halaman, kalau kita kembali ke kampung halaman pasti membawa banyak oleh oleh dan bekal kan? sama dengan kita hidup di dunia ini perbanyaklah bekal menuju surga karna jika sudah masuk surga kita tidak perlu berpuasa, sholat dan mengaji karna nanti di surga kita tidak hanya sebulan dua bulan , setahun dua tahun , seabad dua abad tapi selamanya."
" اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ " ucap anak santrii
" yang nanti miliknya tidak ada di asrama menghadap ke ustad dan keamanan sudah mencatat nama, asrama, kelas berapa, miliknya apa , dan point hukumannya , untuk uang pesantren yang hilang bagi yang merasa mengambilnyaa harap ke ruangan abi atau cctv yang membuktikan , 2x 24 jam tidak melapor pada ustad ustadzah maka disini disaksikan teman kalian langsung , abi putar rekaman cctv,"
" Baik abi fikri apa kita mulai " tanya ustad ilham yang sudah menceburkan barang barang haram ( bukan narkoba yaa) . kedalam tong.
sedangkan istri ustad ismail memasukkan barang barang santri putri kedalam tong.
" Abi minta ridhonya ikhlas barangnya di bakar "
" ikhlas bi"
" ikhlas barangnya dibakar"
" IKHLASSSS ABI"
" ikhlas ponselnya kami hancurkan"
" Ikh..lass"
" kenapa jawabnya begitu"
" baru beli bi"
" sudah tau konsekuensinya, kalian sudah buat tanda tangan untuk siap jika melanggar, maka siap tidak siap, mau tidak mau , akan kami hancurkann "
" iya bii "
" Mari ustad ustadzah kita mulai" kata fikri memberikan kode dengan tangannya menyuruu menuangkan minyak tanah kedalam tong.
" semuanya kita beristigfar sama sama " pinta ustad ismail saat para keamanan memasukkan minyak tanah
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
" ikutin ustad ya " pinta ustad ismail saat abi fikri siap untuk menyalakan api.
"
"Astaghfirullah robbal baroya
Astaghfirullah minal khotoya
Robbi zidni ‘ilman zidni ‘ilman naafi'a
wawaffiqni ‘amalan sholihaa ‘amalan maqbula" kata ustad ismail dan diikuti yang lainnya.
fikri pun mulai menyalakan api dan ia arahkan ke tong untuk dibakar, para santri terus bersholawat astagfirullah dipimpin oleh ustad ismail. Barang haram pesantren yaitu barang yang tidak ada faedahnya dan sudah menjadi larangan pesantren , setiap pondok mungkin ada yang berbeda. Barang haram yang dimaksud disini ialah seperti Novel, komix, makeup, buku porno, dll yang tidak ada faedahnyaa.. handphone para santri diperbolehkan membawa tapi dititipkan di peantren tidak untuk dibawa ke asrama, mengapa diperbolehkan ? karna untuk mengabarkan keluarga itu pun dengan batas waktu tertentu..
Fikri hanya membakar buku buku yang tidak ada faedahnya termsuk makeup karna di pesantren untuk menuntut ilmu bukan untuk berdandan( diizinkan pakai bedak bayi ) , ponsel yang kedapatan dibawa ke asrama tidak ia hancurkan terlebih hanya ia kumpulkan dalam kardus dan nanti akan dipanggil orang tuanya atas apa pelanggaran yang dilakukan anaknya..kalau sudah pemanggilan orang tua pasti sudah level tinggi.
Ada waktu tertentu handphone mereka sejenak dikembalikan untuk mengabari orang tua. Jika ada yang memakai handphone selain untuk mengabari orang tua, misal untuk main game atau konten tidak layak, maka handphone akan disita dengan paksa. Tapi tak perlu khawatir, handphone yang disita kemudian dikembalikan kepada orang tua, bukan diambil pesantren.
untuk santri putri mereka harus memakai kerudung warna warni pertanda melanggar aturan pesantren
__ADS_1